Articles
Pengaruh Model Pembelajaran Explicit Instruction Terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VIII (Studi Kasus: SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2012/2013)
Putu Prema Savita Shanti;
Dessy Seri Wahyuni;
I Gede Mahendra Darmawiguna
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 4 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i4.19676
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran Explicit Instruction terhadap hasil belajar TIK siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2012/2013, (2) respon siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran Explicit Instruction dalam mata pelajaran TIK. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII E dan VIII F yang berjumlah 61 orang. Kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai kelas kontrol. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas adalah model pembelajaran Explicit Instruction, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif dan uji keterampilan untuk mengukur ranah psikomotor. Data hasil belajar kemudian dianalisis dengan uji normalitas dan uji homogenitas, uji- t, sedangkan untuk respon menggunakan metode angket. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh, hasil uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Explicit Instruction lebih tinggi dari model pembelajaran konvensional sehingga terdapat pengaruh hasil belajar yang signifikan antara siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model pembelajaran Explicit Instruction. Rata-rata respon siswa dengan model pembelajaran Explicit Instruction tergolong positif.
Implementasi Metode Pembelajaran Time Token Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Teknologi Informasi Dan Komunikasi (TIK) (Studi Kasus: Siswa Kelas VII 7 SMP Negeri 2 Singaraja Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013)
Gusti Ayu Dwi Purniyati;
Luh Putu Eka Damayanthi;
Made Windu Antara Kesiman;
Dessy Seri Wahyuni
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19680
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan komunikasi dengan menerapkan metode pembelajaran Time Token, dan mengetahui respon siswa kelas VII 7 SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan metode pembelajaran Time Token. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII 7 SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun pelajaran 2012/2013, dimana melibatkan siswa sebanyak 40 orang siswa. Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah hasil belajar dan respon siswa terhadap penerapan metode pembelajaran Time Token pada mata pelajaran TIK. Data hasil belajar siswa dikumpulkan melalui tes kognitif dan lembar observasi afektif, sedangkan data respon siswa dikumpulkan dengan lembar angket tertutup. Pengambilan data pada tes kognitif dilaksanakan pada tiap akhir siklus sedangkan untuk lembar observasi afektif dilaksanakan setiap pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini terlihat dari ketuntasan klasikal siswa yang diperoleh pada siklus I sebesar 62,5%, dan pada siklus II sebesar 87,5%. Hasil belajar ini mengalami peningkatan sebanyak 25% serta daya serap siswa yang meningkat dari 57,7725% menjadi 66,225% (2) rata-rata respon siswa terhadap implementasi metode pembelajaran Time Token sebesar 58,425, hasil tersebut menunjukkan bahwa respon siswa tergolong positif.
Studi Komparasi Metode Pembelajaran The Learning Cell dengan Metode Pembelajaran Artikulasi terhadap Hasil Belajar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) (Studi Kasus : Siswa Kelas VII SMP N 2 Seririt Tahun Pelajaran 2012/2013)
Putu Yuditia Riani;
Luh Putu Eka Damayanthi;
Dessy Seri Wahyuni;
Made Windu Antara Kesiman
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19682
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) antara kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran The Learning Cell dengan kelompok siswa yang dibelajarkan menggunakan metode pembelajaran Artikulasi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt semester genap Tahun Pelajaran 2012/2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt tahun ajaran 2012/2013. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII.D dan VII.E yang berjumlah 47 orang. Kelas VII.E digunakan sebagai kelas eksperimen I dan VII.D sebagai kelas eksperimen II. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas adalah metode pembelajaran The Learning Cell dan metode pembelajaran Artikulasi , dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berbentuk pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif. Data hasil belajar kemudian dianalisis menggunakan uji-t, dengan sebelumnya dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa, kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Untuk hasil uji hipotesis diperoleh t hitung 3.553 dengan t tabel 2.014. Hal ini berarti terdapat perbedaan hasil belajar TIK siswa antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode Artikulasi dengan kelompok siswa yang dibelajarkan dengan metode pembelajaran The Learning Cell. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model pembelajaran Artikulas adalah 31,68 dengan standar deviasi 2,52 dan nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model pembelajaran The Learning Cell adalah 29,02 dengan standar deviasi 2,60. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran Artikulasi lebih tinggi dari model pembelajaran The Learning Cell.
Pengaruh Penerapan Modul Ajar Aplikasi Basis Data Dengan Model Pembelajaran SQ3R Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Rekayasa Perangkat Lunak (Studi Kasus : SMK Negeri 2 Tabanan Tahun Pelajaran 2012/2013)
Luh Julianti;
Dessy Seri Wahyuni;
I Gede Mahendra Darmawiguna
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19684
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R terhadap hasil belajar siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Tabanan tahun pelajaran 2012/2013, (2) respon siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Tabanan terhadap penerapan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 2 Tabanan tahun ajaran 2012/2013. Sampel yang digunakan yaitu kelas X TI 1 dan X TI 2 yang berjumlah 66 orang. X TI 1 digunakan sebagai kelas eksperimen dan X TI 2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda, uraian dan kuis untuk mengukur ranah kognitif, tes unjuk kerja untuk mengukur ranah psikomotor dan observasi untuk mengukur ranah afektif. Data hasil belajar kemudian dianalisis dengan melakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas dan uji- t. Sedangkan untuk respon menggunakan metode angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen (1) terdapat pengaruh hasil belajar yang signifikan terhadap siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model pembelajaran langsung adalah 76 dan nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R adalah 83. Hal ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa dengan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R lebih tinggi dari model pembelajaran langsung. (2) diperoleh rata-rata respon siswa yang berada pada kategori positif terhadap penerapan modul ajar aplikasi basis data dengan model pembelajaran SQ3R.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Inside Outside Circle Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII (Studi Kasus : SMPN 2 Sawan Tahun Ajaran 2012/2013)
Pande Made Dwi Putranjaya;
Dessy Seri Wahyuni;
I Gede Mahendra Darmawiguna
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19687
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di SMPN 2 Sawan, diketahui bahwa permasalahan yang terjadi adalah guru masih menganggap kemampuan semua siswa sama dan model pembelajaran yang digunakan kurang menarik perhatian siswa sehingga belum tercapainya hasil belajar TIK sesuai dengan yang diharapkan Oleh sebab itu, peneliti mengambil solusi menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle pada hasil belajar siswa dengan mengambil pokok bahasan perangkat lunak aplikasi dan kegunaan program aplikasi, (2) respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran Inside Outside Circle. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Sawan tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIIA2 sebagai kelas eksperimen dan VIIB3 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Serta terdapat pengaruh yang signifikan dengan penerapan model pembelajaran koopertif tipe Inside Outside Circle terhadap hasil belajar siswa, ini dapat dilihat dari Nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran Inside Outside Circle lebih tinggi daripada kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung dan siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan model pembelajaran Inside Outside Circle.
Pengaruh Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)Terhadap Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VII (Studi Kasus : SMP Negeri 4 Singaraja) Tahun Ajaran 2012/2013
Kadek Lia Wahyuni Parinu;
I Gede Mahendra Darmawiguna;
Dessy Seri Wahyuni
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19691
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di SMP Negeri 4 Singaraja, diketahui bahwa permasalahan yang terjadi adalah siswa kurang aktif dalam pembelajaran TIK, siswa jarang bertanya dan jarang terjadi diskusi di kelas, sehingga kondisi di elas menjadi kurang kondusif. Oleh sebab itu, peneliti mengambil solusi menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) pengaruh model pembelajaran CIRC pada hasil belajar siswa dengan mengambil pokok bahasan Software (Perangkat Lunak), (2) respon siswa terhadap penggunaan model pembelajaran CIRC. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan rancangan penelitian Posttest-Only Control Grup Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII B2 sebagai kelas eksperimen dan VII B4 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk mengukur ranah kognitif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil adanya pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar tik yang diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran CIRC dan siswa memberikan respon positif terhadap penggunaan model pembelajaran CIRC.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran TIK Kelas VII (Studi Kasus: SMP Negeri 2 Singaraja Semester Genap Tahun Ajaran 2012/2013)
Nurul Fadillah;
Dessy Seri Wahyuni;
I Gede Mahendra Darmawiguna
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 6 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i6.19692
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER (Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran TIK kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja dengan mengambil pokok bahasan Program Aplikasi, (2) motivasi siswa, dan (3) respon siswa kelas VII SMP Negeri 2 Singaraja terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan penelitian Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII (non unggulan) SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2012/2013. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-9 sebagai kelompok eksperimen dan VII-6 sebagai kelompok kontrol dengan total jumlah siswa sebanyak 83 orang. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas adalah model pembelajaran kooperatif MURDER, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar. Data hasil belajar kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan terlebih dahulu melakukan uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas dan uji homogenitas. Data motivasi dan respon siswa menggunakan metode angket. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Terdapat pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif MURDER. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok siswa dengan model pembelajaran kooperatif MURDER lebih tinggi dari kelompok siswa yang menggunakan model pembelajaran langsung, terdapat peningkatan motivasi siswa pada setiap pertemuan dan siswa merespon positif terhadap penerapan model pembelajaran kooperatif MURDER.
Penerapan Pembelajaran Mind Mapping dalam Metode Quantum Learning pada Mata Pelajaran TIKuntuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII J (Studi Kasus: SMP Negeri 3 Singaraja Tahun Ajaran 2012/2013)
Venty Indriatna;
I Gede Sudirtha;
Dessy Seri Wahyuni
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 2 No. 5 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v2i5.19695
This research’s aims is to know the improvement of student’s learning outcomes in the subjects of information and communication technologies (TIK) by applying techniques of mind mapping which is part of the learning quantum learning method, and determine students' response to the application of learning mind mapping.This study was conducted in SMP 3 Singaraja, which involves the students of class VII J (30 students) of the academic year 2012/2013.Based on learning outcomes of students in class VII J semester academic year 2012/2013 shows that classical completeness in this class is below the standards set by the school. The study design was a Classroom Action Research (CAR), which consists of 2 cycles. The data collected in this study is the result of learning and student response terrhadap learning mind mapping application on TIK subjects. Student learning outcomes data were collected through a test of cognitive and affective and psychomotor observation sheet, while the student response data were collected with a questionnaire sheet enclosed.Capturing data on the test of cognitive held at the end of each cycle, while for observation sheet affective and psychomotor each run every meeting. The results showed that (1) there is an increase in student learning outcomes. (2) the average students' response to the application of the learning techniquesconsidered positive in mind mapping. The study concluded that the method of learning mind mapping application in quantum learning method in TIK subjects can improve learning outcomes and received a positive response from students.
SURVEI DESKRIPTIF FAKTOR - FAKTOR PENGGUNAAN IT (GADGET DEVICE) DI KALANGAN SISWA TK DAN SD DITINJAU DARI JENIS PEKERJAAN ORANG TUA SISWA DI KOTA SINGARAJA
Ni Luh Kadek Tristiana Pratiwi;
Dessy Seri Wahyuni;
Made Windu Antara Kesiman
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 3 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v3i4.19699
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui faktor-faktor penggunaan IT; (2) menganalisis secara deskriptif pengaruh jenis pekerjaan orang tua siswa terhadap faktorfaktor penggunaan IT dan (3) mengetahui sejauh mana perbedaan jenis pekerjaan orang tua mempengaruhi penggunaan IT (gadget device) di kalangan siswa TK dan SD di kota Singaraja. Penelitian ini mengadopsi model penelitian Theory Acceptance Model (TAM) dari Davis (1989). Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa TK dan SD di kota Singaraja. Jumlah sampel TK 312 siswa dan SD 372 siswa. Penarikan sampel menggunakan Teknik Cluster Random Sampling dan Proportionate Random Sampling. Data penelitian dihimpun menggunakan angket dan dianalisis dengan metode analisis deskripif. Berdasarkan hasil penelitian, hampir setengah orang tua siswa TK dengan jenis pekerjaan Tenaga Tata Usaha mengatakan penggunaan IT bermanfaat serta mudah. Pada orang tua siswa SD dengan jenis pekerjaan Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Usaha Penjualan di Toko dan Pasar menunjukkan sebagian kecil orang tua menyatakan penggunaan IT bermanfaat serta mudah. Jadi jenis pekerjaan orang tua siswa TK yang memiliki persepsi kemanfaatan dan kemudahan tertinggi adalah Tenaga Tata Usaha dan Tenaga Usaha Jasa dan Tenaga Usaha Penjualan di Toko dan Pasar untuk SD.
Studi Komparatif Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Dan Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Asesmen Portofolio Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Kelas VII Smp Laboratorium Undiksha Tahun Ajaran 2013/2014
Firda Riani;
I Gede Adi Saputra Yasa;
I Made Gede Sunarya;
Dessy Seri Wahyuni
KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatika) Vol. 3 No. 4 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/karmapati.v3i4.19701
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan NHT berbantuan asesmen portofolio dan kelompok siswa yang belajar dengan menggunakan TGT berbantuan asesmen portofolio. Rancangan penelitian ini adalah Posttest-Only Control Grup Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2013/2014. Sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kelas VII 2 dan VII 3 yang berjumlah 66 orang. Kelas VII 3 digunakan sebagai kelas eksperimen NHT dan VII 2 sebagai kelas eksperimen TGT. Terdapat dua jenis variabel dalam penelitian ini yaitu (1) variabel bebas adalah model pembelajaran NHT dan TGT berbantuan asesmen portofolio, dan (2) variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes berupa pilihan ganda dan asesmen portofolio. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh hasil uji normalitas dan homogenitas kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen. Nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen NHT adalah 28,47 sedangkan nilai rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen TGT adalah 26,955. Berdasarkan hasil analisis tersebut, model pembelajaran NHT berbantuan asesmen portofolio lebih efektif diterapkan dibandingkan dengan menerapkan model pembelajaran TGT berbantuan asesmen portofolio. Ratarata respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran NHT dan TGT dapat dikatakan bernilai cukup positif.