Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN KARBOHIDRAT DENGAN PROFIL LIPID PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Risky Wijaya Utami; Sefri Noventi Sofia; Etisa Adi Murbawani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.061 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18627

Abstract

Latar  Belakang:  Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dapat menyebabkan peningkatan pembentukan asetil-KoA dari proses dekarboksilasi fosforilasi dan meningkatkan pembentukan kolesterol serta trigliserida yang merupakan faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner.Tujuan: Mengetahui hubungan antara asupan karbohidrat dengan profil lipid (kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida) pada pasien penyakit jantung koroner.Metode: Penelitian menggunakan desain belah lintang. Subjek penelitian adalah 32  orang berusia 35-64 tahun yang berobat di RSUP Dr. Kariadi. Data primer diperoleh dengan wawancara menggunakan Semiquantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ) dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan data sekunder diperoleh dari data rekam medis subjek penelitian. Uji normalitas data menggunakan uji Saphiro Wilk. Uji bivariat menggunakan uji korelasi Pearson, Independent sampel T-test dan One way anova, sedangkan untuk uji multivariat menggunakan uji regresi linear.Hasil: Uji korelasi Pearson untuk hubungan antara asupan karbohidrat dengan profil lipid (kolesterol total, kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida) menunjukkan nilai p sebesar 0,051; 0,771; 0,106; 0,143 yang menyatakan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara asupan karbohidrat dengan profil lipid. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa kadar kolesterol total dipengaruhi oleh aktivitas fisik, tetapi untuk kadar kolesterol HDL, kolesterol LDL, dan trigliserida tidak dipengaruhi oleh variabel asupan makanan dan aktivitas fisik.Simpulan:  Asupan karbohidrat tidak berhubungan dengan profil lipid pada pasien jantung koroner. 
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN LEMAK DENGAN PROFIL LIPID PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Tri Agrina; Sefri Noventi Sofia; Etisa Adi Murbawani
DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO) Vol 6, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.619 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v6i2.18643

Abstract

Latar Belakang: Kejadian penyakit jantung koroner (PJK) akibat aterosklerosis sebagai salah satu penyebab utama kematian pada penyakit kardiovaskular diperkirakan akan terus meningkat. Perkembangan proses penyakit jantung koroner dipengaruhi oleh faktor kadar lemak darah (profil lipid) yang bersumber dari asupan makan harian, salah satunya adalah lemak. Penelitian mengenai hubungan antara asupan lemak dengan profil lipid sebelumnya masih kontroversi dan perlu dilakukan lebih lanjut. Asupan lemak yang diteliti adalah jenis asam lemak tidak jenuh berantai ganda (PUFA)Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan lemak dengan profil lipid pada pasien penyakit jantung koroner.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian adalah pasien rawat jalan penyakit jantung koroner RSUP Dr. Kariadi Semarang dengan metode purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer berupa asupan PUFA hasil pengisian kuesioner SQ-FFQ yang diolah dengan Nutri Survey 2007, serta data sekunder berupa profil lipid yang diperoleh dari instalasi rekam medis RSUP dr. Kariadi Semarang.Hasil: Analisis uji korelasi pearson antara asupan PUFA dengan profil lipid diperoleh nilai p>0,05, yaitu terhadap kolesterol total dengan nilai p=0,367dan r= -0,165, kolesterol HDL dengan nilai p=0,545 dan r= -0,111 , kolesterol LDL dengan nilai p= 0,412 dan r= -0,150, serta trigliserida dengan nilai p=0,578 dan r= -0,102.Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara asupan PUFA dengan profil lipid pada pasien penyakit jantung koroner.
HUBUNGAN LINGKAR LEHER DAN LINGKAR PERGELANGAN TANGAN DENGAN SINDROM METABOLIK Muhammad Ryan Radifan Gustisiya; Aryu Candra; Etisa Adi Murbawani; Martha Ardiaria
Jurnal Kedokteran Diponegoro (Diponegoro Medical Journal) Vol 8, No 4 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.209 KB) | DOI: 10.14710/dmj.v8i4.25352

Abstract

Latar belakang : Prevalensi sindrom metabolik dapat dikatakan cukup tinggi,  mengingat banyaknya komplikasi dan berbahayanya komplikasi yang ditimbulkan oleh sindrom metabolik, sangat berguna untuk mengetahui metode-metode skrining untuk mendeteksi sindrom metabolik, salah satunya dengan pengukuran antropometri lingkar pergelangan tangan dan lingkar leher. Tujuan :Mengetahui hubungan antara lingkar leher dan lingkar pergelangan tangan dengan sindrom metabolik. Metode : Penelitian ini adalah penelitian studi observasional analitik dengan pendekatan crossectional yang dilakukan di posyandu Tandang Ijen Kelurahan Jomblang Kota Semarang. Subjek penelitian adalah dewasa usia 50-70 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : Hasil penelitian dengan uji mann-whitney menunjukan hasil yang signifikan dengan p=0,000 pada lingkar pergelangan tangan dan p=0,003 pada lingkar leher. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara Lingkar Leher dan Lingkar Pergelangan Tangan dengan Sindrom Metabolik.Kata Kunci : Lingkar Leher, Lingkar Pergelangan Tangan, Sindrom Metabolik.
STATUS IODIUM URINE DAN ASUPAN IODIUM PADA ANAK STUNTING USIA 12-24 BULAN Dwi Arum Sulistyaningsih; Binar Panunggal; Etisa Adi Murbawani
Media Gizi Mikro Indonesia Vol 9 No 2 (2018): Media Gizi Mikro Indonesia Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.263 KB) | DOI: 10.22435/mgmi.v9i2.1028

Abstract

Latar belakang. Panjang badan dipengaruhi oleh like growth factor-1 (IGF-1). Hormon tersebut merupakan hasil sintesis hormon pertumbuhan yang didukung oleh hormon tiroid dari iodium. Asupan iodium yang rendah dapat mempengaruhi hormon pertumbuhan seperti IGF-1. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status iodium dengan panjang badan pada anak stunting usia 12-24 bulan. Metode. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional, serta dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Bangetayu Kecamatan Genuk Kota Semarang. Sebanyak 69 anak direkrut menggunakan metode simple random sampling. Data asupan diperoleh melalui Semi Quantitative Food Frequency Questionnaire. Pengukuran status iodium dalam urine dilakukan di laboratorium GAKI Fakultas Kedokteran UNDIP. Data dianalisis menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil. Rerata panjang badan subjek yaitu 75,3±4,4 cm. Sebanyak 94,2 persen subjek memiliki status iodium dengan kategori tinggi. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status iodium dan panjang badan pada anak stunting usia 12-24 bulan (p=0,95) baik asupan iodium dan panjang badan (p=0,68). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein (p=0,00), zink (p=0,01), vitamin A (p=0,00) dengan panjang badan. Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan antara status iodium dan panjang badan pada anak stunting usia 12-24 bulan.
Diagnostic accuracy of calf circumference for decreased muscle mass in older adults with sarcopenia Novi Diah Pusparini; Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Siti Fatimah Muis; Febe Christianto
Journal of Biomedicine and Translational Research Vol 8, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jbtr.v1i1.12115

Abstract

Background: Increasing number of the older adults population results in increasing sarcopenia, a geriatric problem that may lead to poor quality of life, susceptibility to disease, malnutrition, and even death. Muscle mass is an important sarcopenia parameter that can be measured by Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Detection of decreased muscle mass can be done by measuring calf circumference, it is expected to provide an early diagnose of sarcopenia so that early intervention can be given and improve the quality of life of the older adults.Objective: To analyze the diagnostic accuracy of calf circumference for decreased muscle mass in older adults to provide simple way in diagnosing sarcopenia.Methods: This study involved 126 older adults, consisted of 57 men and 69 women aged 60-80 years in the community who met the inclusion criteria. Criteria of sarcopenia were defined based on the Asian Working Group for Sarcopenia (AWGS) Consensus, consisted of three components; muscle mass, handgrip strength, and walking speed. This study analyze the diagnostic accuracy of calf circumference for decreased muscle mass measured by single- frequency BIA and calf circumference was measured using a measuring tape. The analysis was carried out according to the receiver operating characteristic (ROC) curve to determine the cut-off point along with the sensitivity (Se) and specificity (Sp) values, positive and negative predictive values (PPV and NPV) of calf circumference as an indicator for low muscle mass.Results: Optimal cut-off point of calf circumference to indicate low muscle mass is 32.9 cm in women (Se 80.8%, Sp 79.1%, PPV 75.9%, NPV 87.5%) and 33.5 cm in men (Se 78.6%, Sp 74.4%, PPV 50%, NPV 91.4%). PPV in men is lower than women. This is due to a lower prevalence of decreased muscle mass in men than women. There were 49 participants with the calf circumference below cut-off point and 40 (31.7%) of the 126 participants had sarcopenia.Conclusion: Calf circumference has a diagnostic accuracy to find decreased muscle mass in  sarcopenia.
HUBUNGAN DERAJAT KEPARAHAN STROKE DENGAN PERUBAHAN STATUS GIZI PASIEN DI UNIT STROKE Camelia Bomaztika Sari; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani
IJCNP : INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN Vol 3 No 1 (2020): IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN)
Publisher : Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54773/ijcnp.v3i1.20

Abstract

Latar belakang : Defisit neurologis akibat stroke akut menyebabkan perburukan malnutrisi selama perawatan di rumah sakit dan dikaitkan dengan outcome klinis lebih buruk, masa rawat lebih lama dan biaya lebih besar. Tujuan: Menganalisis hubungan derajat keparahan stroke dengan perubahan status gizi pasien selama pelayanan di Unit Stroke dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode : Penelitian cross-sectional dilakukan di Unit Stroke RSUP dr. Kariadi Semarang pada bulan Maret - Mei 2019 terhadap 60 subyek pasien stroke yang dipilih secara consecutive sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian NIHSS dilakukan pada awal dan akhir pengamatan; pengukuran dan perubahan LLA pada hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-14; status diare serta status disfagia. Uji Chi-square dilakukan untuk melihat hubungan antara derajat keparahan stroke dengan faktor-faktor yang berhubungan dengan perubahan status gizi pasien. Hasil: Derajat keparahan stroke sedang dan berat lebih banyak dijumpai. Target pemenuhan energi hari ke-5 dapat dicapai 80% subyek, penurunan LLA 35%, diare 11,7% dan disfagia 46,7%. Terdapat hubungan signifikan antara derajat keparahan stroke dengan perubahan LLA (p < 0,05). Simpulan : Derajat keparahan stroke berhubungan dengan perubahan status gizi selama perawatan yang dinilai dari penurunan LLA.
HUBUNGAN ANTARA ANGKA KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN KESEMBUHAN LUKA PADA PASIEN ULKUS DEKUBITUS Nathalia Safitri; Hertanto Wahyu Subagio; Etisa Adi Murbawani; Niken Puruhita; Amalia Sukmadianti
IJCNP : INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN Vol 4 No 2 (2021): IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN)
Publisher : Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54773/ijcnp.v4i2.76

Abstract

ABSTRAK Latar belakang : Ulkus dekubitus merupakan masalah kesehatan di banyak negara dan malnutrisi merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam perkembangan ulkus dekubitus, namun investigasi klinis masih jarang dilakukan untuk mengamati kebutuhan jumlah energi dan protein pada kesembuhan luka. Tujuan penelitian : Menganalisis hubungan antara angka kecukupan energi dan protein dengan kesembuhan luka pada pasien ulkus dekubitus. Menganalisis hubungan antara angka kecukupan energi dan protein dengan kesembuhan luka pada pasien ulkus dekubitus dikontrol dengan faktor usia, indeks massa tubuh, dan adanya infeksi. Metode penelitian : Studi observasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 40 subjek sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kesembuhan luka dinilai menggunakan PUSH score tools 3.0, angka kecukupan energi dan angka kecukupan protein dinilai berdasarkan rata-rata asupan total masing-masing yang diberikan dalam seminggu. Hasil : Terdapat hubungan lemah antara angka kecukupan energi dengan kesembuhan luka (r= 0,37 dan p= 0,02). Adanya hubungan sedang antara angka kecukupan protein dengan kesembuhan luka (r= 0,42 dan p= 0,01). Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara angka kecukupan energi dan protein dengan kesembuhan luka pada pasien ulkus dekubitus. Faktor usia, indeks massa tubuh, dan infeksi pada ulkus dekubitus bukan merupakan variabel perancu dalam penelitian ini. Kata kunci : Angka kecukupan energi, angka kecukupan protein, kesembuhan luka, ulkus dekubitus.
HUBUNGAN DIAMETER SAGITAL ABDOMEN DENGAN HbA1c PADA PASIEN LAKI-LAKI DENGAN OVERWEIGHT/OBESITAS Eiyta Ardinasari; Niken Puruhita; Etisa Adi Murbawani; Siti Fatimah Muis; Amalia Sukmadianti
IJCNP : INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN Vol 4 No 2 (2021): IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN)
Publisher : Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54773/ijcnp.v4i2.78

Abstract

Latar belakang: Obesitas sentral menjadi faktor risiko terjadinya DM tipe 2 dan sindrom metabolik. Pengukuran menggunakan diameter sagital abdomen dapat digunakan sebagai penanda pengganti untuk memprediksi risiko DM tipe 2. Referensi penggunaan diameter sagital abdomen sebagai alat antropometri untuk penapisan risiko DM tipe 2 di Indonesia masih terbatas. Tujuan : Menganalisis hubungan antara diameter sagital abdominal dengan kadar HbA1c Metode penelitian : Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 60 subyek berusia antara 40-55 tahun yang berada di wilayah kerja kota Semarang yang overweight/ obese dipilih sebagai subjek setelah sebelumnya menyetujui informed consent dan penelitian mendapatkan persetujuan Etik. Instrumen penelitian adalah kaliper diameter sagital abdomen, pita ukur, dan Chemistry analyzer HbA1c. Penghitungan data menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi linier. Hasil : Diameter sagital abdomen berbanding lurus dengan kadar HbA1c pada subyek laki-laki overweight/ obese (p < 0,001, r= 0,490). Kenaikan 1 cm SAD meningkatkan kadar HbA1c sebesar 17%. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memperkuat penemuan ini pada subjek dengan variabilitas yang lebih beragam. Simpulan : Diameter sagital abdomen dapat dijadikan alat skrining antropometri pengganti untuk penapisan risiko DM tipe 2 pada orang dengan overweight/obese. Kata kunci : Diameter sagital abdomen, DM tipe 2, HbA1c, obesitas sentral
PENGARUH PEMBERIAN TEH ROSELA UNGU (HIBISCUS SABDARIFFA LINN) TERHADAP PROFIL LIPID PADA TIKUS HIPERKOLESTEROLEMI Enny Probosari; Etisa Adi Murbawani; Aryu Candra; Martha Ardiaria
IJCNP : INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN Vol 5 No 1 (2022): IJCNP (INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL NUTRITION PHYSICIAN)
Publisher : Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54773/ijcnp.v5i1.94

Abstract

Latar Belakang : Dislipidemia merupakan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di dunia. Bunga rosela sebagai tanaman herbal yang popular di masyarakat Indonesia mengandung bahan aktif yang dapat memperbaiki profil lipid. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian seduhan kelopak rosela terhadap profil lipid tikus wistar yang diberi pakan tinggi lemak. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan design pre-post test dengan kelompok kontrol, menggunakan 24 ekor tikus wistar jantan usia 3 bulan, dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok kontrol diberi pakan standar dan minum ad libitum, kelompok perlakuan P1 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 1340 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan P2 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 2700 mg/KgBB/hari, kelompok perlakuan P3 diberi pakan standar dan seduhan rosela dosis 4020 mg/KgBB/ hari selama 30 hari. Pada awal dan akhir perlakuan diambil serum darah untuk mengetahui kadar trigliserida, kolesterol total, HDL, dan LDL. Hasil: Pemberian rosela pada ketiga kelompok perlakuan mengalami penurunan kadar trigliserid, kadar LDL, Peningkatan kadar kolesterol, dan kadar HDL secara bervariasi. Kelompok P3 menunjukan penurunan kadar trigliserid sebesar -61,00±45,41 (p<0,05) lebih baik dibanding kelompok lain. Kelompok P2 menunjukan peningkatan kadar HDL sebesar 10,20±9,89 (p>0,05) lebih baik dibanding kelompok lain. Kelompok P2 menunjukan penurunan LDL sebesar -5,50±7,06 (p>0,05) dibanding kelompok lain. Kesimpulan: Pemberian teh rosela dengan dosis 4020 mg/KgBB/hari selama 30 hari mampu menurunkan kadar trigliserida secara signifikan (p<0,05) pada tikus hiperkolesterolemi. Kata Kunci : Profil lipid, Rosela, Tikus Wistar
Correlation of Obesity Status with Zinc Serum Levels and Insulin Resistance in Perimenopause Obese Women Heidi Listya; Muhammad Sulchan; Etisa Adi Murbawani; Niken Puruhita; Amalia Sukmadianti
Diponegoro International Medical Journal Vol 1, No 2 (2020): December
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/dimj.v1i2.9559

Abstract

Background : Obesity is one of the global health problems. The prevalence of obesity in women is higher than men. Various metabolic problems are caused by obesity, such as insulin resistance and deficiency of micronutrients such as zinc. The occurrence of insulin resistance in obesity is also influenced by zinc deficiency.Objectives : To analyse the correlation of obesity status with serum zinc levels and insulin resistance in perimenopause obese women.Methods : Correlational research with 62 perimenopause obese women subject aged  40-50 years old who met the inclusion and exclusion criteria. Serum zinc levels were measurement using AAS and insulin resistance using HOMA IR formula.  Serum zinc levels, fasting insulin, fasting blood glucose taken from venous blood. Hypothesis testing uses Pearson correlation.Results : 12.9% had low serum zinc levels and high HOMA IR 9.09%. There was a significant negative correlation between BMI with serum zinc levels   (r = -0.402; p = 0.001) and significant positive correlation between BMI   with insulin resistance (r = 0.396; p = 0.001). There was a significant negative correlation between WC with serum zinc levels    (r = -0.18 , p = 0.161) and significant positive correlation between WC with insulin resistance ( r =0.284  , p =0.025  ). and significant negative correlation between serum zinc levels with insulin resistance (r = -0.404; p = 0.001).Conclusion : There is a correlation between obesity status with serum zinc levels  and correlation between obesity status with insulin resistance  in perimenopause obese women.
Co-Authors A Fahmy Arif Tsani A Fahmy Arif Tsani Adinda Maharani Af Idah Nur Chauliyah, Af Idah Nur Agustya Dewi Anggraini Ahmad Syauqy Alfadila, Tsania Izza Ali Manfaluthi Ahmad Amalia Sukmadianti Amalia Sukmadianti Amalia Sukmadianti Ana Betal Haq Anis Nuraini Annta Kern Nugrohowati Anwar, Rylandnia Sucha Arima, Lia Andriani Titik Arum Bunga Pertiwi Aryu Candra Astri Pratiwi, Astri Aufa, Mahya Ayu Rahadiyanti Binar Panunggal Brotoarianto, Happy Kurnia Camelia Bomaztika Sari Citta Cendani Daniartama, Bela Darmono SS Darmono SS Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Deny Yudi Fitranti Dewi Masitha Dewi, Suci Noviya Dwi Arum Sulistyaningsih Eiyta Ardinasari Enny Probosari Etika Ratna Noer Fachrana Fachrana Fatimah, Putri Nur Febe Christianto Fillah Fithra Dieny Fitriani, Luthfia Indra Fredian Suhardinata, Fredian Gheby Soraya S Gusria Yuana Hagnyonowati Hagnyonowati Handayani, Endah Nur Hapsari, Prima Kusuma Hartanti Sandi Wijayanti Hastuti, Vivilia Niken Heidi Listya Heri Nugroho Hertanto Wahyu Subagio Hertanto Wahyu Subagyo Husna, Adisty Nurul Ira Mulyani Izzaty Izzul Hawa, Izzaty Izzul Jennifer Setiawan Khairuddin Khairuddin Khoiriyah, Dian Khusna, Fera Hidayatul Kirana, Stela Maris Adinda Budi Kusnadi, Gita Lailatul Firiana Lana Alfiyana Luluk Hidayatul Maghfiroh MARTHA ARDIARIA Minidian Fasitasari Muhammad Ryan Radifan Gustisiya Muhammad Sulchan Muhammad Sulchan Mulyani, Ira Nabila, Rumaisha NANI WAHYUNI Nathalia Safitri Niken Puruhita Nissa, Choirun Novi Diah Pusparini Nugroho, M. Arif Nurhasanah Nurhasanah Nurmasari Widyastuti Nurmasari Widyastuti Nurrohmiati, Siti Oksidriyani, Safrina Prabu Giusta Nugraha Pristina Adi Rachmawati, Pristina Adi Putri Nur Fatimah Putri Wohing Ati Rachma Purwanti Rachmayanti, Annisa Alifaradila Renjani Gina Ramadhani Restutiwati, Fidi Risky Wijaya Utami Rizkita, Maura Sania Sahid, Ayu Prahartini Nur Sefri Noventi Sofia Sekar Ratry Nurramadhani Siallagan, Rini Martina SIGIT ADIANTO Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Siti Fatimah Muis Sugiri, Sugiri Sulistyaningnagari, Putri Gayatri Tiara Aris Dahriani Tri Agrina Tri Damayanti, Tri Tsani, A Fahmy Arif Tsani, Ahmed Fahmy Arif Utami, Sulistiyati Bayu Winarto, Zahra Qurrota A'yun Yudomurti Yudomurti Yuliyani, Ni Nyoman Sri Yunita, Rhona Dian Yushila Meyrina