Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Techno

IMUNOGENISITAS HEAT KILLED Aeromonas hydrophila Strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 SEBAGAI KANDIDAT VAKSIN Dini Siswani Mulia; Cintya Windarti; Heri Maryanto
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 17, No 2 (2016): Techno Volume 17 No 2, Oktober 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v17i2.1176

Abstract

Abstrak. Vaksinasi Aeromonas hydrophila merupakan langkah konkrit untuk mengendalikan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) yang disebabkan oleh bakteri A.hydrophila. Namun, diperlukan strain bakteri A. hydrophila yang memiliki imunogenisitas tinggi. Pembuatan vaksin dengan metode heat killed merupakan salah satu cara pembuatan vaksin inaktif A. hydrophila selain vaksin inaktif dengan formalin (whole cell). Penelitian bertujuan untuk mengkaji potensi imunogenisitas heat killed A.hydrophila strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 sebagai kandidat vaksin. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 3 perlakuan (strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05). dan 1 kontrol dengan 4 kali ulangan. Vaksin dibuat dengan memanaskan bakteri pada suhu 100ºC selama 2 jam. Ikan uji adalah lele dumbo berumur sekitar 2 bulan dengan ukuran panjang 9-14 cm. Parameter penelitian meliputi titer antibodi, uji reaksi silang, dan parameter kualitas air, yaitu suhu air, pH, dan kadar oksigen terlarut. Data titer antibodi dianalisis dengan Analysis of Variance (Anova) dan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5 %, sedangkan data hasil reaksi silang dan parameter kualitas air diamati secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05 dapat meningkatkan titer antibodi dibandingkan kontrol dan bereaksi positif pada uji reaksi silang, sehingga disimpulkan memiliki imunogenisitas yang tinggi dan direkomendasikan menjadi kandidat vaksin. Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, heat killed, imunogenisitas, kandidat vaksin, strain GB-01, GPd-02, dan GPl-05
UJI LAPANG PAKAN BERVAKSIN Aeromonas hydrophila PADA LELE DUMBO DI DAERAH CILACAP Dini Siswani Mulia; Sri Wahyuningsih; Heri Maryanto; Cahyono Purbomartono
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 16, No 2 (2015): Techno Volume 16 No 2 Oktober 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v16i2.55

Abstract

Masalah utama dalam budidaya lele dumbo adalah penyakit, terutama yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit tersebut dikenal dengan penyakit MAS (Motile Aeromonas Septicemia). Salah satu penanggulangan penyakit MAS adalah dengan vaksinasi. Masalah lain yang sering muncul adalah tingginya biaya pakan sedangkan harga jual ikan cenderung stabil, sehingga pembudidaya ikan cenderung merugi. Perlu strategi untuk membuat pakan sendiri dari bahan-bahan yang masih memiliki kualitas gizi yang baik tetapi harganya murah bahkan memanfaatkan limbah, bahan tersebut mudah diperoleh dan tersedia setiap saat. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara lapang penggunaan pakan bervaksin pada lele dumbo di daerah Cilacap. Uji lapang dilakukan di Desa Purwodadi, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P1 : pemberian pakan bervaksin selama 10 hari; P2 : pemberian pakan bervaksin selama 15 hari; dan P3 : kontrol (non vaksin). Pakan diberikan sebanyak 5% /bb/ekor/hari. Penelitian menggunakan kolam terpal plastik dengan ukuran panjang x lebar x tinggi : 60 x 60 x 80 cm. Lele dumbo yang digunakan berumur 2 bulan, berukuran panjang 12-15 cm dengan berat 16-25 g. Ikan dipelihara selama 8 minggu. Parameter yang diamati adalah respons imun berupa titer antibodi, pertambahan berat dan panjang, serta sintasan ikan. Parameter pendukung yang diamati adalah parameter kualitas air meliputi suhu air, pH, dan oksigen terlarut. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bervaksin dapat meningkatkan produksi titer antibodi (P
Co-Authors . Suwarsito Akhmad Darmawan Aman Suyadi Ana Miftahul Janah Ani Khusniah Ardhana Wikaneswari Arief Husin Arif Husin Arif Husin Arif Mahdiana, Arif Berlian Bun’ya Rista Cahyono Purbamartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cahyono Purbomartono Cintya Windarti Danang Priyambodo Didik Trianto Nugroho, Didik Trianto Dwi Ma’rifatun Khasanah Eddy Sumardi, Eddy Eka Yulyanti Eka Yulyanti, Eka Eqwar Saputra Fatih Wulandari Gayuh Prasetyo Budi Hamzah Syarifuddin, Hamzah Haryanto Haryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto Heri Maryanto, Cahyono Purbomartono, Heri Maryanto, Hery Maryanto, Hery Hindayati Mustafidah Ikhsan Mujahid Irma Tri Susanti Jejentri, Jejentri Juanita Juanita Juanita Juanita Juli R. Wuliandari, Juli R. Juli Rochmijati Wuliandari Kartika Silfiana, Kartika Miftakhul Mudah, Miftakhul Mochammad Imron Awalludin Muhammad Muryanto Muryanto, Muhammad Nadifah, Itqon Ngaynun Nadiya Nur Apreli Noerhaliza Rachman Asriana Dwi Pratama, Ikhsan Prihandoko, Arief Rachmansyah Rachmansyah Rakhmawati Utami, Rakhmawati Ratna Kartika Wati Restu Frida Utami Restu Frida Utami Rijal, Muhammad Azharul Rini Emawati Risna Tri Yuliningsih Rofiqoh Rofiqoh Saputra, Eqwar Saputra, Kukuh Andre Setya Shahiffa Nur Pranannisa Siti Muntasiroh Sri Wahyuni Sugeng Priyadi Sugeng Priyadi Susanto Susanto Susylowati, Dewi Suwarno Suwarno Syamsiar, Syamsiar Syaukaty Yasinta Syiva Vauziyyah Triyanto Triyanto Ulfatun Rizkiyah Wakhudin, Wakhudin Widjarnako, Beny Widya Apriyanti, Widya Wildan Ahid Mujamal Yanuar Verianto, Yanuar Yesi Nartanti Yusuf Aditya