Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. ABADI JAYA MARITIM Ebenhazer Rizky Dwiano; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari.Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya.. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan output dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas.Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor dalam proses bongkar muat. Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0.533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0.303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0.097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0.068.
Peranan Fender Dalam Studi Kasus Tubrukan Landing Ship Tank Dengan Haluan Tugboat 2x800 HP Menggunakan Metode Elemen Hingga Agung Putra; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.773 KB)

Abstract

Impact adalah benturan antara dua benda dalam waktu yang singkat dengan gaya yang besar. Penelitian tubrukan kasus ini pada haluan tugboat 2 x 800 HP dengan Landing Ship Tank menggunakan metode elemen hingga dengan software Ansys-LS DYNA.Pada penelitian ini digunakan 2 variasi yaitu tubrukan dimana tugboat tidak dilengkapi fender dan tugboat dilengkapi fender. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. Nilai pembebanan yang digunakan menggunakan energi kinetik masing-masing 0,77 MJ, 7,37 MJ, dan 28,23 MJ. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan. Penambahan fender pada tugboat dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal. Nilai gaya kontak maksimum sebelum diberikan fender dari kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing-masing 280,82 MN, 428,5 MN, dan 810,97 MN, setelah diberikan fender nilai gaya kontak maksimum menjadi 76,63 MN, 289,22 MN, dan 485,32 MN. Nilai Energi Kinetik  untuk tugboat yang tidak dilengkapi fender  kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing – masing  EK0 = 0,77 MJ dan EK1= 0,08 MJ, EK0 = 7,37 MJ dan EK1= 0,32 MJ, EK0 = 28,23 MJ dan EK1= 11,32 sedangkan untuk tugboat  yang dilengkapi fender nilai maksimum gayanya masing masing  EK0 = 0,17 MJ dan EK1= 0,02 MJ, EK0 = 0,48 MJ dan EK1= 0,03 MJ, EK0 = 11,27 MJ dan EK1= 0,17 MJ. Sehingga dengan ditambahkannya fender dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
Optimalisasi Repair Schedule KN Panah P.207 Dengan Critical Path Method Guna Mempercepat Pengerjaan Repair Fajar adha; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pada proyek perbaikan kapal seringkali memiliki realisasi pengerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, Penelitian ini menggunakan metode jalus kritis dan network planning untuk untuk  mempersingkat durasi pengerjaan dan menghitung produktivitas pekerjaan repair kapal KN Panah P.207 di galangan Cirebon,  perbaikan kapal KN Panah P.207 pada mulanya memiliki durasi pengerjaan selama 30 hari kerja, Setelah dilakukan Crashing pada 8 pekerjaan di proyek ini dengan menambah jumlah pekerja sebanyak 13 orang maka di dapat pengurangan durasi sebanyak 2 hari sehingga pengerjaan proyek menjadi 28 hari dengan penambahan biaya sebanyak 1,57% dari biaya awal Rp 198.640.000 menjadi Rp 201.760.000  . Analisa produktifitas pada penelitian ini berfokus pada pekerjaan Sanblasting dan pengecatan lambung dengan pertimbangan pekerjaan tersebut berada dalam jalur kritis dan memiliki satuan pekerjaan tetap sehingga dapat dihitung. Harga produktifitas awal sebelum crashing adalah Rp 2.131/m2  dan indeks produktifitas tenaga kerja 61,02 m2/orang per 8 jam kerja, setelah crashing dengan menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 2 orang dari total tenaga kerja 6 orang menjadi 8 orang maka di dapatkan harga produktifitas baru  sebesar Rp 2.209/m2  dengan indeks produktifitas tenaga kerja sebesar 58,84 m2/ orang per 8 jam kerja dan indeks produktivitas galangan meningkat dari 45,76 m2/jam menjadi 58,83 m2/jam.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT ARI 400 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Nofia Maranata; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.889 KB)

Abstract

Kapal TugBoat Ari adalah tipe kapal tunda yang beroperasi pada wilayah perairan sungai di pulau Kalimantan. Kapal Tugboat ini digunakan untuk menarik serta mendorong kapal tongkang pengangkut batubara dari wilayah penambangan di pedalaman pulau Kalimantan menuju laut melalui jalur sungai. Beberapa beban tarik dan beban tekan mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan terjadi pada bagian haluan kapal dan daerah sekitar towing bolder akibat gerakan menarik dan mendorong yang dilakukan kapal Tugboat. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya dorong dan gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat, berdasarkan dua variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge dan dead weight barge. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Tugboat dengan variasi pembebanan light weight barge, dead weight barge didapatkan nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan mendorong dengan pembebanan light weight barge sebesar 42,6 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 147 N/mm2. Nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan menarik dengan pembebanan light weight barge sebesar 79,1 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 191 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standart BKI.
Analisa Pengaruh Kedalaman, Arus, Serta Tinggi Gelombang Perairan Terhadap Olah Gerak Kapal Hafidh Ivandri; Imam Pujo Mulyatno; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.251 KB)

Abstract

Seakeeping adalah kemampuan kapal untuk tetap bertahan di atas gelombang. Kemampuan olah gerak kapal sangat dipengarui oleh factor - factor luar dari kapal yang berkaitan dengan keadaan laut dan perairan dimana kapal berlayar[1]. Perhitungan seakeeping dengan bermacam-macam variasi kedalaman,arus serta tinggi gelombang diperlukan untuk alasan safety kapal saat berlayar. Pada perhitungan seakeeping menggunakan teori strip linear untuk menghitung respon gerakan heaving dan pitching sedangkan roll damping teory untuk gerakan rolling. Pada penilitian ini dilakukan analisa perbandingan variasi kedalaman perairan 10 T, 15 T dan 20 T ( T = draft kapal ), tinggi gelombang perairan 0,5 m, 1 m, 1,5 m dan 2 m serta variasi arus dengan kecepatan 1 m/s dengan variasi kedalaman arus 10 T, 15 T dan 20 T guna mengetahui pengaruh variasi tersebut terhadap olah gerak kapal. Permodelan dilakukan dengan software Delftship kemudian menggunakan software ANSYS AQWA Hydrodynamic Diffraction dan Hydrodynamic Time Response guna mendapatkan Response Amplitude Operator (RAO) dari masing-masing kondisi variasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan variasi tinggi gelombang 0.5 m , 1 m dan 1,5 m 2 m pada kedalaman 10 T sampai kedalaman 15 T tidak ada perubahan nilai Root Mean Square (RMS) Motion dan Acceleration yang signifikan, sedangkan pada kedalaman 20 T sampai kedalaman 15 T nilai RMS untuk Roll Motion naik sebesar 0.131%, nilai Heave Motion  0.010%, nilai Pitch Motion 0,021% ,nilai Heave Acceleration 0.014%  dan nilai Pitch Acceleration 0.028%. Kemudian untuk analisa pengaruh arus terhadap olah gerak kapal dari hasil penilitian ini dapat diketahui nilai Hs untuk masing-masing kondisi memiliki nilai terbesar pada Arus dengan kedalaman 10 T yaitu Rolling = 0.32o, Pitching = 0.11o dan Heaving = 0.08 m , sedangkan nilai terendah pada Arus dengan kedalaman 20 T yaitu Rolling = 0.03o, Pitching = 0.04o, dan Heaving = 0,04 m.
STUDI RANCANG RESCHEDULE PEMBANGUNAN KAPAL BARU MENGGUNAKAN FULL OUTFITTING BLOCK SYSTEM ( FOBS ) DENGAN PROJECT CPM PADA KAPAL LCT 200 GT Cindy Rizka Griyantia; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.558 KB)

Abstract

Produktivitas bagi galangan merupakan suatu hal yang harus diperhatikan karena merupakan tolak ukur keberhasilan galangan itu sendiri. Seiring dengan perkembangan teknologi produksi kapal, setiap galangan mengalami perubahan sistem pembangunan kapal guna mendapatkan hasil pengerjaan yang lebih efektif. Selain perkembangan sistem pengerjaan, dibutuhkan pula sumber daya yang dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan sistem yang digunakan, diantaranya yaitu kebutuhan sumber daya manusia, material, dan saranan & fasilitas yang dimiliki oleh galangan. Dalam menyelesaikan proyek pembangunan kapal LCT 200 GT dengan berat konstruksi 261.084,8 Kg dan berat outfitting 28.570 kg, galangan menggunakan sistem konvensional atau pembangunan kapal yang dimulai dari alas, kemudian gading – gadingnya dipasang dikulitnya, dan kemudian pekerjaan outfitting dimulai. Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang jadwal proses pembangunan baru pada kapal sungai LCT 200 GT menggunakan Full Outfitting Block System ( FOBS ) dengan menggunakan project CPM dan bertujuan untuk membandingkan kecepatan, ketepatan, dan efektifitas produksinya. Critical Path Methode digunakan untuk mengkaji penjadwalan guna mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan software manajemen proyek 2013. Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa pembangunan kapal LCT 200 GT dengan menerapkan sistem konvensional dapat dikerjakan selama 321 hari. Pada penerapan sistem konvensional, galangan membutuhkan pekerja sebanyak 33 orang/hari dengan produktifitas 2.112  kg/hari. Sedangkan dengan menerapkan FOBS dapat dikerjakan selama 271 hari dengan membutuhkan pekerja sebanyak 37 orang/hari dengan produktifitas 2.368 kg/hari. Dari kedua penerapan sistem didapatkan selisih durasi pengerjaan selama 50 hari dan selisih Jam Orang yang dibutuhkan yaitu sebanyak 4.528 Jam Orang. Dengan menerapkan FOBS, galangan dapat mengefisiensikan biaya sebesar 5,3% dari pembayaran jasa pekerja.
Studi Penjadwalan Ulang Pekerjaan Reparasi Pada Kapal MV. Awu Dengan Network Diagram Dan Critical Path Method (CPM)) Jordan Samuel Hutapea; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan industri memiliki kecenderungan realisasi berbeda dengan yang sudah direncanakan, termasuk dalam industri galangan kapal. Metode network planning dan metode Critical Path Method merupakan alat yang digunakan dalam sistem penjadwalan, yang produknya merupakan jadwal pekerjaan. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan penelitian analisis penjadwalan ulang pada reparasi kapal MV. Awu di galangan Semarang. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan network diagram, jalur kritis (Critical Path), perhitungan sumber daya, dan juga produktivitas pada pekerjaan replating dan hull construction. Pada network diagram keseluruhan pekerjaan, pekerjaan replating dan hull construction memiliki durasi selama 18 hari, sedangkan setelah dilakukan crashing didapatkan durasi pekerjaan baru selama 16 hari. Perhitungan produktivitas difokuskan pada pekerjaan replating dan hull construction, karena pekerjaan tersebut memiliki satuan yang jelas dan tidak berubah (kilogram).  Harga produktivitas pekerjaan sebelum dilakukan crashing adalah Rp. 4.560/kg dengan produktivitas bobot pekerjaan sebesar 31.61kg/orang setiap satu hari, setelah dilakukan crashing dengan penambahan tenaga kerja didapatkan harga produktivitas sebesar Rp. 5.130/kg dengan bobot pekerjaan sebesar 29kg/orang setiap satu hari. 
Kajian Teknis Kekuatan Ring Construction Akibat Penambahan Inner Shell Pada Cargo Wing Tank Chemical Vessel 18944 DWT Konversi Dari Single Hull Ke Double Hull Dengan Metode Elemen Hingga Agung Surana Dwi Yoga; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.52 KB)

Abstract

Peraturan MARPOL Annex I Regulation 19 mewajibkan kapal oil tanker berkonstruksi single hull dan single bottom tidak boleh beroperasi di perairan sejak 5 April 2005. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menganalisa dan membandingkan kekuatan kapal tanker dengan konstruksi single hull dan yang sudah terkonversi menjadi double hull sebagai konfigurasi ring construction. Konversi konstruksi kapal tanker dilakukan dengan metode penambahan inner shell pada cargo wing tank berdasarkan peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Tahapan produksi dimulai dengan pembongkaran geladak, pemotongan konstruksi, pembangunan inner shell, dan pemasangan kembali panel geladak. Pada konversi ini, dilakukan uji sagging, hogging, dan air tenang berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Dari hasil modifikasi, dihasilkan penambahan berat baja tiap kompartemen. Untuk kompartemen COT (Center Cargo Oil Tank) No. 7 dan COT (Cargo Oil Tank) No. 5 dengan berat baja 29626,19 Ton, kemudian setelah hasil modifikasi berat baja bertambah sebesar 32417,48 Ton. Nilai pembebanan yang diinputkan Mwv-sagging : -409426 kN, Mwv-hogging : -390882,8 kN, Msw-still water : -313068,5 kN. Dari hasil analisa di dapat nilai tegangan pada kapal konstruksi single hull sebesar 87,7 Mpa pada kondisi sagging, 83,7 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,8 Mpa pada kondisi still water. Kemudian pada saat kapal sudah terkonversi ke double hull didapat nilai tegangan sebesar 85,6 Mpa pada kondisi sagging, 79,5 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,6 Mpa pada kondisi still water . Kemudian dari nilai deformasi yang dihasilkan dari konversi ke double hull lebih kecil dari sebelum konversi. Maka kapal chemical carrier MT Indradi dapat beroperasional untuk beberapa tahun kemudian.
Studi Analisis Investasi dan Olah Gerak Kapal Pariwisata di Waduk Kedung Ombo Boyolali Zaki Maulana Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu waduk yang menjadi tujuan wisata terkemuka di daerah Jawa Tengah. Salah satu wisata utama yang ditawarkan adalah wisata air berupa kapal wisata yang berkeliling daerah waduk tersebut. Baru-baru ini terjadi peristiwa yang menyebabkan tenggelamnya sebuah kapal di Waduk Kedung Ombo dikarenakan penumpang serentak bergeser kehaluan untuk berebut foto selfie. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi analisis terhadap kapal wisata pada waduk Kedung Ombo untuk mengetahui kelayakan kapal dalam beroperasi. Kapal wisata yang dianalisis memiliki LOA 8.7 m, lebar 1.75 m, sarat 0.5 m, tinggi 0.9 m dan kecepatan 11.43 knot. Kapal ini dianalisa hambatannya menggunakan metode Van Oomertsen dan memiliki hambatan total sebesar 5.8 kN. Kemudian analisa stabilitas dilakukan dengan berdasarkan 3 kondisi muatan serta untuk analisa olah gerak dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling pada tinggi gelombang 0.5 m dengan sudut heading 45°, 90°,135°, dan 180°. Tinjauan stabilitas dan olah gerak yang diakukan pada penelitian kapal wisata ini telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh International Maritim Organization. Selanjutnya kapal ini dihitung Break event Point dan diketahui balik modal 9 bulan 22 hari setelah kapal beroperasi secara normal.
Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga Fajrul Falah Rosid; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.922 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal