Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Makna Motivatif Drama Twenty Five Twenty One Karya Kwon Do Eun dalam Perspektif Olahraga Anggar Berbasis Pendidikan Karakter Syeren Indah Lestari Huda; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1389

Abstract

The urgency of this research lies in the importance of examining drama media as a means of building motivation and character education in the younger generation.Amidst various current social challenges, such as declining learning motivation,low mental resilience,and the decline of character values like discipline and responsibility,media are needed that are not only entertaining but also capable of providing positive learning.This study aims to analyze the motivational meaning in the drama Twenty Five Twenty One by Kwon Do Eun from the perspective of fencing sports based on character education.The study uses a qualitative approach with content analysis method. Data sources are in the form of dialogues and scenes relevant to motivational meaning and character education values. Data collection techniques were carried out through watching the drama thoroughly, carefully examining, and recording data related to the focus of the study.Data analysis techniques include data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results show that there are 6 motivational meanings: (1) motivation to maintain dreams, (2) belief in one's own abilities and hope for the future, (3) positive interpretation of defeat experiences, (4) self-confidence in facing pressure, (5) mental and emotional strengthening,and (6) the importance of solidarity and togetherness. It can be concluded that the drama Twenty Five Twenty One not only functions as entertainment,but also as an educational medium containing motivational messages and character education values relevant to the younger generation. These findings confirm that digital drama as an audiovisual medium is capable of conveying motivational meanings that are aligned with character education values such as persistence,self-confidence,resilience,self-control,empathy,and solidarity.
Psikoanalisis Lirik Lagu dalam Album “Selamat Ulang Tahun” Karya Nadin Amizah dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di Sekolah Mirhel Talumingan; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1447

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah mengungkap nilai psikologis dalam lirik lagu kontemporer sebagai media pembelajaran sastra yang relevan, reflektif, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik. Lirik lagu kontemporer semakin relevan untuk dikaji sebagai teks sastra karena mencerminkan pengalaman emosional, pergulatan identitas, dan konflik psikologis yang dekat dengan kehidupan nyata peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek psikologis yang direpresentasikan dalam lirik lagu "Cermin", "Mendarah", "Kereta Ini Melaju Terlalu Cepat", dan "Beranjak Dewasa" karya Nadin Amizah dalam album Selamat Ulang Tahun menggunakan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen atau analisis isi. Data utama berupa lirik dari keempat lagu yang dipilih, sedangkan data pendukung diperoleh melalui studi kepustakaan yang berkaitan dengan teori psikoanalisis dan strategi pembelajaran sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat lagu tersebut merepresentasikan proses pendewasaan diri yang ditandai oleh konflik batin, luka emosional, ketakutan terhadap masa lalu, serta upaya menuju rekonsiliasi dengan diri sendiri. Berdasarkan perspektif psikoanalisis Freud, dinamika kepribadian dalam lirik lagu tercermin melalui interaksi antara id, ego, dan superego. Id tampak melalui dorongan emosional bawah sadar seperti kehilangan, kerinduan, ketakutan terhadap komitmen, dan kelelahan mental. Ego berfungsi sebagai aspek eksekutif kepribadian yang berupaya menyesuaikan dorongan-dorongan tersebut dengan prinsip realitas, sedangkan superego muncul dalam bentuk kesadaran moral, nilai-nilai sosial, dan standar ideal mengenai diri. Konflik-konflik tersebut juga mendorong munculnya mekanisme pertahanan ego yang lebih matang, seperti sublimasi, rasionalisasi, represi yang sehat, dan altruisme. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa lirik lagu karya Nadin Amizah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengayaan dalam pembelajaran sastra, khususnya pada materi apresiasi puisi dan analisis teks sastra kontemporer. Dengan demikian, album Selamat Ulang Tahun tidak hanya menjadi ekspresi artistik atas penderitaan emosional, tetapi juga merupakan media yang bermakna untuk memahami pertumbuhan psikologis dan mengembangkan pembelajaran sastra yang reflektif.
Analisis Gaya Bahasa Cerpen Senyum Karyamin dan Jasa-jasa Buat Sanwirya Karya Ahmad Tohari serta Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra di SMP Kezia Konehe; Oldie S. Meruntu; Viktory N. J. Rotty
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1482

Abstract

Teaching short story analysis for junior high school students often does not prioritize the examination of writing style, which limits student understanding. Ahmad Tohari's writing uses a choice of writing style to express meaning, convey social criticism, and foster empathy. The purpose of this study is to analyze the language style contained in Ahmad Tohari's short stories, especially Smile Karyamin and Jasa-jasa Buat Sanwirya, and to explore its influence on the teaching of short stories in junior high school. This study uses a library study methodology. The research location is the library. The research time is from November 2025 to February 2026. The data source for this study is the Smile Karyamin Short Story Anthology by Ahmad Tohari. The data analysis technique follows the steps of the content analysis technique. The language style data analysis technique is based on Gorys Keraf's theory. The results of the study show that the short story "Senyum Karyamin" uses various language styles, namely comparison (personification, metaphor, association), opposition (hyperbole, paradox), affirmation (repetition), and satire (irony and cynicism), also found euphemism. Meanwhile, the short story "Jasa-jasa Buat Sanwirya" utilizes comparative language styles (personification and association), contrast (hyperbole and litotes), and satire (irony and cynicism) that frequently appear in the characters' dialogues. The results of this study have implications for short story teaching in junior high schools, particularly in contextually teaching language styles to make learning more applicable and meaningful for students.
KEMAMPUAN MENULIS NASKAH PIDATO MELALUI TEKNIK MODELING SISWA KELAS VIII SMP KRISTEN TONDANO KABUPATEN MINAHASA Praysi Kembau; Nontje Jultje Pangemanan; Oldie Meruntu
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.10773

Abstract

This study was motivated by the low ability of eighth-grade students at SMP Kristen Tondano in writing speech texts, as indicated by incomplete text structure, weak idea coherence, and ineffective language use. This study aimed to analyze the improvement of students’ speech writing ability after the implementation of the modeling technique in Indonesian language learning. The research employed a quantitative approach with a pre-experimental one group Pretest-Posttest design. The participants consisted of 8 students from class VIII A of SMP Kristen Tondano. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation. The research instrument was a speech writing assessment rubric covering text structure, content relevance, language use, idea coherence, and rhetorical elements. Data were analyzed descriptively using mean scores and N-Gain analysis. The results showed that the average student score increased from 57.63 in the Pretest to 82.50 in the Posttest, with an improvement of 24.87 points. The N-Gain result of 0.59 indicated a moderate level of improvement. Improvement was observed in the completeness of opening, body, and closing structure, the use of persuasive expressions, and logical sequencing of ideas. Therefore, the modeling technique was proven effective in improving students’ speech writing ability. This study recommends the use of the modeling technique as an alternative instructional strategy to improve writing skills through concrete examples and gradual guidance. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano yang ditunjukkan melalui ketidaklengkapan struktur teks, lemahnya koherensi gagasan, dan penggunaan bahasa yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan kemampuan menulis naskah pidato siswa setelah penerapan teknik modeling dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental berbentuk one group Pretest-Posttest. Subjek penelitian berjumlah 8 siswa kelas VIII A SMP Kristen Tondano. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa rubrik penilaian kemampuan menulis pidato yang mencakup aspek struktur teks, kesesuaian isi, penggunaan bahasa, koherensi gagasan, dan unsur retorika. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan rata-rata skor dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai siswa meningkat dari 57,63 pada tahap Pretest menjadi 82,50 pada tahap Posttest, dengan peningkatan sebesar 24,87 poin. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,59 menunjukkan peningkatan berada pada kategori sedang. Peningkatan terlihat pada kelengkapan struktur pembuka, isi, dan penutup, penggunaan kalimat persuasif, serta keteraturan alur gagasan. Dengan demikian, teknik modeling efektif meningkatkan kemampuan menulis naskah pidato siswa kelas VIII SMP Kristen Tondano. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan teknik modeling sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis melalui contoh konkret dan bimbingan bertahap.
Nilai Religius “Lucy Shimmers and the Prince of Peace” terhadap Karakter Siswa Thitania Evangliesti Murchita; Uus Martinus Kamajaya AL Katuuk; Oldie S. Meruntu
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam teks film Lucy Shimmers and The Prince of Peace karya Rob Diamond, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa kelas V sekolah dasar pada Kurikulum Merdeka. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data utama berupa film tersebut dan data sekunder dari jurnal serta artikel ilmiah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, penyimakan dialog, dan pencatatan nilai religius. Analisis data dilakukan secara interpretatif untuk mengidentifikasi makna nilai religius yang terkandung. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai iman, kasih dan pengampunan, pertobatan dan penebusan, panggilan hidup, kekeluargaan, serta doa. Nilai tersebut berimplikasi pada penguatan karakter siswa seperti kejujuran, tanggung jawab, empati, toleransi, dan kepedulian sosial. Temuan ini relevan sebagai sumber pembelajaran pendidikan karakter berbasis nilai religius di sekolah dasar khususnya dalam membentuk pribadi siswa yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi guru dalam implementasi
Implementasi Model Problem-Based Learning pada Pembelajaran Teks Iklan di SMAN 1 Remboken Rivika Darotong; Ruth Carolien Paath; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: April-Juni
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem-Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran berpusat pada siswa yang relevan dengan Kurikulum Merdeka karena mendorong berpikir kritis dan pemecahan masalah kontekstual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi PBL dalam pembelajaran teks iklan di SMAN 1 Remboken. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan subjek 15 siswa kelas XI F2 melalui purposive sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Data dianalisis menggunakan deskriptif interaktif dan statistik deskriptif. Hasil menunjukkan PBL dilaksanakan melalui lima tahap: orientasi masalah, pengorganisasian siswa, pembimbingan, penyajian hasil, dan evaluasi. Penerapan ini meningkatkan keaktifan, kolaborasi, serta kemampuan analisis struktur teks iklan. Nilai rata-rata siswa mencapai 87,9 (sangat baik). Kendala meliputi perbedaan pemahaman dan rendahnya kepercayaan diri, yang diatasi melalui pendampingan intensif dan pertanyaan pemantik. Implementasi PBL terbukti efektif meningkatkan keterampilan analisis siswa.
Pembelajaran Menulis Teks Biografi “Joko Widodo” melalui metode Project Base Learning pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Ranoyapo Ivanda Pendong; Intama Jemy Polii; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol 1 No 4 (2026): May: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan: Scripta Humanika
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/1hgzj702

Abstract

This study examines the implementation of Project-Based Learning in teaching biography writing, focusing on the figure of Joko Widodo among eighth-grade students at SMP Negeri 4 Ranoyapo. Employing an empirical descriptive-analytical approach, the research integrates quantitative and qualitative data to capture both learning outcomes and classroom processes. Data were collected through performance tests and structured observations involving 26 students selected through total sampling. The findings indicate a significant improvement in students’ writing competence, as reflected in enhanced organization, language use, and coherence in biographical texts. The learning process also revealed increased student engagement, collaboration, and critical thinking during project execution. Project-Based Learning facilitated contextual learning by connecting instructional content with real-life figures, thereby strengthening both cognitive and affective dimensions of literacy development. The study further highlights the pedagogical relevance of integrating project-oriented strategies within language instruction to promote active learning environments. These results contribute to the growing body of evidence supporting innovative instructional models in enhancing writing proficiency and meaningful learning experiences in secondary education contexts.  
Nilai Pendidikan Karakter dalam Lagu Karya Giring Ganesha dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra pada Siswa SMA Febiola Wulandari Hengkengbala; Uus Martinus Kamajaya AL Katuuk; Oldie S. Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1360

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pemanfaatan lagu Giring Ganesha sebagai media pembelajaran sastra yang menarik sekaligus menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada siswa SMA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan prinsip-prinsip pendidikan karakter yang terkandung dalam lagu-lagu Giring Ganesha, yaitu “Laskar Pelangi,” “Sendiri,” dan “Arti Sahabat,” serta mengkaji keterkaitan prinsip-prinsip tersebut dengan pembelajaran sastra bagi siswa sekolah menengah atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian terdiri atas tiga lirik lagu berjudul “Laskar Pelangi,” “Sendiri,” dan “Arti Sahabat” yang dibawakan oleh Giring Ganesha. Hasil analisis menunjukkan bahwa lagu “Laskar Pelangi” mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan religiusitas, kreativitas, kerja keras, dan sikap cinta damai. Lirik lagu “Sendiri” menyampaikan nilai-nilai pendidikan karakter berupa kemandirian, harapan dan optimisme, serta keberanian dalam menghadapi kehidupan. Sementara itu, lagu “Arti Sahabat” mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan toleransi dan persahabatan. Pengajaran nilai-nilai pendidikan karakter melalui lirik lagu dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran yang menarik bagi siswa. Lagu dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sastra sekaligus sebagai sumber nilai-nilai kehidupan yang berkontribusi terhadap perkembangan karakter siswa. Temuan penelitian ini memberikan implikasi positif bagi pembelajaran sastra, khususnya dalam mendukung pencapaian tujuan pembelajaran pada ranah afektif. Hal ini sejalan dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka yang menekankan pengembangan karakter melalui Profil Pelajar Pancasila.
Psikoanalisis Film Inside Out 2 Karya Mann dan Implikasinya dalam Pembelajaran Sastra Amelia A. Rori; Santje Iroth; Oldie Stevie Meruntu
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1410

Abstract

Masa remaja merupakan tahap penting dalam perkembangan psikologis yang ditandai oleh perubahan emosional, pembentukan identitas, dan meningkatnya kebutuhan akan menerima sosial. Dinamika tersebut direpresentasikan secara kuat dalam film Inside Out 2, sehingga film ini relevan untuk dianalisis secara psikoanalitik serta berpotensi dimanfaatkan dalam pembelajaran sastra. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian tokoh utama, Riley, dalam film Inside Out 2 menggunakan pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud serta mengkaji implikasinya terhadap pembelajaran sastra di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, ekspresi tokoh, dan tindakan yang mencerminkan dinamika psikologis Riley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku Riley dipengaruhi oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Id tercermin melalui keinginan kuat untuk memperoleh penerimaan dan pengakuan sosial di lingkungan baru, sedangkan ego berfungsi menyesuaikan dorongan tersebut dengan realitas sosial dan tuntutan situasi. Superego diwujudkan melalui kesadaran moral, pengendalian diri, rasa bersalah, serta kesediaan untuk mengakui dan memperbaiki kesalahan. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut menunjukkan perkembangan psikologis Riley menuju kematangan emosional dan kesadaran diri yang lebih baik. Temuan penelitian secara eksplisit menunjukkan bahwa analisis psikoanalisis terhadap film dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sastra untuk membantu siswa mengkaji motivasi dan konflik batin tokoh, memperkuat kemampuan berpikir kritis dan interpretatif, serta mengembangkan empati dan kesadaran emosional melalui kegiatan pembelajaran reflektif. Kesimpulannya, Inside Out 2 secara efektif merepresentasikan dinamika interaksi id, ego, dan superego dalam perkembangan remaja serta memiliki potensi kuat sebagai media kontekstual dalam pembelajaran sastra berbasis psikoanalisis di sekolah.
Penerapan Model Investigasi Kelompok dalam Pembelajaran Menulis Teks Cerpen pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Kotamobagu Najwa Mokodompit; I Oldie S. Meruntu; Nontje J. Pangemanan
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 2 (2026): Juli - Desember 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.2.2026.1485

Abstract

Masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) bagaimana tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses penerapan model Group Investigation dalam pembelajaran menulis cerita pendek pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu, dan (2) mendeskripsikan tingkat kemampuan siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu dalam menulis cerita pendek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memperkaya pengetahuan, khususnya mengenai penerapan model Group Investigation dalam kegiatan menulis cerita pendek. Hasil penelitian juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap penerapan model Group Investigation dan kemampuan menulis siswa selama proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan data yang selanjutnya dikuantifikasi menggunakan analisis statistik sederhana berupa perhitungan rata-rata persentase. Data dikumpulkan melalui kegiatan penugasan yang dikerjakan siswa secara berkelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Group Investigation memperoleh skor evaluasi rata-rata sebesar 81% yang termasuk dalam kategori baik (80%–100%). Sementara itu, kemampuan menulis cerita pendek siswa memperoleh skor rata-rata sebesar 83% yang termasuk dalam kategori mampu (75%–84%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation efektif dan tepat diterapkan dalam pembelajaran menulis cerita pendek, sedangkan kemampuan menulis cerita pendek siswa Kelas VIII A SMP Negeri 4 Kotamobagu berada dalam kategori mampu.