Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Pengaruh Masa Kerja Terhadap Kadar Timbal (Pb) Dalam Urine Petani Padi Di Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman: The Influence Of Working Period On Lead (Pb) Levels In The Urine Of Rice Farmer In Sidoluhur District, Sleman District Lestari, Dwi Kandi Ayu; Martuti, Sri
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7931

Abstract

Timbal atau plumbum (Pb) adalah jenis logam berat yang umumnya dikenal sebagai timah hitam. Timbal dapat masuk ke dalam tubuh manusia terutama melalui sistem pernapasan, sedangkan penyerapan melalui kulit sangat sedikit dan bisa diabaikan. Terdapat indikasi keberadaan timbal dalam pestisida, karena pestisida cair dibuat dengan melarutkan bahan aktif dengan pelarut seperti xylene, naftalene dan kerosene. Pelarut yang menggunakan kerosene atau minyak tanah adalah hasil distilasi minyak mentah dan zat pengangkut seperti kaolin, kapur, pasir dan tanah liat dicampur dalam formulasi pestisida, yang mengandung logam berat timbal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh masa kerja terhadap kadar timbal dalam urine petani padi di Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman. Metode yang digunakan yaitu metode quasi eksperiment dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 10 sampel petani padi. Metode pemeriksaan kadar timbal menggunakan sampel urine petani padi dengan metode AAS. Hasil penelitian menunjukan dari 10 sampel memiliki kadar timbal yang normal. Kesimpulan penelitian ini tidak terdapat pengaruh masa kerja terhadap kadar timbal (Pb) dalam urine petani padi di Kalurahan Sidoluhur Kabupaten Sleman.
Perbandingan Kadar Hemoglobin pada Sampel Darah dengan Homogenisasi Metode Inversi 10 Kali, Angka Delapan, dan Blood Roller Mixer: Comparison Of Hemoglobin Levels In Blood Samples Using 10 Times Inversion Method Homogenization, Figures Eight, And Blood Roller Mixer Taufan, Khairil; Astuti , Tri Dyah; Martuti, Sri
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.7939

Abstract

Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah dan komponen utama darah manusia. Metode homogenisasi ada tiga cara yaitu membolak-balikkan tabung dengan cara membentuk angka delapan, inversi 10 kali dan metode lainnya menggunakan alat blood roller mixer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan kadar hemoglobin pada sampel darah dengan homogenisasi metode inversi 10 kali, angka delapan dan blood roller mixer. Jenis penelitian ini adalah cross sectional study, dengan populasi mahasiswa Prodi Teknologi Laboratorium Medis angkatan 2020 Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta berjumlah 155 mahasiswa dengan total sampel 30 responden dengan kriteria sampel jenis kelamin perempuan, alat pengumpulan data menggunakan pedoman pengambilan darah (sampling) dan alat hematology analyzer. Uji statistic menggunakan SPSS versi 23 dan uji hipotesis yang digunakan adalah One Way Anova. Hasil penelitian ini adalah nilai p-value sebesar 0,900 menunjukkan p>0,005 maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara hasil yang diperoleh dari ketiga metode tersebut antara hasil yang diperoleh dari ketiga metode tersebut dan menunjukkan bahwa hasil pemeriksaan hemoglobin dengan menggunakan metode inversi 10 kali, angka delapan, dan blood roller mixer tidak berbeda secara statistik, sehingga ketiga metode tersebut dapat dianggap memberikan hasil yang konsisten dan setara. Simpulan hasil penelitian adalah bahwa menggunakan teknik manual maupun otomatis tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Harapannya penelitian ini dapat dikembangkan untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap variabel-variabel yang mungkin mempengaruhi hasil pengukuran, seperti suhu, waktu homogenisasi, dan teknik pengambilan sampel.