Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Survival Analysis On The Reproductive And Production Performances Of Dairy Cow In Bogor Rinaldy Irsyad, Brian; Priyo Purwanto, Bagus; Taufik, Epi
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 2 No. 10 (2023): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v2i10.71

Abstract

The aim of this study was to analyze the reproductive performance (empty period) and production (peak time of milk production) of 87 dairy cows (Friesian Holstein) at X dairy farm Bogor using survival analysis. The analysis results based on the Kaplan-Meier curve showed that the median total idle time, primiparous cow, multiparous cow, cow that gave birth in the rainy and dry seasons were 210; 335; 231; 272; and 397 days. The median value of the total peak milk production, primiparous cow, multiparous cow, cow that give birth in the rainy and dry seasons is 41; 41; 39; 41; 41 days. The Cox Proportional Hazard regression results on idle time showed that the multiparous cow was 1.84 times more likely (P<0.05) to have a shorter idle period than the primiparous cow. Cows that gave birth during the rainy season had a 1.80 times shorter chance than cows that gave birth during the dry season, although they were not statistically significantly different (P=0.043). The regression results on peak milk production showed no difference between cows and primiparous cows. Meanwhile, cows that gave birth during the rainy season experienced peak lactation 1.26 times and tended to be faster than cows that gave birth during the dry season, although this was not statistically significant. The study's conclusions show that it was necessary to improve the management of reproduction and production of X dairy farm in Bogor.
Pengelolaan Usaha Telur Ayam Ras di Agen Telur Bapak Anton Sumatera Barat Pisa Daswita; Bagus Priyo Purwanto
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 1 (2025): Februari-Mei 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i1.963

Abstract

Kebutuhan konsumsi telur ayam di dalam negeri terus meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk untuk memenuhi kebutuhan protein hewani. Penyediaan telur konsumsi ini pada umumnya dilakukan oleh Usaha Kecil Menengah (UKM). Salah satu UKM yang ada di Payakumbuh yaitu Agen Telur Bapak Anton yang melakukan perdagangan antar provinsi. Akan tetapi penelitian atau informasi tentang kelayakan usaha perdagangan telur yang dilakukan oleh UKM masih sangat kurang. Kajian analisis UKM ini dilakukan selama 4 bulan dengan tujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengelolaan usaha dan tataniaga telur ayam ras antar provinsi dari Payakumbuh, Sumatera Barat ke Jambi. Metode analisis yang digunakan yaitu finansial dan non finansial. Kegiatan pengelolaan usaha dimulai dari sortir telur, pengemasan telur dan diakhiri dengan kegiatan pendistribusian (pengiriman) telur. Pengiriman telur ke Jambi dilakukan setiap hari Rabu. Jalur tataniaga yang terbentuk dari usaha Agen Telur Bapak Anton yaitu peternak, tengkulak, distributor (Agen Telur Bapak Anton), retailer/pengecer dan berakhir di konsumen. Total biaya produksi yang dikeluarkan selama pendistribusian yaitu Rp 1.088.815.778 dengan total penjualan telur selama 4 bulan sebanyak 45.078 kg. Penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 1.171.818.000. Keuntungan yang diterima dari total penjualan telur 45.078 kg selama 4 bulan yaitu Rp 83.208.076, dengan Revenue Cost Ratio (R/C) 1,075. Dari hasil ini dapat disimp[ulkan bahwa usaha Agen Telur Bapak Anton ini layak untuk dijalankan.
Komposisi Nutrien Maggot Black Soldier Fly (BSF) Yang Ditumbuhkan Pada Media Ekskreta Burung Puyuh Dan Potensinya Pakan Ternak Ayuningtyas, Gilang; Rayani, Tera Fit; Priyambodo, Danang; Purwanto, Bagus Priyo; Hakim, Annisa; Sembada, Pria; Nurfitriani, Dini; Afgani, Nawangsari Aulia; Khairunisa, Luthfi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.01.3

Abstract

Eksreta puyuh merupakan sisa proses pencernaan dan ekskresi puyuh yang masih kaya akan bahan organik. Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan jenis serangga yang mampu berperan sebagai agen pengomposan bahan organik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi nutrien maggot BSF yang berasal dari proses biokonversi kotoran puyuh yang tidak difermentasi dan difermentasi. Penelitian ini dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahap, yaitu persiapan media pertumbuhan, biokonversi ekskreta, pemanenan, pengeringan dan penggilingan maggot, serta analisis nutrien. Rancangan acak kelompok digunakan dalam penelitian ini, dengan faktor perlakuan terdiri dari media kotoran yang tidak difermentasi (MTF) dan media kotoran yang difermentasi (MDF). Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis ragam dengan aplikasi Minitab 19. Kandungan protein kasar tertinggi ditemukan pada perlakuan kotoran yang tidak difermentasi (MTF) sebesar 41.86%, sedangkan perlakuan kotoran yang difermentasi memiliki kandungan sebesar 38.66%. Selain itu, kandungan Beta-N dalam tepung BSF pada MDF lebih tinggi dibandingkan MTF, dengan nilai masing-masing sebesar 13.18% dan 10.79%. Lebih lanjut, tepung larva BSF yang diberi perlakuan MDF menunjukkan proporsi asam palmitat yang lebih tinggi (15.86%) dibandingkan MTF, serta kadar asam laurat yang lebih rendah (11.73%), yang berbanding terbalik dengan larva yang diberi perlakuan MTF. Selain itu, biokonversi ekskreta oleh maggot BSF terbukti menghasilkan kadar asam amino non-esensial yang tinggi pada asam glutamat, asam aspartat, dan glisin pada kedua kelompok perlakuan. Sementara itu, BSF yang diberi perlakuan MTF mengandung kadar asam amino esensial tertinggi pada leusin, lisin, dan isoleusin, dengan persentase masing-masing 2.03%, 1.79%, dan 1.16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi maggot BSF dari kotoran yang tidak difermentasi maupun difermentasi menghasilkan nilai nutrisi yang tinggi dan berpotensi dijadikan sebagai bahan pakan ataupun komponen untuk industri lainnya.
Pembuatan Kartu Skor (Scorecard) Untuk Penilaian Sistem Grading Dan Kontes Kambing Kaligesing Sanusi, Imam; Purwanto, Bagus Priyo; Suryahadi, Suryahadi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i1.39

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalahmembuat kartu skor (score card) untuk penilaian sistem grading dan kontes kambing kaligesing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor determinan dalam sistem grading kambing kaligesing yang telah lama berlaku di tingkat peternak, yaitu faktor ukuran tubuh, profil muka dan leher, serta ukuran telinga. Penilaian eksterior pada kambing perah biasanya menggunakan kartu skor yang seragam dan telah dibakukan. Kartu skor dibuat berdasarkan ketiga faktor determinan sistem grading menurut peternak. Kartu skor terdiri atas komponen-komponen penilaian kuantitatif dan kualitatif. Komponen kuantitatif meliputi ukuran badan dan ukuran telinga dengan bobot total 70%, komponen kualitatif meliputi profil kepala dan leher dengan bobot total 30%. Komponen ukuran badan memiliki bobot terbesar (55%) dibandingkan dengan komponen yang lainnya. Hal tersebut dimungkinkan karena ukuran badan banyak digunakan dalam proses jual beli Kambing PE, misalnya tinggi pundak dan bobot badan (Kambingetawa 2011). Komponen profil kepala dan leher memiliki bobot 30%. Semakin cembung mukanya maka semakin dicari para penggemar Kambing Kaligesing. Demikian pula dengan gelambir, semakin bergelambir semakin menarik. Komponen ukuran telinga memiliki bobot 15% dari total penilaian. Ukuran telinga memberikan kontribusi bobot terhadap penilaian keseluruhan dari seekor Kambing Kaligesing karena merupakan ciri khas Kambing PE dan Kambing Kaligesing. Semakin panjang dan lebar telinga kambing, maka semakin tinggi skor nilai yang diperoleh.
Co-Authors Afgani, Nawangsari Aulia Afgani, Nawangsari Aulya Afton Atabany Agustin, Adinda Dwina Ahmad Yani ahmad yani Ahmad Yani Ahmad Yani Alfiyyah Yasmin, Fairuz Andi Febrisiantosa Andila, Rizkhy Ervanda Anggraeni Efrika Cahyawati Anneke Anggraeni Arfiani Arfiani Asnath Maria Fuah Asnath Maria Fuah, Asnath Maria Awaliyah, Izatullah Rizky Ayuningtyas, Gilang Azhar Amir Dela Harini Dela Heraini Desi Ratnasari Diana Dwi Retno Hapsari, Dwi Retno Elma Rohlyharni Epi Taufik Fellyanus Habaora Fellyanus Habaora Fellyanus Habaora Fellyanus Habaora Fellyanus Habaora Fellyanus Habaora Fit Rayani, Tera Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Fitra Aji Pamungkas Habaora, Fellyanus Hakim, Annisa Haryanto, Gito Imam Sanusi, Imam Iman Supriyatna Irma Isnafia Arief Jefirstson Richset Riwukore Jefirstson Richset Riwukore Jefirstson Richset Riwukore Jefirstson Richset Riwukore Joni Setiawan Khairunisa, Luthfi Khoirunnisa, Luthfi Leonard Dharmawan Lia Budimulyati Salman Luis Marnisah Luki Abdullah Muadz Abdurrahman Muhammad Dimas Rachmawanto Nahrowi Nahrowi Nandari Dyah Suretno Nurfitriani, Dini Pangestu, Puguh Pisa Daswita Pria Sembada Priyambodo, Danang Pudji Muljono Rarah Ratih Adjie Maheswari Rarah Ratih Adjie Maheswari Rayani, Tera Fit Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Riasari Gail Sianturi Rinaldy Irsyad, Brian Riwukore, Jefirstson Richset Rudy Priyanto Salundik Saragih, Elma Rohlyharni Suryahadi Suryahadi (Suryahadi) Suryahadi Suryahadi Suryahadi Suryahadi Wasmen Manalu Yantyati Widyastuti Yohanes Susanto Yoshi Lia Anggrayni