Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI PELATIHAN PENGELOLA BERBASIS KEBUTUHAN PKBM SE-KOTA CIMAHI DI MASA PANDEMI COVID-19 Komar, Oong; Akhyadi, Ade Sadikin; Sulistiono, Eko; Sukmana, Cucu
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i2.4779

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan program PKBM menjawab realitas kesulitan yang sering muncul di lembaga nonformal, terutama tantangan operasional kelembagaan di masa pandemi Covid-19. Peneliti menggunakan penelitian deskriptif dengan metode kualitatif untuk memaparkan data dan informasi, artinya menggambarkan luasnya data dan informasi berdasarkan desain studi dan tujuan penelitian, yaitu bagaimana menjalankan program pelatihan manajemen berbasis kebutuhan. Ada tiga tahapan pengelolaan program, yaitu tahap perencanaan program, pelaksanaan program, dan evaluasi program. Setiap tahapan dalam pelaksanaannya selalu diawali dengan analisis kebutuhan, kemudian menyusun rancangan forum yang direkomendasikan dengan pengembangan bahan diskusi, kemudian menyusun penilaian akhir yang diasumsikan dengan soal Pre Tes dan Post test serta diakhiri dengan evaluasi.Abstract:  The implementation of the PKBM program answers the reality of difficulties that often arise in non-formal institutions, especially the challenges of institutional operations during the Covid-19 pandemic. The researcher uses descriptive research with qualitative methods to present data and information, which means describing the breadth of data and information based on the study design and research objectives, namely how to run a needs-based management training program. There are three stages of program management, namely the program planning stage, program implementation, and program evaluation. Each stage in its implementation always begins with a needs analysis, then prepares a recommended forum design with the development of discussion materials, then prepares a final assessment which is assumed to be with Pre-Test and Post-test questions and ends with an evaluation.
Inovasi pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2001 Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.40

Abstract

Restrukturisasi dan inovasi pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tahun 2001. Latar belakang perubahan ini didasari oleh adanya gejala "isolasionalistik" perguruan tinggi dan berbagai kendala dalam pelaksanaan KKN konvensional, seperti kejenuhan mahasiswa, ketergantungan desa yang tinggi, serta pengelolaan yang kurang profesional. Tujuan utama dari inovasi ini adalah mentransformasikan KKN dari sekadar formalitas akademik menjadi program strategis pemberdayaan masyarakat yang integral dengan Tridarma Perguruan Tinggi. Inovasi yang diterapkan meliputi: (1) Peninjauan ulang sistem manajemen KKN dari tahap persiapan hingga evaluasi; (2) Penguatan status KKN sebagai mata kuliah intrakurikuler wajib (2 SKS) dengan evaluasi akademik yang terukur; (3) Wacana rekrutmen Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tetap untuk menjaga kontinuitas kualitas bimbingan; serta (4) Pembekalan mahasiswa yang lebih komprehensif melalui kurikulum kelompok dasar dan operasional. Pelaksanaan KKN tahun 2001 dikonsentrasikan di Kabupaten Subang dan Kecamatan Lembang dengan melibatkan 1.918 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan berbasis pada pemberdayaan masyarakat dengan prinsip "Dari, Oleh, dan Untuk Masyarakat" (DOUM). Hasil dari inovasi ini diarahkan pada terciptanya program yang lebih realistis, partisipatif, transparan, dan akuntabel guna merespons kebutuhan riil masyarakat serta meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.
Perencanaan dan reifikasi pemberdayaan ekonomi kerakyatan Kota Bandung Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 1 No. 1 (2001): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v1i1.42

Abstract

Pengembangan Ekonomi Rakyat pada dasamya adalah menumbuhkan demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi hanya dapat berjalan dengan didukung demokrasi politik. Berbagai kebijakan ekonomi rakyat saat ini masih dibuat sebagai tindakan koreksi yang juga masih bersifat sangat “Inkrementalis”. Artinya setiap tindakan yang dilakukan untuk mengembangkan ekonomi rakyat tidak pemah memecahkan masalahnya secara mendasar. Selama ini masih terjadi komitmen dan pemihakan nyata kepada pengembangan ekonomi rakyat patut diragukan. Banyak aktor yang terlibat dalam perumusan kebijakan pengembangan ekonomi rakyat walaupun tampaknya pemerintah tetap merupakan aktor yang terpenting. Aktor pendukung pengembangan ekonomi rakyat di luar pemerintah masih sangat lemah dan periu diperkuat eksistensinya sehingga diharapkan dapat ikut berperan melakukan fungsinya secara lebih efektif dan dirasakan kehadirannya di tengah-tengah kelompok usaha kecil koperasi.
Kuliah Kerja Nyata mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia perkembangan kognisi sosial, kredibilitas dan daya tarik Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 4 No. 1 (2004): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v4i1.69

Abstract

Kuliah Kerja Nyata di IKIP Bandung (sekarang Universitas Pendidikan Indonesia) sudah dimulai sejak tahun 1975 berjalan kurang lebih 29 tahun dalam dasawarsa sekarang ini sudah banyak perubahan terjadi baik pada IKIP menjadi UPI, peraturan pemerintah, perundang-undangan, BHMN, otonomi daerah dan termasuk masyarakat pun telah mengalami perubahan yang berarti. Tonggak baru pada perjalanan dan perkembangan perguruan tinggi berimbas pada program perkembangan KKN. Dua perkembangan besar itu, memberikan dorongan bahwa KKN sudah waktunya ditinjau ulang secara mendasar, untuk mengevaluasi segala aspek keberadaannya dan untuk mencari gagasan baru bagi pengembangannya ke masa depan. Dari pengalaman pelaksanaan KKN dalam 29 tahun terakhir ini, muncul beberapa isu sejalan dengan pendapat (Ginanjar Kartasasmita, 2001): 1) dana tidak cukup; 2) respons dari pemerintah daerah beragam; 3) ada kejenuhan dalam pelaksanaan KKN; 4) ada perubahan sikap mahasiswa terhadap KKN; 5) kerjasama KKN antar perguruan tinggi belum efektif; 6) adanya ketergantungan desa kepada mahasiswa KKN; 7) perencanaan dan rancangan program KKN kurang realistis dan profesional. Persoalan umum tersebut dirasakan pula oleh UPI dalam pelaksanaan KKN akhir-akhir ini. Pengalaman KKN UPI selama ini dirasakan mampu mempunyai efek untuk meningkatkan kognisi sosial mahasiswa, dan pengalaman KKN mengandung rangsangan yang dapat meningkatkan tahap perkembangan koordinasi perspektif sosial serta tahap penalaran moral mahasiswa sebagai dampak dari kegiatan KKN. Maka untuk mengevaluasi apakah partisipasi dalam KKN dapat menimbulkan konflik sosio-kognitif pada mahasiswa? Dengan demikian langkah pertama untuk mengevaluasi apakah partisipasi dalam KKN dapat menimbulkan konflik sosio-kognitif pada mahasiswa, adalah mengadakan tinjauan sejauh mana KKN dapat mendorong mahasiswa untuk aktif bertindak terhadap lingkungannya, atau sejauh mana KKN mendorong mahasiswa untuk berbuat sesuatu bagi orang desa, yang melibatkan pemikirannya. Atas dasar tinjauan mengenai kandungan rangsang yang dimiliki program KKN tersebut, dapat disimpulkan bahwa KKN mengandung rangsang campuran, dalam arti mengandung rangsang untuk meningkatkan tahap kognisi, level koordinasi perspektif sosial dan tahap penalaran moral. Kandungan rangsang campuran sangat menguntungkan dalam upaya pendewasaan kognisi sosial mahasiswa, sebab dapat berfungsi sebagai perangsang berbagai tahap penalaran mahasiswa. Yang jadi masalah adalah bagaimana kredibilitas dan daya tarik mahasiswa KKN-UPI sebagai komunikator dapat dibentuk secara utuh di kampus sehingga dapat memberikan bekal dalam melaksanakan tugasnya di lapangan?.
Model dan strategi pengembangan BUMD di Kabupaten Subang (hasil kemitraan LPM Universitas Pendidikan Indonesia dengan Pemda Kabupaten Subang) Ade Sadikin Akhyadi
Jurnal Abmas Vol. 8 No. 1 (2008): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v8i1.95

Abstract

Analisis strategis, ekonomis, dan politis memiliki kekuatan yang sangat sinergis di mana keterpaduan antara kebutuhan masyarakat, komitmen Pemda dan keputusan politis dari DPRD merupakan suatu modal dasar yang dimiliki Kabupaten Subang. Oleh karena itu pengembangan dan pembentukan BUMD merupakan suatu kebijakan strategis dalam pembangunan. Dalam pengembangan BUMD diperhatikan aspek-aspek sumber daya yang tersedia di daerah dan prospektif untuk dikembangkan serta ketersediaan prasarana, dengan melihat potensi pengembangan produk, ke depan (forward) maupun kaitannya ke belakang (backward) serta identifikasi kebutuhan daerah, tingkat kebutuhan daerah, dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Penguatan kapasitas kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq melalui pelatihan berbasis andragogi di Kampung Babakan Bandung Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Bandung Barat Oong Komar; Ade Sadikin Akhyadi; Cucu Sukmana
Jurnal Abmas Vol. 17 No. 1 (2017): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v17i1.37295

Abstract

Pengabdian masyarakat berbasis bidang ilmu ini ditujukan untuk dapat memberikan penguatan pada mitra PKBM Ash-Shoddiq sebagai pusat dari berbagai kegiatan yang ada di wilayah Desa Pagerwangi. PKBM Ash-Shoddiq memiliki potensi dalam mengembangkan berbagai program di wilayah desa ini karena letak dan kondisi geografis yang mendukung dan merupakan jalur wisata dengan daerah pertanian dan perkebunan. Belum optimalnya kinerja pengelola lokal dan belum maksimalnya upaya dalam mengembangkan program-program dari setiap program yang ada, menjadi permasalahan utama dari lembaga ini. Permasalahan ini memunculkan perlu adanya upaya dari tim pelaksana untuk dapat membantu dengan menyelenggarakan pembinaan dan pelatihan juga pendampingan dalam mengoptimalkan kapasitas lembaga PKBM Ash-Shoddiq di Kp. Babakan Bandung Desa Pagerwangi Kecamatan Lembang Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Program pengabdian ini memiliki batasan dan fokus pada aspek kegiatan yang akan dikaji, merujuk pada rumusan masalah sebagai berikut: "Bagaimanakah Penguatan Kapasitas Kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq Melalui Pelatihan Berbasis Andragogi?" Hasil kegiatan program pengabdian pada masyarakat pada Penguatan Kapasitas Kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq Melalui Pelatihan Berbasis Andragogi, di antaranya: 1) Tergambarkannya kondisi objektif PKBM Ash-Shoddiq. Berdasarkan hasil dokumen profil PKBM dan implementasi program di PKBM Ash-Shoddiq terdapat beberapa program, sumber daya manusia, dan administrasi lembaga yang tidak sesuai antara harapan dengan kenyataan implementasi di lapangan. Kondisi objektif tersebut sebagai berikut: a) Program yang tertulis di profil berjumlah 10 program dengan program yang aktif berjumlah 5 program sedangkan program yang pasif atau belum optimal berjumlah 5 program. b) Sumber daya manusia dilihat dari latar belakang pendidikan rata-rata pengelola dan tutor lulusannya dari jenjang SD sampai jenjang S2 perguruan tinggi. Administrasi di PKBM Ash-Shoddiq berdasarkan hasil pengamatan di lapangan masih belum optimal, terutama administrasi tiap program dan administrasi lembaga PKBM Ash-Shoddiq.; 2) Mendeskripsikan implementasi program pengabdian masyarakat sebagai berikut: a) Rekrutmen calon peserta; b) Menciptakan iklim yang kondusif; c) Menyusun rancangan program pelatihan; d) Mendiagnosa kebutuhan pelatihan; e) Merumuskan tujuan pelatihan; f) Menyusun rancangan pelatihan; g) Kegiatan belajar; h) Penilaian proses dan hasil belajar.; 3) Tergambarkannya partisipasi pengelola dan pendidik PKBM Ash-Shoddiq pada pelatihan berbasis andragogi terbagi tiga bentuk partisipasi sebagai berikut: a) Ide/gagasan/pemikiran; b) Tenaga; c) Materi. Program pengabdian kepada masyarakat ini merupakan penguatan kapasitas kelembagaan PKBM Ash-Shoddiq sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas masyarakat di PKBM Ash-Shoddiq.