Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah Ades Santri; Antarini Idriansari; Bina Melvia Girsang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki risiko untuk mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia toddler (1-3 tahun) dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara factor jenis kelamin, status gizi anak, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, serta stimulasi orang tua terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) dengan riwayat BBLR.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional melalui uji Chi Square dan Colmogorov Smirnov.Hasil Penelitian : Didapatkan 35 anak dengan jenis kelamin perempuan 65,7%, status gizi kurang 57,1%, status ekonomi keluarga rendah 51,4%, tingkat pendidikan orang tua rendah 57,1%, dan stimulasi orang tua kurang 51,4%. Faktor status gizi (p value =0,000, α = 0,05), status ekonomi keluarga (p value = 0,000, α = 0,05), pendidikan orang tua (p value = 0,003, α = 0,05), dan stimulasi orang tua (p value = 0,000, α = 0,05) memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat pertumbuhan anak. Adapun faktor yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat perkembangan anak adalah faktor pendidikan orang tua (p value = 0,009, α = 0,05) dan stimulasi orang tua (p value = 0,000, α = 0,05).Kesimpulan : Penelitian ini merekomendasikan kepada tenaga kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan secara kontinyu kepada pihak keluarga tentang dampak dan cara mencegah komplikasi yang disebabkan oleh kelahiran BBLR.Kata Kunci : Faktor Risiko, Pertumbuhan, Perkembangan, Usia Toddler, BBLR
Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kanker Pada Keganasan di RSMH Tahun 2024 Antarini Idriansari; Zesi Aprillia; Sukmah Fitriani; Zubaidah Zubaidah; Evi Yuni Mistati5
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44688

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang dapat menyerang pada berbagai usia, termasuk usia anak. Anak merupakan salah satu kelompok usia rentan. Kanker dapat menyerang dari usia bayi hingga remaja baik laki-laki maupun perempuan. Jenis kanker pada anak dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu keganasan darah dan tumor padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien anak dengan kondisi keganasan dan hubungan jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutif sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat data rekam medik. Penelitian ini melibatkan 142 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa penderita kanker paling banyak di derita oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki (66,9%), diagnosis kanker paling banyak adalah Acute limfoblastic Leukimia dengan jumlah 40 (28,2%) anak laki-laki dan 14(9,8%) anak perempuan, anak yang menderita kanker usia 0-5 tahun sebanyak 39,4%, usia 6-18 Tahun sebanyak 60,6%. Hubungan jenis kelamin dengan jenis kanker tidak bermakna secara signifikan dnegan nilai p (>0,005). Berdasarkan penelitian ini penderita kanker pada anak didominasi oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat.
A CROSS-SECTIONAL STUDY OF FACTORS ASSOCIATED WITH AGGRESSIVE BEHAVIOR AMONG FOURTH AND FIFTH GRADERS IN PALEMBANG Lanny Tria Damayanti; Arie Kusumaningrum; Antarini Idriansari
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2026): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jakarta III

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32668/jkep.v11i1.2329

Abstract

Aggressive behavior is intentional behavior, either physical or verbal, with the intent to hurt or harm others, caused by several factors. The aim of this research was to identify factors associated with aggressive behavior among fourth and fifth-grade students at SDN 111 Palembang, Indonesia. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. The population comprised 231 students in grades IV and V, with a sample of 101 respondents selected using cluster sampling technique. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using the chi-square test with a significance level of α = 0.05. The results showed that 58 respondents (57.4%) were categorized as having high levels of aggressive behavior. There was a significant association between aggressive behavior and parenting style (p = 0.005), peer influence (p = 0.003), and playing violent video games (p = 0.007). However, no significant associations were found between aggressive behavior and snacking habits (p = 0.106) or exposure to violent media on television (p = 0.061). Aggressive behavior in children emerges as they become more exposed to external environmental influences that affect their cognitive and social development. Therefore, continuous monitoring by parents and teachers is necessary to control aggressive actions and recognize early signs of aggressive behavior in children.