Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Potensi Kerawanan Kenaikan Permukaan Air Laut di Kawasan Pesisir Kecamatan Paju’kukang Kabupaten Bantaeng Indriyanti; Farida Gaffar; Kasmawati; Nini Apriani Rumata
Journal of Green Complex Engineering Vol. 2 No. 1 (2024): Agustus
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v2i1.126

Abstract

ABSTRAKWilayah pesisir merupakan kawasan dengan potensi besar untuk pembangunan, tetapi juga rentan terhadap bencana lingkungan, salah satunya kenaikan permukaan air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik fisik dan potensi wilayah pesisir Kecamatan Paju’kukang serta menganalisis tingkat kerawanannya terhadap kenaikan permukaan air laut. Studi ini menggunakan metode campuran, dengan analisis deskriptif kualitatif dan analisis spasial berbasis sistem informasi geografis (GIS). Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan dokumen terkait, mencakup indikator seperti kemiringan lereng, tata guna lahan, ketinggian gelombang, kecepatan arus, angin, dan pasang surut. Hasil menunjukkan bahwa 60,3% wilayah memiliki tingkat kerawanan sedang, 25,5% memiliki kerawanan tinggi, dan hanya 14,1% yang tergolong rendah. Kerawanan tinggi umumnya terdapat di kawasan dengan tata guna lahan intensif, seperti permukiman dan kawasan industri. Faktor seperti kemiringan lereng rendah (0–8%) dan dinamika laut, termasuk ketinggian gelombang mencapai 1,2 meter, berkontribusi signifikan terhadap tingkat kerawanan ini. Aktivitas pembangunan di Kawasan Industri Bantaeng turut meningkatkan tekanan lingkungan, yang dapat memperburuk risiko di masa depan. Penelitian ini menegaskan pentingnya perencanaan tata guna lahan yang berkelanjutan untuk meminimalkan risiko bencana di kawasan pesisir. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi literatur terkait kerawanan pesisir di Indonesia dan dapat menjadi dasar untuk kebijakan mitigasi bencana yang lebih efektif. Studi lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi dampak perubahan iklim jangka panjang dan efektivitas kebijakan tata ruang di kawasan pesisir. ABSTRACTCoastal areas are highly dynamic regions with significant environmental and economic potential, but they face increasing risks from sea level rise caused by climate change and human activities. This study aims to assess the physical characteristics, potential, and vulnerability of the coastal area in Paju’kukang Subdistrict, Bantaeng Regency, Indonesia, to sea level rise. A mixed-methods approach was employed, combining qualitative analysis for identifying influencing indicators and quantitative spatial analysis for mapping vulnerability. Data were collected through field observations and secondary sources, focusing on slope gradient, land use, wave height, currents, wind, and tides. The findings reveal that 60.3% of the area exhibits moderate vulnerability, 25.5% high vulnerability, and only 14.1% low vulnerability. Key factors include flat topography (slope gradient 0–8%), predominant land uses such as agriculture and aquaculture, and dynamic oceanographic conditions with wave heights reaching 1.2 meters during specific seasons. The development of the Bantaeng Industrial Park further increases land use intensity, potentially exacerbating vulnerability. These results underscore the urgent need for sustainable land-use planning to mitigate risks and protect coastal communities. By providing a detailed vulnerability map, this study contributes to disaster risk management and supports decision-makers in crafting effective mitigation policies. Future research should explore predictive models for long-term climate impacts and evaluate coastal zoning policies to enhance resilience against sea level rise.
Analisis Karakteristik Aliran pada Sungai Jeneberang di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dengan Menggunakan HEC-RAS 6.0 Indah Fadhilah Isha; Andi Rini Septiani; Nurnawaty Nurnawaty; Farida Gaffar; Kasmawati Kasmawati; Indriyanti Indriyanti; Fithriyah Arief Wangsa; Marupah Marupah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7309

Abstract

Sungai Jeneberang merupakan salah satu sungai yang ada di Sulawesi Selatan, dan memiliki panjang 78,75 km. Sungai Jeneberang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 782,85 km². Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit maksimum yang melewati Sungai Jeneberang dan mengetahui hasil analisis karakteristik aliran pada sungai dengan menggunakan HEC-RAS 6.0. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan pengumpulan data sekunder seperti peta DAS, data curah hujan, data cross section, dan long section. Hasil penelitian ini menghasilkan nilai debit maksimum yang diperoleh dari nilai metode HSS nakayasu, karena memiliki nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan metode yang lain artinya nilai debit ini dapat mencakup nilai debit yang lebih kecil. Nilai debit maksimum berturut-turut yaitu : 486,811; 577,485; 631,897; 683,278; 694,044; 737,010; 777,541 dan 816.585 m3/detik. Analisis karakteristik aliran dengan menggunakan software HEC-RAS 6.0 pada aliran Sungai Jeneberang diperoleh suatu hasil analisis karakteristik aliran dimana STA 0 adalah aliran kritis, sedangkan STA 1 s/d 62 merupakan aliran subkritis (Fr 1,0).
Studi Optimasi Pola Tanam Daerah Irigasi Bantimurung Kabupaten Maros Askar, Diah Ananda; Pratama, Sofyan Rian; Wangsa, Fitriyah Arief; Azis, Indriyanti; Gaffar, Farida
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 3, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16239

Abstract

Di Daerah Irigasi Bantimurung terjadi kekurangan udara atau terjadinya defisit pada penerapan pola tata tanam yang ada penyebab utama terjadinya kekurangan udara atau defisit tersebut karena adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pola tata tanam yang telah diterapkan di daerah irigasi Bantimurung, seperti pada saat musim tanam februari, maret, april , mei, juni (II) dan agustus (I) mengalami defisit. Tujuan dari penelitian ini untuk optimasi ketersediaan mengetahui air irigasi sepanjang periode 2023 - 2024. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil optimasi pola tata tanam menggunakan perhitungan Debit Andalan, Polygon Thiessen, FJ-Mock dan Neraca Air, untuk ketersediaan air Q80 mendapatkan nilai maksimum 1,37 m3/dt, di Daerah Irigasi Bantimurung dalam optimasi pola tata tanam yang ada mengalami kekurangan udara atau defisit dari bulan November (II), Februari (I) (II), Maret (II) pada musim tanam I, April (II) Mei dan Juni (I) (II) dan Agustus (I) pada musim tanam padi (II) , sehingga optimasi penanaman padi dilakukan dengan cara rotasi atau pengelompokkan masa tanam yang berbeda disesuaikan dengan ketersediaan udara yang ada.
Evaluasi Ketersediaan Air Baku Di Kecamatan Anggeraja : Studi Kasus PDAM Tirta Massenrempulu, Kabupaten Enrekang Gaffar, Farida; Aziz, Indriyanti; Antaria, Sukmasari; Marwa; Hasmina
Jurnal Karajata Engineering Vol. 5 No. 2 (2025): 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/karajata.v5i2.3755

Abstract

PDAM Tirta Massenrempulu is the main provider of piped clean water by utilizing river and spring water as its main water source. Anggeraja sub-district experiences an increase in population every year so that the demand for raw water also increases. Therefore, discharge data is essential for managing the available water resources. The purpose of this study is to analyze the availability and demand of raw water in Anggeraja Sub-district using the FJ Mock method. Based on the results, it was found that the availability of raw water can meet the needs of the population in Anggeraja District. For instance, the projected water availability in 2034 is 74.46 m³/second. Meanwhile, the comparison between water availability and demand over the next 20 years shows a continuous increase in demand. In 2024, the available raw water is 36.65 m³/second, and by 2034, the demand rises to 66.46 m³/second. Thus, the water balance indicates a surplus, with an excess of 37.90 m³/second in 2024 and 7.90 m³/second in 2043.
Studi Optimasi Pola Tanam Daerah Irigasi Bantimurung Kabupaten Maros Askar, Diah Ananda; Pratama, Sofyan Rian; Wangsa, Fitriyah Arief; Azis, Indriyanti; Gaffar, Farida
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v3i3.16239

Abstract

Di Daerah Irigasi Bantimurung terjadi kekurangan udara atau terjadinya defisit pada penerapan pola tata tanam yang ada penyebab utama terjadinya kekurangan udara atau defisit tersebut karena adanya penyimpangan dalam pelaksanaan pola tata tanam yang telah diterapkan di daerah irigasi Bantimurung, seperti pada saat musim tanam februari, maret, april , mei, juni (II) dan agustus (I) mengalami defisit. Tujuan dari penelitian ini untuk optimasi ketersediaan mengetahui air irigasi sepanjang periode 2023 - 2024. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil optimasi pola tata tanam menggunakan perhitungan Debit Andalan, Polygon Thiessen, FJ-Mock dan Neraca Air, untuk ketersediaan air Q80 mendapatkan nilai maksimum 1,37 m3/dt, di Daerah Irigasi Bantimurung dalam optimasi pola tata tanam yang ada mengalami kekurangan udara atau defisit dari bulan November (II), Februari (I) (II), Maret (II) pada musim tanam I, April (II) Mei dan Juni (I) (II) dan Agustus (I) pada musim tanam padi (II) , sehingga optimasi penanaman padi dilakukan dengan cara rotasi atau pengelompokkan masa tanam yang berbeda disesuaikan dengan ketersediaan udara yang ada.
Analisis Karakteristik Aliran pada Sungai Jeneberang di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dengan Menggunakan HEC-RAS 6.0 Isha, Indah Fadhilah; Septiani, Andi Rini; Nurnawaty, Nurnawaty; Gaffar, Farida; Kasmawati, Kasmawati; Indriyanti, Indriyanti; Wangsa, Fithriyah Arief; Marupah, Marupah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7309

Abstract

Sungai Jeneberang merupakan salah satu sungai yang ada di Sulawesi Selatan, dan memiliki panjang 78,75 km. Sungai Jeneberang memiliki Daerah Aliran Sungai (DAS) sekitar 782,85 km². Tujuan penelitian ini untuk mengetahui debit maksimum yang melewati Sungai Jeneberang dan mengetahui hasil analisis karakteristik aliran pada sungai dengan menggunakan HEC-RAS 6.0. Dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan melakukan pengumpulan data sekunder seperti peta DAS, data curah hujan, data cross section, dan long section. Hasil penelitian ini menghasilkan nilai debit maksimum yang diperoleh dari nilai metode HSS nakayasu, karena memiliki nilai yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan metode yang lain artinya nilai debit ini dapat mencakup nilai debit yang lebih kecil. Nilai debit maksimum berturut-turut yaitu : 486,811; 577,485; 631,897; 683,278; 694,044; 737,010; 777,541 dan 816.585 m3/detik. Analisis karakteristik aliran dengan menggunakan software HEC-RAS 6.0 pada aliran Sungai Jeneberang diperoleh suatu hasil analisis karakteristik aliran dimana STA 0 adalah aliran kritis, sedangkan STA 1 s/d 62 merupakan aliran subkritis (Fr < 1,0).
Mitigating Flood Peak Discharge with Biopore Absorption Holes (BAH) to Reduce Surface Runoff: Case Study of the Tanralili Sub-watershed Mansida, Amrullah; Gaffar, Farida; Zainuddin, Muh Amir
Jurnal Teknik Sipil Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2025.32.1.3

Abstract

Land use changes in the Tanralili Sub-watershed have profoundly impacted its hydrological dynamics, leading to increased surface runoff and shorter return periods for peak flood discharges. Currently, a significant portion of the area, 75.51%, is dedicated to mixed dryland and wetland agriculture, leaving only 24.49% under forest or grass cover, which has rendered much of the land critical. This research examines the effectiveness of Biopore Absorption Holes (BAH) in mitigating flood risks by enhancing infiltration and reducing runoff. Experiments were conducted on soils with moderate permeability (0.00178 cm/s), utilizing PVC BAH units measuring 10 cm in diameter and 100 cm in length, equipped with biopores of ?10 mm. These units were installed in parallel on a 0.23% slope and tested under various rainfall intensities (I2, I5, I10), determined using the Mononobe equation, while peak discharge was estimated with the Nakayasu Synthetic Unit Hydrograph (HSS Nakayasu). The results showed a 58.80% reduction in peak flood discharge and a 62.99% increase in infiltration. These findings underscore the potential of BAH as an eco-friendly solution for flood mitigation. Expanding the use of BAH on open lands is recommended to bolster watershed resilience and tackle the growing risks of flooding.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM DRAINASE SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Alfianshar, Muh; Nur Fath, Muhammad; Azis, Indriyanti; Gaffar, Farida
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 11 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i11.2023.5099-5106

Abstract

Sistem drainase dibangun untuk mengalirkan air buangan seperti limbah domestik, limbah industri maupun debit air yang berasal dari siklus hidrologi yang dapat menyebabkan terjadinya banjir. Saat hujan deras di kota Makassar hampir semua tempat terjadi genangan air terutama yang sering terjadi di bahu dan badan jalan. Seperti yang terjadi di beberapa kecamatan di kota Makassar, salah satunya kecamatan Tallo di jalan Gatot Subroto. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan besar kapasitas debit saluran eksisting yaitu saluran kanan sebesar 0,302 m3/dtk dan saluran kiri sebesar 0,240 m3/dtk. Sedangkan besar debit banjir rencana untuk kala ulang 25 tahun yaitu sebesar 0,609 m3/dtk. Perencanaan dimensi saluran yang telah di design ulang memiliki kapasitas debit untuk saluran kanan 0,797 m3/dtk dengan lebar atas (B) = 1 m, lebar bawah = 0,9 m, dan tinggi saluran (H) = 0,8 m, sedangkan saluran kiri 0,739 m3/dtk dengan lebar atas (B) = 0,9 m, lebar bawah (b) = 0,7 m dan tinggi saluran (H) = 0,8 m. Sehingga debit saluran debit banjir rencana.
SOSIALISASI OPERASI DAN PEMELIHARAAN IRIGASI P3A LIMBUA Kasmawati, Kasmawati; Antaria, Sukmasari; Gaffar, Farida; Indriyanti, Indriyanti; Kasmi, Kasmi; Fadilah, Sri
Jurnal BALIRESO Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/balireso.v8i2.262

Abstract

The Program for Accelerating the Improvement of Irrigation Water Use Use is one of the programs based on the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia Number 24/Prt/M/2017 concerning General Guidelines for the Program for the Acceleration of Increasing Irrigation Water Use Use. Implementation of P3-TGAI activities in the form of repairing irrigation networks, rehabilitation of irrigation networks and improvement of irrigation networks. P3-TGAI is a program to repair, rehabilitate or improve irrigation networks based on the participation of farming communities implemented by Associations of Water-User Farmers (P3A). As for this research, it is planned to procure socialization regarding the operating and maintenance procedures of the P3A irrigation system, so that it can be utilized properly and for a long time. P3A institutions must contribute to irrigation management and be able to carry out the duties and obligations in maintaining irrigation networks. It is also expected to be able to carry out the development and management of an irrigation system properly and sustainably and be able to increase agricultural productivity and production.
Analysis of Sediment Characteristics and Sedimentation Rate of the Noling River, Luwu Regency Juliandro, Juliandro; Syafa'at S Kuba, Muhammad; Gaffar, Farida; Pawara, Ismail
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 7 No 2 (2025): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v7i2.5272

Abstract

The Noling River plays an important role in the lives of the surrounding communities; however, it faces sedimentation problems that lead to riverbed aggradation, infrastructure disturbances, and reduced flow capacity. This study aims to determine the sediment characteristics and the rate of sedimentation in the Noling River, Luwu Regency. Sediment samples were collected from the midstream section of the river and analyzed in the laboratory to determine grain size distribution, specific gravity, and physical characteristics of the sediment. The results show that the Noling River sediment is dominated by sand (57.4%), gravel (31.8%), and silt/clay (10.9%), with a sediment classification of sandy clay. The sedimentation rate was calculated using both direct measurement and empirical approaches (Meyer-Peter and Duboys methods). The average suspended sediment load was found to be 5,251.97 tons/month, while the bed load reached 1,102.91 tons/month. The flow velocity, which exceeds the sediment fall velocity, indicates that sediment transport occurs actively. The findings of this study are expected to serve as a reference for better river management and future sedimentation mitigation efforts.