Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Policy Dalam Noodwer Exces Terhadap Tindak Pidana Pembunuhan : (Studi Kasus di Polres Langsa) Murhadi, Murhadi; Krisna, Liza Agnesta; Aldino, Hanri
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 5 No 4 (2026): April
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v5i4.955

Abstract

Noodweer (pembelaan terpaksa) dalam hukum pidana Indonesia adalah alasan pemaaf yang melepaskan seseorang dari pidana saat terpaksa melakukan tindakan melawan hukum untuk membela diri, orang lain, kehormatan kesusilaan, atau harta benda dari serangan seketika yang melawan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan batasan penerapan hukum menurut KUHP terkait tindakan pembelaan diri yang mengakibatkan kematian, untuk menjelaskan fungsi dan kewenangan kepolisian/penyidik dalam KUHP serta untuk menjelaskan penerapan asas-asas hukum pidana, seperti asas legalitas dan due process of law, dalam menentukan kewenangan lembaga penegak hukum terhadap pelaku pembunuhan yang mengklaim pembelaan diri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penanganan kasus pembunuhan dengan klaim pembelaan diri menuntut pemahaman dan penerapan hukum yang tepat oleh aparat penegak hukum, terutama kepolisian sebagai penyidik. Hal ini karena Pasal 49 KUHP serta Pasal 34 dan 43 KUHP Nasional telah mengatur secara tegas syarat kumulatif yang harus dipenuhi agar suatu tindakan dapat dikategorikan sebagai pembelaan diri yang sah (noodweer) atau pembelaan yang melampaui batas akibat keguncangan jiwa (noodweer exces), yang masing-masing berimplikasi pada penghapusan sifat melawan hukum atau kesalahan pelaku. Legal policy noodweer exces terhadap pembunuhan pada dasarnya adalah kebijakan yang adil secara substantif karena mengakui bahwa dalam kondisi psikologis ekstrem, pertanggungjawaban pidana tidak dapat dibebankan secara penuh. Namun, kebijakan ini hanya akan mencapai tujuannya jika didukung oleh sistem penegakan hukum yang kompeten, berintegritas, dan peka terhadap keadilan.
Manajemen Bandwidth Berbasis QoS untuk Optimasi Jaringan di LKSA Muhammadiyah Purworejo Wibowo, Fajar Ponco Adi; Jumasa, Hamid Muhammad; Murhadi, Murhadi
JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer Vol. 4 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/jsitik.v4i2.820

Abstract

Latar Belakang: LKSA Yatim Muhammadiyah Purworejo memanfaatkan jaringan komputer dan internet untuk pembelajaran, administrasi, serta layanan fotokopi. Namun, belum adanya manajemen bandwidth menyebabkan distribusi kecepatan internet tidak merata dan koneksi kurang stabil, terutama saat lalu lintas padat, sehingga layanan penting terganggu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menerapkan Quality of Service (QoS) dengan teknik Per Connection Queue (PCQ) guna meningkatkan pemerataan dan stabilitas koneksi internet. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan Network Development Life Cycle (NDLC) yang mencakup analisis, desain, simulasi, implementasi, monitoring, dan manajemen. Jaringan dibagi ke dalam tiga subnet: laboratorium, tata usaha, dan fotokopi. Konfigurasi dilakukan pada router Mikrotik dengan PCQ classifier, mangle rules, serta prioritas untuk aplikasi penting. Pengujian dilakukan sebelum dan sesudah penerapan menggunakan Speedtest dan parameter QoS (throughput, packet loss, delay, jitter) berdasarkan standar TIPHON. Hasil: Sebelum penerapan QoS, ruang fotokopi mendominasi penggunaan bandwidth dengan unduh 29,35 Mbps, sedangkan laboratorium dan tata usaha hanya 8,10 Mbps dan 6,97 Mbps. Setelah penerapan, distribusi bandwidth lebih merata dengan hasil fotokopi 1,94 Mbps, laboratorium 2,51 Mbps, dan tata usaha 3,95 Mbps. Parameter QoS juga membaik dengan throughput lebih seimbang, packet loss mendekati 0%, delay rendah (0,96–1,02 ms) dan jitter stabil. Kesimpulan: Penerapan QoS melalui PCQ terbukti efektif menjaga kualitas jaringan sesuai standar TIPHON.
EVALUASI TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI PENUNJANG APLIKASI HONDA E-CARE DAN HONDA SMART DEVICE MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 Lindawati, Meitri; Pasa, Ike Yunia; Murhadi, Murhadi
Jurnal Dialektika Informatika (Detika) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Dialektika Informatika(Detika) Vol.6 No.1 Desember 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/detika.v6i1.15868

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era digital membawa dampak besar bagi peningkatan efisiensi dan kinerja, termasuk di industri otomotif. Salah satunya pada Cabang Dealer Mobil Honda Tunas Jaya Purworejo yang telah menerapkan sistem Honda Smart Device dan Honda e-Care. Namun, masih dijumpai berbagai kendala tata kelola TI, seperti keterbatasan infrastruktur, minimnya tenaga ahli, tidak adanya pemeliharaan terjadwal, jaringan tidak stabil, serta kurangnya mekanisme pengawasan di tingkat cabang karena kebijakan dikelola secara terpusat. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara operasional cabang dengan strategi pusat yang berdampak pada efisiensi kerja dan kualitas layanan. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja COBIT 5 dengan fokus pada dua subdomain, yaitu DSS01 (Manage Operations) dan MEA01 (Monitor, Evaluate and Assess Performance and Conformance). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan kuesioner kepada sepuluh responden untuk mengukur tingkat kapabilitas saat ini (as-is) dan target yang diharapkan (to-be). Hasil menunjukkan DSS01 berada pada level 3 dengan nilai rata-rata 2,78 dan gap 1,22, sedangkan MEA01 juga pada level 3 dengan rata-rata 2,664 dan gap 1,336. Rekomendasi perbaikan meliputi penyusunan SOP operasional, peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, serta audit TI berkala
Co-Authors ., Ponidi A. S., Suharyono Ade Kurniawan Ahmad Sapta Zuidar Aisyah Mutia Dawis Aldino, Hanri Anggoro, Cahyo Anisa Yustiana Anungputri, Pramita Sari Batubara, Andar Cahyani, Atika Dwi Cahyaningtyas, Fransiska Dyah Ayu Chirzah, Dewi Dedy Aprizal DEWI SARTIKA DEWI SARTIKA Elida Purba Erdi Suroso Eriska, Sovia Faiq, Naufal Rifqi Fitria - Fitriastuti, Fera Wahyu Fizzaria Khasbullah Ghina, Salma Havita Dwi Anggasari Herdiana, Novita Hermansah, Lutfi Huwae, Hans Andriano Pradana Ike Yunia Pasa Jumasa, Hamid Muhammad Kadek Wiweka Karnawati, Rita Agustina Khasanah, Al Krisna, Liza Agnesta Lestari, Tri Puji Lindawati, Meitri Mairisa Lestari Maria Erna Kustyawati Maryanti Maryanti Mauza, Afifa Muhammad Nur Muhammad Nur Faza Taqiyyuddin Mulyani, Novita Murdiyani, Ivana Neny Kennesthy Anggraeni Ningtyas, Okta Sekar Novanti, Neni Tri Nurleni Kurniawati Prabowo, Hanifah Nur Indhiati Putri Liqwiyanti, Mutiara Chaerany Putri, Ananda Ericka Putri, Melinia Ramadhani Ridwan Kurniawan Samsu Udayana Nurdin Samsu Udayana Nurdin Samsul Rizal Sandi Saputra Saputra, Suryanto Ade Shururi, Anindito Fakhri Siti Nurdjanah Sri Hidayati Sri Hidayati Sthil, Triwin Subeki Subeki Suharyono A.S. Suharyono A.S. Suharyono AS Suharyono AS Suharyono AS Suharyono Suharyono Susilawati Susilawati Susilawati, Susilawati Tanto Pratondo Utomo Undadraja, Bigi Wahju Tjahjo Saputro Wibowo, Fajar Ponco Adi Widia Rini Hartari Widiati, Wahyu Eka Wijayanti, Sekar Nutty Yulmaini Yulmaini Yunggo, Jessica Yuniarti, Lani Zulferiyenni, Zulferiyenni