Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kekuatan Struktur Main Deck Sebagai Penumpu Towing Winch Pada Kapal OSV.Go Perseus Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Ellypar Sutisna S; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.112 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) serta mengetahui letak titik kritis pada kapal, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal yaitu beban winch, beban tarik, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada deck kapal model satu dalam kondisi tarik sebesar 74,2 N/mm2, kondisi sagging sebesar 101 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 70,9 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi beban tarik sebesar 69,0 N/mm2, kondisi sagging sebesar 99 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 64,8 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Anchor Handling Tug Supply masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
ANALISA KEKUATAN FIX STINGER PADA S LAY BARGE UNTUK INSTALASI PERPIPAAN BAWAH LAUT Wildan Achmad Suryaningrat; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.3 KB)

Abstract

Metode penginstalan pipa bawah laut yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode S Lay. Banyak digunakan karena eksplorasi minyak dan  gas saat ini masih berkisar pada laut dangkal yang mempunyai kedalaman dibawah 300 meter. Untuk mempertahankan bentuk pipa pada saat instalasi S Lay barge memerlukan struktur pendukung berupa konstruksi tiang – tiang  yang dilengkapi dengan roller disebut Stinger  yang terbuat dari material baja STPG 410. Tujuan utama Stinger adalah untuk mengatur lendutan pipa pada daerah overbend agar sesampainnya pipa pada dasar laut mempunyai derajat kedatangan yang aman sehingga mencegah terjadinya buckling. kedalaman laut yang semakin dalam berakibat  tegangan yang diterima stinger akan semakin besar, akibat beban pipa yang diterima oleh stinger.Oleh karena itu tugas akhir ini akan mengkaji kekuatan Fix Stinger SEA 004 yang dimiliki oleh McDermott Middle East dengan metode elemen hingga. Dan dari hasil analisa menunjukan bahwasannya Stinger masih mampu menginstal pipa berdiameter 3 meter, lebih besar dari ketentuan fabrikator yang mencapai 0,75 meter. Serta kdalaman laut hingga 400 meter lebih dari batas instalasi S Lay yang biasanya hanya sampai  kedalaman 300 meter. Dari hasil pengujian menunjukan bahwasannya variasi beban terbesar terjadi pada model IV dengan beban sebesar 289 N/mm2  pada node26. Dengan mengalami deformasi sebesar 20512 mm. Hasil tersebut  masihdinyatakan aman menurut rules ASTM A53 karena Yield Material baja STPG sebesar 360 N/mm2
KAJIAN TEKNIK KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT 2 x 800 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Lestari Damanik; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.553 KB)

Abstract

Kapal TugBoat 2 x 800 HP adalah tipe kapal tunda (Tugboat) yang beroperasi pada wilayah perairan Jakarta yang dapat dioperasikan di Pelabuhan, Pelayaran Pantai dan cocok untuk kegiatan penundaan kapal dengan fungsi menarik, mendorong dan menggandeng serta dapat digunakan untuk kegiatan SAR bahkan untuk penanggulangan tumpahan minyak baik di laut ataupun di area pelabuhan. Adanya beban tarik terhadap maindeck kapal Tugboat mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan pada daerah sekitar towing hook dan towing winch yang dapat menimbulkan banyak masalah seperti kerusakan, deformasi, keretakan, dll. Sehingga dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM) pada daerah yang mengalami tegangan tersebut. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat berdasarkan empat variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge, light weight barge + dead weight barge, sagging (full load), dan hogging (full load). Adapun hasil analisa dan perhitungan nilai tegangan tertinggi dengan kajian pressure yang terjadi saat kapal Tugboat melakukan gerakan menarik adalah saat pembebanan full load kondisi kapal sagging yakni sebesar 78,30 N/mm2 yang terletak pada frame 15. Sedangkan untuk nilai pembebanan light weight barge sebesar 35,20 N/mm2, pembebanan full load sebesar 77,80 N/mm2 ,dan pembebanan full load kondisi hogging sebesar 77,70 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan (400 N/mm2) maupun safety factor (195,05 N/mm2) standart BKI, dimana nilai FS > 1 (aman).
PEMBERDAYAAN NELAYAN TANGKAP TRADISIONAL MELALUI PENGGUNAAN ALAT BANTU PENGUMPUL IKAN RAMAH LINGKUNGAN Ari Wibawa Budi Santosa; Muhammad Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo; Untung Budiarto; Good Rindo
Jurnal Pasopati : Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Pengembangan Teknologi Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitra dari kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan kelompok nelayan yang tergabung dalam KUD Mino Utomo dan paguyuban nelayan kabupaten Demak. Karya utama dalam kegiatan ini adalah alat pemanggil ikan berupa lampu celup dengan dilengkapi solarsel sebagai sumber energi alternatif pengganti BBM yang ramah lingkungan. Peralatan ini dirancang sebagai lampu atraktor yang dapat meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi biaya operasional. Lampu tersebut dapat di turunkan ke dalam air sampai kedalaman tertentu. Sistim pencahayaan ikan menggunakan lampu listrik dalam air bertenaga surya yang telah dibuat teridiri dari: satu paket lacuba terdiri dari 2 (dua) buah lampu, 1 (satu) buah converter, kabel masing-masing untuk 1 (satu) lampu sepanjang 15 meter, 1 (satu) buah Charger, untuk pengisian Accu. Intensitas cahaya lampu yang paling besar pada arah horizontal dan mempunyai daya jangkau paling jauh adalah lampu yang berwarna putih sebesar 20.000 lux dengan jarak maksimum 20 meter dan intensitas paling rendah pada lampu bercahaya merah sebesar 2.200 lux dengan jarak maksimum 14 meter. Dengan adanya alat ini nelayan tidak tergantung pada bahan bakar minyak bumi (BBM), dapat menekan biaya operasional dan akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Analisa Teknis dan Ekonomis Perancangan Water Ballast Treatment Metode Filtration + UV pada Kapal Transko Aquila 3592 DWT Rifat Al Farid; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto; Andi Trimulyono; Ari Wibawa Budi Santosa
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 2 (2021): INOVTEK VOL.11 NO.2 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i2.2046

Abstract

Proses pertukaran air ballast dapat menyebabkan pencemaran lingkungan laut dengan berpindahnya mikroorganisme dari lingkungan awal ke lingkungan baru. Oleh karena itu, IMO (International Maritime Organization) mewajibkan semua kapal pelayaran memiliki sistem water ballast management yang sesuai standar regulasi International Convention for the Control and Management of Ships’s Ballast Water and Sediments pada tahun 2024. Selain memenuhi regulasi, penelitian ini bermanfaat untuk kemajuan industri pelayaran. Hal ini akan diterapkan pada water ballast system kapal Transko Aquila milik PT Pertamina Trans Kontinental. Dari bermacam-macam metode pengolahan air ballast diambil metode filtration + UV karena lebih efektif dalam membunuh mikroorganisme laut. Penelitian ini dilakukan dengan analisa teknis perhitungan total head dengan penambahan mesin water ballast treatment untuk menentukan apakah perlu dilakukannya pergantian pompa ballast. Selain itu untuk analisa ekonomis dilakukan perhitungan dengan metode activity based costing yang merupakan perhitungan biaya menurut aktivitas yang dilakukan. Disimpulkan bahwa berdasarkan analisa teknis dihasilkan head sebesar 19,11 m dengan pompa FRAMO VH150/200 debit 350 m3/h tanpa ada pergantian pompa ballast, serta pada analisa biaya dibutuhkan biaya sebesar Rp8.632.117.983,00.
Perancangan Kapal Wisata Katamaran Sebagai Upaya Penunjang Objek Wisata di Rowo Jombor Defina - Prawoto; Ari Wibawa Budi Santosa; Imam Pujo Mulyatno
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 2 (2021): INOVTEK VOL.11 NO.2 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i2.2067

Abstract

Kapal katamaran merupakan jenis kapal yang memiliki dua lambung. Kapal ini biasa digunakan pada perairan dangkal seperti di rowo jombor. Rowo Jombor terletak di Kabupaten Klaten dengan luas ±198 ha dan kedalaman 6 meter. Kapal jenis katamaran memiliki stabilitas yang baik serta luas pemukaan yang besar sehingga cocok digunakan kapal wisata rowo jombor. Tujuan penelitian ini untuk merancang rencana garis, rencana umum, analisa hambatan, hidrostatik, stabilitas serta analisa biaya ekonomis kapal. Hal ini diharapkan dapat membantu pengelola objek wisata Rowo Jombor untuk membangun kapal wisata yang aman dan sesuai dengan karakteristik perairan disana. Peneliti menggunakan metode perbandingan 5 kapal pembanding untuk menghasillkan ukuran utama L: 18,32 m, B: 6,62 m, T: 1,54 m, H: 2,3 m, Cb: 0,65. Hasil dari tugas akhir berupa DWT sebesar 84,97 ton atau 127,45 GT, analisa hidrostatik yang menghasilkan LCB sebesar 5,22m, perhitungan hambatan kapal sebesar 14,3KN pada Vmax 6 knots, perhitungan stabilitas sesuai dengan standar IMO IS Code No. A 749(18) dengan GZ maksimal terjadi pada kondisi IV atau kondisi kapal kosong serta biaya ekonomis sebesar Rp. 672.089.511,00 dengan break event point tercapai setelah 3,1 tahun. Dari tugas akhir ini didapatkan kesimpulan bahwa katamaran 127,45 GT dapat diaplikasikan pada kapal wisata Rowo Jombor Klaten.
Analisa Percepatan Proyek Reparasi Kapal KT Tirtayasa II Terhadap Biaya Dengan Metode Time Cost Trade Off Citra Tri Tunggal Dewi; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tugas akhir ini, digunakan objek penelitian data proyek reparasi Kapal KT Tirtayasa II yang mengalami keterlambatan sehingga perlu dilakukan analisa percepatan proyek dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Rencana awal perbaikan kapal memiliki total durasi 90 hari dengan total biaya sebesar Rp 4.779.683.380, 04 diperkirakan mengalami keterlambatan selama 15 hari. Penambahan jam kerja dipilih sebagai solusi untuk mengatasi keterlambatan dengan menerapkan empat skenario, skenario pertama tanpa dilakukan percepatan, skenario ke-dua menggunakan alternatif penambahan dua jam kerja lembur, skenario ke-tiga menggunakan alternatif penambahan tiga jam kerja lembur, dan skenario ke-empat menggunakan alternatif penambahan empat jam kerja lembur. Hasil perhitungan diperoleh perbandingan keempat skenario,  durasi optimal dengan penambahan biaya terkecil setelah dilakukan percepatan terjadi pada skenario 3 dengan total durasi 75 hari atau 15 hari lebih cepat dari durasi normal, dan biaya total yang diperlukan sebesar Rp 4.806.683.965,83 dengan penambahan biaya sebesar 0.53% dari biaya kontrak.
Analysis the Effect of Size Variation and Spraying Pressure of Steel Grit on Corrosion Rate of Astm A36 Steel Materials Ari Wibawa Budi Santosa; Iqbal Fahrudin; Ocid Mursid; Imam Pujo Mulyatno; Joko Subekti
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i1.15270

Abstract

ASTM A36 steel is a steel commonly used in shipbuilding construction. The property of steel that is highly avoided is susceptible to corrosion or  corrosive which can reduce the strength of the structure. Over time, technology has developed, and methods have been found to inhibit the rapid rate of corrosion, coating process is one of them. The success rate of coating process is also strongly influenced by the surface preparation process. The surface preparation process in this study was by differentiating the size variations of the SG18, SG25, and SG40 steel grit abrasive materials and the spraying pressure of the 5 bar, 6 bar, and 7 bar abrasive materials and the provision of scratch defects on the specimens that had been coated with epoxy primer paint. The purpose of the research conducted was to analyze variations in  size of the abrasive material, the spraying pressure of  the abrasive material, and which combination of variations is the best for specimens  considered to have been scratched. In each variation, the value of the corrosion rate will be  increased when the size of the material increased and the value of the corrosion rate increases when the spraying pressure decreases. The results obtained from this study indicate that the lowest corrosion rate value is 0.0027 mmpy with the outstanding category of the variation used, which is grit SG40 steel abrasive material and at a pressure of 7 bar.
Delays Analysis Of TRANSKO Tawes 11.3 DWT Mooring Boat Development Project Based On Risk Management Imam Pujo Mulyatno; Samuel Samuel; Feri Adi Mukhlisin; Syaiful Tambah Putra Ahmad
International Journal of Marine Engineering Innovation and Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25481479.v8i2.16610

Abstract

In shipbuilding projects, it is often the case that the project completion time exceeds the planned target time. Risk is an important factor in estimating the project schedule. If risk occurs in a project, it is certain that the project duration will increase. Therefore, risk analysis and mitigation are needed in the risk management of shipbuilding projects. The case study in this research is the 11.3 DWT TRANSKO Tawes mooring boat construction project owned by PT Pertamina Trans Kontinental which is experiencing delays. With data in the form of the project main schedule, risk analysis uses Primavera Risk Analysis software integrated with the Monte Carlo method to analyze risks to the schedule and provide an estimate of the exact project completion time. By randomly decreasing the uncertainty variable for 201 iterations, the results show that the percentage value of project delays is 11.38% of the target project construction duration of 167 days so that the project is estimated to experience a maximum delay of 19 days from the planned target duration so that the project is completed in 186 days or 1 day longer than the actual duration of the project which is completed in 185 days. In the TRANSKO Tawes 11.3 DWT mooring boat construction project, 12 risks were obtained that affected the project with details of 3 high category risks, 2 medium category risks, and 7 low category risks. As for the actual duration of the project, there is an increase in productivity compared to the duration of the simulation results, which is 0.0001 DWT/mandays.
ANALISA LIFEBOAT PLACEMENT EFFECTIVENESS TERHADAP PROSES EVAKUASI KAPAL PENUMPANG MENGGUNAKAN METODE AGENT BASED MODELLING SIMULATION Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik; Shalwa An-nisa Addawiyah
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 14 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v14i2.1348

Abstract

The study of “Lifeboat placement effectiveness” which was applied to the evacuation process of passenger ships should be based on the regulation of IMO MSC.1/Circ.1533. The analysis of the evacuation duration was important considering the high number of fatalities in shipping accidents based on KNKT data, as many as 686 people died in the last 7 years. This study analyzed the duration of evacuation using a simulation method based on “Agent Based Modelling Simulation” with the purpose to obtain a modeling framework to simulate the evacuation process to the lifeboat in 3 dimensions. Simulations were applied to 4 cases with 2 different lifeboat positions. The results of the analysis showed that the total value of the evacuation duration for lifeboats placement on the navigation deck which was placed close to the main stair of the exit route was leading than the placement in the existing position, which as case 1 lead by 1 minute, case 2 lead by 1 minute 2 seconds, case 3 lead by 23 seconds, and case 4 a lead by 17 seconds. The calculation also showed that the total evacuation duration in each case was valued at 60 minutes, which met the IMO MSC.1/Circ.1533 standard.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal