Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Hubungan Usia Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah Di Ruang Bersalin RSUD Kabupaten Sumedang Subagja, Syawalia Fitri; Lindayani, Emi; Setiadi, Diding Kelana
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.28228

Abstract

Kejadian bayi lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) merupakan salah satu penyebab angka kematian bayi (AKB). BBLR dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dipengaruhi oleh usia ibu. Bayi dengan BBLR akan mengalami beberapa gangguan seperti gangguan imunitas berupa lemahnya sistem imun sehingga akan sering terkena infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia ibu hamil dengan kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Sumedang. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan pendekatan subjek retrospektif menggunakan data sekunder di instalasi rekam medik RSUD Kabupaten Sumedang. Peneliti menggunakan total sampling dengan jumlah sebanyak 1.010 data. Hasil dari penelitian ini yaitu berdasarkan nilai signifikansi p-Value = 0.283 yang berarti tidak ada hubungan antar usia dengan kelahiran bayi BBLR. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu faktor usia ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RSUD Kabupaten Sumedang.
Systematic Literature Review: Risiko Penggunaan Kontrasepsi Oral terhadap Kejadian Kanker Payudara Mulyani, Ledistia; Emi Lindayani; Nunung Siti Sukaesih
Jurnal Ners Vol. 8 No. 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i2.28295

Abstract

Kanker merupakan penyebab utama dari kematian di seluruh dunia. Salah satu kanker yang memiliki angka kejadian tertinggi untuk perempuan adalah kanker payudara. Salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara yaitu dari penggunaan kontrasepsi hormonal seperti oral. Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor risiko dari penggunaan kontrasepsi oral seperti karakteristik usia, jenis kontrasepsi, durasi penggunaan, dan riwayat keluarga yang mengalami kanker payudara terhadap terjadinya kanker payudara Metode.pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Semantic Scholar dengan rentang waktu 2018-2023. Hasil analisa data ditemukan bahwa 9 literatur menunjukkan hubungan yang signifikan sementara 2 literatur lainnya menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi oral dengan kejadian kanker payudara.
Interprofessional Education (IPE) dalam Keperawatan Nunung Siti Sukaesih; Hikmat Pramajati; Titin Sutini; Emi Lindayani; Sri Wulan Lindasari
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.105 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i1.2424

Abstract

This study aims to complete data articles related to interprofessional education in nursing so that accurate and comprehensive data can be obtained and are expected to be used as the basis for further research, especially in the development of interprofessional education. Research methods related to interprofessional education in nursing from 2010-2019 are based on data from Scopus, using the Publish or Perish (POP) search application, and using content analysis methods systematically. The results showed that the number of article publications had increased every year. This indicates that interprofessional competence in nursing education gets more attention from scientists and researchers. In conclusion, there is an increase in research tending to this topic every year. The highest search results of citations per article are 132. The journal that publishes interprofessional education the most used is bibliometrics. It is expected to see a map of research globally. Many are Journal of Interprofessional Care. Keywords: Learning, Bibliometrics, Interprofessional Education, Nurse
KORELASI TIPE KEPRIBADIAN (BIG FIVE PERSONALITY) DENGAN SIKAP CARING PERAWAT PUSKESMAS Rahmatin, Deviyanti Arlisa; Faozi, Akhmad; Lindayani, Emi
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v16i1.2524

Abstract

Sikap caring merupakan elemen kunci dalam pelaksanaan asuhan keperawatan, mencakup aspek profesionalisme, pengetahuan, dan keterampilan perawat yang memiliki dampak signifikan pada kualitas asuhan, pelayanan keperawatan, dan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi korelasi antara karakteristik kepribadian dengan sikap caring yang ditunjukkan oleh perawat. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi seluruh perawat Puskesmas yang bertugas di Kecamatan Jatinangor sebanyak 31 orang. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tipe kepribadian big five personality dan Caring Behavior Inventory (CBI) 24 yang dibagikan melalui google form. Hasil penelitian didapatkan tipe kepribadian Agreebleness sebanyak 22 responden (70,968%), Extraversion sebanyak 6 responden (19,355%), Conscientiousness 2 responden (6,452%), dan Openness to Experience 1 responden (3,266%). Mayoritas sikap caring perawat Baik dengan jumlah 28 responden (90,323%) dan caring perawat cukup sebanyak 3 responden (9,677%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,185 (p>0,05). Dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan antara tipe kepribadian dengan sikap caring perawat Puskesmas.
Health Asset Profile and Health Literacy Among Elementary School-Aged Children Sukaesih, Nunung Siti; Sopiah, Popi; Lindayani, Emi; Pramajati, Hikmat; Ningrum, Dedah; Lindasari, Sri Wulan
Nurse Media Journal of Nursing Vol 15, No 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v15i1.66904

Abstract

Background: Mental health issues, nutritional status, physical activity, and smoking behavior are among the most serious health problems among school-aged children, and they are closely linked to health-related behaviors. Literacy skills significantly influence these behaviors at this age; however, health literacy often receives insufficient attention from the government for this age group.Purpose: The purpose of this study was to provide a comprehensive overview of health asset profiles and health literacy among elementary school-aged children.Methods: This cross-sectional study involved 431 sixth-grade students from the Sumedang district, recruited through a cluster sampling method. Various research instruments were employed, including the Family Affluence Scale (FAS III),  Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES), Health Behaviours in School-Aged Children (HBSC), European Health Literacy Scale (HLS-EU), and the Newest Vital Sign (NVS) survey. Data were self-reported by participants, and BMI measurements were also collected. The Chi-square test was employed for statistical analysis.  Results: The results revealed notable variations across the assessed health asset profile sub-variables. Functional health literacy was significantly associated with self-esteem (p<0.001), student behavior (p=0.010), wake-up time (p<0.001), and smoking habit (p<0.001). In contrast, no significant associations were found with family affluence (p=0.868), BMI (p=0.809), physical activity (p=0.087), or bedtime (p=0.092). Gender-based comparisons revealed significant differences between boys and girls in self-esteem (p=0.042), BMI (p<0.001), physical activity (p<0.001), bedtime (p=0.004), wake-up time (p=0.005), and smoking behavior (p=0.001).  Conclusion: This study provides a comprehensive overview of health literacy in school-aged children, highlighting variations across health-related behaviors and asset profiles. Significant gender disparities were found in self-esteem, nutritional status, physical activity, bedtime, wake-up time, and smoking behavior. These findings highlight the importance of developing gender-sensitive health promotion strategies to enhance health literacy and promote healthy behaviors from early ages. 
The Application Of Oxytocin Massage To Increase Breast Milk Production In Postpartum Mothers With Sectio Caesarea: Case Report Pramesti, Nova Dwi; Lindayani, Emi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46143

Abstract

Optimal breast milk production is essential for the health of the baby. However, postpartum sectio caesarea (SC) mothers often experience obstacles in breastfeeding due to the disruption of oxytocin hormone stimulation. Oxytocin massage is one of the nonpharmacological methods that can stimulate milk production. This study aims to determine the application of oxytocin massage to increase breast milk production in postpartum SC mothers at RSUD Umar Wirahadikusumah. The research method used a descriptive case report study design through a nursing care process approach by integrating EBN on one post-SC mother subject who experienced breastfeeding disorders. Implementation of oxytocin massage was carried out for four days with a frequency of twice a day for 15-20 minutes. The evaluation used an observation sheet containing 13 indicators of breast milk production. The results showed an increase in breast milk production characterized by breast milk that began to gush when the areola was squeezed, the baby suckled well, the baby's micturition frequency increased to 8 times per day, and the baby looked satisfied after feeding. This study concludes that oxytocin massage effectively increases breast milk production in SC postpartum mothers by stimulating the oxytocin hormone. This intervention can be part of nursing care to overcome ineffective breastfeeding non-pharmacologically. Keywords: Breast milk production, oxytocin massage, postpartum mother, sectio caesarea
Pendekatan Efektif melalui Permainan Edukatif Montessori dalam Mencegah Dampak Screen Time pada Anak Usia Pra Sekolah Lindayani, Emi; Sukaesih, Nunung Siti; Setiadi, Diding Kelana; Rahmat, Delli Yuliana; Sutresna, Iyos; Pramajati, Hikmat
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 10 No 3 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v10i3.1486

Abstract

Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan kritis, seperti pembentukan identitas dan membangun sosial. Anak berada dalam periode dimana sebagian besar dari aktivitas melibatkan unsur permainan. Penggunaan gadget atau gawai yang dikenal dengan istilah screen time yang berlebihan pada usia yang terlalu dini berdampak tidak baik dan bahkan dapat memunculkan pengaruh buruk bagi anak-anak. Perlu adanya tindakan agar orang tua mengetahui pedoman dalam memberikan screen time bagi anak-anak mereka dengan permainan yang mendidik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua agar anak dapat terhindar dari dampak screen time dengan permainan edukatif montessori. Metode pengabdian kepada Masyarakat dilakukan menggunakan pendekatan asuhan keperawatan yang terdiri dari lima langkah yaitu identifikasi masalah, menetapkan masalah kesehataan yang ada, perencanaan,implementasi dan evaluasi. Hasil monitoring dan evaluasi dalam program pengabdian kepada masyarakat ini dengan dilakukan post-test mengenai persepsi orang tua terhadap permainan edukatif Montessori. Permainan edukatif Montessori memberikan dampak terhadap persepsi orang tua menjadi lebih lebih baik terutama mengenai keterlibatan orang tua dalam melatih kemampuan motorik dan sensorik anak, sebagai langkah tepat untuk mengurangi dampak screen time yang terlalu lama pada anak. Preschool children are at a critical stage of development, such as identity formation and social development. Children are in a period where most of their activities involve play elements. Excessive use of gadgets or devices, known as screen time at an early age, has a negative impact and can even negatively influence children. Action is needed so that parents know the guidelines for providing screen time for their children with educational games. This Community Service aims to increase parental knowledge so children can avoid screen time's impact with Montessori educational games. The Community Service method that will be carried out uses the nursing care theory, which consists of five steps: identifying problems, determining existing health problems, planning, implementation, and evaluation. This community service program's monitoring and evaluation results were good, as they were conducted by conducting a post-test on parents' perceptions of Montessori educational games. Education for parents about the importance of stimulating children with Montessori educational games has an impact on better parental perceptions of the importance of Montessori games that involve children's motor and sensory abilities as the right step to reduce the impact of too much screen time on children.
Spiritualitas dan Kesehatan Mental pada Penyintas COVID-19 Lindasari, Sri Wulan; Nuryani, Reni; Lindayani, Emi; Sukaesih, Nunung Siti; Sopiah, Popi
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.559

Abstract

The COVID-19 pandemic can affect not only the physical but also mental health of the survivors. Particularly, mental health problems may influence their emotional, cognitive, physical, and social aspects. Meanwhile, one of the factors that closely relate to the problems is spirituality. This study aimed to determine the relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. The type of the research was descriptive correlation. The research respondents totaled 100 COVID-19 survivors. The sampling technique used simple random sampling. To collect the data, The Daily Spiritual Experience Scale (DSES) was utilized to measure spirituality and The Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) to measure mental health. The results showed that the majority of respondents had a high level of spirituality (52%) and a good mental health (64%). The chi-square test results obtained a P value of 0.003, which means there was a significant relationship between spirituality and mental health in COVID-19 survivors. This research showed that the higher the spirituality, the better the mental health of COVID-19 survivors.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS SITU SUMEDANG Nurrizqiya Mulyana, Talitha; Lindayani, Emi; Sutresna, Iyos
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28251

Abstract

Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Perempuan Melalui Program Pendampingan Teman Sebaya di Wilayah Kerja Puskesmas Cimalaka Sukaesih, Nunung Siti; Pramajati, Hikmat; Sopiah, Popi; Lindayani, Emi
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.3477

Abstract

Ketidaksiapan remaja dalam menghadapi perubahan fisik maupun psikologis yang terjadi akan menimbulkan berbagai perilaku yang berisiko seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan obat terlarang, penyakit menular seksual, kehamilan yang tidak diinginkan, dan aborsi. Hal tersebut terutama dikarenakan pada masa remaja terjadi perubahan baik biologis maupun psikologis pada sistem reproduksinya. Informasi yang cukup dan terarah akan menghindari adanya kesalahan persepsi terhadap perubahan yang terjadi pada diri remaja tersebut. Metode pendidikan kesehatan dari teman sebaya dianggap lebih efektif dibandingkan dengan sumber informasi lainnya dan juga sebaya mempunyai peran yang cukup strategis dalam tahapan perkembangan psikososial remaja. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut maka sebagai tahap awal agar program ini berjalan lancar maka di dilaksanakan pelatihan pendidik sebaya dengan fokus utama adalah pada kesehatan reproduksi remaja untuk seluruh SMP dan SMA. Secara umum tahapan pendidikan sebaya meliputi introduction, investigation, interpretation, intervention, dan evaluation. Teknik pendidikan sebaya yang dilatihkan pada siswa adalah keterampilan attending, empathy, asking, genuine, confrontating, summarizing, dan problem solving. Indikator keberhasilan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat salah satunya adalah antusiasme dari seluruh sekolah yang menjadi khalayak sasaran dapat mengikutsertakan 6 orang siswanya untuk mengikuti kegiatan pelatihan pendidik sebaya selama 3 hari berturut-turut sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan dengan 100% kehadiran.