Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Buletin PSP

ANALISIS SUPPLY CHAIN DALAM AKTIVITAS DISTRIBUSI DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU (PPNP) Retno Muninggar
Buletin PSP Vol. 17 No. 3 (2008): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.069 KB)

Abstract

Supply chain analysis is the one of framework analysis begin great quantities in the world of industry to increase additional value and competitiveness. In the supply chain concept, Fishing port is becoming one of the unity of fisheries supply chain system which is consists of fisherman, local grocery, processing industry, exporter until the consumer. The objectives of the study are to observe flow of supply chain in Palabuhanratu Archipelago Fishing Port (PPNP) especially around distribution activities. As a result of the analysis, PPNP can be able to supply the fisheries product for local market (Jakarta, Sukabumi etc) of 94%, and 6% for export market. There are uneffective coordination by the PPNP within the industries/exportir, fishermen and local seller. The result of Gap Analysis shows need improving in the transportation and information system, policy, quality and tecnology enhancement.
KETERLIBATAN TENGKULAK PADA AKTIVITAS TERKAIT HASIL TANGKAPAN DI PELABUHAN PERIKANAN (The Involvement of Tengkulak in the Related Activities of the Catch in Fishing Port) Anwar Bey Pane; Ernani Lubis; Retno Muninggar
Buletin PSP Vol. 20 No. 3 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan keterlibatan tengkulak pada aktivitas terkait hasil tangkapan di pelabuhan perikanan/pangkalan pendaratan ikan (PP/PPI) telah lama berlangsung dan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Aktivitas terkait hasil tangkapan di PP/PPI, memiliki salah satu pelaku utama langsung, yaitu nelayan. Di satu sisi, nelayan yang terikat dengan tengkulak hampir mustahil melepaskan diri dari ikatan tersebut, di sisi lain untuk banyak hal yang berhubungan dengan uang, nelayan juga membutuhkan tengkulak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk-bentuk keterlibatan tengkulak pada aktivitas-aktivitas terkaithasil tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP), dan, 2) penyebabpenyebab keterlibatan tengkulak pada aktivitas-aktivitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kasus, yang meneliti secara khusus aspek hubungan tengkulak dan aktivitas terkaithasil tangkapan di pelabuhan perikanan. Penelitian melibatkan responden yang berhubungan dengan aktivitas terkait hasil tangkapan tersebut, yaitu: tengkulak, nelayan pemilik,  dan pedagang ikan. Penentuan jumlah responden dilakukan secara purposive. Hasil penelitianmenyatakan bahwa saat ini, keterlibatan tengkulak pada aktivitas terkait hasil tangkapan, selain terhadap nelayan juga terhadap pedagang ikan di pelabuhan perikanan. Terdapat 3 bentuk keterlibatan tengkulak di pelabuhan perikanan: 1) sebagai pemberi pinjaman uang; 2) sebagai pemilik unit penangkapan; 3) sebagai pedagang ikan. Penyebab mendasar keterlibatan tersebut adalah terkait dengan ketersediaan uang pada tengkulak untuk aktivitas nelayan dan pedagang ikan yang dapat dipakai kapan saja, dan adanya kebutuhan nelayan dan pedagangikan. Terdapat penyebab-penyebab tambahan lainnya yang mendukung keterlibatan tengkulak terhadap aktivitas terkait hasil tangkapan di di PPNP. Kata kunci: nelayan, Palabuhanratu, pedagang ikan, pelabuhan perikanan, tengkulak
MANAJEMEN PRODUKSI IKAN TERI NASI DI CV. SUMBER REJEKI INDRAMAYU Sefitiana Wulan Sari; Tri Wiji Nurani; Retno Muninggar
Buletin PSP Vol. 20 No. 4 (2012): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indramayu merupakan daerah penghasil ikan teri nasi yang cukup besar di Jawa Barat. Ikan teri nasi memiliki nilai jual yang tinggi karena merupakan ikan ekspor. Oleh karena itu, banyak bermunculan perusahaan pengolahan ikan teri di Kabupaten Indramayu, salah satunyaadalah CV. Sumber Rejeki. Tujuan dari penelitian ini untuk  membandingkan praktis dan teoritis manajemen usaha ikan teri nasi di CV. Sumber Rejeki yang meliputi: 1) manajemen bahan baku; 2) manajemen produksi ikan teri nasi mulai dari tahap pengolahan sampai dengan tahap pemasaran; dan 3) manajemen mutu produk ikan teri nasi kering. Metode yang digunakan adalah analisis teknis dan deskriptif, analisis klasifikasi pola produksi, serta analisis mutu menggunkaan peta kendali p. Teknik pengumpulan data menggunakan snowball sampling dengan cara pengamatan dan wawancara terhadap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bahan baku di CV. Sumber Rejeki belum baik karena kurangnya pengawasan terhadap bahan baku. Perbedaan harga ikan teri nasi antara nelayan dan bakul Rp 1.000 hingga Rp 2.000.  Proses pengolahan ikan teri nasi pada umumnya terdiri dari dua proses yang akan terbagi menjadi proses-proses yang lebih rinci, sedangkan dalam pemasaran produk ekspor, CV. Sumber Rejeki bekerja sama dengan perusahaan pengekspor.  Produk chirimen adalah produk ikan teri nasi ekspor yang memiliki standar mutu  tersendiri, berdasarkan analisis mutu, maka mutu produk ikan teri nasi CV. Sumber Rejeki berada pada batas luar kendali (tidak terkontrol). Penjualan produk CV. Sumber Rejeki pada tahun 2011 adalah 80% (222.525 kg) merupakan produk domestik dan 20% (55.072 kg) produk ekspor. Kata kunci: bahan baku, Indramayu, produksi, teri nasi
PEMASARAN HASIL TANGKAPAN DAN KEBIJAKAN PUMP DI PPN PALABUHANRATU Retno Muninggar; Ernani Lubis; Anwar Bey Pane
Buletin PSP Vol. 21 No. 1 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan pemasaran ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu (PPNP) terjadi pada saluran pemasaran yang melibatkan pemilik modal yang berperan sebagai bakul atau pedagang besar. Nelayan berharap dominasi bakul/tengkulak bisa dikurangi salah satunya melalui kebijakan pemberian modal nelayan agar ketergantungan pada bakul bisa terputus dan tidak ada lagi kecurangan dalam sistem lelang di PPNP. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji permasalahan pemasaran yang ada di PPNP dan menganalisis efektifitas dari kebijakan Pemberdayaan Usaha Mina Perdesaan (PUMP). Hasil penelitian menunjukkan margin pemasaran yang dinikmati bakul sangat besar yaitu Rp  9000/kg untuk Tuna dan Rp 7000/kg untuk Cakalang. Fisherman share pemasaran ikan Tuna adalah 51,5% sedangkan Ikan Cakalang hanya 40%. Pelaksanaan kebijakan PUMP di PPNP menunjukkan bahwa masih banyak tengkulak yang mengkoordinir nelayan untuk menjadi kelompok usaha agar mendapat bantuan dimana tengkulak menjadi ketuanya. Hasil analisis kebijakan menunjukkan bahwa Program PUMP akan bisa berjalan dengan baik jika memperhatikan beberapa faktor: pertama, dilakukan melalui pendekatan kultural untuk menciptakan community relationship dan kesejahteraan nelayan, kedua: Bantuan Langsung Masyarakat harus rutin diaudit agar tidak ada penyalahgunaan dana dan modal benar-benar bisa sampai ke nelayan. ketiga : evaluasi dan keberlanjutan program harus dilakukan meski ada perubahan kepemimpinan, keempat : harus diikuti oleh mekanisme pengawasan dan penegakan hukum.Kata kunci: Pemasaran Ikan, Palabuhanratu, Kebijakan, Pemberdayaan Usaha Mina Perdesaan
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NELAYAN MENJUAL HASIL TANGKAPAN DI LUAR TPI LAMPASING: SEBUAH TINJAUAN KEBIJAKAN Retno Muninggar; . Dinarwan; Cici Anggara
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.798 KB)

Abstract

 Aktivitas pelelangan ikan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Lampasing dilaksanakan secara resmi oleh pihak pelabuhan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) sesuai dengan Perda Provinsi Lampung No. 03 Tahun 2001. Namun faktanya, masih ada sebagian nelayan yang menjual hasil tangkapannya di luar TPI tanpa sistem lelang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh pada nelayan purse seine dan payang yang menjual hasil tangkapan di luar TPI serta melakukan analisis kebijakan pemasaran ikan melalui sistem lelang. Faktor berpengaruh dihitung dengan metode Multi Criteria Analysis (MCA) sedangkan analisis kebijakan dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh adalah kriteria harga ikan dengan nilai faktor sebesar 19,59, kemudian faktor yang berpengaruh paling rendah adalah penegakan kebijakan dengan nilai faktor 1. Dilihat dari sisi kebijakan, pengelolaan pelelangan ikan harus segera diperbaiki melalui teknik pelelangan ikan yang maju seperti yang diterapkan di negara-negara Uni Eropa.
MODEL PEMILIHAN PELABUHAN PERIKANAN SEBAGAI TEMPAT PENDARATAN IKAN DI WILAYAH PESISIR SUKABUMI Ernani Lubis; Retno Muninggar; Haidir Ilyas
Buletin PSP Vol. 21 No. 2 (2013): Buletin PSP
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.165 KB)

Abstract

Wilayah Pesisir Sukabumi memiliki tujuh pelabuhan perikanan (PP), enam diantaranya adalah pangkalan pendaratan ikan (PPI) dan satu pelabuhan perikanan nusantara (PPN). Nelayan wilayah tersebut memiliki banyak alternatif untuk mendaratkan hasil tangkapannya ke salah satu PP. Penelitian bertujuan untuk mengetahui peubah-peubah dalam menentukan pilihan tempat pendaratan ikan, mengetahui kelaikan formulasi model yang dibuat di setiap PP serta menentukan perbandingan nilai proporsi pemilihan tempat pendaratan ikan di PP wilayah Pesisir Sukabumi dengan metode survei dan analisis model kualitatif logistik. Peubah-peubah yang digunakan dalam model ini adalah jarak pemukiman (JP), tingkat kesejahteraan nelayan (TKN), dan kenyamanan aktivitas pelabuhan (KAP). Ketiga peubah ini dianalisis menggunakan perangkat lunak MINITAB ver. 14. Hasil menunjukkan bahwa peubah jarak pemukiman (JP) berpengaruh terhadap pemilihan tempat pendaratan ikan di PPN Palabuhanratu, PPI Cisolok, dan PPI Cibangban. Peubah ukuran kapal tidak berpengaruh  terhadap model logistik pendaratan ikan di seluruh PP yang ada. Peubah KAP berpengaruh di PPN Palabuhanratu, PPI Ujunggenteng, dan PPI Ciwaru. Model yang terbentuk sudah memenuhi kelaikan model dengan nilai P-value kurang dari 0,05 (P<0,05) pada setiap PP. Proporsi pilihan terbesar sebagai tempat pendaratan ikan adalah di PPN Palabuhanratu (34%), diikuti PPI Cisolok (22%), PPI Ujunggenteng (14%), PPI Ciwaru (11%), PPI Cibangban (9%), PPI Loji (7%) dan PPI Minajaya (3%).