Claim Missing Document
Check
Articles

PERANCANGAN KAPAL KATAMARAN PARIWISATA DI PULAU MENJANGAN BESAR - KARIMUNJAWA Adnan Septi Hadi Romadlon; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB)

Abstract

Karimunjawa merupakan kepulauan yang berada di wilayah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Daerah ini memiliki potensi pariwisata yang sangat bagus sebagai wahana rekreasi yang berbasis alam. Beragam kegiatan menarik bisa dilakukan para wisatawan seperti berenang bersama hiu, melihat Taman Nasional Karimunjawa, mengunjungi penangkaran  penyu, dll. Dalam  melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, pemilihan peralatan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami. Perancangan kapal wisata ini menggunakan metode perbandingan. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan di dapatkan LWL: 16  m, B: 5,40 m, T: 1,00 m, H: 1,80 m, Cb: 0,42.  Kapal ini menggunakan sebuah mesin diesel Outboard  dengan daya yang dihasilkansebesar 20 HP dan memiliki DWT 29,28 ton.  Berdasarkan hasil analisa di dapatkan nilai hambatan sebesar 2,8 KN pada Vmax 7 knot.  Pada tinjauan stabilitas, hasil analisa menunjukkan nilai GZ dan periode oleng terbesar terjadi saat kapal pada kondisi penuh, dan nilai MG terbesar terjadi pada saat kapal muatan kosong dan memiliki periode oleng  2,43 detik
Analisis Kekuatan Pipa Elbow 90° dengan Variasi D/t pada Pipeline, Akibat Beban Momen Bending Anggita Firda Renatasari; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.883 KB)

Abstract

Pipa elbow 90° memiliki peran penting dalam suatu sistem perpipaan yaitu digunakan sebagai sambungan pipa dan  membelokkan arah aliran pipa, salah satu kegagalan struktur yang terjadi pada sambungan pipa elbow 90° yaitu buckling atau tekuk yang diakibatkan oleh variasi kondisi pembebanan. Pada penelitian ini variasi model  pipa elbow 90° berdasarkan perbandingan diameter dan tebal pipanya (D/t) yaitu 29,45 ; 53.31 dan 79,96 dengan variasi kondisi pembebanan inplane, outplane, dan ­in-outplane. Analisis buckling yang dilakukan menggunakan metode elemen hingga dengan mempertimbangkan nilai momen dan deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan. Berdasarkan hasil penelitian dengan variasi D/t dan kondisi pembebanan, maka ditemukan bahwa semakin besar nilai D/t pada pipa elbow 90° maka nilai modulus penampang semakin naik sehingga momen yang terjadi semakin besar dengan yield stress tetap pada setiap variasi kondisi pembebanani yaitu D/t 79,96 dengan nilai momen sebelum buckling sebesar 4,5 x 106 Nm pada kondisi pembebanan outplane, namun dengan semakin besarnya nilai D/t pipa elbow 90° maka semakin kecil nilai deformasi oval yang terjadi pada tiap variasi kondisi pembebanan.
Optimasi Disain Spread Mooring Dengan Konfigurasi Variasi Line Terhadap Six Degrees Of Freedom (DOF) Olah Gerak Pada Kapal Floating Storage And Offloading (FSO) M. Ikbal Afdhal; Untung Budiarto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1890.398 KB)

Abstract

Floating Storage and Offloading (FSO) adalah fasilitas terapung untuk produksi dan penyimpanan sementara minyak dan gas bumi berbentuk kapal yang secara permanen ditambatkan di lokasi operasi. Sistem tambat menyebar (spread mooring system) merupakan salah satu mooring system yang digunakan untuk meredam gerakan dinamis pada FSO akibat beban lingkungan. Tugas akhir ini melakukan analisa terhadap karakteristik gerakan FSO dengan spread mooring system. Tension maksimum pada chain line dan Excursion  FSO menggunakan software MOSES ver.7.10 dan Orcaflex 9.2a. Dari hasil penelitian yang dilakukan terhadap FSO Barakuda kondisi moored, dapat diambil kesimpulan bahwa mooring system dengan konfigurasi desain Spread mooring dengan chain R4 studless 92 mm cetenary merupakan mooring system yang paling sesuai untuk digunakan pada FSO yang mengalami kondisi pembebanan damage line atau ultimate limit state (ULS) paling ekstrem. Excursion  maksimum terjadi pada heading 45 o sebesar x = 9,71 dan y = 13,45 m dalam kondisi damage . Excursion  tersebut sesuai persyaratan fungsionalnya, yaitu sebesar 20% kedalaman perairan. Pada kondisi damage line, tension signifikan terbesar adalah 5787,96 kN yang terjadi pada chain line L02 heading 45o. Sedangkan untuk kondisi intact , tension terbesar adalah 4095,42 kN terjadi pada chain line L02  untuk heading 45o.dan anchor holding capacity signifikan terbesar adalah 5659,90 Kn untuk desain spread mooring dengan R4 studless (φ = 92 mm) terjadi pada chain line L02 untuk heading 45o. Harga safety factor (SF) terkecil 1.34 untuk kondisi damage . Menurut API RP 2SK 2nd edition, SF minimal untuk kondisi damage adalah 1.25, sehingga dapat disimpulkan bahwa chain R4 studless (φ = 92 mm) aman untuk digunakan sebagai mooring system.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI INTERNAL RAMP SISTEM STEEL WIRE ROPE PADA KM. DHARMA KENCANA VIII DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Samuel Febriary Khristyson; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 3 (2014): Agustus
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.229 KB)

Abstract

KM. DHARMA KENCANA VIII adalah kapal tipe Ro - Ro (Passanger Ship) yang memiliki rute pelayaran Merak - Bakauheni yang mampu mengangkut penumpang dan kendaraan dalam jumlah yang relatif banyak.  Penelitian tentang kekuatan konstruksi internal ramp perlu diperhatikan dan dilakukan dimana tegangan yang diakibatkan oleh beban yang mengenainya tidak boleh melebihi batas maksimum σ ijin bahan berdasarkan rules dari klas, adapun acuan rules yang dipakai dalam penelitian ini adalah berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia. Analisa dan permodelan dalam penelitian kekuatan konstruksi internal ramp dilakukan dengan menggunakan program analisa kekuatan berbasis Metode Elemen Hingga  . Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar pada konstruksi internal ramp berdasarkan empat variasi pembebanan.Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil stress terbesar internal ramp terjadi dengan beban kendaraan mobil box pada kondisi loadstep midle yaitu sebesar 55,40 N/mm2 ,dimana daerah paling kritis terjadi pada node 2949 yang terletak pada penegar profil L paling kiri bagian memanjang dan penegar profil T nomor 5 bagian melintang. Tegangan ini masih dalam kondisi aman ,karena setelah dibandingan dengan σ ijin sebesar 400 N/mm2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 7,22 .
Analisa Stabilitas Kapal Perintis 500 DWT Setelah Penambahan Variasi Posisi Sudut dan Lebar Bilga Keel Maria Listyo Yulianti; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1044.88 KB)

Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena stabilitas dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. Salah satu  appendage kapal yang berkaitan dengan stabilitas kapal adalah bilga keel. Dalam penelitian ini, akan dianalisa pengaruh penambahan bilga keel dengan penempatan posisi sudut dan lebar yang terbaik pada stabilitas kapal dan menghitung periode oleng yang memenihi kriteria pada kapal penumpang barang. Metode penelitian ini adalah dengan menganalisa data yang ada menggunakan Software Maxsurf Stability. Setelah dilakukan perhitungan analisa stabilitas kapal perintis 500 DWT, maka didapatkan hasil penambahan variasi posisi sudut dan lebar bilga keel pada kondisi kritis yaitu saat  muatan penuh dan muatan kosong, dan model 3 adalah model dengan posisi sudut penempatan pada 0,5 R daan lebar 50 cm dinilai memiliki pengaruh untuk memperbaiki stabilitas kapal. Model 3 pada muatan penuh memiliki nilai GZ 0,758 m dan pada kondisi muatan kosong 0,857 m. Periode oleng yang dihasilkan oleh semua model kapal pada 10 kondisi stabilitas yang dianalisa dinyatakan memenuhi standar periode oleng menurut IMO untuk kapal penumpang barang yaitu 10,5 sampai 14,5 detik, dan model 3 memiliki rata-rata periode oleng yang paling kecil yaitu sekitar 14 detik.
ANALISA KEKUATAN STRUKTUR PONDASI MESIN DENGAN INTERAKSI TRUST BLOCK PADA KAPAL ROPAX 5000 GT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Bayu Adityo Nugroho; Imam Pujo Mulyatno; kiryanto kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.838 KB)

Abstract

Konstruksi struktur pondasi mesin pada kapal adalah salah satu struktur yang sangat penting, dikarenakan konstruksi ini menerima beban dari mesin itu sendiri serta gaya dorong kapal yang diteruskan dari thrust block sehingga mengakibatkan terjadinya tegangan pada pelat pelat bagian pondasi mesin tersebut. Kekuatan konstruksi pondasi mesin dianalisa dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH). Beban yang disimulasikan pada konstruksi pondasi mesin meliputi beban dari berat mesin utama sebesar 336.85 kN, H momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya searah dari sumbu Z sebesar 55 kN, X momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang berlawanan dan searah sumbu Z sebesar 43 kN, L momen yaitu kondisi dimana mesin mendapat gaya yang searah dari sumbu X sebesar 18 kN, serta daya dorong kapal sebesar 87.15 kN. Material yang digunakan adalah baja grade A-BKI ASTM A131, Grade AH36 dengan modulus elastisitas sebesar 200 GPa dan poisson ratio sebesar 0,29. Sedangkan rules yang digunakan adalah standart rules dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI). Dilakukan studi lapangan serta studi literatur untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, kemudian melakukan pengolahan data yang dilanjutkan dengan pembuatan model, dalam hal ini pembuatan model dilakukan di salah satu program yang berbasis software elemen hingga. Struktur yang dianalisa dibagi dalam elemen-elemen yang lebih kecil (mesh) dalam jumlah yang berhingga dengan pemberian nilai kondisi batas struktur yang disimulasikan. Dengan simulasi pada metode elemen hingga dapat diketahui karakteristik dan letak tegangan maksimum sebuah struktur berdasarkan simulasi pembebanan. Dari hasil analisa didapatkan hasil tegangan von misses maksimum sebesar 96.2 N/mm2 pada node 36922 atau pada gading nomor 33 pada daerah kamar mesin akibat akumulasi dari thrust block. Hasil analisa yang didapatkan kemudian dibandingkan dengan perhitungan tegangan izin berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 116.36 N/mm2, dimana hasil analisa yang didapat menggunakan program bantu berbasis metode elemen hingga masih dalam ketentuan dari rules Biro Klasifikasi Indonesia. Selain itu, tegangan von misses maksimum yang terjadi masih memenuhi standar faktor keamanan yang ditentukan Biro Klasifikasi Indonesia yaitu harus lebih dari 1, dimana nilai yang didapat yaitu sebesar 2.44. 
PERANCANGAN UNDERWATER SIGHTSEEING BOAT UNTUK SARANA WISATA DI PULAU WEH SABANG Kyky Ramalida Yanti; Wilma Amiruddin; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 1 (2014): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.368 KB)

Abstract

Kapal semi submarine di Indonesia masih terpaku oleh desain exterior maupun interior yang masih tradisional. Desain tersebut masih sangat kurang bila dibandingkan dengan kapal-kapal semi submarine di luar negeri yang sudah memiliki perlengkapan dan fasilitas yang cukup canggih serta desain yang unik dan menarik. Bagian lambung kapal didesain dengan dilengkapi kaca transparan di sisi kanan dan kiri lambung. Kapal yang dirancang bertujuan untuk membantu menaikkan minat pariwisata di Pulau Weh, Sabang. Metode yang digunakan dalam perancangan kapal ini menggunakan kapal pembanding sebagai acuan dengan lambung berbentuk monohull. Perancangan kapal ini juga memperhatikan perhitungan rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, stabilitas kapal, olah gerak kapal, kekuatan kapal, dan pemilihan peralatan penyelamatan dan motor induk yang didasari hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal, sehingga sarana pariwisata yang dirancang memiliki karakter yang baik karena sangat mengutamakan faktor keamanan dan kenyamanan penumpang dalam berwisata.Kemudian ukuran utama yang didapatkan dianalisa kelayakan lambungnya dengan software pendukung perancangan kapal. Ukuran utama yang dihasilkan dari perhitungan adalah Loa: 15,00 m, B: 5,00 m, T: 2,00 m, H: 2,9 m. Kapal pariwisata ini menggunakan sebuah tenaga penggerak berupa podded electric motor dengan daya yang dihasilkan sebesar 26,8 HP. Pada tinjauan stabilitas, kapal dikondisikan dalam VII kondisi, dimana hasil menunjukkan nilai GZ terbesar yaitu pada kondisi V. Pada tinjauan olah gerak kapal pariwisata ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes, dengan nilai heaving maximal 0,769 m, nilai rolling maximal 10,18º dan ptching 3,52º. Analisa kekuatan dari kapal menghasilkan nilai dari stress maksimal dari kapal adalah 6,05 x 105 Pa dan masih dibawah tegangan ijin menurut  Rules ASME sebesar 6,89 x 106 Pa. Sedangkan deformasi maksimal yang dialami kapal aadalah 22,9 mm. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal memiliki space yang cukup untuk menampung penumpang lebih banyak yaitu 30 orang, peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Analisa Kelelahan Propeller Kapal Ikan PVC Dengan Metode Elemen Hingga Hilman Andriyana Hidayatis Salam; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.359 KB)

Abstract

Kapal ikan merupakan kapal yang memiliki tugas utama untuk menangkap ikan tidak terkecuali bagi Kapal Ikan PVC Baruna Fishtama. Dalam melakukan tugas pokoknya tersebut, propeller merupakan salah satu komponen penting karena tanpanya sebuah kapal tidak akan bisa melakukan fungsi dan kegunaannya. Namun, sebuah baling-baling kapal harus memiliki kemampuan yang cukup dalam  menopang gaya-gaya yang bekerja terhadapnya secara terus-menerus, yang dapat mengakibatkan terjadinya keretakan dan akhirnya mengalami kepatahan. Analisa kelelahan propeller diperlukan untuk dapat mengetahui batas waktu atau  fatigue life propeller sehingga dapat menghindari terjadinya deformasi dan juga kemungkinan kecelakaan kerja pada saat kapal beroperasi. Pembebanan yang diberikan didapat dari hasil contour pressure pada analisa CFD terlebih dahulu yang kemudian di-running dengan menggunakan Metode Elemen Hingga (MEH) untuk mendapatkan Hot Spot Stress. Hasilnya didapatkan Hot Spot Stress sebesar 3,515 x 1011 Pa yang berlokasi di daerah root suction back propeller akibat perbedaan tekanan yang cukup signifikan pada bagian  face dan back propeller. Nilai tegangan tersebut dapat digunakan untuk mendapatkan life cycle minimum sebesar 3,32 x 109  cycle yang kemudian didapatkan umur dari material selama 32,21 tahun. 
Evaluasi Schedule Penyebab Keterlambatan Pada New Ship Building Project Berdasarkan Manajemen Risiko Studi Kasus Kapal Perintis 2000 GT Rezza Alvian Santosa; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelesaian proyek bangunan baru kapal sering tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak. Faktor risiko sangat berpengaruh dalam mencapai kesuksesan proyek. Maka analisa risiko dan mitigasi risiko diperlukan dalam manajemen risiko proyek. Penelitian ini memerlukan objek data berupa main schedule proyek. Kemudian dilakukan analisa risiko dengan identifikasi dan verifikasi risiko yang ada pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Dengan menggunakan metode Monte Carlo dan Software Primavera Risk Analyst, pada penelitian kali mendapatkan hasil berupa peringkat risiko, perkiraan keberhasilan suatu proyek terhadap schedule proyek, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta mitigasi risiko atau respon terhadap proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT. Hasil menunjukan nilai persentase keterlambatan sebesar 12,65 % dari target pembangunan yang dicapai adalah 727 hari. Maka proyek mengalami delay akibat adanya risiko selama 92 hari dan proyek diperkirakan selesai dalam 819 hari. Pada proyek bangunan baru kapal perintis 2000 GT di PT. Janata Marina Indah didapatkan 16 risiko yang berpengaruh terhadap pekerjaan dengan 4 risiko kategori sangat tinggi, 9 risiko kategori tinggi ,dan 3 risiko kategori sedang.
ANALISA TEGANGAN SISTEM PERPIPAAN BALLAST LANDING CRAFT TANK 200 GT Rizki Hidayatullah; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 4 (2014): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.298 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank 200 GT adalah kapal komersial yang  mampu mengangkut penumpang dan juga mengangkut kendaraan dalam ukuran yang relatif besar. Kapal ini dilengkapi dengan sistem perpipaan ballast. Dalam rute pelayarannya mengharuskan kapal pada saat beroperasi mengalami pengaruh dari gelombang air laut, yaitu gelombang hogging dan sagging yang berulang-ulang serta tegangan yang terjadi akibat dari tekanan gelombang dari luar, hal ini akan berpengaruh pada kekuatan pipa ballast yang letaknya tepat bersinggungan dengan kontruksi bottom kapal. Maka secara garis besar perencanaan sistem perpipaan ballast ini membuat suatu perpipaan yang mempunyai tingkat tegangan pada batas yang diijinkan dan bisa diterima oleh perpipaan tersebut. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui besarnya tegangan yang terjadi pada sistem perpipaan ballast pada LCT 200 GT berdasarkan dua variasi kondisi, yaitu gelombang hogging dan sagging. Hasil penelitian menggunakan ANSYS didapatkan tegangan maksimal model pada kondisi hogging dengan tekanan sebesar 335,12 x 103 N/mm2 yaitu  terjadi pada nodal 36607 sebesar 344,92 N/mm2. Tegangan ini masih dalam kondisi aman karena setelah dibandingkan dengan σijin sebesar 360 N/mm2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 1,04. Pada model kondisi sagging dengan tekanan sebesar 107,69 x 103 N/mm2 didapatkan tegangan maksimal yaitu  terjadi pada nodal 51801 sebesar 325,32 N/mm2. Tegangan ini masih dalam kondisi aman karena setelah dibandingkan dengan σijin sebesar 360 N/mm2 berdasarkan rules BKI menghasilkan nilai safety factor sebesar 1,11.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal