Claim Missing Document
Check
Articles

FORMULASI DAN UJI SEDIAAN KRIM BODY SCRUB OATMEAL DAN YOGURT SEBAGAI ZAT AKTIF Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Deni Firmansyah; Nina Karlina; Alya Najmatul Laila
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 4 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v4i2.1068

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Oatmeal dan yogurt dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena oatmeal kaya akan vitamin E yang dapat menyegarkan dan mengencangkan kulit. Sementara yogurt memiliki kandungan zat lactic acid dan alpha hydroxy acid yang dapat membantu mengangkat tumpukan sel kulit mati. Sehingga dibuat sediaan farmasi berupa krim body scrub dengan variasi konsentrasi yogurt 6%, 12% dan 18% serta oatmeal dengan konsentrasi 7,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan uji sediaan body scrub. Pengujian mutu fisik dan kimia sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I, formula II dan formula III memenuhi semua syarat evaluasi sediaan yang baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa yogurt dapat diformulasikan menjadi sediaan krim body scrub.
UJI BAKTERI COLIFORM AIR MINUM ISI ULANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALITANJUNG, KEJAKSAN, SUNYARAGI DENGAN METODE MPN TAHUN 2016 Didi Rohadi; Deni Firmansyah; Iin Indawati; Siti Pandanwangi
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 1 (2016)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v1i1.41

Abstract

Kebutuhan konsumsi air minum masyarakat yang tinggi memunculkan berbagai macam produk air minum, salah satu alternatifnya yaitu muncul air minum dalam kemasan (AMDK). Tetapi harga AMDK itu relatif mahal sehingga banyak bermunculan depot air minum isi ulang. Air minum yang sehat dan aman untuk dikonsumsi harus jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau. Selain itu, air minum tersebut harus memenuhi persyaratan mikrobiologi yaitu tidak boleh mengandung bakteri patogen, misalnya golongan bakteri coliform. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan air minum isi ulang yang diteliti terdapat bakteri coliform. Penelitian dilakukan pada sampel yang diperoleh dari depot air minum isi ulang di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung, Kejaksan, Sunyaragi, sebanyak 5 sampel tiap wilayah kerja puskesmas dengan metode MPN (Most Probable Number) yang terdiri dari tes perkiraan dengan menggunakan media lactose Broth (LB) dan tes penegasan dengan menggunakan media Brilliant Green Lactose Bile Broth (BGLB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel air minum isi ulang yang diteliti terdapat 3 sampel yang positif coliform yaitu 1 sampel di wilayah kerja puskesmas Sunyaragi dengan nilai MPN 2,2, serta 2 sampel di wilayah kerja puskesmas Kalitanjung dengan nilai MPN 38 dan 240. Sehingga dari ketiga sampel yang positif tersebut tidak memenuhi syarat total coliform, karena dalam PERMENKES RI NO 492/Menkes/Per/IV/2010 menyatakan bahwa kadar maksimum yang diperbolehkan untuk parameter coliform pada air minum adalah 0 dalam 100ml sampel.
Uji Aktivitas Antioksidan Krim Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Dan Ekstrak Umbi Wortel (Daucus carota L.) Dengan Menggunakan Metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) Siti Pandanwangi TW; Arsyad Bachtiar; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i1.62

Abstract

Antioksidan merupakan suatu senyawa yang dapat meredam radikal bebas yang menyebabkan penuaan dini. Daun jambu biji dan umbi wortel salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel dengan menggunakan metode DPPH. Daun jambu biji dan umbi wortel yang sudah dimaserasi dibuat dalam bentuk sediaan krim kombinasi. Formulasi I perbandingan ekstraks daun jambu biji : ekstrak umbi wortel 1% : 3%, Formula II perbandingannya 2% : 2%, dan Formula III perbandingannya 3% : 1%. Kombinasi krim ini diuji aktivitas antioksidannya dengan alat spektrofotometri UV-Vis. Krim kombinasi ekstrak daun jambu biji formula I memiliki aktivitas antioksidan sebesar 102,69 ppm, Formula II memiliki aktivitas antioksidan sebesar 82,52 ppm, formula III memiliki aktivitas antioksidan sebesar 132,45 ppm, kontrol negatif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 380,28 ppm, sedangkan untuk kontrol positif memiliki aktivitas antioksidan sebesar 13,32 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa krim kombinasi ekstrak daun jambu biji dan ekstrak umbi wortel pada konsentrasi 2%: 2% memiliki aktivitas antioksidan tertinggi sebesar 82,52 ppm.
UJI EFEKTIFITAS EKSTRAK ETANOL KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN Didin Ahidin; Deni Firmansyah; Gina Khairunisah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v3i2.72

Abstract

Kolesterol merupakan penyakit gangguan metabolik pada tubuh, salah satu herbal yang dapat menurunkan kadar kolesterol total adalah kacang merah. Kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman yang di duga berpotensi sebagai penurun kadar kolesterol dalam darah karena memiliki kandungan flavonoida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas ekstrak etanol kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) dalam menurunkan kadar kolesterol total pada dosis 14mg/20gBB terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan dengan bobot 20 gram yang di induksi dengan makanan yang mengandung kolesterol. Pada penelitian ini ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Perlakuan dibagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (simvastatin) dengan dosis 0,03mg, kelompok kontrol negatif (Na CMC), kelompok perlakuan ekstrak etanol kacang merah dengan dosis 14mg/20gBB. Pengukuran kadar kolesterol dilakukan setiap dua hari sekali dan sebelumnya dipuasakan terlebih dahulu selama 8 jam. Pemeriksaan kadar kolesterol dengan metode biosensor amperometrik dengan menggunakan alat ukur Easy Touch. Data yang didapat dianalisis dengan uji statistik one way ANOVA dengan taraf kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD). Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol kacang merah pada dosis 14mg/20gBB kurang efektif sebagai penurun kadar kolesterol darah mencit putuh (Mus musculus) jantan
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN SUKUN (Artocapus altilis) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT Deni Firmansyah; Adelisa Mulyani; Delia Dwitiyani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v4i1.83

Abstract

Daun sukun memiliki khasiat analgetik karena diketahui memiliki kandungan flavonoid yang dapat bekerja sebagai analgetik dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anaklegtik dari ekstrak etanol daun sukun (Artocarpus altilis) dengan dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB terhadap mencit putih (Mus musculus) jantan yang telah diinduksi oleh asam asetat sebagai perangsang nyeri. Pada penelitian ini ekstrak etanol daun sukun dibuat dengan metode maserasi sampai didapatkan ekstrak kental dengan rendemen 18,3%. Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan sebantak 15 ekor dengan bobot 20 g ± 10%, yang dibagi menjadi 3 kelompok masing-masing kelompok 5 ekor, yaitu : kelompok I kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kelompok II kontrol positif (metampiron) dan kelompok III dan IV perlakuan ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB. Sebagai perangsang nyeri di induksikan asam asetat 5%. Paramater yang diamati yaitu jumlah rata-rata geliat mencit tiap 10 menit selama 60 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kontrol positif, ekstrak etanol 100 mg/KgBB dan 200 mg/Kg BB dengan kontrol negatif (p0,05). Prosentase daya analgetik metampiron (70,42%) lebih besar dibandingkan prosentase daya analgetik ekstrak etanol dosis 100 mg/KgBB (62,62%) dan dosis 200 mg/KgBB (64,59%). Kesimpulannya ekstrak etanol daun sukun dosis 100 mg/KgBB dan 200 mg/KgBB memilik efek analgetik tetapi prosentase daya analgetiknya masih lebih rendah dari metampiron.
FORMULASI DAN UJI IRITASI KRIM EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (Curcuma longa Linn.) Sulistiorini Indriaty; Deni Firmansyah; Rani Dwi A; Diah Rodiah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i1.166

Abstract

Kunyit merupakan salah satu sumber antioksidan karena kandungan kurkuminoidnya. kurkuminoid terdiri dari tiga komponen utama yaitu kurkumin (77%), desmethoxycurcumin (17%) dan bisdesmethoxycurcumin (3%). Untuk mempermudah penggunaannya kunyit dapat dibuat dalam sediaan krim. Krim mempunyai keuntungan dalam penggunaannya dengan mengoleskan pada kulit, mudah dibilas dengan air dan mudah merata. Sediaan kosmetik sebelum diedarkan dipasaran salah satunya perlu adanya uji iritasi, dilakukan sebelum pemakaian pada manusia sehingga mencegah reaksi hipersensitifitas. Iritasi adalah gejala inflamasi yang terjadi pada kulit atau membrane mukosa setelah perlakuan berkepanjangan atau berulang dengan menggunakan bahan kimia atau bahan lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk membuat sediaan krim dengan menggunakan konsentrasi rimpang kunyit yang berbeda yaitu 5% dan 10% dan untuk mengetahui stabilitas dari krim tersebut. Uji stabilitas menggunakan metode Cycling test yaitu disimpan pada suhu 4oC selama 24 jam kemudian dipindahkan ke suhu 40oC selama 24 jam (1 siklus) yang dilakukan sebanyak 6 siklus dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan tipe emulsi. Sedangkan viskositas dan sifat alir dilakukan hanya siklus 0 dan 6 dan tujuan ke dua untuk mengetahui apakah sediaan krim ekstrak etanol rimpang kunyit berpotensi mengiritasi dan berapa nilai indeks iritasinya. Metode uji iritasi yang digunakan metode Draize test dengan teknik Patch test yang dilakukan pada 4 ekor marmut jantan yang diamati eritema dan edema pada 24 jam dan 72 jam. Perlakuan yang digunakan pada penelitian ini meliputi SLS 30% (kontrol positif), basis krim (kontro negatif), kontrol normal, formula 1, formula 2 dan ekstrak etanol rimpang kunyit. Hasil uji organoleptis dan homogenitas menunjukkan bahwa kedua formula krim dan basis memiliki warna yang stabil dan homogen. Formula I memiliki nilai daya sebar sekitar 5,57-6,11 cm dan nilai pH sekitar 6,66-7,53, formula II memiliki nilai daya sebar sekitar 5,64-6,09 cm dan nilai pH sekitar 6,95-7,57 cm, serta basis memiliki nilai daya sebar sekitar 5,67-7,49 cm dan nilai pH sekitar 6,92-7,70. Formula I, II dan basis memiliki tipe emulsi M/A. Hasil uji sifat alir basis, formula I dan II menunjukkan sifat alir plastis tiksotropik. Hasil uji iritasi menunjukan bahwa krim ekstrak etanol rimpang kunyit tidak memiliki potensi iritasi karena memiliki indeks iritasi 0,00.
STABILITAS GEL MENGANDUNG EKSTRAK ETANOL DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN VARIASI CARBOPOL 940: THE STABILITY OF GEL CONTAINING ETHANOL EXTRACT OF Anredera cordifolia (Ten.) Steenis WITH VARIATION OF CARBOPHOL 940 Deni Firmansyah; Yayan Rizikiyan; Rima Yulia Senja; Didi Rohadi; Sulistiorini Indriaty; Elinawati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.294

Abstract

Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan jenis tumbuhan merambat yang mengadung senyawa alkaloid, steroid, saponin dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antibakeri dan anti inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi ekstrak daun binahong dengan variasi konsentrasi carbopol 940 0,75%; 1% dan 1,25% dapat dibuat sediaan gel, dan pada formulasi mana sediaan gel yang memiliki stabilitas terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, daun binahong yang telah dikeringkan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Formulasi sediaaan dibuat menjadi tiga formula dengan variasi Carbopol 940 0,75%, 1% dan 1,25% dan zat aktif ekstrak etanol daun binahong untuk tiap formula yaitu konsentrasu 5%. Pengujian dengan meggunakan metode cycling test dimana sampel gel disimpan pada suhu ± 4°C selama 24 jam dan ± 40°C selama 24 jam (1 siklus) dan dilaksanakan selama 6 siklus, lalu diamati uji organoleptis, pengamatan homogenitas, uji daya sebar, pH, dan viskositas. Hasil pengamatan uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji viskositas dan uji sifat alir terdapat beberapa formula yang mengalami perubahan signifikan. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah eksatrak daun binahong dapat diformulasikan menjadi sediaan gel dan formulasi gel yang baik terdapat pada formulasi gel 1, hal ini dikarenakan setelah melalui proses cycling test pada uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, dan uji viskositas tidak terdapat perubahan yang signifikan.
UJI AKTIVITAS PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH EKSTRAK ETANOL DAUN SAMBILOTO (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN YANG DIINDUKSI GLUKOSA: ACTIVITY TEST TO REDUCE BLOOD GLUCOSE LEVELS SAMBILOTO LEAF ETHANOL EXTRACT (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees.) ON MALE WHITE MICE (Mus musculus) GLUCOSE INDUCED Didin Ahidin; Deni Firmansyah; Auderina Aliza Zahra Fathin; Diana Amelia Putri; Dinda Aprilia Gumilang
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.468

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolik menahun akibat pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif. Salah satu tanaman yang mempunyai potensi untuk menurunkan kadar gula darah adalah daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penurunan kadar glukosa darah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f.] Nees) dosis 100 mg/kg BB, 200mg/kg BB, dan 400mg/kg BB pada mencit putih (Mus musculus) jantan yang diinduksi glukosa. Sampel terdiri dari 30 ekor mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (Na CMC) 0,5%, kelompok kontrol positif (glibenklamid) dosis 0,013mg/kg BB, kelompok kontrol normal, dan kelompok perlakuan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 100mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400mg/kg BB. Parameter yang diamati berupa penurunan kadar glukosa darah mencit pada menit ke 15, 30, 60, 90, dan 120. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji statistik One Way ANOVA lalu dilanjutkan dengan uji LSD (Least Signifficance Different). Hasil penelitian menunjukan bahwa dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah pada mencit putih (Mus musculus) jantan adalah ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata [Burm.f] Nees) dosis 400mg/kg BB.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus: FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF DEODORANT SPRAY OF BASIL HERB ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Rima Yulia Senja; Yasmin Zahiyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.566

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kemangi dapat diformulasikan menjadi deodoran spray dan pada konsentrasi berapa uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan etanol 96%. Deodoran spray dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol herba kemangi 8%, 10%, dan 12%. Sediaan dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia (alkaloida, flavonoida, steroid/triterpenoid, saponin, dan tanin), uji stabilitas dengan metode cycling test (organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, dan waktu mengering), dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etanol herba kemangi konsentrasi 8%, 10%, dan 12% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray dan formula yang memiliki hasil uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus paling baik ditunjukkan oleh formula 3.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA: FORMULATION AND STABILITY TEST PEEL-OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF STARFRUIT LEAVES WITH VARIOUS CONCENTRATIONS OF PVA Sulistiorini Indriaty; Iin Indawati; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Suci Nurlia; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.764

Abstract

Daun belimbing wuluh merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun belimbing wuluh dibuat sediaan masker gel peel-off dengan basis PVA konsentrasi 8%, 9% dan 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dibuat sediaan masker gel peel-off dan apakah stabil pada uji cycling test. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan standarisasi ekstrak, skrining fitokimia serta KLT. Masker gel peel-off dibuat menjadi tiga formula dan satu basis dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 4°C dan suhu 40°C selama 24 jam yang dilakukan selama 6 siklus) dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji viskositas dan uji sifat alir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off. Uji stabilitas pada semua formula menghasilkan pengujian yang stabil pada warna, bau, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol daun belimbing wuluh, masker gel peel off, PVA, cycling test
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Kunaedi Ade Irma Suryani Adelia, Dinda Adelisa Mulyani Adinda Haya Zhafirah Adinda Haya Zhafirah Adiputra, I Komang Hedi Pramana AHMAD FAISOL Ahmad Soleh Albianto, Deranito Langlang Paresa Alfaidah, Hani Alfi Oktavia Alya Najmatul Laila Amanda Aulia Azahrah Angelica Alma Sera Anggaina, Mira Arzety, Adelia Vita Asmarani, Sri Utami Asrini Asrini Auderina Aliza Zahra Fathin Aunila, Nandita Syafa Auril Amaliah Auril Amaliah Ayu Endang Purwati Ayuni Arzalia Putri Ayuni Arzalia Putri Bachtiar, Arsyad Bella Putri Firanti Cahyaningsih, Nur Putri Cheryl Anjanette Ganidi, Abigail Dahlia Dahlia Dahlia Daniel, Prima Audia Delia Dwitiyani Destri Putri Ramadhanti Dewi, Kurnia Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Dhiyaa Anisah Diah Rodiah Diah, Muhammad Diana Amelia Putri Didi Rohadi Didin Ahidin Dinda Aprilia Gumilang Dinda Eka Febriani Dinda Eka Febriani Dwitiyani, Delia Eka Mardiyani Elinawati Emi Safrina Ernawati Ernawati Erni Yuningsih Fajar Willy Ahzami Fatih Nandika Hakim Faturrahman, Muhammad ilham Fauziah, Diny Nur FAUZIYAH Fidella Nuraini Fidella Nuraini Firmansyah, Andan Fitri Ernalis Fitri, Nazifa Fitriani, Fipit Gianto, Vinie Regina Putri Gina Khairunisah Habibty, Hamda Liyan Haryani Haryani Hasani, Salsabila Hendra Kurniawan Henri Setiawan Hilmy, Mochammad Husnul Khotimah Husnul Khotimah IIN INDAWATI Inayatul Fajriyah Indah Setyaningsih Indri Berliani Indri Berliani Islamiyyah Nur Aini Ohorella Islamiyyah Nur Aini Ohorella Jacinta Winarto Juwita Sari, Amelia Khairunisah, Gina Lailatul Salamah Lani Sheha Rachmany Lela Sulastri, Lela Lilis Lismayanti Liyan Habibty, Hamda M. Haidar Ar Rasyid Maharani Susilowati Mahendra, Putu Gede Pasek Suparta Meisa, Ade Michelle, Vanessa Moch. Saiful Bachri Moch. Saiful Bachri Mochammad Hilmy Muhammad Diah Muhammad Hafidin Muhammad Hafidin Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Mulyani, Adelisa Mulyati, Lia Mustaniroh, Laila Mutiara Agustianti Nahdia Fajri Mahmudah Neysa Elvira Neysa Elvira Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurjannah, Nida Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurpadilah, Demita Pamungkas, Muhamad Bagja Prasasty Ramadhani, Septya Prasetyo, Ery Teguh Putri Sabhika Imany Putri, Elisa Nabila Raif Pradifa Adhikara Raif Pradifa Adhikara Ramadhani, Septya Prasasty Rani Dwi A Ratih Rosita Renny Amelia Restu Wardhani, Arie Rima Yulia Senja, Rima Yulia Rizqia Shafa Fauziah RR. Ella Evrita Hestiandari Rr. Erlina Rukmana, Ika Ruliyanti Samsuri Samsuri Sari, Amelia Juwita Setyaningsih, Indah Siagian, Friska Monika Sari Sidik Lingga Kusuma Siti Nurhasanah Siti Pandanwangi TW Sri Murniyanti Suci Nurlia Sulistiorini Indriaty Syifa, Nabila Aulia Thie, Freddy Tiara Ramadhani Tiara Ramadhani Titin Sumarni Ulva Theana, Vera Utomo, Dwi Vanessa Michelle Wardani, Amellia Wiarta, Iqra Wijayanto, Danuja Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zahra Kirana Fadillah Zahra Kirana Fadillah Zamzam, Muhammad Yani Zuraidah Tharo