Claim Missing Document
Check
Articles

Ketidaksesuaian Diet pada Pasien di ICU dan Faktot- faktor yang Berhubungan dengannya Khairuddin Khairuddin; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 6, No 2 (2018): JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.455 KB) | DOI: 10.14710/jnh.6.2.2018.74-84

Abstract

Latar Belakang: Ketidaksesuaian dietyang ditentukan dengan diaet yang diterima pasien dapat terjadi pada pasien yang di rawat diunit perawatan intensif (ICU), tetapitidak ada penelitian yang mengamati perbedaan tersebut.Tujuan: Untuk menganalisis beberapa faktor yang terkait dengan perbedaan antara diet yang ditentukan dengan diat yang diterimapasien, dan untukmenentukan faktor yang memiliki hubungan kuat dengan perbedaan tersebut.Metode: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan mengamati perbedaan antara diet yang ditentukan dalam rekam medis dan diet yang diterima oleh pasien berdasarkan daftar makanan dari pantry ICY. Analisis data dari faktor yang diamati menggunakan uji chi-square diikuti engan uji regresi logistikHasil:Perbedaanantara diet yang ditentukan dengan diet yang diterima pasien dalam penelitian ini adalah 70 dari 249 (28,1%) koresponden. Hasil uji chi-square, nilai p dan koefisien kontingensi adalah: waktu penulisan resep (χ2 = 1,387; p = 0,239); hari penulisan resep (χ2 = 0,508; p = 0,476); perubahan dalam diet dalam hari yang sama (χ2 = 13,972; p <0,001, C = 0,231); kombinasi jenis diet (χ2 = 13,761; p <0,001, C = 0,229). Nilai p dan OR dari uji regresi logistik adalah: perubahan diet dalam hari yang sama (p <0,001, OR = 8,433); kombinasi jenis diet (p <0,001, OR = 5,013).Kesimpulan: Ketidaksesuain diet pasien di ICU dengan perubahan diet dalam hari yang sama dan adanya kombinasi jenis diet yang ditentukan. Faktor yang paling berkaitan dengan perubahan pola makan dalam hari yang sama.Kata kunci:pasien, ICU, Diet,Ketidaksesuain 
KORELASI DEFISIT ENERGI DAN PROTEIN DENGAN LAMA RAWAT PASIEN SAKIT KRITIS DI INTENSIVE CARE UNIT (ICU) Jennifer Setiawan; Niken Puruhita; Minidian Fasitasari; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 2 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.808 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.2.2020.100-108

Abstract

Latar Belakang : Asupan yang inadekuat dan hiperkatabolisme merupakan faktor risiko malnutrisi pasien ICU yang berkaitan dengan outcome yang buruk. Terdapat kontroversi mengenai risiko dan manfaat pemberian energi dan protein pada pasien sakit kritis.Tujuan : Menganalisis korelasi antara defisit energi dan protein dengan lama rawat pasien bedah di ICU.Metode penelitian : Penelitian korelasional dengan subjek penelitian adalah pasien bedah di ICU dengan usia ≥ 18 tahun dan mendapatkan terapi gizi enteral maupun parenteral oleh dokter spesialis Gizi Klinis. Pasien readmisi atau meninggal saat perawatan dieksklusikan dari penelitian ini. Defisit energi dihitung sebagai jumlah selisih antara energi yang dipreskripsikan dan energi yang diberikan. Defisit protein dihitung dengan cara yang sama.Hasil : Lima puluh subjek memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Rerata defisit energi 1350 ± 862,8 kkal dan defisit protein 96 ± 57,0 gram. Terdapat korelasi positif bermakna antara defisit energi (r = 0,586; p <0,001) dan defisit protein (r = 0,639; p <0,001) dengan lama rawat di ICU.Simpulan : Defisit energi dan protein berkorelasi dengan lama rawat pasien bedah di ICU. Defisit protein berkorelasi lebih kuat daripada defisit energi dengan lama rawat di ICU. Kata kunci : defisit energi, defisit protein, lama rawat, sakit kritis, pasien bedah
ADDUCTOR POLLICIS MUSCLE THICKNESS SEBAGAI PREDIKTOR SKELETAL MUSCLE MASS PADA PASIEN HEMODIALISIS Ali Manfaluthi Ahmad; Hertanto Wahyu Subagio; Amalia Sukmadianti; Darmono SS; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 8, No 2 (2020): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.029 KB) | DOI: 10.14710/jnh.8.2.2020.57-65

Abstract

Latar belakang: Kondisi GGK & tindakan hemodialisis dapat menurunkan skeletal muscle mass (SMM) dan mempengaruhi survival pasien. SMM tidak diukur secara rutin karena keterbatasan alat pemeriksaan. Adductor Pollicis Muscle Thickness (APMT) adalah pemeriksaan antropometri yang relatif mudah, murah, tidak invasif serta berasosiasi positif dengan SMM. APMT diharapkan dapat menjadi alternatif pengukuran SMM.Tujuan : Menganalisis APMT sebagai prediktor SMM pada pasien hemodialisisMetode penelitian : Penelitian korelasional melibatkan pasien GGK yang menjalani hemodialisis sebanyak 50 subyek yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Massa otot diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), APMT diukur menggunakan Kaliper Harpenden, dan performa fisik diukur berdasarkan international physical activity questionnaire (IPAQ). Uji hipotesis menggunakan korelasi  dan analisis regresi linier bivariat & multivariat untuk nilai prediksi.Hasil : Terdapat korelasi positif antara APMT dengan SMM pada kelompok subyek pria (r=0.793 p< 0.001) & wanita (r=0.848; p < 0.001). Usia tidak berkorelasi dengan SMM pada kelompok subyek pria (r = 0.34); p = 0.864) dan berkorelasi negatif pada wanita (r= -0.600, p< 0,05), sementara aktivitas fisik berkorelasi positif dengan SMM  pada kelompok subyek pria (r=0.655, p< 0.001) & wanita (r=0.470, p < 0.05). APMT dapat digunakan untuk memperkirakan nilai SMM pada kelompok subyek pria  (R2 = 0.546; p < 0.001) dan wanita (R2 = 0.719; p < 0.001).Simpulan: APMT dapat digunakan sebagai prediktor SMM pada pasien hemodialisis menggunakan formula prediksi SMM = -5.708 + 1.5 x DAPMT (pria) & SMM = -2.86 + 1.32 x DAPMT (wanita).Kata kunci : GGK, Hemodialisis, SMM, APMT
KEBUN GIZI UNTUK MEMBANTU MEMENUHI KEBUTUHAN ZAT GIZI MASYARAKAT Aryu Candra; Martha Ardiaria; Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Niken Puruhita; Muhammad Sulchan; Hertanto Wahyu Subagio
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 2 (2021): JNH(JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.2.2021.25-30

Abstract

Pandemi Covid 19 yang terjadi sejak tahun 2020 dan hingga kini belum selesai menimbulkan berbagai permasalahan di masyarakat. Salah satunya adalah permasalahan di bidang ekonomi. Penurunan daya beli terhadap bahan makanan dapat menyebabkan kualitas asupan zat gizi menurun. Salah satu cara untuk mengatasi adalah dengan membuat kebun gizi yang berisi tanaman sumber zat gizi di pekarangan rumah atau lahan kosong yang ada di sekitar perumahan. Kebun gizi dibuat di enam lokasi yaitu tiga lokasi di pekarangan rumah warga, dan tiga lokasi di pinggir jalan di wilayah kelurahan Jomblang. Luas masing-masing kebun berkisar antara 6-12 m2. Tanaman yang berhasil tumbuh dengan baik adalah bayam, terong, sawi, buncis, bawang dan kangkung, pepaya, tomat, cabai, jambu air, dan jambu biji (belum berbuah). Selain itu ada tanaman umbi umbian dan rempah yang juga tumbuh dengan baik yaitu ketela pohon, ubi jalar, jahe, kunyit, kencur, sereh, temulawak, dan lengkuas. Setelah 1  bulan hasil dari kebun gizi sebagian sudah dapat dipanen dan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebun gizi bermanfaat untuk membantu memenuhi kebutuhan zat gizi warga kelurahan Jomblang.
PONDOK GIZI SEBAGAI SARANA KONSELING GIZI MASYARAKAT Aryu Candra; Martha Ardiaria; Enny Probosari; Niken Puruhita; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 2 (2021): JNH(JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.2.2021.13-18

Abstract

Pengetahuan masyarakat Indonesia tentang gizi berdasarkan hasil penelitian tenyata masih banyak dalam kategori kurang. Sumber informasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat adalah yang secara langsung disampaikan oleh narasumber, bukan informasi melalui media elektronik atau sosial. Hal ini dikarenakan informasi melalui media massa sering tidak benar bahkan menyesatkan. Pondok Gizi yang merupakan sarana untuk memberi informasi, solusi, dan intervensi gizi  pada anggota masyarakat yang membutuhkan. Pondok Gizi sebagai Sarana Konseling Gizi Masyarakat didirikan di wilayah Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, kota Semarang pada tahun 2021. Pondok Gizi adalah  sebuah tempat yang dilengkapi fasilitas pelayanan gizi yaitu peralatan antropometri, alat kedokteran seperti tensimeter, stetoskop, alat pengukur komposisi tubuh seperti Body Fat Analyzer, Bioimpedance Anlysis, dll. Kegiatan yang dilakukan di Pondok Gizi meliputi pemeriksaan status, gizi , konseling gizi, serta intervensi gizi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa warga sudah menjalankan pola hidup sehat sesuai anjuran dari narasumber. Kegiatan ini terbukti efektif membantu mengatasi permasalahan gizi dan kesehatan masyarakat di wilayah kelurahan Jomblang.
KEJADIAN DISFAGIA, KESESUAIAN DIET, DAN KEJADIAN MALNUTRISI PADA PASIEN STROKE USIA MUDA DI RSUP DR KARIADI SEMARANG Dewi Masitha; Annta Kern Nugrohowati; Aryu Candra; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani
JNH (Journal of Nutrition and Health) Vol 9, No 1 (2021): JNH (JOURNAL OF NUTRITION AND HEALTH)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnh.9.1.2021.1-14

Abstract

Latar belakang: Stroke pada usia dibawah 50 tahun tidak sebanyak usia tua, namun angka kejadiannya terus meningkat, dan usia dibawah 50 tahun merupakan usia produktif yang dapat memberikan dampak besar bila mengalami stroke. Salah satu komplikasi stroke adalah disfagia dan malnutrisi. Data prevalensi disfagia di Indonesia belum ada, dan penelitian tentang kejadian kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pada stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang belum ada.Metode: penelitian ini menggunakan metode Deskriptif untuk menggambarkan kejadian disfagia, kesesuaian diet, dan kejadian malnutrisi pasien stroke usia muda di RSUP Dr Kariadi Semarang. Pemeriksaan disfagia menggunakan skor GUSS. Penilaian kesesuaian diet menggunakan skor Kesesuaian Diet. Pemeriksaan status gizi menggunakan Kriteria Malnutrisi menurut ASPEN.Hasil: dari 5 hari pengamatan yaitu hari pertama perawatan, hari ketiga, dan hari kelima, subyek lebih banyak mengalami disfagia dan malnutrisi, dan diet lebih banyak yang tidak sesuai. Kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama. Jumlah kesesuaian diet meningkat pada hari kelima. Kejadian malnutrisi lebih tinggi pada hari kelima.Simpulan: pada stroke usia muda, kejadian disfagia lebih tinggi pada hari pertama, sedangkan kesesuaian diet dan kejadian malnutrisi lebih tinggi pada perawatan hari kelima, hal ini disebabkan adanya faktor selain disfagia dan diet yang mempengaruhi kejadian malnutrisi, yaitu neuropsyhiologial deficits, terapi, paralysis, aspirasi, dan imobilisasi.Kata kunci:Kejadian Disfagia, Kesesuaian diet, Kejadian Malnutrisi, Stroke usia muda.
THE EFFECTIVENESS OF NUTRITION EDUCATION THROUGH SOCIO-DRAMATIC METHOD TO VEGETABLE & FRUIT KNOWLEDGE AND CONSUMPTION IN 5-6 YEARS OLD CHILDREN Luluk Hidayatul Maghfiroh; A Fahmy Arif Tsani; Fillah Fithra Dieny; Etisa Adi Murbawani; Rachma Purwanti
Media Gizi Indonesia Vol. 16 No. 1 (2021): JURNAL MEDIA GIZI INDONESIA (National Nutrition Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v16i1.1-9

Abstract

Low consumption of vegetable and fruit in children was still commonly found. Appropriate and effective nutrition education methods are needed to increase knowledge and consumption of vegetable and fruit in children. This study aimed to know the effectiveness of nutrition education through socio-dramatic method of vegetable and fruit knowledge and consumption in children 5-6 years old.This study was a quasi-experiment with pre-test and post-test control group design. Research subjects were 36 Taman Putra Kindergarten children who were divided into treatment group who were given nutrition education with socio-dramatic method, and control group who were given nothing. The improvement of nutrition knowledge was assessed by pre-test and post-test with pictured form, while vegetable and fruit consumption were assessed by 3 Days Food Record instrument. A total of 15 subjects had low fruit vegetable knowledge, and more than 50% of subjects had less fi ber intake, types of vegetable consumption <7 types, the amount of vegetable intake <250 grams, and fruit <150 grams. The provision of nutritional education through sociodrama method was effective in increasing knowledge of fruit vegetables in pre-school children (p <0.001), as seen from the increase in average knowledge of treatment group compared to control group. But unfortunately, nutrition education through sociodrama method has not been able to signifi cantly increase fruit vegetable consumption in terms of both quantity and type (p> 0.05).
HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN TEBAL LEMAK BAWAH KULIT (SKINFOLD) DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA Gusria Yuana; Etisa Adi Murbawani; Binar Panunggal
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 5, No 4 (2016): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.266 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v5i4.14457

Abstract

Latar Belakang : Hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga dapat terjadi pada remaja. Massa lemak tubuh merupakan indikator yang berhubungan dengan hipertensi. Pengukuran lemak tubuh lebih baik dalam mendeteksi obesitas daripada pengukuran berat badan dan IMT pada populasi Asia. Lemak subkutan merupakan parameter yang lebih baik dalam memprediksi risiko penyakit hipertensi dibandingkan dengan lemak bagian viseral. Lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold) merupakan gambaran dari lemak subkutan.Tujuan : Menganalisis apakah terdapat hubungan antara lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan tekanan darah pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah subjek 60 orang berusia 16-18 tahun. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 9 Semarang. Variabel yang diukur yaitu tekanan darah, lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold). Analisis data dengan menggunakan uji Korelasi Rank-Spearman, Mann-Whitney, dan Kruskal-Wallis.Hasil : Rerata diameter lingkar leher adalah 32,7cm, skinfold (23,45±4,96)mm, TDS (115,9±9,98)mmHg, dan TDD (78,8±7,5)mmHg. Berdasarkan TDS, prevalensi hipertensi (≥ persentil 95th), adalah sebesar 3,4%, prehipertensi (persentil 90th-<95th) sebesar, 48,3%, dan normal (< persentil 90th) sebesar 48,3% sedangkan berdasarkan TDD adalah 18,3%, 50%, dan 31,7%. Terdapat hubungan yang positif antara lingkar leher dengan TDS (p=0,001; r=0,414) dan TDD (p=0,004; r=0,370) pada remaja. Terdapat hubungan yang positif antara tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan TDS (p=0,002; r=0,392) dan TDD (p=0.004; r=0,368) pada remaja..Simpulan : Terdapat hubungan antara lingkar leher dan tebal lemak bawah kulit (skinfold) dengan tekanan darah (TDS dan TDD) pada remaja.
INDEKS MASSA TUBUH, LINGKAR PERGELANGAN TANGAN, DAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA Fachrana Fachrana; Etisa Adi Murbawani; Binar Panunggal
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.501 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18566

Abstract

Latar Belakang : Latar Belakang Kejadian hipertensi sudah banyak dijumpai pada remaja. Peningkatan berat badan diduga memberi peranan penting pada mekanisme timbulnya hipertensi karena adanya peningkatan asam lemak bebas. Lingkar pergelangan tangan adalah indikator antropometri untuk menilai risiko penyakit kardio metabolik. Indeks massa tubuh dan lingkar pergelangan tangan (LPT adalah Indikator antropometri sederhana yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi hipertensi.Tujuan : Menganalisis hubungan indeks massa tubuh, lingkar pergelangan tangan, dan tekanan darah pada remaja.Metode : Penelitian ini menggunakan desain belah lintang. Subjek penelitian merupakan 74 remaja usia 16-18 tahun yang merupakan siswa SMAN 9 Semarang. Variabel yang diukur yaitu indeks massa tubuh, lingkar pergelangan tangan dan tekanan darah. Data kemudian diolah menggunakan uji chi-square.Hasil : Rerata indeks massa tubuh adalah 20,24 kg/m2, lingkar pergelangan tangan 14,40 cm, TDS 113,08 mmHg, TDD 67,62 mmHg. Subjek dengan TDS normal sebanyak 87,8%, pre hipertensi 2,7%, dan hipertensi 9,5%, sedangkan berdasarkan TDD adalah 90,5%, 6,8%, dan 2,7%. Terdapat hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dan tekanan darah sistolik (p=0,000) dan diastolik (p=0,002) pada remaja. Terdapat hubungan yang bermakna antara lingkar pergelangan tangan dan TDS(p=0,000) dan TDD (p=0,019) pada remaja.Simpulan : Terdapat hubungan indeks massa tubuh, lingkar pergelangan tangan dan tekanan darah (TDS dan TDD) pada remaja.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PAHA DAN LINGKAR PANGGUL DENGAN SINDROMA METABOLIK Prabu Giusta Nugraha; Aryu Candra; Etisa Adi Murbawani; Martha Ardiaria
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.252 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25368

Abstract

Latar belakang : Sindroma metabolik merupakan salah satu penyakit yang mulai meningkat angka kejadianya. Pada indonesia prevalensi sindroma metabolik berkisar antara 47,40% untuk usia 50-60 tahun. Sindroma Metabolik dapat didiagnosis ketika seseorang memiliki tiga atau lebih dari lima komponen, Komponen tersebut yaitu: obesitas sentral, peningkatan kadar TG,  menurunnya kadar kolesterol HDL, tekanan darah tinggi dan peningkatan konsentrasi glukosa puasa. Penelitian ini mencari salah satu upaya metode skrining untuk mendeteksi yaitu dengan pengukuran antropometri lingkar paha dan lingkar panggul. Tujuan : Mengetahui hubungan antara lingkar paha dan lingkar panggul dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney.. Hasil : Dari 72 sampel yang diambil didapatkan 57 orang yang  mengalami sindroma metabolik. Uji Mann-whitney didapatkan nilai p= 0.013 (p<0.05) pada lingkar paha dan p= 0.066 (p<0.05) pada lingkar panggul. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar paha dengan sindroma metabolik sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan pada lingkar panggul dengan sindroma metabolik.Kata Kunci : Lingkar Paha, Lingkar Panggul, Sindroma metabolik
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani A Fahmy Arif Tsani Adinda Maharani Af Idah Nur Chauliyah, Af Idah Nur Agustya Dewi Anggraini Ahmad Syauqy Alfadila, Tsania Izza Ali Manfaluthi Ahmad Amalia Sukmadianti Amalia Sukmadianti Amalia Sukmadianti Ana Betal Haq Anis Nuraini Annta Kern Nugrohowati Anwar, Rylandnia Sucha Arima, Lia Andriani Titik Arum Bunga Pertiwi Aryu Candra Astri Pratiwi, Astri Aufa, Mahya Ayu Rahadiyanti Binar Panunggal Brotoarianto, Happy Kurnia Camelia Bomaztika Sari Citta Cendani Daniartama, Bela Darmono SS Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Dewi Masitha Dewi, Suci Noviya Dwi Arum Sulistyaningsih Eiyta Ardinasari Enny Probosari Etika Ratna Noer Fachrana Fachrana Fatimah, Putri Nur Febe Christianto Fillah Fithra Dieny Fitriani, Luthfia Indra Fredian Suhardinata, Fredian Gheby Soraya S Gusria Yuana Hagnyonowati Hagnyonowati Handayani, Endah Nur Hapsari, Prima Kusuma Hartanti Sandi Wijayanti Hastuti, Vivilia Niken Heidi Listya Heri Nugroho Hertanto Wahyu Subagio Hertanto Wahyu Subagyo Husna, Adisty Nurul Ira Mulyani Izzaty Izzul Hawa, Izzaty Izzul Jennifer Setiawan Khairuddin Khairuddin Khoiriyah, Dian Khusna, Fera Hidayatul Kirana, Stela Maris Adinda Budi Kusnadi, Gita Lailatul Firiana Lana Alfiyana Luluk Hidayatul Maghfiroh MARTHA ARDIARIA Minidian Fasitasari Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Muhammad Sulchan Mulyani, Ira Nabila, Rumaisha NANI WAHYUNI Nathalia Safitri Niken Puruhita Nissa, Choirun Novi Diah Pusparini Nugroho, M. Arif Nurhasanah Nurhasanah Nurmasari Widyastuti Nurmasari Widyastuti Nurrohmiati, Siti Oksidriyani, Safrina Prabu Giusta Nugraha Pristina Adi Rachmawati, Pristina Adi Putri Nur Fatimah Putri Wohing Ati Rachma Purwanti Rachmayanti, Annisa Alifaradila Renjani Gina Ramadhani Restutiwati, Fidi Risky Wijaya Utami Rizkita, Maura Sania Sahid, Ayu Prahartini Nur Sefri Noventi Sofia Sekar Ratry Nurramadhani Siallagan, Rini Martina SIGIT ADIANTO Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Sugiri, Sugiri Sulistyaningnagari, Putri Gayatri Tiara Aris Dahriani Tri Agrina Tri Damayanti, Tri Tsani, A Fahmy Arif Tsani, Ahmed Fahmy Arif Utami, Sulistiyati Bayu Winarto, Zahra Qurrota A'yun Yudomurti Yudomurti Yuliyani, Ni Nyoman Sri Yunita, Rhona Dian Yushila Meyrina