Claim Missing Document
Check
Articles

KEMAMPUAN MENULIS TEKS BERITA MENGGUNAKAN MODEL INVESTIGASI KELOMPOK Sheren Riany Pakekong; Oldie Stevie Meruntu; Selfvi Suroni Dorkas Torar
KOMPETENSI Vol. 3 No. 8 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i8.6394

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menggambarkan kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII dengan menggunakan model investigasi kelompok; dan (2) menggambarkan penggunaan model investigasi kelompok dalam proses pembelajaran teks berita pada siswa kelas VIII. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tondano dengan siswa kelas VIII A sebagai objek penelitiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memberi informasi dan menambah pengetahuan kepada khalayak ramai mengenai peristiwa yang baru saja berlangsung atau yang dapat menarik perhatian orang banyak. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tes dan wawancara. Penilaian terhadap karya siswa didasarkan pada kriteria kelengkapan unsur berita: keruntutan pemaparan, penggunaan kalimat, penggunaan kosakata, pemilihan judul, dan ketetapan penggunaan ejaan dalam teks. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan rumus persentase (%). Berdasarkan hasil penelitian, kemampuan menulis teks berita siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Tondano  tergolong mampu, dengan rincian nilai rata-rata yang diperoleh siswa yaitu 83,25%. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan metode investigasi kelompok dalam pembelajaran menulis teks berita pada siswa kelas VIII dapat meningkatkan kualitas pembelajaran teks berita. Meski demikian, pengujian pada sampel yang beragam disarankan agar dapat memperdalam pembahasan di kemudian hari.
REPRESENTASI PERLAWANAN MAHASISWA DALAM LIRIK LAGU DARAH JUANG DAN PEMBEBASAN (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Johanes Gerung; Oldie S. Meruntu; Thomas Senduk
KOMPETENSI Vol. 3 No. 9 (2023): KOMPETENSI: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v3i9.7642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlawanan gerakan mahasiswa dalam lirik lagu Darah Juang karya John Tobing dan Pembebasan karya Safi’I Kemamang melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik kajian pustaka (library research). Peneliti menjadi instrumen penelitian utama dan teknik note taking digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menggunakan dua sumber data: primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah lirik lagu Darah Juang karya John Tobing dan Pembebasan karya Safi’I Kemamang. Untuk data sekunder, peneliti menggunakan artikel-artikel ilmiah yang telah dipublikasi di berbagai jurnal ilmiah dan buku-buku yang terkait dengna judul dan tujuan penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggukanan pendekatan analisis konten (Content Analysis) dengan menggunakan teori semiotika Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlawanan mahasiswa dimaknai sebagai resistensi yang dilakukan oleh kaum intelektual. Hal inilah yang direpresentasikan dalam lirik lagu Darah Juang dan Pembebasan. Dalam lirik lagu Darah Juang representasi perlawanan mahasiswa muncul pada penggalan lirik “Mereka dirampas haknya, Tergususr dan lapar, Bunda relahkan darah juang kami, Tuk bebaskan rakyat, Padamu kami berjanji.” Pada lirik lagu Pembebasan, perlawanan mahasiswa direpresentasikan dalam lirik “Buruh, Tani, mahasiswa, kaum miskin kota, Bersatu padu rebut demokrasi, Marilah kawan mari kita nyanyikan, Sebuah lagu tentang pambebasan.”
KARAKTER TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PANGGIL AKU KARTINI SAJA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER DAN IMPLIKASINYA BAGI PENDIDIKAN KARAKER SISWA DI SEKOLAH Indah Syaloom Metekohi; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
KOMPETENSI Vol. 3 No. 12 (2023): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakter tokoh utama dalam novel  Panggil Aku Kartini Saja karya Pramoedya Ananta Toer dan implikasinya bagi pendidikan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Novel Panggil Aku Kartini Saja Karya Pramoedya Ananta Toer adalah sumber data utama dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka (library research) dan analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analisys). Penelitian ini dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut: 1) Membaca teks novel Panggil Aku Kartini Saja Karya Pramoedya Ananta Toer; 2) Memberi kode dengan cara menggarisbawahi aspek-aspek yang berkaitan dengan masalah yang diteliti; 3) Membuat konsep berdasarkan kode-kode yang telah digaris bawahi; dan 4) Menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan tokoh utama dalam novel, Kartini, memiliki karakter : jujur, menghormati, menghargai dan membanggakan leluhur, toleransi terhadap umat beragama, demokratis, kesetaraan/kesamaan, dan kekeluargaan, peduli terhadap rakyat (merakyat), membanggakan orang tua, belajar dalam pingitan, memiliki jiwa yang agung, mengagungkan kemampuan, menjunjung tinggi kesusilaan dan peradaban, suka membaca, religious, rela berkorban, pantang menyerah. Implikasinya dalam rangka pembentukan karakter siswa adalah siswa dapat diajarkan tentang menghargai, dan menghormati,  orang tua siswa diajarkan untuk tetap semangat dalam menghadapi kehidupan apapun rintanganya; siswa dapat mencontohi Kartini melalui kehidupan toleransi antar umat beragama, saling menghargai, saling menghormati; siswa dapat berpendapat dengan mengemukakan alasan-alasan yang logis; siswa diajarkan untuk dapat hidup dalam suasana demokratis, kesetaraan/ kesamaan, saling menghargai, dan hidup dalam suasana kekeluargaan.
PENERAPAN MEDIA AUDIOVISUAL DALAM PEMBELAJARAN MENYIMAK CERITA RAKYAT LEGENDA DANAU TONDANO: SEBUAH STUDI KASUS DI SMP NEGERI 3 TONDANO Yuniken Pratiwi; Oldie Stevie Meruntu; Nontje Jultje Pangemanan
KOMPETENSI Vol. 4 No. 1 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyimak adalah elemen penting dalam kehidupan manusia, memungkinkan individu untuk memahami informasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses pembelajaran menyimak cerita rakyat Legenda Danau Tondano dengan media audiovisual pada siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Tondano serta mengevaluasi kemampuan mereka dalam mendengarkan cerita tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes berbentuk esai. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Tondano yang berjumlah 24 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan April-Mei 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (13 dari 24) memiliki kemampuan menyimak yang sangat baik (nilai 90-100), sedangkan sisanya memiliki kemampuan cukup baik (nilai 80-89), kecuali satu siswa yang memiliki kemampuan kurang (nilai 69). Ini menunjukkan bahwa penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat Legenda Danau Tondano berhasil, dengan rata-rata nilai siswa mencapai 89,29% dalam kategori mampu.
AN ANALYSIS OF CONVERSATIONAL IMPLICATURE IN A FAMILY OF MANADO MALAY SPEAKERS: A CASE STUDY AT BULAWAN VILLAGE, KOTABUNAN SUB DISTRICT, KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Rizka Muslim; Theresye Wantania; Oldie S. Meruntu
SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues Vol. 3 No. 3 (2023): SoCul: International Journal of Research in Social Cultural Issues
Publisher : Faculty of Language and Arts (Fakultas Bahasa dan Seni) Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/soculijrccsscli.v3i3.8077

Abstract

The purpose of this research is to describe the form of premise conversational implicature and conclusion conversational implicature in Manado Malay-speaking families. In addition, this study aims at describing the meaning of those premise conversational implicature and conclusion conversational implicature. This study is conducted at Bulawan village, Kotabunan sub-district, Bolaang Mongondow Timur Regency. The method used in this research is descriptive qualitative method. To collect the data, the techniques used were the chirp method, the listening method and the note-taking method. The primary data of this research is obtained through conversational implicature in Manado Malay-speaking families in Bulawan village, Kotabunan sub-district, Bolaang Mongondow Timur Regency which amounted to at least 5 families. To analyze the data, the technique used is content analysis technique. The findings show that the conversational implicature used by Manado Malay speakers in Bulawan Village, Kotabunan Sub-district, Bolaang Mongondow Timur Regency is generally a concluding conversational implicature of 70%. The other 30% use premise implicature.
ANALISIS HUBUNGAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN HASIL BELAJAR SISWA SMA DALAM PELAJARAN BAHASA INDONESIA Tumanduk, Brigita; Polii, Intama Jemy; Meruntu, Oldie S.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.8502

Abstract

Kemampuan membaca pemahaman merupakan bekal dan kunci keberhasilan dalam menjalani proses pendidikan. Oleh karena itu, kemampuan membaca dan kemampuan memahami bacaan menjadi bagian penting dalam penguasaan dan peningkatan ilmu pengetahuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kemampuan membaca memahami siswa dengan hasil belajar siswa kelas XI SMA dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian kuantitatif ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Motoling pada bulan September 2023. Sebanyak 178 siswa kelas XI menjadi populasi dalam penelitian ini. Melalui teknik Cluster Random Sampling dipilihlah 60 siswa sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan aplikasi SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara hubungan kemampuan membaca memahami siswa dengan hasil belajar siswa kelas XI pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa angka korelasinya 0.132>0.05. Hasl ini berarti ada korelasi antara kemampuan membaca memahami meski dalam derajat yang sangat rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan membaca mehamami bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Motoling.
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM PROSES PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA NEGERI 2 KOTAMOBAGU: SEBUAH KAJIAN PRAGMATIK Suhartono, Fila; Meruntu, Oldie S.; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan berbagai jenis dan fungsi tindak tutur yang dilakukan oleh guru dan siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotaomobagu dalam situasi formal. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, perekaman, dan pencatatan lapangan. Analisis data melibatkan klasifikasi jenis tindak tutur, serta analisis fungsi dari setiap tindak tutur. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 2 Kotamobagu dengan jumlah responden 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu melibatkan penggunaan tindak tutur langsung literal. Tindak tutur ini digunakan baik oleh guru maupun siswa dalam situasi formal, terutama saat proses pembelajaran di kelas, siswa menggunakan tindak tutur langsung literal dalam bentuk memberitakan atau menyatakan (deklaratif). Fungsi tindak tutur pada siswa SMA Negeri 2 Kotamobagu adalah: tindak tutur langsung literasi tindak tutur langsung literal memerintah (imperatif), tindak tutur bertanya (interogatif) dan tindak tutur memberitakan atau menyatakan (deklaratif), sedangkan yang digunakan oleh siswa adalah tindak tutur langsung literal memberitaan atau menyatakan (deklaratif). Tindak tutur tindak langsung literal digunakan oleh guru ketika memerintah. Namun, perintah disampaikan dengan modus memberitakan atau menyatakan (deklaratif).
SAPAAN KEAKRABAN BAHASA BATAK KARO OLEH KALANGAN MAHASISWA ASAL BATAK KARO DI UNIMA: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Perangin-angin, Regristri Putri Br; Meruntu, Oldie S.; Monoarfa, Susan; Polii, Intama J.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 3 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i3.8547

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi kata sapaan keakraban bahasa Batak Karo yang di gunakan sebagai alat komunikasi oleh mahasiswa asal Batak Karo di Universitas Negeri Manado. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Sumber data peneliti diambil dari mahasiswa Batak Karo yang tergabung dalam rukun IKMBI (Ikatan kerukunan mahasiswa batak Indonesia) di Tondano dan Mahasiswa IMKA Taneh Perburu (Ikatan Mahasiswa Karo) yang ada di Tondano. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 20 Mahasiswa Batak yang memiliki kemampuan dalam penggunaan Bahasa Batak Karo. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan teknik analisis deskriptif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verivikasi data. Dari Hasil penelitian dalam bahasa Batak Karo terdapat 18 kata sapaan keakraban yang sering di gunakan oleh mahasiswa batak karo di UNIMA yaitu: Senina, Turang, Impal, Abang, Kakak, Agi, Silih, Eda, Bere-bere, Bapak, Nande, Bulang, Nini, Bengkila, Bibi, Mama, Mami, Permain. Faktor sosiolingusistik yang mempengaruhi sistem sapaan kekaraban pada mahasiswa batak karo di UNIMA adalah dari status sosial, usia, marga (tutur), dan jenis kelamin. Dalam praktiknya dalam komunikasi antar mahasiswa dalam IKMBI dan IMKA terlihat bahwa mahasiswa sudah mampu menggunakan sapaan kekraban dengan baik. Mesikpun demikian, masih ada beberapa mahasiswa yang masih salah dalam menggunakan sapaan keakraban dan melanggar adat istiadat.
ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN ANTAR TOKOH PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Kolompoy, Jonatan I.; Meruntu, Oldie S.; Wengkang, Thelma I. M.
KOMPETENSI Vol. 4 No. 2 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i2.8553

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis, bentuk dan makna alih kode, dalam percakapan antartokoh pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian deskriptif kualitatif ini disusun dengan menggunakan dua sumber data: primer dan sekunder. Sumber data primer adalah film Tenggelamnya Kapan Van Der Wijck yang disutradarai oleh Sunil Soraya. Sumber data sekunder adalah berbagai literatur terkait seperti buku, hasil riset dan artikel pada berbagi jurnal ilmiah. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan pencatatan (note-taking). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis isi yang terdiri dari tahap: reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis alih kode dalam percakapan antartokoh dalam film: interen dan eksteren. Bentuk alih kode yang ditemui adalah: alih kode tag, alih kode antar kalimat, dan alih kode dalam kalimat. Dalam percakapan antar tokoh, alih kode memiliki makna yang beragam tergantung pada situasi di mana alih kode tersebut digunakan. Karena film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck memiliki latar belakang tempat, waktu dan sosial yang sangat kaya maka penggunaan alih kode dalam percakapan antar tokoh adalah sebuah konsekuensi logis.
MAKNA LIRIK LAGU DIRI KARYA TULUS MENURUT KAJIAN SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRA PADA TINGKAT SMK Goni, Viorela Meysi; Meruntu, Oldie Stevie; Poli, Intama Jemy
KOMPETENSI Vol. 4 No. 5 (2024): KOMPETENSI : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/kompetensi.v4i5.8844

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna lirik lagu Diri karya Tulus melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce dan implikasinya dalam pembelajaran sastra di tingkat SMK. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dengan sumber data utama berupa lirik lagu Diri karya Tulus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi, sementara teori Semiotik Charles Sanders Peirce yang didasarkan pada Sign, Object, dan Interpretant dijadikan sebagai dasar analisis data. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan kunci. Pertama, bait pertama dari lirik lagu Diri menggambarkan makna bahwa kita selalu belajar untuk bersikap ikhlas dan tulus menghadapi kejadian yang menimpa kita. Ini mencakup aspek memaafkan, jujur, dan percaya, serta berdamai dengan situasi yang terjadi. Kedua, bait kedua menyoroti pembelajaran untuk melupakan hal-hal yang terjadi pada diri kita. Ketiga, bait ketiga mengartikan bahwa mereka yang terluka perlu bersyukur atas kemampuan mereka untuk melupakan luka berdasarkan ketulusan hati mereka. Terakhir, bait keempat mengandung makna bahwa senyum tidak hanya pantas diberikan dalam kebahagiaan, namun juga ketika sedang menghadapi kesedihan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan implikasi dalam pembelajaran di tingkatan SMK adalah dalam lirik lagu Diri dari Tulus terdapat pesan dan makna tentang subuah kehidupan Dimana kita harus selalu bersyukur dan belajar dari sebuah keselahan sehinggnya kedepan nanti kita menjadi manusia yang baik dan berjiwa positif.