Claim Missing Document
Check
Articles

Menguji Kepastian Hukum Prinsip Separate Legal Entity terhadap Permohonan Pailit Anak Perusahaan BUMN Persero Handayani, Wiwid Putri; Muryanto, Yudho Taruno; Cahyaningsih, Diana Tantri
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kepastian hukum atas prinsip separate legal entity dalam kepailitan anak perusahaan BUMN Persero. Penelitian ini dilatarbelakangi karena terjadinya disparitas putusan pengadilan terhadap permohonan pailit anak perusahaan BUMN Persero, contohnya dalam permohonan pailit anak perusahaan BUMN Persero yang diajukan oleh permohonan pailit terhadap PT Indonesia Power yang diajukan Konsorsium Kinarya Liman Margaseta ditolak dengan pertimbangan bahwa kedudukan anak perusahaan sejajar dengan BUMN induk sebagai penyelenggara kepentingan publik sehingga memerlukan persetujuan Menteri Keuangan. Sebaliknya, putusan terhadap PT Kertas Leces (Persero) justru mengabulkan permohonan pailit dengan menegaskan statusnya sebagai badan hukum mandiri sebagaimana perseroan terbatas lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak perusahaan BUMN Persero secara normatif merupakan badan hukum mandiri yang kekayaannya terpisah dari kekayaan negara, sehingga dapat dipailitkan sebagaimana perseroan terbatas lainnya. Namun, penafsiran hukum yang berbeda terhadap status aset sebagai bagian dari kepentingan negara menimbulkan inkonsistensi dalam putusan pengadilan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan harmonisasi interpretasi dan penegasan norma untuk menjamin kepastian hukum dalam proses kepailitan anak perusahaan BUMN Persero.
Analisis Karya Kecerdasan Buatan Italian Brainrot Dalam Perspektif Undang-Undang Hak Cipta Nabila, Aulia Khansa; Muryanto, Yudho Taruno
Jurnal Kajian Hukum Dan Kebijakan Publik | E-ISSN : 3031-8882 Vol. 3 No. 2 (2026): Januari-Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/0mj44163

Abstract

This research aims to analyze one of the works produced by artificial intelligence, specifically Italian Brainrot, in the field of image-based creations. The use of artificial intelligence technology brings its own challenges in the field of copyright law, as it gives rise to a fundamental legal uncertainty regarding whether works generated by artificial intelligence can be categorized as "creations" protected by copyright under Law Number 28 of 2014 on Copyright. The method used is normative juridical with a literature study approach, referring to Law Number 28 of 2014 on Copyright and other related regulations. The research findings indicate that works produced entirely by the Italian Brainrot artificial intelligence cannot obtain copyright protection in Indonesia. This is because Italian Brainrot's AI-generated works do not meet the requirements for a creation to be eligible for copyright protection, namely originality, creativity, and embodiment. Italian Brainrot has not fulfilled the requirement of human authorship and human creativity, and therefore cannot yet obtain copyright protection.