Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Paket Wisata Di Kota Ternate Karim, Taufik Z.; Hasyim, Abdul Wahid; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 6, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the current era of regional autonomy, tourism is one of the key sectors of a region’s economy development, as each local government is required to develop and to utilize its natural resources, namely tourism sector, in order to increase its local revenue to improve the welfare of its society. Despite having diverse tourism attraction potentials including historical, cultural, natural, and artificial tourist attractions, the city of Ternate has not developed its potential prevalently. The purpose of this study is therefore to identify potential tourist attraction, to arrange clusters of the potentials based on their common attraction characteristics, and to develop a tourism package formulation strategy in Ternate. The analytical methods used were descriptive analysis on the characteristics of Ternate’s tourism potential, and quantitative analysis including cluster analysis to arrange tourism clusters, travel time analysis, and tour package price calculations. The results showed that the tourism attractions in Ternate could be classified into three different clusters based on their shared values. The first cluster consists of palace of Sultan of Ternate, Sulamadaha Beach, BobaneIci, Legu Gam Festival, and the Festival of Kora-kora. Cluster II includes Oranje Fort, Kalamata Fort, St. Paulo Fort, Tolucco Fort, St W Church, ThianHou Temple King, Resident Bridge, Grave of Sultan Badaruddin II, Batu Angus, Tolire Lake, and Laguna Lake. Finally, Cluster III includes Kastela Fort, Grave of Sultan Babullah, KedatonIci, Kastela Beach, Tabanga Beach, Ake Rica, CengkehAfo, and Gamalama Tracking. Moreover, the study proposed three tour packages: two recreational and cultural package and one cultural and adventural package. Keywords: tour route, tour packages, analysis cluster
Tingkat Vitalitas Kegiatan Perdagangan Lama di Kayutangan Kota Malang Saputri, Nila Eka; Wicaksono, Agus Dwi; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik skoring serta metode pendekatan kualitatif untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan menggunakan analisis sinkronik diakronik dan analisis faktor. Tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan menunjukkan pada tingkat vitalitas sedang. Berdasarkan hasil analisis sinkronik diakronik, aspek ekonomi merupakan aspek yang paling mempengaruhi perkembangan dan perubahan aktivitas kegiatan perdagangan dan kondisi fisik Kayutangan. Hasil studi didapatkan empat faktor menurut kelompok responden pedagang yang berpengaruh terhadap tingkat vitalitas kegiatan perdagangan di Kayutangan, yaitu faktor I inventaris usaha, faktor II kenyamanan dan keamanan sarana prasarana perdagangan, faktor III aktivitas perdagangan, dan faktor IV jumlah pengunjung. Faktor menurut kelompok responden pengunjung, yaitu faktor I kenyamanan fisik kawasan perdagangan, faktor II kesenangan berkunjung, faktor III barang yang ditawarkan, dan faktor IV keamanan dan keselamatan berkunjung.Kata kunci : tingkat vitalitas, kegiatan perdagangan, faktor
Pemanfaatan Kotoran Ternak sebagai Energi Terbarukan Melalui Pembangunan Biodigester Komunal Meidiana, Christia; Perdanasari, Zhuniart Ayu; Dinanti, Dian
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jrm.2020.011.03.10

Abstract

The potentials of energy from manure waste was calculated in this study aiming to develop biogas utilization in a rural area. The calculation was conducted based on the result from clustering the non-biogas farmer households which cannot afford individual anaerobic digester (AD). Spatial cluster analysis (SCA) and superimposed technique were used to determine the size of the groups and the location of ADs respectively. Value from SCA showed that the village’s settlement pattern is clustered feasible to apply communal AD for rural biogas development. Meanwhile, a superimposed technique using 3 parameters which are land availability, cow ownership, and topography, generates 43 clusters of farmer households that can supply biogas for cooking. The energy production is estimated at 8.96-39.68 m3/day/household, while the energy demand is approximately 0.65-3.48 m3/day/household. The calculation shows that there is remaining biogas that can be distributed to non-biogas farmer households. Using SCA, 75 non-biogas farmer households were identified to be potentially supplied by biogas. The total energy demand for both biogas and non-biogas farmers households is 2,147.34 MJ/day, while the total potential energy generation from all ADs is 24,560.64 MJ/day indicating a low biogas utilization rate which is only 8.7%. The percentage shows that biogas utilization for an energy source in Dusun Dresel can be more developed by enhancing the distribution network or by converting it into electricity to support rural energy security.
Pelestarian Lingkungan dan Bangunan Kuno di Kawasan Pekojan Jakarta Suprihatin, Ari; Antariksa, Antariksa; Meidiana, Christia
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakterIstik dan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, menentukan faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno, serta menentukan arahan pelestarian dalam melindungi lingkungan dan bangunan kuno. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, evaluatif, dan development. Hasil analisis tingkat kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kualitas, yaitu pada aspek kemudahan aksesibilitas, kesehatan, keamanan dan keselamatan, serta keromantisan. Penurunan kualitas juga terjadi pada bangunan kuno yang masih bertahan di Kawasan Pekojan. Berdasarkan hasil analisis, terdapat bangunan kuno yang memiliki tingkat kerusakan kecil sebanyak 11 bangunan (16%), kerusakan sedang sebanyak 55 bangunan (78%), dan kerusakan besar sebanyak 4 bangunan (6%). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan di Kawasan Pekojan adalah faktor kurangnya peran aktif masyarakat dan faktor pergeseran fungsi kawasan. Adapun faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan kualitas bangunan kuno yang paling utama adalah kurangnya dana yang dimiliki pemerintah, faktor pergantian kepemilikan, dan faktor kurangnya perawatan pada bangunan kuno. Arahan pelestarian lingkungan di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tiga jenis tindakan, yaitu tindakan preservasi (lingkungan I), konservasi (lingkungan II), dan rehabilitasi atau gentrifikasi (lingkungan III). Adapun tindakan pelestarian bangunan kuno di Kawasan Pekojan terbagi menjadi tindakan preservasi (8 bangunan), konservasi (54 bangunan), dan rehabilitasi atau restorasi (8 bangunan).Kata kunci : Pelestarian, Faktor-faktor, Penurunan kualitas lingkungan dan bangunan kuno
Pengembangan Desa Pariwisata dengan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemanfaatan Sumber Daya di Desa Hargotirto dan Hargowilis Irnia Nurika; Christia Meidiana; Adipandang Yudono; Sri Suhartini; Dodi Wirawan Irawanto
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.006.02.10

Abstract

Doktor Mengabdi merupakan program yang dilaksanakan pada tahun 2020 dan berlokasi di Desa Hargotirto dan Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengembangan desa wisata bertujuan untuk menarik wisatawan agar mengunjungi desa tersebut sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Desa Hargotirto dan Hargowilis memiliki beragam potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dapat dikembangkan. Keduanya memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik minat wisatawan. Namun masih terdapat permasalahan yaang perlu dicarikan solusinya agar sektor pariwisata di kedua desa tersebut dapat optimal. Program Doktor Mengabdi ini dilaksanankan dengan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaborasi UGM, ITB dan Enhance project. Program tersebut menghasilkan dua masterplan dengan beberapa output, yaitu executive summary, leaflet, dan booklet. Output yang telah dihasilkan dari program ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi pemerintah setempat serta masyarakat sebagai rekomendasi dalam merencanakan dan mengatasi permasalahan yang ada di Desa Hargotirto dan Hargowilis sebagai desa pariwsata.
Kajian Kesiapan Masyarakat Terkait Rencana Kegiatan Industri Pertambangan Marmer (Studi Kasus di Kelurahan Oi Fo’o, Kota Bima-NTB) Eti Kurniati; Christia Meidiana; Agus Dwi Wicaksono
The Indonesian Green Technology Journal Vol 3, No 3 (2014)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.901 KB)

Abstract

Kelurahan Oi Fo’o ditetapkan sebagai kawasan industri menengah berupa industri marmer yang didasarkan pada besaran potensi marmer yang ditemukan di wilayah ini. Namun penemuan potensi ini tidak diimbangi dengan informasi yang dimiliki masyarakat terkait dengan kegiatan industri marmer yang tentunya akan berpengaruh pada kesiapan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapan masyarakat, menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan masyarakat dan memilih alternatif strategi yang dapat dilakukan terkait dengan rencana kegitatan industri pertambangan marmer. Penelitian ini termasuk dalam kajian kualitatif dengan pendekatan metode Community Readiness Model untuk menilai tingkat kesiapan masyarakat dengan mengkaji variabel dimensi kesiapan masyarakat yaitu usaha masyarakat, pengetahuan masyarakat (terkait kegiatan), Kepemimpinan, kondisi masyarakat, pengetahuan masyarakat (terkait issue) dan sumber terkait permasalahan. Metode Multiple Regression untuk menilai faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan masyarakat yang menggunakan variabel pengalaman, kemauan, keterampilan, kepribadian, pengetahuan dan fisik masyarakat. Metode Analysis Hierarchi Process (AHP) untuk memilih strategi alternatif dilakukan dengan cara mengkombinasi hasil analisis tingkat kesiapan masyarakat dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan masyarakat. Berdasarkan pada hasil analisis dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat berada pada level perencanaan dengan deskripsi kondisi yaitu Pimpinan mulai aktif dalam perencanaan, serta masyarakat memberikan dukungan pada usaha-usaha/ program yang dijalankan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan masyarakat yaitu faktor kemauan masyarakat, keterampilan, pengetahuan dan fisik masyarakat yang dinilai berdasarkan nilai R=0.774 dan nilai signifikan alpha diatas 0.05 Adapun alternatif strategi terpilih yaitu dengan menggunakan pimpinan kunci dan orang yang berpengaruh untuk berbicara kepada kelompok masyarakat dan berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi terutama terkait dengan pemberian informasi cara pengolahan industri pertambangan marmer. Kata kunci: Alternatif Strategi, Faktor-faktor kesiapan, Industri pertambangan marmer, Tingkat kesiapan masyarakat
Memori Kolektif Kota Bima Dalam Bangunan Kuno Pada Masa Kesultanan Bima Hidayatul Akbar; Antariksa Antariksa; Christia Meidiana
The Indonesian Green Technology Journal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1719.983 KB)

Abstract

Ungkapan “a city without old buildings is just like a man without memory” sangat relevan untuk mengungkapkan betapa pentingnya makna sejarah pada bangunan kuno di suatu tempat, terlebih bangunan kuno itu selain mempunyai sejarah, juga mempunyai locus, makna ataupun nilai yang tinggi. Akan tetapi, perkembangan kota secara ekonomi dan dinamika sosial yang semakin modern akan menenggelamkan makna sejarah sebuah kota jika tidak ada momentum untuk menjaga dan melestarikannya yang akan mengakibatkan sebuah proses pelupaan terhadap sejarah. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kawasan sejarah dan bangunan kuno, mengidentifikasi memori-memori masyarakat terhadap bangunan kuno dan mengetahui tipologi memori kolektif yang terbentuk dari keberadaan bangunan kuno sehingga dapat dimaknai proses pembentukan sejarah di Kota Bima di masa kesultanan Bima. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan adalah bahwa terbentuknya tiga memori kolektif Kota Bima dalam bangunan kuno yaitu memasarkan memori, penaklukan memori dan memisahkan memori.Kata Kunci: Bangunan Kuno, Kawasan Sejarah, Tipologi Memori Kolektif
Evaluasi Kinerja Bank Sampah Kartini Mandiri Desa Pesanggrahan Kota Batu Puspita Dwi Apriliyanti; Soemarno Soemarno; Christia Meidiana
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.602 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kondisi eksisting dan kinerja bank sampah Kartini Mandiri Desa Pesanggrahan Kota Batuatas pelayanannya terhadap nasabah dilihat dari tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan. Data dan informasi dikumpulkan dari nasabah bank sampah dan SKPD terkait yang terdiri dari Kantor Lingkungan Hidup Kota Batu, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batu, perangkat Desa Pesanggrahan serta kader lingkungan Desa Pesanggrahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 variabel memiliki tingkat kepuasan > 1 yaitu spesifikasi keterpilahan sampah, proses pendaftaran nasabah, jenis keanggotaan, meja teller dan bunga tabungan. Sedangkan variabel yang dianggap belum memuaskan oleh nasabah atau memiliki tingkat kepuasan < 1 yaitu keberagaman jenis sampah, meja penimbangan, meja customer service, ketersediaan sarana dan prasarana pengolah sampah anorganik, harga jual sampah, tabungan nasabah, simpan pinjam dan bagi hasil tabungan. Semua stakeholder menyetujui pentingnya keberadaan bank sampah sebagai lembaga pengolah sampah anorganik, sehingga diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan pelayanan bank sampah sehingga memberikan kepuasan maksimal kepada nasabah. Rekomendasi yang diusulkan untuk meningkatkan kepuasan nasabah  yaitu (1) menambah keberagaman sampah yang diterima, (2) peningkatan pelayanan pada administrasi, (3) penyediaan sarana dan prasarana pengolah sampah anorganik, (4) peningkatan harga beli sampah, (5) peningkatan pengelolaan keuangan seperti tabungan, simpan pinjam dan bagi hasil Kata kunci: bank sampah, aspek pengelolaan sampah,kepuasan nasabah
Model Struktural Partial Least Square Karakteristik Masyarakat Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Mata Air (Studi Kasus Desa Gunungsari Kota Batu) Zahrin Hamidiana; Christia Meidiana; Suwasono Heddy
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.285 KB)

Abstract

Dewasa kini permasalahan yang sedang berkembang terkait dengan sumber daya air adalah kerusakan sumber-sumber air yang menyebabkan penurunan kuantitas, kualitas dan kontinuitas ketersediaan sumber daya air. Isu lingkungan yang paling banyak terjadi pada kawasan mata air adalah alih fungsi lahan dari hutan menjadi lahan budidaya tanaman sayur-sayuran yang dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang sebagian besar sebagai petani, hal tersebut merupakan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Kondisi demikian menunjukan bahwa karakteristik masyarakat daerah sekitar mata air memiliki kecenderungan memberikan pengaruh terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik masyarakat terhadap kuantitas dan kualitas mata air menggunakan analisis Partial Least Square dan pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak distraifikasi) dengan jumlah responden penelitian sebanyak 101 responden. Partial Least Square merupakan analisis persamaan struktural (SEM) berbasis varian yang secara simultan dapat melakukan pengujian model pengukuran sekaligus pengujian model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas (pengujian hipotesis dengan model prediksi). Berdasarkan hasil analisa menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) didapatkan hasil bahwa ada pengaruh yang diberikan dari karakteristik masyarakat sekitar mata air dengan variabel terdiri dari a. Kependudukan/umur responden (X1); b. Jenis Kelamin (X2); c. Tingkat Pendidikan (X3); d. Jenis mata pencaharian (X4); e. Tingkat pendapatan (X5); f. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap sumber mata air (X6); g. Jumlah pemakaian air (X7); h. Penilaian masyarakat terhadap pelayanan pengelolaan air (X8); i. Jenis kegiatan penggunaan air (X9); dan j. Kearifan lokal (X10) terhadap kondisi kuantitas dan kualitas air (Y) yakni didapatkan persamaan berikut: Persamaan 1 : Y1 = 0.036 X2 + 0.215 X3 - 0.052 X4 + 0.199 X5 - 0.154 X6 + 0.074 X7 + 0.770 X8 - 0.022 X9; Persamaan 2 : Y2 = 0.068 X1 - 0.077 X2 + 0.326 X3 - 0.107 X4 + 0.110 X5 + 0.419 X6 - 0.068 X7-0.281 X8 + 0.318 X9. Tingkat kelola merupakan variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kualitas air dan debit air yang memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kuantitas air.Kata kunci: karakteristik masyarakat, kuantitas dan kualitas air, mata air
Pengaruh Karakteristik Masyarakat Terhadap Kuantitas Dan Kualitas Mata Air (Studi Kasus Desa Gunungsari Kota Batu) Zahrin Hamidiana; Christia Meidiana; Suwasono Heddy
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.058 KB)

Abstract

Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk hajat hidup orang banyak. Oleh karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta makhluk hidup yang lain, sehingga keberlangsungan ketersediaan kuantitas air dan kualitas air dapat tetap terjaga di masa mendatang. Isu lingkungan yang paling menonjol pada kawasan mata air adalah alih guna lahan dari hutan menjadi lahan budidaya tanaman sayur-sayuran yang dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan dan mata pencaharian masyarakat yang disebabkan oleh perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kelestarian dan keberlangsungan mata air. Hal tersebut menunjukan bahwa karakteristik masyarakat daerah mata air memiliki kecenderungan memberikan pengaruh terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini yaitu teknik Stratified Random Sampling (pengambilan sampel acak distraifikasi) dengan jumlah responden penelitian sebanyak 101 responden. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh karakteristik masyarakat terhadap kuantitas dan kualitas mata air menggunakan analisis Partial Least Square (PLS) dengan variabel karakteristik masyarakat terdiri a. Kependudukan/umur responden (X1); b. Jenis Kelamin (X2); c. Tingkat Pendidikan (X3); d. Jenis mata pencaharian (X4); e. Tingkat pendapatan (X5); f. Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap sumber mata air (X6); g. Jumlah pemakaian air (X7); h. Penilaian masyarakat terhadap pelayanan pengelolaan air (X8); i. Jenis kegiatan penggunaan air (X9); dan j. Kearifan lokal (X10). Berdasarkan hasil analisa PLS didapatkan hasil bahwa ada pengaruh yang signifikan dari karakteristik masyarakat sekitar mata air terhadap kondisi kuantitas dan kualitas mata air dengan variabel yang tidak berpengaruh hanya variabel usia terhadap kualitas air. Kata kunci : karakteristik masyarakat, kuantitas dan kualitas air, mata air
Co-Authors Abdul Wahid Hasyim Adhinugraha Wirayudha Kusuma Adipandang Yudono Adipandang Yudono Agus Dwi Wicaksono Agus Dwi Wicaksono Agustin, Imma Widyawasti Akhbar Pamungkas, Yan Akhmad Andi Saputra Akhmad Andi Saputra, Akhmad Andi Amelya Nur Allisa Anggit Suko Rahajeng Antariksa Antariksa Antariksa Sudikno Ari Suprihatin Arief Rachmansyah Astrida Fitri Nuryani Azis, Miftakhul Bambang Poerwadi Devi Agustina Diah Agustina P Dian Dinanti Dimas Wisnu Adrianto Dodi Wirawan Irawanto Dwi Rahmawati Erryana Martati Esa, Francisca Esti Wahyudi , Muji Eti Kurniati, Eti Evelyn, Maria Fauzul Rizal Sutikno Firdausiyah, Nailah Ghosh, Ratan Kumar Gunawan Prayitno Hidayatul Akbar Ika Meisy Putri Rahmawati Imma Widyawati Agustin Imma Widyawati Agustin Indri Pramudita Irnia Nurika Ismu Rini Dwi Ari Ismu Rini Dwi Ari Izdihar Farah Hanun Johannes Parlindungan Siregar Kartika Eka Sari Kholil Majid Laksono Trisnantoro Leliana, Defin Helda Lilis Yuliati Mega Nur Sasongko Muhammad, Ramadhan Ilham Mustika Anggraeni Nguyet, Tran Nila Eka Saputri Nindya Sari Nuriska, Siti NURUL HIDAYAH Perdanasari, Zhuniart Ayu Prasetya, Galih Budi Pratiwi, Eka Zuli Purnawan, Heri Puspita Dwi Apriliyanti Radja Alzeron Rizaldy Rasyidatur Rahmaniah Ratih Novi Listyawati Riza Nuansyah Putra Rizky Amalia Soemarno Soemarno Sri Muljaningsih Sri Suhartini, PhD Surjono Surjono Suwasono Heddy Tamara Adelia Nainggolan Taufik Z. Karim Tengku Annisa Tsania Tsania, Tengku Annisa Turniningtyas Ayu Rachmawati Wawargita Permata Wijayanti Widya Wijayanti Wijaya, I Nyoman Suluh Wildan Suhartini Winda Rosyida Faza Wulandari, Irawati Zahrin Hamidiana