Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEMODELAN POTENSI EROSI DAN SEDIMENTASI DI SUB DAS LEKOPANCING KAB. MAROS DENGAN APLIKASI ARCGIS 10.5 Zainal Djumali; Maslinda Melin; Farouk Maricar; Farida Gaffar
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 3 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i3.144

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) mempunyai peranan penting bagi kehidupan makhluk hidup, oleh karena itu dalam menjaga kelestarian lingkungan diperlukan pengelolaan DAS. Faktor penting dalam pengelolaan suatu DAS adalah mencegah terjadinya erosi dan sedimentasi yang dapat mengakibatkan penurunan kuantitas dan mutu air. Peristiwa erosi yang mengakibatkan sedimentasi menjadi suatu masalah yang terjadi pada sub DAS Lekopancing yang berada di kecamatan Tompobulo, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besar potensi erosi dan sedimentasi yang terjadi di sub DAS Lekopancing menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 dari tahun 2010-2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 yang menganalisis potensi erosi dan sedimentasi menggunakan persamaan Revised Universal Soil Loss Equation (RUSLE) di sub DAS Lekopancing. Hasil penelitian menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 didapatkan besarnya potensi erosi dari tahun 2010-2021 yaitu berdasarkan faktor K sebesar 21.336,25 ton, faktor Ls sebesar 20.086,75 ton, faktor C sebesar 17.726,34 ton. Dari hasil potensi erosi didapatkan besarnya potensi sedimentasi menggunakan aplikasi ArcGIS 10.5 yaitu faktor K sebesar 4.930,04 ton, faktor Ls sebesar 4.831,49 ton, dan faktor C sebesar 4.211,66 ton.
ANALISIS LIMPASAN PERMUKAAN PADA DAS TOWARI KABUPATEN KOLAKA UTARA MENGGUNAKAN MODEL SWAT Andy Saputra; Muh. Azwal Al- Hidayat; Asnita Virlayanti; Farida Gaffar
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 4 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i4.150

Abstract

Indonesia sebagai negara beriklim tropis mempunyai curah hujan yang tinggi. Salah satu daerah yang mempunyai curah hujan tinggi adalah Daerah Aliran Sungai (DAS) Towari. DAS Towari terletak di Kabupaten Kolaka Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal tersebut berdampak positif berupa ketersediaan air yang sangat melimpah. Namun, curah hujan yang tinggi juga memiliki dampak negatif berupa tingginya aliran permukaan. DAS Towari merupakan sumber air irigasi masyarakat disekitarnya. Potensi sumber daya air yang cukup baik memberi manfaat bagi masyarakat namun seringkali meresahkan saat musim hujan tiba karena terjadi banjir. Analisis hidrologi dilakukan dalam menentukan besarnya hujan. Perhitungan curah hujan menggunakan data curah hujan harian maksimum tahunan. Pada penelitian ini digunakan data curah hujan selama 10 tahun yaitu dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2021 dan data curah hujan tersebut didapatkan dari 3 Stasiun, yakni Stasiun Towari, Stasiun Tamboli, dan Stasiun Balandate.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR PADA IRIGASI SANREGO KECAMATAN KAHU KABUPATEN BONE Indriyanti Indriyanti; Kasmawati Kasmawati; Risal Agustiansa; A. Rizkhi Aulia SA; Sukmasari Antaria; Fausiah Latif; Farida Gaffar
TEKNIK HIDRO Vol 16, No 2 (2023): Teknik Hidro Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/th.v16i2.12429

Abstract

D.I Sanrego Kecamatan Kahu,Kabupaten Bone pemberian air pada daerah irigasi perlu menyesuaikan dengan air yang tersedia ini berasal dari air hujan serta seperti Sungai dan bendung sanrego, karena itu yang tersedia selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu maka di perlukan pengaturan pemberian air sebagai dasar rencana tata tanam. D.I Sanrego Kecamatan Kahu Kabupaten Bone kebutuhan airnya tidak terpenuhi pada musim kemarau. Hal tersebut mendorong perlu adanya analisis kebutuhan air yang memperhatikan faktor tataguna lahan bagi perencanaan pemanfaatan sumber daya air ( Upt Psda Sanrego ). Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air pada Irigasi Sanrego dan tingkat kebutuhan air irigasi pada Irigasi Sanrego. Pada hasil penelitian ini ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan pada Irigasi Sanrego dengan data curah hujan sebesar 2,92 m3 / dtk. Besar rata – rata tingkat kebutuhan air pada Irigasi Sanrego  6,24 m3 /dtk
PENERAPAN APLIKASI KOMPUTASI UNTUK ANALISIS SISTEM PENGELOLAAN SUB DAS JENEMARRUNG Muh. Nursalam; Askar Fahresa; Muh. Yunus Ali; Farida Gaffar
Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 1 No. 7 (2023): Kohesi: Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : CV SWA Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3785/kjst.v1i7.635

Abstract

Banjir pada sungai Jenemarung mengakibatkan tiga Kecamatan yang terkena dampak akibat pelupan air sungai.yakni Kecamatan Pattalassang, Kecamatan Polombangkeng Selatan dan Kecamatan Galesong Utara. Tujuan penelitian untuk menganalisis debit banjir rencana pada sungai Jenemarung di Desa Kadato Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar menggunakan Hydrologic Engineering Center’s – Hydrologic Modeling System (HEC-HMS) dan Hydrologic Engineering Center’s – River Analisis Center (HEC-RAS) dan menerapkan aplikasi komputasi untuk system pengelolaan sungai Jenemarung menggunakan software HEC-HMS dan HEC-RAS di Desa Kadato Kecamatan Polongbangkeng Kabupaten Takalar. Analisis curah hujan rencana dihitung dengan menggunakan metode Log Person III dan metode Poligon Thiessen. Untuk menghitung debit banjir sungai Jenemarrung ini digunakan data curah hujan di stasiun Jenemarrung, Lengkese, dan Rajaya dengan periode 2011 s/d 2020. Dan untuk hasil tinggi muka air yang menggunakan software HEC-RAS pada kala ulang 5,10,15,20,25, dan 50 tahun dan hasil Running HEC-HMS dengan Q 2tahun sebesar 184,9 , Q 5 tahun sebesar 333,2 , Q 10 tahun sebesar 488,8 , Q 20 tahun sebesar 700,3 , Q 25 tahun sebesar 783,4 dan untuk Q 50 tahun sebesar 1099,1 , hasil penelitian dalam penerapan aplikasi komputasi (HEC-HMS dan HEC-RAS) sangat berguna dan dapat digunakan untuk menganalisis aliran sungai SubDAS Jenemarung dan berdasarkan hasil analisis menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting sungai tidak dapat menampung debit banjir diatas Q 2 tahun sehingga mengakibatkan terjadinya luapan.
ANALISIS HIDROLIKA SUNGAI TALLO MENGGUNAKAN APLIKASI HEC-RAS 6.0 Khafifah, Andi Nurul; Mustari, Wardan; Kasmawati; Gaffar, Farida
Jurnal Karajata Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v3i2.2128

Abstract

Sungai Tallo memiliki Daerah Aliran Sungai atau DAS sekitar 432.21 km². Apabila kapasitas tampungan sungai tidak mampu mengalirkan debit air maka akan terjadi luapan yang menyebabkan genangan pada daerah bantaran banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui debit maksimum yang melewati Sungai Tallo di Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar dan mengetahui hasil analisis hidrolika alirannya menggunakan aplikasi HEC-RAS 6.0. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan hasil yaitu nilai debit maksimum yang diperoleh sebesar 1861,75 m3/detik pada kala ulang 200 tahun. Analisis hidrolika aliran menggunakan software HEC-RAS 6.0 pada aliran sungai menunjukkan bahwa STA 0 sampai dengan 1000 merupakan jenis aliran subkritis dimana Fr < 1,0.
Analisis Perbandingan Karakteristik Aliran Teradap Nilai Kekasaran Pipa Yang Berbeda Gaffar, Farida; Kasmawati, Kasmawati; Anwar, Fitria; Almidar, Hesti; Latif, Fauziah
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 1 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i1.2977

Abstract

Flow obstructions often occur in the flow that passes through a pipe installation. As a result, head loss and pressure drop occur which are influenced by fluid friction and changes in the flow pattern of a pipe. However, under certain conditions, frictional resistance is only influenced by fluid viscosity. The aim of this research is to analyze the characteristics of the flow of roughness values ​​in PVC pipes and the flow of roughness values ​​in PP-R pipes using experimental methods carried out in the laboratory. The data that has been collected analyzed using the Reynolds equation, Darcy equation and Bernoulli equation. The research results showed that the characteristic of PVC pipes with the largest froude number value which 0.315 and the smallest which 0.090 were subcritical flow. Meanwhile, the characteristic of the PP-R pipe with the largest froude number value which 0.297 and the smallest which 0.057 were also subcritical flow.
Pengaruh Sedimen terhadap Karakteristik Aliran pada Saluran Terbuka Said, Muhammad; Awaliyah, Annisa Nurhikmah; Indriyanti; Gaffar, Farida
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.493

Abstract

Identifikasi pengaruh sedimen terhadap karakteristik aliran pada saluran terbuka cukup penting karena saluran terbuka rawan terhadap pengendapan sedimen. Penelitian ini bertujuan untuk membantu memahami pengaruh sedimen terhadap karakteristik aliran pada saluran terbuka berdasarkan perhitungan bilangan Froude (Fr). Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, karena datanya dikumpulkan. Data penelitian menunjukkan terjadi perubahan kecepatan aliran pada saluran, dimana aliran tanpa sedimen lebih besar dibandingkan aliran menggunakan sedimen. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh sedimen dasar terhadap perubahan kecepatan aliran seiring perubahan waktu. dan menunjukkan bahwa seiring berjalannya waktu, karakteristik aliran juga berubah, akibat terkikisnya sedimen dasar saluran. Jadi dapat disimpulkan bahwa sedimen mempengaruhi perubahan karakteristik aliran.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Alfianshar, Muh; Nur Fath, Muhammad; Azis, Indriyanti; Gaffar, Farida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.5099-5106

Abstract

Sistem drainase dibangun untuk mengalirkan air buangan seperti limbah domestik, limbah industri maupun debit air yang berasal dari siklus hidrologi yang dapat menyebabkan terjadinya banjir. Saat hujan deras di kota Makassar hampir semua tempat terjadi genangan air terutama yang sering terjadi di bahu dan badan jalan. Seperti yang terjadi di beberapa kecamatan di kota Makassar, salah satunya kecamatan Tallo di jalan Gatot Subroto. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan besar kapasitas debit saluran eksisting yaitu saluran kanan sebesar 0,302 m3/dtk dan saluran kiri sebesar 0,240 m3/dtk. Sedangkan besar debit banjir rencana untuk kala ulang 25 tahun yaitu sebesar 0,609 m3/dtk. Perencanaan dimensi saluran yang telah di design ulang memiliki kapasitas debit untuk saluran kanan 0,797 m3/dtk dengan lebar atas (B) = 1 m, lebar bawah = 0,9 m, dan tinggi saluran (H) = 0,8 m, sedangkan saluran kiri 0,739 m3/dtk dengan lebar atas (B) = 0,9 m, lebar bawah (b) = 0,7 m dan tinggi saluran (H) = 0,8 m. Sehingga debit saluran > debit banjir rencana.
Analisis Pengaruh Transpor Sedimen Terhadap Morfologi Sungai Calendu di Kabupaten Bantaeng Muh. Albuharram Rasyidin Nur; Nenny; Farida Gaffar; Samsir
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i2.3087

Abstract

Sungai adalah aliran air di permukaan bumi yang terbentuk secara alami, mulai dari hulu kecil hingga hilir besar. Transportasi sedimen, sebagai proses alami yang melibatkan pergerakan material sedimen di sepanjang sungai, dapat berdampak cukup besar pada morfologi sungai. Keberadaan sedimen yang terlalu banyak dapat mempengaruhi perubahan morfologi seperti perubahan bentuk aliran dan kedangkalan di sungai, yang dapat menyebabkan air meluap yang dapat menyebabkan bencana banjir setiap tahunnya. Dalam banyak kasus yang ditemukan di Kabupaten Bantaeang, Sungai Calendu mengalami perubahan morfologi yang signifikan akibat sedimentasi yang terlalu tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa banyak transportasi sedimen dan pengaruh sedimen terhadap perubahan aliran Sungai Calendu di Kabupaten Bantaeng. dan hasil yang diperoleh untuk metode USBR, kejadian pengangkutan sedimen terapung sebesar 13,85 ton/tahun dan total pengangkutan sedimen terapung dengan debit desain Q50 sebesar 178,52 ton, pengangkutan sedimen dasar menggunakan metode Mayer Petter Muler sebesar 1903,72 ton/tahun, Einstein 78,70 ton/tahun, dan berdasarkan data lapangan sebesar 56,22 ton/tahun. Metode yang mendekati data lapangan adalah metode Einstein. Berdasarkan tahun 2018 hingga 2021, terjadi perubahan morfologi dimana pada tahun 2020 diperoleh pengangkutan sedimen terbesar, yaitu 24,39 ton/tahun.
Evaluasi Kinerja Saluran Sekunder Irigasi (Studi Kasus Daerah Irigasi Kampili Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa) Trimalino, Tedy; Virlayani, Asnita; Gaffar, Farida
Jurnal Karajata Engineering Vol. 4 No. 2 (2024): 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v4i2.3443

Abstract

The Kampili irrigation system has experienced some damage, such as damage on channel body by ages, wild plants due to lack of maintenance and there are several channels that are not used to irrigate land according to the planned drainage area. The purpose of this study was to analyze secondary channel water loss and analyze the efficiency value of water distribution. This research was held on September 2024 and analyzed using the experimental methods. The results showed that the level of efficiency of the secondary channel was 79% which was still in the good category. That means it still functions well to channel water to the tertiary channels in Pallangga Village. This level of efficiency is supported by the physical structure of irrigation which also still in a good condition. In addition to water loss due to seepage, water loss was also caused by evaporation of 0.004209 m3/s but the level of efficiency still in standard.