Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Ad-Dakhil dalam Tafsir Al-Azhar : Studi Kritis terhadap Riwayat Israiliyyat pada Tafsir Ayat-Ayat Kisah M. Aufa; Ziyad Ulhaq; Ahmad Syukron
JURNAL RISET RUMPUN ILMU PENDIDIKAN Vol. 5 No. 1 (2026): April: JURRIPEN : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurripen.v5i1.8498

Abstract

This study examines Ad-Dakhil in Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka, focusing on Israiliyyat narrations found in the interpretation of Qur’anic narrative verses in Juz 1–10. The research is motivated by the position of Israiliyyat as a form of infiltration (ad-dakhil) in Qur’anic exegesis that may affect the objectivity of interpretation, particularly in contemporary tafsir works. This study aims to identify the distribution of Israiliyyat narrations, classify their thematic patterns, and determine the status of each narration based on the critical framework of ad-dakhil fi at-tafsir. This research employs a qualitative library-based approach. The primary source is Tafsir Al-Azhar by Buya Hamka (Gema Insani, 2017), supported by classical and contemporary tafsir literature as well as scholarly works on Israiliyyat. Data were analyzed using the theory of ad-dakhil fi at-tafsir, classifying narrations into three categories: accepted (maqbul), rejected (mardud), and suspended (tawaqquf). The findings reveal seventeen Israiliyyat narrations scattered throughout Juz 1–10, originating from the Old Testament, the New Testament, Wahb bin Munabbih, ‘Abdullah ibn Mas‘ud, and Tafsir Ibn Kathir. These narrations fall into nine major themes, including the creation and origin of humanity, the story of Prophet Adam and his descendants, Prophet Ibrahim, Prophet Ya‘qub, Prophet Musa and Bani Israil, Prophet Sulaiman, Prophet Zakariya, Prophet ‘Isa and his people, as well as accounts of previous nations. Of these seventeen narrations, eleven are classified as rejected (mardud), five as tawaqquf, and one as accepted (maqbul). These results emphasize the necessity of critical engagement with Israiliyyat narrations in tafsir literature to preserve the integrity of Qur’anic interpretation.
Penerapan Media Pembelajaran Storybird untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Cerita Fantasi Siswa Kelas VII C SMPN 2 Kendit Malika Shinta Maulana; Arief Rijadi; Ahmad Syukron
Widya Accarya Vol. 17 No. 1 (2026): Widya Accarya
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan menulis melibatkan pemahaman tentang bahasa, struktur teks, dan kemampuan menyampaikan gagasan. Salah satu materi bahasa Indonesia di kelas VII C adalah teks cerita fantasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses penerapan media pembelajaran Storybird untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII C di SMPN 2 Kendit; dan (2) peningkatan keterampilan menulis teks cerita fantasi setelah diterapkannya media pembelajaran Storybird pada siswa kelas VII C di SMPN 2 Kendit. Rancangan penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru bahasa Indonesia dikatakan bahwa keterampilan menulis teks cerita fantasi pada siswa kelas VII C masih tergolong rendah. Temuan tersebut dibuktikan dari kegiatan prasiklus, yakni sebanyak 13 siswa (41,93%) yang tuntas dan 18 siswa (58,06%) dinyatakan belum tuntas secara klasikal. Maka dari itu, siklus 1 dilakukan sebagai tindakan solusi dengan menerapkan media pembelajaran Storybird dalam menulis. Pada siklus 1, diketahui sebanyak 18 siswa (58,06%) yang tuntas dan 13 siswa (41,93%) yang belum tuntas secara klasikal. Siklus 2 dilakukan untuk memperbaiki hasil refleksi siklus 1 yang masih terdapat permasalahan dalam menulis. Pada siklus 2, diketahui nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan yaitu sebanyak 29 siswa (93,54%) mencapai ketuntasan belajar klasikal dengan nilai ≥75. Temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media pembelajaran Storybird untuk meningkatkan keterampilan menulis teks cerita fantasi siswa kelas VII C mengalami peningkatan dan dikatakan berhasil.
The Relationship Between Islah Al-Afrad and Social Welfare: Concepts and Relevance in the Contemporary Era Thoyyibatus Sa’idah; Ahmad Syukron
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i2.3425

Abstract

This paper aims to examine the relationship between the concept of Islah al-Afrad (individual reform) and social welfare from an Islamic perspective, as well as to explore its relevance in the contemporary era. This study is motivated by various modern social problems that indicate that structural development alone has not been fully capable of realizing societal well-being without being accompanied by individual moral and spiritual transformation. Therefore, Islah al-Afrad is viewed as a crucial foundation for building a harmonious and just social order. This research employs a qualitative approach based on a literature review, utilizing descriptive-analytical analysis of normative Islamic sources, such as the Qur’an and hadith, as well as relevant contemporary literature. The findings indicate that Islah al-Afrad is closely linked to the creation of social welfare, as individuals of good character and integrity will contribute to the formation of a just, caring, and civilized society. This concept emphasizes that sustainable social change must begin with the internal transformation of the individual, which then impacts the improvement of broader social structures. In the contemporary context, Islah al-Afrad is relevant as an alternative approach to addressing various social challenges, such as moral crises, social inequality, and the disintegration of values. This study contributes to reinforcing the perspective that social welfare in Islam is not merely material in nature, but also encompasses spiritual and moral dimensions as an integral whole.
Pendampingan Implementasi Zep Quiz Berbasis Gamifikasi Sebagai Media Evaluasi Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas 7 di SMP Negeri 7 Jember: Pengabdian Inno Cahyaning Tyas; Hilma Azmi Azizah; Ahmad Syukron
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6988

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi berbagai aspek pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran. Namun, masih banyak guru yang menggunakan metode evaluasi konvensional sehingga kurang mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan ZEP Quiz sebagai media evaluasi berbasis gamifikasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai mitra pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru memperoleh pemahaman mengenai konsep gamifikasi dalam pembelajaran, mampu merancang kuis digital menggunakan platform ZEP Quiz, serta mengimplementasikannya dalam kegiatan evaluasi pembelajaran. Penggunaan ZEP Quiz memberikan pengalaman evaluasi yang lebih interaktif, menarik, dan mampu meningkatkan partisipasi siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, pendampingan implementasi ZEP Quiz dapat menjadi salah satu alternatif inovasi evaluasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.