Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

EDUPRENEURSHIP BERWAWASAN INDUSTRI DAN PARIWISATA DALAM MENDUKUNG TATA SOSIAL MASYARAKAT MARJINAL Iin Purnamasari; Suwarno Widodo; Pipit Mugi Handayani; Dwi Prastyo Hadi
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 2 (2022): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2022)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v12i2.7588

Abstract

The purpose of this study is to map the social, economic and environmental potential of the people of Tegalrejo Village and to find the potential that is expected to be a solution to problems in the Tegalrejo environment.The research method used is qualitative with an ethnographic approach. Primary data obtained from the results of in-depth interviews. The secondary data was obtained from filling out questionnaires, Focus Group Discussions/FGDs and documentation studies. Participant observations were also carried out to collect data related to the views of the assisted women on social, economic and environmental arrangements. Meanwhile, the documentation study was used to map the potential of the community in the Tegalrejo environment, Jatijajar village, which is related to social, economic and environmental arrangements. Data analysis was carried out by looking for cultural themes, namely domain analysis, followed by taxonomic analysis, and componential analysis. Furthermore, an analysis of cultural themes that link social, economic and environmental cases in the Tegalrejo area is carried out.The results of the study found that the social potential of the Tegalrejo community was to have a harmonious and peaceful nature, then care for each other, then be compact and never have conflict. There are local values that can be developed for the advancement of the Tegalrejo environment such as mutual cooperation, cultural arts, special foods, and production in the tourism industry. The economic potential that can be developed is the formation of MSMEs with types of processed food and types of stall trading, types of services, types of online trade, types of online trade, MSME Tourism, beauty salons and bridal makeup and general markets. Environmental potential, Tegalrejo can be developed into a rest area and display area for MSME products, a culinary center typical of Tegalrejo, an arts and culture area as well as a parking center for industrial areas and a public center in the Tegalrejo neighborhood.
PENGARUH MEDIA SOSIAL DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI I GUBUG Dewi Larasati; Efriyani Sumastuti; Dwi Prastiyo Hadi; Mahmud Yunus
Oikos : Jurnal Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.264 KB) | DOI: 10.23969/oikos.v4i1.2408

Abstract

ABTRACT This study aims to determine the effect of the use of social media and socioeconomic status on the consumer behavior of class XI IPS students of SMA Negeri 1 Gubug both commercially and simultaneously. the population in this study was 106 students with a sample of 84 students. This study uses a quantitative approach. The results of this study were obtained Y = -8,890 + 0,855X1 + 0,606X2. Social media simultaneously has a positive and significant effect on consumptive behavior in XI IPS students of SMA Negeri 1 Gubug. Socio-economic status has a positive and significant influence on the consumptive behavior of SMA Negeri 1 Gubug students. Partially, social media and socioeconomic status influence consumer behavior by 0.527 meaning that the contribution of variable X (independent) is social media and socioeconomic status to the Y variable (dependent) consumer behavior is 52.7% while the remaining 47.3 % is influenced by other variables.
FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN CROWDFUNDING ARYAN EKA PRASTYA NUGRAHA; RIYANTO RIYANTO; DWI PRASTYO HADI; MAHMUD YUNUS
Surya Edunomics Vol 2, No 1 (2018): SURYA EDUNOMICS
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.944 KB) | DOI: 10.37729/suryaedunomics.v2i1.5516

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk memprediksi faktor penentu dari keberhasilan crowdfunding yang akan bermanfaat bagi para pendiri (founder) untuk memilih cara yang tepat dalam berkampanye untuk tujuan proyek bisnis maupun sosial. Pendekatan deduktif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik regresi berganda berbantuan XLSTAT. Sampel sejumlah 68 individu berpartisipasi dalam penelitian ini yang terdiri dari mahasiswa dan pekerja yang pernah ikut serta dalam penggalangan dana crowdfunding melalui platform online. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa ada pengaruh positif antara tujuan proyek dan faktor sosial terhadap keberhasilan crowdfunding, dimana jika para founder ingin berhasil mencapai target pengumpulan dana dan tepat waktu sesuai yang direncanakan maka, dapa dijadikan referensi untuk lebih memperhatikan tujuan proyek dan sasaran yang akan dituju dan lebih diarahkan ke isu – isu sosial yang umumnya lebih banyak memiliki permasalahan khususnya di Indonesia. Pemilihan platform untuk pengumpulan dana juga perlu diperhatikan, karena semakin banyak platform crowdfunding baru yang  muncul Keywords: crowdfunding, founder, sosial
PKM Kelola Sampah Berkah Kelurahan Wonodri Riyanto Riyanto; Yulia Ratimiasih; Bertika Kusuma Prastiwi; Dwi Prasetyo Hadi
Jurnal Pengabdian Olahraga Masyarakat (JPOM) Vol 2, No 1 (2021): Mei 2021
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jpom.v2i1.8266

Abstract

Kelurahan wonodri merupakan salah satu kelurahan yang terletak di daerah kota semarang, tepatnya di semarang selatan. Peningkatan jumlah penduduk dengan peningkatan jumlah konsumsi yang mempengaruhi peningkatan volume sampah di kota semarang khususnya di keluarahan wonodri. Dengan melihat terjadinya pembuangan sampah dan kesadaran masyarakat yang rendah dan sistem pembuangan sampah yang kurang. Sehingga sampah di kota sudah menjadi permasalahan yang universal dan merupakan bom waktu. Pendampingan dari Tim PKM UPGRIS dilakukan sebanyak tiga kali menggunakan metode ceramah, tanyajawab, demonstrasi dan praktek.  Penyuluhan pengetahuan masyarakat terkait dengan sampah, pendampingan alat pengolahan sampah organik dan keterampilan cara pengolahan sampah organik. Dari pengabdian tersebut masyarakat mampu memahami pengelolaan sampah dan menguasai cara pengolahan sampah organik dengan baik. Sehingga, masyarakat kelurahan wonodri mampu memanfaatkan sampah organik menjadi kegiatan yang produktif dan mampu menunjang peningkatan perekonomian masyarakat sekitar. Sebagai saran dalam kegiatan ini yaitu bertambahnya perhatian dari pemerintah setempat terhadap pengolaan sampah yang di lakukan masyarakat dan bagi warga untuk mengingkatkan kreatifitas dalam pengelolaan sampah agar menunjang peningkatan dalam perekonomian.
STRATEGI PEMBERDAYAAN KEUANGAN ANAK JALANAN DI KOTA SEMARANG Rumiyatun Istiyaningsih; Dwi Prastiyo Hadi
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 2, No 2 (2017): November 2017
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.826 KB) | DOI: 10.26877/ep.v2i2.2555

Abstract

Tujuan Penelitian adalah mencari model pemberdayaan keuangan anak jalanan merupakan usaha   untuk membuat anak jalanan menjadi berdaya melalui upaya pembelajaran sehingga mereka mampu untuk mengelola dan bertanggung jawab atas keuangan dari anak jalanan. Anak jalanan bertahan hidup dengan melakukan aktivitas di sektor informal, seperti mengamen, menjual koran, menjadi pemulung barang-barang bekas. Kondisi yang memprihatinkan, anak seharusnya menikmati masa anak-anak dengan bermain dengan teman sebaya dan memperoleh pendidikan formal, tetapi anak harus turun ke jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Mereka tidak memiliki bekal keahlian dan pengetahuan, sehingga mereka sering kesulitan dalam melakukan pengelolaan keuangan. Mereka  sering menyalah gunakan uang mereka miliki untuk hal-hal negatif. Pengetahuan mereka yang minim, sehingga tidak mengetahui bagaimana caranya mengelola keuangan yang baik agar bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian ini adalah lima tahapan dari pemberdayaan keuangan anak jalanan yaitu (1) Perencanaan, (2) Penggunaan, (3) Pencatatan, (4) Pelaporan, (5) Penginvestasian.  Kesimpulan penelitian ini adalah anak jalanan memerlukan pengelolaan keuangan untuk memperbaiki kondisi ekonomi mereka, pendapatan yang tidak pasti dan bantuan dari pemerintah yang belum bisa mencukupi seluruh kebutuhan. Kata Kunci: Pemberdayaan, keuangan anak jalanan
STRATEGI PENGEMBANGAN BISNIS GELANGGANG OLAH RAGA UNIVERSITAS PGRI SEMARANG DI ERA DI GITAL PADA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Dwi Prastiyo Hadi
Equilibria Pendidikan : Jurnal Ilmiah Pendidikan Ekonomi Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.88 KB) | DOI: 10.26877/ep.v4i1.3706

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah mencari model pengembangan bisnis Gelanggang Olahraga Universitas PGRI Semarang pada revolusi industri 4.0 yang harapanya GOR UPGRIS Semarang mampu mengelola SDM dan potensi yang di miliki serta memiliki strategi dalam menghadapi persaingan pada revolusi industri 4.0. Dengan adanya Fasilitas-fasilitas yang di punyai pada saat ini adalah lapangan basket indor atau outdor, futsal indoor, dan tenis outdor, senan aerobic dan gymnastic semua berada di area kampus IV Semarang. Semakin lengkapnya fasilitas GOR UPGRIS harapanya dapat menjadi media dalam pengembangan kompetensi mahasiswa khususnya dalam bidang olahraga, sehingga akan memunculkan bibit-bibit unggul dalam dunia olahraga yang tidak hanya mampu bersaing di Jawa Tengah tetapi juga tingkat Nasional dan Internasonal. Sampai saat adanya permasalahan yang sering di hadapi oleh GOR UPGRIS adalah  (1) pembukuannya masih manual, (2) Sebagian Karyawan belum bisa komputer, (3) belum ada segmentasi pasar, (4) belum ada marketing mix, (5) belum ada differensia produk, (6)belum punya intregrasi antara GOR dengan pelanggan (7) GOR belum menciptakan brand atau indikator value  serta belum  (8) pelayanan on lineMetode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Moleong (2007: 6), penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dipahami oleh subjek penelitian. Hasil penelitian ini mendapatkan kesimpulan yaitu adanya konsep dalam pengembangan pengembangan bisnis Gelanggang Olahraga Universitas PGRI Semarang pada revolusi industri 4.0 yaitu segmentasi , Targeting, Positioning, differentiation, marketing mix, selling, brand, on line service Kata Kunci: Strategi Pengembangan GOR  
Business Incubation Strategy of Information Technology in Stimulating Innovation and Supporting SME Growth in the Community Environment Sutrisno, Sutrisno; Hadi, Dwi Prastiyo; Prayitno; Wibowo, Bagus Yunianto
Technology and Society Perspectives (TACIT) Vol 2 No 1 (2024): March 2024
Publisher : PT. LITERASI SAINS NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61100/tacit.v2i1.144

Abstract

The growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) has become a key driver of the economy in many countries, including Indonesia. MSMEs not only make significant contributions to job creation but also play a crucial role in supporting economic inclusion and reducing socio-economic disparities. This research aims to provide an in-depth understanding of the business incubation strategy of information technology and its impact on the growth of MSMEs in the community environment. This study utilizes a literature review method to compile a comprehensive understanding of the topic and gather data from Google Scholar for the years 1994-2023. The results of the study indicate that the business incubation strategy of information technology has significant potential in stimulating innovation and supporting the growth of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the community environment. By providing access, training, collaboration, and appropriate financial support, MSMEs can more effectively utilize information technology to enhance their competitiveness and productivity.
STRATEGI OPTIMALISASI SERTIFIKASI HALAL DAN KANAL YOUTUBE UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN GERAI KOPIMI SEMARANG BARAT (STUDI KASUS UMKM BIDANG MAKANAN) Hadi, Dwi Prastiyo; Darmaputra, Mochamad Fadjar; Drifanda, Valdyan; Pratama, Dani Slamet
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2272

Abstract

Gerai Kopimi merupakan komunitas pelaku usaha kecil yang terdiri dari lebih dari 500 UMKM di Kecamatan Semarang Barat, dengan jenis usaha yang beragam seperti kuliner, warung kelontong, dan lainnya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan potensi pendapatan dari media sosial YouTube serta memanfaatkan sertifikasi halal untuk Meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan pangsa pasar, meningkatkan daya saing bisnis. Kegiatan ini melibatkan pelatihan interaktif tentang sertifikasi halal dan pemanfaatan YouTube untuk meningkatkan pendapatan UMKM Gerai Kopimi. Melalui sosialisasi, pendampingan, serta penggunaan fitur YouTube, pelaku UMKM memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam pengelolaan bisnis digital. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran UMKM akan pentingnya sertifikasi halal. Selain itu, terbentuk struktur organisasi yang berperan dalam pendampingan proses sertifikasi halal dan pengelolaan channel YouTube. Jumlah UMKM yang berhasil memperoleh sertifikasi halal pun meningkat secara signifikan. Di sisi lain, semakin banyak UMKM yang mulai membuat dan mengelola channel YouTube secara aktif. Melalui konten kolektif yang diunggah, beberapa UMKM bahkan mulai memperoleh pendapatan tambahan. Hal ini menunjukkan efektivitas program dalam mendorong digitalisasi dan legalitas usaha. Kesimpulan pengabdian masyarakat yang dilakukan terhadap UMKM Gerai Kopimi di Kecamatan Semarang Barat berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam dua aspek utama, yaitu sertifikasi halal dan pemanfaatan media sosial YouTube.
PEMBERDAYAAN PEMUDA KARANG TARUNA MELALUI PELATIHAN BARBERSHOP BERBASIS KEWIRAUSAHAAN Hadi, Dwi Prastiyo; Darmaputra, Mochamad Fadjar; Drifanda, Valdyan; Pratama, Dani Slamet
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 7 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i7.2595

Abstract

Pemuda Karang Taruna adalah kelompok pemuda yang aktif dalam kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat di lingkungannya. Melalui organisasi ini, anggota dapat mengembangkan keterampilan, terutama dalam bidang kewirausahaan, guna meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian ekonomi mereka. Karang Taruna berperan sebagai wadah bagi pemuda untuk belajar, berinovasi, dan menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Pelatihan barbershop ini bertujuan untuk (1)Meningkatkan keterampilan teknis anggota Karang Taruna dalam layanan potong rambut dan perawatan rambut, (2)Memberikan pengetahuan kewirausahaan dan pengelolaan usaha agar anggota mampu mengelola bisnis barbershop secara mandiri, (3)Membekali anggota dengan kemampuan menjalankan usaha barbershop yang dapat menjadi sumber pendapatan berkelanjutan, (4)Mendorong penggunaan teknologi dan digital marketing untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha. Hasil Kegiatan Pengabdian (1)Terjadi peningkatan keterampilan teknis dan kewirausahaan anggota Karang Taruna dalam menjalankan usaha barbershop, Terbuka peluang usaha baru yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan pendapatan anggota, (3)Anggota semakin sadar dan mampu memanfaatkan teknologi serta media sosial untuk pengembangan usaha, (4)Terjalin kolaborasi yang kuat antar anggota dalam menjalankan usaha bersama dan berbagi pengetahuan kewirausahaan, (5)Terwujud pemberdayaan ekonomi pemuda dan peningkatan kualitas hidup melalui usaha barbershop yang relevan dengan kebutuhan pasar.
Analisis Keaktifan Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran Statistika Mulitvariat Irsyad, Taufik; Wuryandini, Endang; Yunus, Mahmud; Hadi, Dwi Prastiyo
Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpe.v12i1.24294

Abstract

This research is motivated by the condition of students in the learning process of multivariate statistics courses. In the matter of data input practice, data output, and data interpretation. Students tend to only follow lectures and are less active in asking questions. Students are less active in looking for additional material beyond the material taught by the lecturer. The research method uses a qualitative case study type approach. The research object consisted of 23 students who took multivariate courses, the Chair of the Study Program and a lecturer in Economic Education. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results of this study are multivariate statistical learning courses performed well. The process of teaching and learning activities prioritize student activity as evidenced by the practice carried out in each lecture. The Submission of material is done using English. Student activeness is still lacking because students are less active in asking questions. Student motivation tends to be low in finding information about lecture material that has been taught or will be taught. The conclusion of this study is that discipline, commitment, and encouragement from within students are important. Personal motivation affects more activeness. This research has implications as a contribution to lecturers in order to be able to increase encouragement from within students in order to increase activity in the learning process.