Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Budidaya Ikan Lele terintegrasi dengan Sayuran Hidroponik (budikdamber) di Pondok Pesantren Fajrussalam Sentul Listiana Satiawati; Reno Pratiwi; Harin Widiyatni; Yusraida Khairani Dalimunthe; Surya Darma Hafiz
JUPNA: Jurnal Pengabdian Astina Vol 1 No 2 (2023): JIPM: Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/jipm.v1i2.74

Abstract

Kegiatan pembudidayaan ikan lele dan tanaman hidroponik ini diajukan sebagai pelaksanaan salah satu dari tridarma perguruan tinggi yang merupakan kewajiban bagi dosen dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ide dari pelaksanaan pengabdian ini di dasarkan atas pentingnya pelatihan kewirausahaan bagi anak didik di Pondok Pesantren Fajrussalam Sentul. Pemilihan topic Pembudidayaan ikan lele dan sayuran hidroponik (budikdamber) dianggap sebagai pelatihan yang cukup menarik untuk dipraktekkan. Metode ini cukup baru dan cukup efisien dalam pelaksanaannya, karena dalam satu sistem bisa menghasilkan 2 produk. Bahan-bahan yang akan digunakan dipilih yang teknik pemasangan bisa dikerjakan sendiri, misalkan pembuatan lubang2 untuk tanaman sayuran dan pemasangan kran di samping bagian bawah ember dikerjakan sendiri supaya harganya bisa ditekan. Demikian juga pemilihan benih dan pakan akan dilaksanakan sebaik mungkin, karena akan mempengaruhi hasil panen. Pemeliharaan harian diatur sedemikian rupa sehingga semua anggota bisa berpartisipasi. Pada pelaksanaan PKM ini ada beberapa kendala yang dihadapi, yatu karena hawa terlalu panas dan kadang hujan terlalu deras, maka diutuskan untuk membuat rumah-rumahan pelindung bagi peternakan lele ini. Sehingga pelaksanaan menjadi terlambat karena harus membuat bangunan pelindung da juga harus memasang paving untuk dudukan dari meja tempat meletakkan ember.
PEMBUATAN EKOENZIM DARI LIMBAH KULIT BUAH NANAS PADA MASYARAKAT PEDULI LINGKUNGAN DI DESA CIGOMBONG, BOGOR Rini Setiati; Qurotu Aini Besila; Dewi Syavitri; Pri Agung Rakhmant; Harin Widiyatni
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 5 No 1 (2023): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v5i1.14031

Abstract

Eco enzyme is a product of organic waste derived from vegetables and fruits, fermented with sugar in a container and allowed to stand for three months to become an active solution. The use of eco-enzyme as a natural cleaning solution contributes to protecting the environment because it treats household-scale organic waste. The community service program aims to enhance Cigombong Village's potential with a community that cares about the environment that has been formed. The eco enzyme can be used to clean all areas of the house, clothes, vegetables, and fruits, fertilize plants, eliminate pests, and improve the quality of plants; the eco enzyme is also very effective in repelling plant pests. The eco enzyme can also be utilized to stimulate plant hormones to enhance fruit and vegetable quality and improve crop yields. Making eco enzymes can be done simply, using easily available equipment. The raw materials for eco enzyme consist of brown sugar, water, and fruit peel waste in a ratio of 1:10:3. The container used for the eco enzyme is a plastic jar with a lid. A training program for making eco enzymes from fruit and vegetable peel waste can protect the environment, increase community plantation yields and make Cigombong village a fruit tourism village.
Soap Bar Making from Waste Cooking Oil for Residents of 07 Area, Duri Pulo Sub-district, Jakarta Pauhesti, Pauhesti; Sunny Yulia, Prayang; Widiyatni, Harin; Sutadiwiria, Yarra; Jane, Gabey; Yanti, Widia
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 2 (2024): May 2024 (Indonesia - Ethiopia )
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i2.265

Abstract

Cooking oil that is no longer utilized can be used as a basic ingredient in the production of soap bar, and other products that can be used in daily life, such as washing clothes or kitchen utensils. The remainder of cooking oil, also known as waste cooking oil, is typically poured down the drain, where it can plug the drain since the oil freezes at low temperatures, causing environmental pollution. Based on this issue, the FTKE Universitas Trisakti community service team taught inhabitants of 07 Area, Duri Pulo Sub-district, Jakarta how to make bar soap from waste cooking oil. However, waste cooking oil cannot be used directly as an ingredient for creating soap because of the color and aroma, therefore it must be cleaned first by adding activated carbon, namely charcoal as an adsorbent, into the waste cooking oil to absorb the color and aroma. Later on, mix the oil and lye (a combination of NaOH and water), stir until the mixture resembles liquid soap, and then add around 1 ml of fragrance. Put the mixture in the drain. Leave the soap in the mold for 24 hours until it solidifies and hardens, then remove from the mold. It is intended that with this training, locals would be able to better their economic standing by saving more money while simultaneously helping to save the environment.
Prevention and Mitigation of Oil Waste In Coastal Areas For Fishing Communities Pauhesti, Pauhesti; Kurniawan Saputra, Ade; Widiyatni, Harin; Maulindani, Sri Feni; Kurniawati, Riskaviana; Kalasnikova Suparmanto , Albert; Wastiyah, Lailatul; Raihan Azica , Muhammad; Dolfina Kilmas, Theresia
International Journal Of Community Service Vol. 4 No. 3 (2024): August 2024 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijcs.v4i3.279

Abstract

Oil spills in coastal areas are a serious environmental issue that can cause damage to marine ecosystems, water pollution, and economic losses for fishing communities. This community service project aims to enhance fishermen's understanding of the negative impacts of oil spills and to provide practical skills and knowledge regarding oil waste management. The approach used includes training on the use of absorbent tools, binding chemicals, and localization technologies to handle oil spills. Additionally, the project introduces environmentally friendly technologies to reduce the risk of oil leaks or spills from fishing vessels. The project results indicate a significant increase in the knowledge and skills of the participating fishermen regarding oil waste management. Further discussion reveals the importance of implementing comprehensive coastal area management strategies to prevent and mitigate oil pollution. In conclusion, this project not only successfully achieved its goal of enhancing fishermen's capacity but also offers a replicable model for similar programs in other coastal areas. Therefore, active participation from fishing communities and continuous support from various stakeholders is essential for environmental sustainability and the well-being of coastal communities.
PENGARUH KOMPOSIT AMPAS TEBU, SEKAM PADI, BENTONITE TERHADAP pH, TDS DAN ADSORBSI ISOTERMAL FREUNDLICH Russaputro, Ahmad Naufal Guthni; Lestari, Lestari; Widiyatni, Harin
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 7, Nomor 2, Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i2.13306

Abstract

Seiring berjalanannya produksi minyak mentah maka semakin banyak air formasi yang terproduksi, jika dibuang ke lingkungan dapat menyebabkan tercemarnya lingkungan sekitar. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan proses adsorpsi. Dalam penelitian ini ingin diketahui keefektifan komposit ampas tebu, sekam padi dan bentonite sehingga memenuhi bakumutu yang ditentukan PERMENLH no 19 tahun 2010 dan adsorbsi dari adsorben dengan menggunakan metode Freundlich isothermal. Untuk perhitungan Total Dissolved Solid (TDS), dan pH pada setiap sampel dari massa sampel yang digunakan sebesar 1 gram, 1.5 gram, 2 gram, 2.5 gram dan 3 gram. Pada sampel 3 gram ampas tebu,sekam padi dan bentonite nilai TDS bertutut-turut sebesar 1153 ppm, 2321 ppm dan 4214 ppm. Untuk nilai pH pada semua sampel berada pada batas baku mutu yang ditentukan pada sekam padi mempunyai nilai pH 7-8, Ampas tebu pH 6-7 dan untuk bentonite pH 7 dan 9. Dimana nilai TDS dan pH awal sebesar 5100 ppm dan 5.Untuk nilai regresi linear yang dihitung menggunakan metode Freundlich isothermal pada ampas tebu dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0.9272, pada ampas sekam padi nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9089 dan pada bentonite nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,8547. Dari penelitian ini ampas tebu nilai koefisien korelasi yang terbaik dikarenakan nilai koefisien korelasinya mendekati satu.
Pendekatan Eksakta dari Kampus ke Pondok Pesantren Satiawati, Listiana; Pratiwi, Reno; Widiyatni, Harin; Dalimunthe, Yusraida Khairani; Hafiz, Surya Darma
Jurnal Peradaban Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Peradaban Masyarakat (JPM)
Publisher : LPPM STIE Hidayatullah Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jpm.v4i1.388

Abstract

Pondok Pesantren Fajussalam Bogor merupakan pondok yang cukup maju dan modern dengan perkembangan pembangunan sarana pendidikan yang sangat cepat. Demikian pula dengan kegiatannya pendidikan dan pengajaran sudah cukup maju terutama pendidikan agama sebagai pendidikan yang utama. Tetapi hasil dari dari hasil survey pada 10 Januari 2018 terhadap santri (murid laki-laki) dan santriah (murid perempuan) kelas 7 hingga kelas 9 diperoleh data-data yang menunjukkan kurangnya pendidikan eksakta bagi para murid-murid tersebut. Data juga menunjukkan ada beberapa kekurangan yang terdapat pada satuan pendidikan di pondok ini yaitu jam pelajaran untuk ilmu eksakta kurang dan jumlah ustadz (pengajar laki-laki) dan ustadzah (pengajar perempuan) yang mengajarkan ilmu eksakta juga kurang bahkan sarana belajarnya juga kurang memadai. Kami dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti berusaha memberikan sedikit masukan pada masalah tersebut diatas, selain dari kewajiban kami untuk melaksanakan Tri Dharma Peruruan Tinggi yang harus kami laksanakan. Adapun usaha-usaha yang kami lakukan sudah berjalan selama 5 periode tahun akademik. Pertama penjelasan kepada para murid tentang pentingnya mempelajari ilmu eksakta, melaksanakan diskusi dengan para pengajar, memberikan masukan kepada pengurus pondok tentang jam pelajaran yang kurang, memberikan sumbangan-sumbangan yang berupa infocus, buku-buku pelajaran, alat-alat peraga dan diperkenalkan juga dengan pembudidayaan lele dan kangkung. Adapun manfaat yang bisa dirasakan oleh para siswa dan pengajar adalah para pengajar mendapatkan masukan-masukan cara pengajaran, mendapatkan tambahan media belajar berupa buku-buku dan alat peraga sehingga bisa meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan mempelajari ilmu eksakta karena lulusan dari pondok ini selain menjadi ahli agama juga diharapkan sebagian mampu bersaing pada bidang eksakta.
Pengolahan Limbah Sisa Sayuran dan Buah menjadi Pupuk Kompos Setiati, Rini; Widiyatni , Harin; Syavitri, Dewi; Rakhmanto, Priagung
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): September
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitech.v1i3.99

Abstract

Limbah organik dari hasil pengolahan sayur dan buah-buahan merupakan limbah yang ditemukan sehari-hari. Umumnya limbah organik tersebut tidak melalui proses pengolahan terlebih dahulu, sehingga tidak menghasilkan nilai tambah. Pada dasarnya, limbah organik dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan produk lain dengan nilai ekonomi yang tinggi seperti pupuk kompos. Pupuk kompos merupakan pupuk berbahan dasar organik dengan bahan dasar seperti sayur, daun, buah-buahan, dan bahan-bahan organik lainnya. Pupuk kompos memiliki sejumlah fungsi penting dalam proses perbaikan tekstur dan struktur lahan seperti peningkatan aerasi dan drainase, sehingga meminimalisir terjadinya erosi tanah. Peralatan yang digunakan dalam pembuatan kompos antara lain adalah pencacah sampah, gembor, sapu, karung, sekop, terpal, dan alat penggaruk. Adapun bahan dari pembuatan kompos antara lain adalah sampah organik, larutan berisi mikroba (EM-4), air dan tanah. Untuk menghasilkan kompos, diperlukan sebuah biodekomposer atau aktivator yang digunakan untuk meningkatkan laju proses pengomposan yang membutuhkan waktu setidaknya 1 bulan. Pada tahap akhir pembuatan kompos, terjadi perubahan warna sampah dari hijau ke coklat kehitaman yang menandakan bahwa kompos telah siap untuk dimanfaatkan. Pembuatan kompos terbukti dapat meningkatkan pemanfaatan sampah, seraya menjadi solusi terhadap permasalahan lingkungan. Kemampuan untuk mengolah sampah menjadi kompos ini dapat menjadi komoditas bernilai tambah dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat.
PERHITUNGAN TEKANAN DARI ALIRAN RADIAL FLUIDA INKOMPRESSIBLE PADA RESERVOIR Satiawati, Listiana; Harin Widiyatni; Dalimunthe, Yusraida Khairani
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 12 No. 4 (2023): DESEMBER
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v12i4.17949

Abstract

This research is a continuation of several previous studies that have been published, in general studying fluid flow in reservoirs. There are 2 fluid flows in reservoirs, namely linear and radial, while there are 3 types of fluids, namely incompressible, slightly compressible and compressible. In this study, the pressure and pressure drop of incompressible fluids at a certain distance from the well to the reservoir are calculated. The equation used to calculate fluid pressure is derived from the Darcy Equation. To obtain accurate data, the calculations are carried out repeatedly with 1 ft intervals, namely to get an overview of changes in pressure. The initial calculations were done manually but because the calculations were quite difficult and repetitive, the Fortran software was used to calculate them. Numerical calculations were carried out with some rock permeability data. The calculated results obtained pressure characteristics from a certain radius to the well with several values of rock permeability and these results are expressed by a graph between pressure and radius.
Calculation of Fluid Flow Velocity in a Sloping Reservoir with Variable Datum Levels Satiawati, Listiana; Dalimunthe, Yusraida Khairani; Widiyatni, Harin; Yulia, Prayang Sunny; Abdillah, Ridho
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Knowledge and calculation of the nature of fluid flow in sloping reservoirs is very important in oil and gas exploration activities, because on its journey from the source rock (source rock) to migrate to the reservoir, the fluid will pass through rocks which are often non-structural in the form of slopes. in the reservoir. Therefore, calculating oil and gas flows for sloping reservoirs is very important. Slope fault theory is a new idea in searching for non-structural reservoirs, because it is increasingly difficult to find large-scale structural reservoirs. Therefore, structural-lithological reservoirs in slope areas have gradually become the focus of exploration, and on slopes are favorable places for oil and gas accumulation. To calculate fluid flow in a sloping reservoir using the derivation of the Darcy equation, the datum level is a variable that can be selected from the bottom point to the top point of the reservoir height. The problem is whether the flow velocity calculation results are the same for any point. This is to make measurements easier in oil and gas fields. This research will prove that random selection of the datum level does not change the flow velocity value of the flowing fluid. Firstly, in this article, the fluid flow velocity will be calculated using the three datum level points used. Calculations use the usual/manual method with a calculator and it is proven that the calculation results are the same. Then all points from the bottom to the top of the reservoir height will be calculated. The method that will be used uses a lot of data to prove the results are the same. Because there are quite a lot of calculations, the calculations will be calculated numerically by coding using the Fortran program. It turns out from the programming results that the fluid flow rate in a sloping reservoir has the same value using datum level data calculated from the bottom to the height of the reservoir with an increase of every 1 ft. So it is concluded that calculations using datum levels can be done anywhere in the height range of oil and gas reservoirs.
Dampak Pelatihan Pengolahan Limbah Kulit Kacang Tanah Sebagai Bahan Bakar Alternatif di Kecamatan Parung Panjang, Bogor Dalimunthe, Yusraida Khairani; Satiawati, Listiana; Widiyatni, Harin; Dahani, Wiwik; Madani, Thariq; Ananda Rizky, Teuku; Sugiarti, Lisa
Jurnal Migasian Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i1.318

Abstract

Tujuan dari pelatihan limbah kulit kacang tanah yang digunakan sebagai bahan bakar alternatif di Kecamatan Parung Panjang, Bogor adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang energi terbarukan, termasuk biomass yang berasal dari limbah kulit kacang tanah. Sebelum pelatihan, angket didistribusikan untuk mengetahui tingkat pengetahuan warga tentang energi terbarukan. Selanjutnya, warga diajari tentang tata cara pembuatan briket dari limbah kulit kacang tanah melalui demo video serta manfaat ekonominya. Di akhir kegiatan, angket diberikan lagi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan warga meningkat sebagai hasil dari kegiatan ini. Evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa semua peserta mendapatkan manfaat dan memperluas pengetahuan mereka tentang briket dari limbah kulit kacang tanah dan seluruh responden menyatakan bahwa mereka berharap untuk menggunakan briket ini sebagai pengganti bahan bakar dalam bisnis rumah tangga atau di industri makanan dan manufaktur lainnya di masa depan.
Co-Authors Abdillah, Ridho Ahmad Naufal Guthni Russaputro Ananda Rizky, Teuku Andry Prima Aqlyna Fattahanisa Arinda Ristawati Asri Nugrahanti Asri Nugrahanti, Asri Azica, Muhammad Raihan Bayu Satiyawira Besila, Qurotu Aini Cahaya Rosyidan Dalimunthe, Yusraida Khairani Danar Wijayanto Diah Utami Safitri Djunaedi Agus Wibowo Dolfina Kilmas, Theresia Ferryan Fernando Gabriella Jasmine Grace BS Hafiz, Surya Darma Jane, Gabey Jasmine, Gabriella Kalasnikova Suparmanto , Albert Kurniadi, Ahmad Dzikri Kurniawan Saputra, Ade Kurniawati, Riskaviana Lestari Lestari Lestari Lestari Listiana Satiawati Listiana Satiawati, Listiana Madani, Thariq Maman Djumantara Maman Djumantara, Maman Maulani, Mustamina Maulindani, Sri Feni Muayyad, Deden Misbahudin Muhammad Alfatah Muhammad Taufiq Fathaddin, Muhammad Taufiq Mustamina Maulani Nugraheni, Rosmalia Dita Onnie Ridaliani Pauhesti Pauhesti Pauhesti, Pauhesti Prapansya, Onnie Ridaliani Pri Agung Rakhmant Pri Agung Rakhmanto Purwiyono, Taat Tri Qurotu Aini Besila Rachmaputra, Try Raihan Azica , Muhammad Rakhmant, Pri Agung Rakhmanto, Pri Agung Rakhmanto, Priagung RakhmantoPri Agung Rakhmanto, Pri Agung Reno Pratiwi Rini Setiati Ristawati, Arinda Rosmalia Dita Nugraheni Rozi Afdi Russaputro, Ahmad Naufal Guthni Samsol Samura, Lisa Sigit Rahmawan Sugiarti, Lisa Sunny Yulia, Prayang Surya Darma Hafiz Syavitri, Dewi Taat Tri Purwiyono Wastiyah, Lailatul Wibowo, Jati Arie Widia Yanti, Widia Widrajat AK wiwik dahani, wiwik Yarra Sutadiwiria Yulia, Prayang Sunny Zona Nuansa Adha Antariksa