Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Sainteks

PENINGKATAN KUALITAS AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN DENGAN FERMENTASI Rhizopus oligosporus Dini Siswani Mulia; Eka Yulyanti; Heri Maryanto; Cahyono Purbamartono
Sainteks Vol 12, No 1 (2015): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v12i1.83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas ampas tahu sebagai bahan baku pakan ikan dengan fermentasi Rhizopus oligosporus. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu P0 = ampas tahu non fermentasi, P1 = ampas tahu dengan 1,5 mL suspensi R. oligosporus, P2 = 2,5 mL dan P3 = 3,5 mL, untuk masing-masing ampas tahu sebanyak 50 g. Parameter yang diamati adalah hasil uji proksimat, meliputi kadar protein kasar, kadar lemak kasar, kadar air, kadar abu, dan kadar serat kasar serta uji organoleptik, meliputi warna, tekstur, dan bau. Data hasil uji proksimat dianalisis menggunakan uji Analysis of Variance (ANOVA) dan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) dengan taraf uji 5%, sedangkan data hasil uji organoleptik dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka fermentasi ampas tahu dengan R. oligosporus dapat meningkatkan kualitas ampas tahu sebagai bahan baku pakan ikan, dan perlakuan P2 adalah perlakuan yang paling baik karena menghasilkan kualitas protein dan kadar abu tinggi, dan menurunkan kadar lemak paling banyak. Kata Kunci : ampas tahu, fermentasi, Rhizopus oligosporus, kualitas, pakan ikan
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH DALAM MENANGGULANGI IKAN PATIN YANG TERINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila Dini Siswani Mulia; Arif Husin
Sainteks Vol 9, No 2 (2012): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v9i2.268

Abstract

This study aimed to assess the effectiveness in dealing with betel leaf extract catfish infected with Aeromonas hydrophila. This study used an experimental method to completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment consists of feed pellets P1 = + 0.2 g of betel leaf extract / 100 g feed; P2: feed pellets + 0.4 g of betel leaf extract / 100 g feed, P3: feed pellets + 0.6 g of betel leaf extract / 100 g of feed, and P4: feed pellets without betel leaf extract (control). Catfish used a length of 7.8 to 11.3 cm with an average weight of 7.43 g. Feed containing betel leaf extract made after the onset of symptoms of fish to bacteria A. hydrophila, namely on day 3 to day 18 (for 15 days). Parameters be measured were survival rate, clinical symptoms (external) fish, and the process of recovery (recovery) of catfish after bacterial infection A. hydrophila, as well as water quality parameters, including temperature, pH, and dissolved oxygen. Analysis of data using Analysis of Variance (ANOVA) and Duncan's test further with Multiple Range Test (DMRT) at 5% level test. The results showed that the betel leaf extract effective in preventing bacterial infection catfish A. hydrophila. Treatment of betel leaf extract may improve survival catfish reaches 66.67 to 86.11% compared to 30.55% for controls. P1 treatment is the most effective treatment for treating bacterial infections catfish A. hydrophila. Keywords: effectiveness, betel leaf extract, catfish, infection, Aeromonas
Kombinasi Ekstrak Rumput Laut Cokelat (Padina sp.) Dan Vitamin C Melalui Pakan Terhadap Imun Non-Spesifik Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Siti Muntasiroh; Cahyono Purbomartono; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 17, No 1 (2020): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i1.8531

Abstract

Lele dumbo merupakan komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai kompetitif dibanding ikan air tawar lainnya sehingga banyak diminati masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C dalam pakan terhadap persentase hematokrit dan leukokrit serta differensial leukosit pada lele dumbo (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap, masing-masing 4 perlakuan dan 3 kali ulangan individu. Perlakuan dalam penelitian ini meliputi dosis P1 (3000 mg ekstrak rumput lau cokelat/kg pakan), P2 (2250 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 750 mg vitamin C/kg pakan), P3 (1500 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 1500 mg vitamin C/kg pakan), dan P4 (750 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 2250 mg vitamin C/kg pakan). Parameter utama berupa persentase hematokrit, leukokrit, dan differensial leukosit, sedangkan parameter pendukung berupa kualitas air yang meliputi suhu, pH, dan DO. Data dianalisis menggunakan uji Analyisis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, apabila hasil analisis tersebut menunjukkan adanya perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap hematokrit dan differensial leukosit. Nilai hematokrit tertinggi dicapai pada P3 sebesar 48,33%, diferensial limfosit tertinggi pada P3 sebesar 81,29% dan diferensial monosit tertinggi pada P2 sebesar 10,77%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak rumput laut cokelat (Padina sp.) yang dicampur dengan vitamin C dalam pakan sebesar 1500 mg ekstrak rumput laut cokelat/kg pakan dan 1500 mg vitamin C/kg pakan merupakan dosis  terbaik dalam meningkatkan imun non-spesifik.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Tepung Daun Singkong (Manihot utilissima) dan Tepung Ikan Rucah terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Suwarsito Suwarsito; Nadiya Nur Apreli; Dini Siswani Mulia
Sainteks Vol 14, No 2 (2017): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v14i2.4258

Abstract

Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan budidaya air tawar yang mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan karena banyak digemari oleh masyarakat. Pakan adalah salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan         yang dibudidayakan. Salah satu sumber karbohidrat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pakan ikan dari sediaan alam adalah daun singkong. Menurut Samsugiantini (2006), daun singkong mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk meningkatkan nafsu makan. Tepung ikan merupakan salah satu bahan pakan sumber protein hewani yang sering digunakan untuk menyusun pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dan formula optimal tepung daun singkong dan tepung ikan rucah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Hewan yang di uji adalah ikan nila. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol), P1 (tepung daun singkong 10%, tepung ikan rucah 50%, tepung dedak 20%, tepung kedelai 10%, tepung kanji 5% dan vit mineral 5%), P2 (tepung daun singkong 20%, tepung ikan rucah 40%, tepung dedak 20%, tepung kedelai 10%, tepung kanji, vit mineral 5%), P3 (tepung daun singkong 30%, tepung ikan rucah 30%, tepung dedak 20%, tepung kedelai 10%, tepung kanji 5%, vit mineral 5%), P4 (tepung daun singkong 40%, tepung ikan rucah 20%, tepung dedak 20%, tepung kedelai 10%, tepung kanji 5%, vit mineral 5%). Pemberian pakan 3 kali pada pukul 07.00, 13.00 dan 17.00. Parameter yang digunakan adalah pertumbuhan berat dan panjang, laju pertumbuhan spesifik (SGR), efisiensi pakan dan kelangsungan hidup. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian kombinasi tepung daun singkong dan tepung ikan rucah terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat dan pertambahan panjang, sedangkan tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap SGR, kelangsungan hidup dan efisiensi pakan. Pakan buatan yang direkomendasikan untuk mengganti pakan pabrik yaitu pada pakan perlakuan P4.Kata-kata kunci: efisiensi pakan, kelangsungan hidup, pertumbuhan berat dan panjang, pertumbuhan SGR, tepung daun singkong
Non-Specific Immune Potentiating activity of Multivitamins in Catfish (Clarias sp.) Cahyono Purbomartono; Ulfatun Rizkiyah; Dini Siswani Mulia; Arief Husin
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.13113

Abstract

Fish farming is well developed because many people like to consume fish. The main problem in cultivation is an attack of a disease. Generally, the disease in fish is MAS (Motile Aeromonas Septicemia) which is caused by Aeromonas hydrophila. Prevention of diseases in fish can be done by increasing immunity through the addition of multivitamins in feed. This study aims to determine the ability of multivitamins against non-specific immune responses in African catfish (C. gariepinus) as well as to know the optimum dose. The study used an experimental method with a completely randomized design using 3 treatments, 1 control, and 4 individual replications. The treatment using a multivitamin through feed with a dose of T1 = 2 g kg-1, T2 = 2.5 g kg-1, T3 = 3 g kg-1 and T0 = control. The parameters observed were phagocytic activity, and differential leukocytes of monocytes and lymphocytes. Data were analyzed using Analysis of variance (ANOVA) at the 95% confidence level. If there is a real difference, then proceed with the Duncan Multiple Range test Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results showed that the addition of multivitamins through feed on African catfish had a significant effect (p<0.05) on phagocytic activity and differential leukocyte of monocytes, but had no significant effect (p> 0.05) on differential leucocytes of lymphocyte. The optimum dose for increasing non-specific immune responses in African catfish is T2 at a dose of 2.5 g kg-1 of feed. Based on research, the addition of multivitamins through the feed can potentially be used in fish farming to increase immunity.
Pengobatan Lele Dumbo (Clarias gariepinus L.) yang Terinfeksi Aeromonas hydrophila di Kabupaten Banyumas dengan Menggunakan Ekstrak Daun Api-Api (Avicennia marina) Dini Siswani Mulia; Syiva Vauziyyah
Sainteks Vol 18, No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i1.10650

Abstract

Aeromonas hydrophila merupakan salah satu bakteri patogen yang sering menginfeksi lele dumbo (Clarias gariepinus L.) dan menyebabkan penyakit motile aeromonas septicemia (MAS) atau dikenal dengan aeromoniasis. Penyakit ini dapat menyebabkan gagal panen dan menimbulkan kerugian yang sangat besar pada budidaya ikan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengobatan lele dumbo yang terinfeksi bakteri A.hydrophila di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan ekstrak daun api-api (Avicennia marina). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan berupa konsentrasi pemberian ekstrak A.marina, yaitu P0=tanpa pemberian ekstrak daun A. marina, P1= konsentrasi ekstrak daun A. marina 0,2 g/L, P2= konsentrasi ekstrak daun A. marina 0,3 g/L, dan P3=konsentrasi ekstrak daun A. marina 0,4 g/L. Pengobatan ikan dilakukan secara rendaman. Proses recovery diamati selama 30 hari setelah pengobatan. Parameter utama dalam penelitian adalah perkembangan penyakit, proses recovery, sintasan, pertambahan berat ikan, dan panjang ikan. Parameter pendukung dalam penelitian, yaitu suhu, pH, dan kadar O2 terlarut. Data sintasan dianalisis menggunakan Analisis of Variance (anova) dan dilanjutkan dengan menggunakan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan lele dumbo yang diobati dengan menggunakan ekstrak daun A. marina mengalami penyembuhan pada hari ke-12, sedangkan kontrol pada hari ke-30. Hasil analisis data sintasan menunjukkan P0 berbeda nyata (P<0,05) dengan P1, P2, dan P3. Konsentrasi ekstrak A. marina yang paling efektif dan efisien pada penelitian ini adalah 0,2 g/L (P1). Kata-kata kunci: Aeromonas hydrophila, Avicennia marina, Banyumas, ekstrak, lele dumbo
Respon Imun Non-Spesifik Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) yang Diberi β-Glukan Melalui Diet Pakan Cahyono Purbomartono; Yusuf Aditya; Dini Siswani Mulia; Juli Rochmijati Wuliandari; Arif Husin
Sainteks Vol 17, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v17i2.8970

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio L.) merupakan  ikan air tawar yang  banyak dibudidayakan di Jawa Barat dan memiliki harga jual yang relatif tinggi sehingga banyak dibudidayakan secara intensif. Tingginya padat tebar dan konsumsi pakan pada budidaya intensif menyebabkan penurunan kualitas air akibat timbunan sisa pakan dan  ekskresi ikan, menimbulkan stress sehingga ikan mudah terserang penyakit. Penyakit yang sering menyerang ikan air tawar adalah Motile Aeromonas Septicemia (MAS), disebabkan oleh Aeromonas hydrophila. Untuk mengatasinya, pada umumnya dilakukan pengobatan dengan antibiotik, namun dapat mengakibatkan resistensi bakteri sehingga perlu alternatif lain. Salah satu alternatif adalah penggunaan ß-glucan dari ekstraksi ragi roti Saccaromyces cerevisiae untuk meningkatkan imunitas ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan β-glucan terhadap respon imun non-spesifik pada ikan mas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 3 ulangan. Dosis ß-glucan yang digunakan 0 g, 2,5 g, 5 g, 7,5 dan 10 g per kg pakan. Parameter yang diamati yaitu diferensial leukosit meliputi persentase limfosit, monosit dan neutrofil serta aktivitas fagositosis. Analisis data menggunakan Analisis of Varians (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat pengaruh antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ß-glucan melalui pakan berpengaruh signifikan terhadap persentase limfosit, peresentase neutrofil dan aktivitas fagositosis namun tidak berpengaruh signifikan terhadap persentase monosit. Dosis optimum untuk meningkatkan respon imun non-spesifik ikan mas yaitu 5 g/kg pakan.
ISOLASI, KARAKTERISASI, DAN IDENTIFIKASI BAKTERI PADA LELE DUMBO YANG TERSERANG PENYAKIT DI KABUPATEN BANYUMAS Dini Siswani Mulia; Heri Maryanto; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 8, No 1 (2011): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v8i1.299

Abstract

The aim of this research is to isolate, characterize, and identify bacteria on infected African catfish in Banyumas Regency. The researcher used survey method and purposive random sampling technique. Samples were infected African catfish. They were taken from three areas that had potential cultivation for African catfish in Banyumas, namely Rempoah, Kebanggan, and Singosari. In each area, the researcher chose two African catfish cultivating ponds randomly and each pond was taken randomly 3 fishes. Symptoms of the disease in African catfish sample were carefully observed, both externally and internally with surgically. External observation covered wounds and bleeding in some parts of the body, sores or ulcers on the body, protruding eyes, while the internal observation included kidney. Isolation of bacteria carried from the skin (scales), body sores, fin, and kidney. Characterization was done by observing the structure of macroscopic, microscopic, and biochemical tests. The results indicated that 130 isolates of bacteria, and identified to be genus Alcaligenes, Bacillus, Arachnia, Acidomonas, Aeromonas, Amphibacillus, Salmonella, Neisseria, Pseudomonas, Micrococcus, and Clostridium. Keywords: isolation, characterize, identify, bacterium, African catfish, Banyumas regency
Respon Imun Non-spesifik Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) yang Diberi Fucoidan dari Ekstrak Rumput Laut Cokelat Padina sp. Cahyono Purbomartono; Dini Siswani Mulia; Danang Priyambodo
Sainteks Vol 16, No 1 (2019): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v16i1.7012

Abstract

Fucoidan merupakan senyawa polisakarida sulfat yang diekstrak dari rumput laut cokelat Padina sp. Fucoidan diketahui mempunyai beberapa bioaktivitas, salah satunya sebagai imunostimulan. Ikan gurami (Osphronemus gouramy) ukuran + 100 gr diberi perlakuan fucoidan yang dicampur kedalam pakan dengan dosis 0,2 gr kg-1 pakan (P1), 0,4 gr kg-1 pakan (P2) , 0,6 gr kg-1 pakan (P3) serta kontrol (Po) masing-masing dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan, fucoidan dari ekstrak rumput laut cokelat Padina sp. secara signifikan dapat meningkatkan respon imun non-spesifik terhadap persentase hematokrit, leukokrit dan superoksida anion pada ikan gurami. Perlakuan P3 (0,6 gr kg-1) merupakan dosis optimum yang dapat meningkatkan respon imun non-spesifik ikan, menunjukkan fucoidan dapat digunakan dalam budidaya ikan gurami.Kata kunci: fucoidan, Padina sp., ikan gurami, imun non-spesifik
Kandungan Asam Amino Tepung Bulu Ayam yang Difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan Dini Siswani Mulia; Arief Husin; Juli Rochmijati Wuliandari
Sainteks Vol 18, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v18i2.13067

Abstract

Kualitas pakan ikan salah satunya ditentukan oleh kandungan protein dan asam amino. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kandungan asam amino tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis sebagai bahan baku pakan ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu perlakuan I : fermentasi (A1 : kontrol/non fermentasi, A2 : fermentasi dengan B. licheniformis B2560, A3 : fermentasi dengan B. subtilis), dan perlakuan II : jumlah inokulum (B1 : jumlah inokulum 5 mL, B2 : jumlah inokulum 10 mL, B3 : jumlah inokulum 15 mL, masing-masing untuk tepung bulu ayam sebanyak 2 g). Parameter penelitian yang diamati adalah kandungan asam amino. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. licheniformis B2560 dapat meningkatkan kandungan beberapa jenis asam amino lebih tinggi dibandingkan dengan B. subtilis. Jumlah inokulum 15 mL lebih optimal dalam mendegradasi protein keratin menjadi asam amino. Jenis asam amino dengan kandungan yang sesuai untuk kebutuhan ikan adalah asam glutamat, serin, glisin, treonin, arginin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan leusin.