Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN ECENG GONDOK TERFERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP PERFORMAN ITIK PEDAGING JENIS HIBRIDA UMUR 30 – 45 HARI Luqman Sumarsono; M. Farid Wadjdi; Badat Muwakhid
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 2, No 1 (2020): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.99 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v2i1.6370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan eceng gondok terfermentasi dalam pakan terhadap performan itik pedaging jenis hibrida umur 30 – 45 hari.  Penelitian di laksanakan di desa Bangelan Kecamatan wonosari Kabupaten Malang.  Menggunakan metode Percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan terdiri atas 5 ransum yang berbeda tingkat penggunaan eceng gondok terfermentasi (EGTF) yaitu 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% dari hasil penelitian menunjukkan bahwa rata - rata jumlah konsumsi pakan P0 = 1881,25a g/ekor. ; P1 = 1900,00 ab g/ekor. ; P2 = 1918,75 abc g/ekor. ; P3 = 1937,50bc g/ekor. dan P4 = 1943,75c g/ekor.   pertambahan bobot badan tidak memberikan pengaruh  nyata (P> 0,05).  Nilai rata - rata  P0 = 621,00 g/ekor. ; P1 = 611,25 g/ekor. ; P2 = 595,00 g/ekor. ; P3 = 590,00 g/ekor. ; P4 = 565,00 g/ekor.  Perlakuan pakan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05).  Terhadap konversi pakan dari hasil diperoleh nilai rata - rata dan uji BNT (5%).  Pada konversi pakan selama penelitian yaitu P0 = 3,03a. ; P1 = 3,12ab. ; P2 = 3,23abc. ; P3 = 3,29bc dan P4 = 3,45c. Dengan Penggunaan Sampai (10%) menunjukkan pengaruh yang sama terhadap  konversi pakan dan pertambahan bobot badan. Kata kunci : Eceng Gondok, Itik Pedaging, Aspergillus niger, Pemberian
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN KALIANDRA MERAH (Calliandra calothyrsus) DALAM COMPLETE FEED UNTUK PENGGEMUKAN DOMBA EKOR GEMUK Eka Maria Ulfa; Usman Ali; Badat Muwakhid
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.886 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaanhay daun kaliandra merah dalam pakan lengkap untuk penggemukandomba ekor gemuk terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan,konversi pakan dan income over feed come (IOFC). Metode dalampenelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitianmenunjukkan penggunaan hay daun kaliandra merah dalam completefeed berpengaruh tidak nyata (P>0.05) terhadap konsumsi pakan,pertambahan bobot badan, konversi pakan dan IOFC. Kesimpulanpenelitian ini adalah penggunaan hay daun kaliandra merah tidakberpengaruh pada peningkatan konsumsi pakan, pertambahan bobotbadan dan konversi pakan tetapi berpengaruh pada peningkatan IOFC.Disarankan untuk meningkatkan pendapatan peternak, sebaiknyamenggunakan 45% hay daun kaliandra merah dalam complete feed untukpenggemukan domba.Kata kunci : Kaliandra merah, complete feed, penggemukan, domba ekorgemuk.
PENGARUH ALKALINASI AIR KAPUR DAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG MENGGUNAKAN Aspergilus niger TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING (BK), BAHAN ORGANIK (BO) DAN SERAT KASAR (SK) Ahmad Hofit; Badat Muwakhid; Inggit Kentjonowaty
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol 1, No 1 (2019): REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.183 KB) | DOI: 10.33474/rekasatwa.v1i1.2178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kandungan Bahan kering (BK), Bahan Organik (BO) dan SeratKasar (SK). Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami jagung umur 90 hari sebanyak 15 kg.Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3,masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 4%, 5% dan 6% dari berat sampel,kemudian masing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108 dengan dosis 3ml, 4ml dan 5ml dari beratsampel ditambah kontrol tanpa alkalinasi dan fermentasi. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam (anova) duaarah jika ada pengaruh nyata dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari Hasil analisa ragammenunjukkn pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kandungan Bahan Kering (BK) dan Serat Kasar(SK), sedangkan pada kandungan Bahan Organik (BO) berpengaruh nyata (P<0,05). Nilai rataan BK, BO danSK masing-masing berkisar (86,99%-89,67%), (85,25%-95,86%) dan (29,26%-37,21%). Nilai rataan kontrolBK, BO dan SK (89,79%, 98,97%, 39,19%). disimpulkan bahwa perlakuan alkalinasi dan fermentasi padajerami jagung sangat berpengaruh terhadap kandungan BK, BO dan SK .Kata kunci : jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, BK, BO, SK
Trichoderma viride PADA FERMENTASI LIMBAH GARUT TERHADAP KADAR PROTEIN KASAR (PK) DAN SERAT KASAR (SK) Badat Muwakhid; Djoko Subagyo; Rifa’i Rifa’i
Jurnal Agriovet Vol. 4 No. 1 (2021): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v4i1.596

Abstract

Konsentrasi penggunaan Trichoderma viride yang terkandung dalamprotein kasar (PK) dan serat kasar (SK) pada proses fermentasi limbahgarut memiliki pengaruh sehingga perlu dilakukan penelitian untukmengetahui tingkat konsentrasi yang digunakan. Dalam hal ini metodepenelitian yang sesuai yaitu metode percobaan Rancangan AcakLengkap dengan Pola Faktoral : 3 x 3 dengan 4 ulangan. Variabel yangdiamati dan dilakukan pengukuran merupakan zat yang terkandungyakni protein kasar dan serat kasar dengan menggunakan analisaproksimat. Data hasil pada penelitian ini dapat dilihat bahwa rataankandungan serat kasar (SK) dan protein kasar (PK) limbah garutpada masing masing perlakuan konsentrasi K1 protein kasar 3,50 %dan serat kasar 8,68 %, K2 protein kasar 3,75 % dan serat kasar 8,52%, K3 protein kasar 3,82 % dan serat kasar 8,34 %. Kesimpulanfermentasi limbah garut menggunakan inoculum Trichoderma viridekandungan protein kasar meningkat dan kandungan serat kasarmengalami penurunan.Kata Kunci : Fermentasi, Limbah garut, Trichoderma viride
Pengaruh penggunaan pupuk daun “Organik” terhadap produktivitas dan kualitas rumput gajah (Pennisetum purpureum CV. Hawai) sebagai hijauan pakan Badat Muwakhid; Usman Ali
Livestock and Animal Research Vol 19, No 1 (2021): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.54 KB) | DOI: 10.20961/lar.v19i1.41092

Abstract

Objective: Elephant grass is a forage that is commonly used as feed. The growth of elephant grass can be supported by applying appropriate fertilizers. The purpose of this study was to determine the appropriate level of "organic" leaf fertilizer to obtain maximum production and quality.Methods: Field experiment using a completely randomized design (CRD) with 5 replication was used in this study. The treatments were P0 (control), P1 (5% "organic" leaf fertilizer), P2 (10% "organic" leaf fertilizer), and P3 (15% "organic" leaf fertilizer).Results: The results of this study indicate that the treatment of different doses of "organic" leaf fertilizer had significant effect (P <0.01) on forage quality (dry matter, organic matter, crude fat, crude fiber and nitrogen free extract content) and also fresh, dry matter, and organic matter production of elephant grass. The treatment also had a significant effect (P <0.05) on crude protein levels and production of elephant grass.Conclusions: Based on this study, the dosage of 15% “organic” foliar fertilizer showed the best results on increasing the quantity and quality of Pennisetum purpureum.
PERANAN PROGRAM BINA LINGKUNGAN UNTUK PENGEMBANGAN PERUSAHAAN PETERNAKAN DI PT LUMBUNG PANGAN DI KECAMATAN KARANGPLOSO Edy Ustomo; Inggit Kentjonowaty; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 2, No 1 (2021): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.996 KB)

Abstract

Program bina lingkungan untuk memberikan manfaat  dan rasa  tanggung jawab dengan membantu roda perekonomian, pendidikan, sosial dan budaya. Dengan demikian dapat mengurangi tensi kebencian masyarakat kepada perusahaan. Peranan program bina lingkungan  merupakan salah satu komponen yang menentukan keberhasilan, dengan  partisipasi dan peran serta masyarakat   saling membantu dan meringankan beban yang berbeda kepentingan. Perselisihan  perusahaan dan masyarakat suatu saat akan terjadi ini berawal dari munculnya kesenjangan  sosial yang tumbuh dan  dirasakan masyarakat.  Tokoh agama dan masyarakat  mempunyai peranan untuk mengurangi,meredam dan  menyelesaikan perselisihan yang ada dan mampu mempengaruhi, mencegah dan mengajak untuk menciptakan ketentraman perusahaan dan masyarakat. Kata kunci : Perusahaan peternakan, masyarakat, Bina Lingkungan, Organisasi
TINGKAT GANGGUAN REPRODUKSI YANG MENYEBABKAN KEGAGALAN KEBUNTINGAN DI KOPERASI AGRO NIAGA (KAN) JABUNG Mohamad Nurul; Sumartono Sumartono; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan Vol 1, No 1 (2020): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.981 KB)

Abstract

Usaha peternakan rakyat sapi perah di Indonesia sampai saat ini masih menemui banyak kendala, yang mengakibatkan produktivitas ternak tersebut masih rendah.Salah satu kendala tersebut adalah masih banyaknya gangguan reproduksi dan penyakit reproduksi yang menuju kemajiran pada ternak betina.Akibatnya, efisiensi reproduksi menjadi rendah dan kelambatan perkembangan populasi ternak. Dengan demikian diharapkan perlu adanya pengolahan managemen pemeliharaan ternak sapi yang lebih baik agar reproduksi meningkat sehingga menghasilkan efisiensi reproduksi tinggi yang diikuti dengan produktivitas ternak yang tinggi pula.perkembangan ternak baik ternak sapi pedaging maupun ternak sapi perah di Indonesia kedepan dapat lebih baik, termasuk didalamnya perkembangan ternak di Jawa Tmur sebagai salah satu sentra pengembangan ternak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian gangguan reproduksi pada ternak sapi perah di wilayah kerja koperasi Agroindustri (KAN) Jabung Kabupaten Malang.               Penelitian ini dilaksanakan di MIN Malang 1 yang beralamatkan di Jalan Bandung 7C, Kecamatan Klojen, Malang 65133, Propinsi Jawa Timur.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MIN Malang 1 adalah madrasah yang dikelola secara efektif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desmber 2018 pada usaha peternakan sapi perah rakyat di wilayah kerja KAN Jabung Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di koperasi agro niaga jabung ditemukan dari jumlah populsi ditemukan  prosentase 5,0 endometritis, 3,3 hypofungsi dan 1,7 anestrus.               Endometritis merupakan peradangan pada endometrium dan membran mukosa uterus yang sering disebabkan oleh adanya infeksi bakteri. Menurut Noakes et al. (2001), endometritis dan metritis merupakan salah satu penyebab kemajiran pada ternak. Hipofungsi ovaria adalah kurang atau tidak berfungsinya ovaria dalam menghasilkan ovum secara rutin, karena tidak terbentuk folikel dan tidak ada ovulasi, sehingga juga tidak timbul gejala birahi.Anestrus merupakan suatu keadaan pada hewan betina yang tidak menunjukkan gejala estrus dalam jangka waktu yang lama.Tidak adanya gejala estrus tersebut dapat disebabkan tidak munculnya hormin FSH sehingga ternak tersebut tidak bunting bahkan menjadi kemajiran.               Berdasarkan hasil penelitian ini kepada petugas IB di harapkan lebih memperhatikan sterelisasi alat IB yang di gunakan dan peran aktif kepada peternak untuk dapat mengenali berbagai macam perubahan abnormal pada siklus reproduksi ternaknya sehingga tidak menimbulkan kemajiran serta kepada pihak managemen untuk dapat memperhatikan tentang kebutuhan alat-alat IB yang digunakan setiap hari. Kata kunci : managemen Reproduksi, Penyakit Reproduksi, KebuntinganEnterprises farm people cow dairy in Indonesia until the time is still encountered many obstacles, which resuted in the produtivity of livestock are still low, One of the obstcles that are still many disturbances of reproduction and diseases of reprudution that towards infertility in catlle females, As a result, efficienncy, efficiency reproducsi be low and kelambat early developmen of a populationof livesstokck.Premisesn thus expected to need the procesing management of the maintenence of livestock catlle are much batter so that reproduction increases thus generating efficiencyof reproduction high which is followed by the productivitivity of livestock that heigh anyway. The development of livestock both livestock cattle meat and dairy in Indonesia in the future can be batter, including therein the development of livestock in Jawa Timur as one of the centers of development of livestock in Indonesia. The study is intended to determine the level of incidence of disorders of reproduction in cattle cow dairy in the area of work cooperatives Agro- indutry (KAN) Jabung regency of Makang.Research is carried out in the month October – Desember 2018 on a business breeding cow dairy people in the area work KAN Jabung regency of Malang.  The  results of the study have demontrated that in a cooperative agro- commerce Jabung found from the number of populasi found the percentage of 5.0 endometritis, 3,3 hypofungsi and 1,7 anestrus.Endometritis is an inflammation of the endometrium and the membrance mucosa of the unterus which is often coused by the pressense of infectious bacteria . According to Noaks et al. (2001), endrometritis and metritis are one of the couses of poverty in livertock. Hypofunction ovarian is lacking or not functioning of ovarian to produce ova are routine , because not formed follicles and not no ovulation, so it also does not arise symptoms of lust.Anesstrus is a state of the animals females who do not show symptoms of estrus in the period of time that old room. No their symptoms of estrus that can be coused by not appearing hormin FSH so that animals are not pregnant even be infertility. Besed on the results of the research have the clerk IB in expected more attention to sterilization appartarus IB in use and the role of the active to the farmers to be able to recognize the various kinds of changes abnormal in the cycle of reproduction of the cattle, so that does not cause infertility as well as to the management to be able to pay attention abaout the need for tools IB which is used every day.Keywords : Reproductive management, Reproctive diseace, pregnancy
Synergistic effect of turmeric (Curcuma longa L.) powder and nitrifying probiotics on productivity and ammonia level in excreta from quails (Coturnix coturnix japonica) Ahmad Junaidi Al Jawawi; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 20 No. 1 (2023): Jurnal Ilmiah Pertanian
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/jip.v20i1.11831

Abstract

One of the keys to successful quail rearing is choosing suitable nutritional feed. Unfortunately, feed nutrients not adequately absorbed by the digestive tract of quails, in addition to impacting productivity, will also be wasted and decompose to form ammonia, which becomes a supporting factor for disease. This study aims to determine how adding turmeric powder and nitrifying probiotics affect the productivity and amount of ammonia from quail excreta. The research design used was a completely randomized design (CRD) with 6 (six) treatments, i.e., control (without the addition of turmeric powder and nitrifying probiotics), the addition of nitrifying probiotics 4.5 g/kg of feed, the addition of nitrifying probiotics 6 g/kg of feed, the addition of turmeric powder 3 g/kg of feed, the addition of 3 g turmeric powder + nitrifying probiotics 4.5 g/kg of feed, and the addition of 3 g turmeric powder + nitrifying probiotics 6 g/kg of feed. Data were analyzed statistically using ANOVA and followed by the DMRT. The results showed that adding turmeric powder and nitrifying probiotics had no effect on feed consumption, feed conversion ratio (FCR), protein efficiency ratio (PER), and ammonia level in quail excreta but had a significant impact on quail day production (QDP). This study concluded that adding turmeric powder and nitrifying probiotics can improve the value of QDP, PER, and reduce ammonia levels in quail excreta but had not been able to enhance the value of feed consumption and feed conversion ratio.
Potential of Market Vegetable Waste as Animal Feed in Greater Malang Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Farid Wajdi
Jurnal Ternak : Jurnal Ilmiah Fakultas Peternakan Universitas Islam Lamongan Vol 14 No 1 (2023): Jurnal Ternak
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v14i1.188

Abstract

This study aims to determine the potential of vegetable waste as animal feed from various traditional markets in the city of Malang. This research is descriptive and experimental. The descriptive method is used to overview the diversity, the amount of availability of various vegetable waste for each season, the type of vegetable waste that dominates the market that is suitable for livestock consumption, and the nutritional value of vegetable waste. The experimental research method used a randomized block design ANOVA with an accuracy of 1% to determine the chemical quality of vegetable waste that dominates several markets and the chemical quality of vegetable waste based on shelf life with observations of 0, 2, 4, and 6 days of storage. The results showed that the accumulation of vegetable waste per day in the selected market was 3774.76 kg in dry matter, equivalent to meeting the consumption needs of 308.14 ruminant units. The conclusion is that the nutritional value of vegetable waste from the market is the same as the nutritional value of elephant grass from DM, OM, CP, DMD, and OMD. Vegetable waste from the market easily loses its nutritional value as a result of the decay process.
Kualitas Jerami Jagung (Zea mays) yang di Fermentasi Dengan Aspergillus niger Sebagai Pakan Ternak Badat Muwakhid; Umi Kalsum; Rifa'i Rifa'i
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 6 No. 2 (2023): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2023.006.02.4

Abstract

Peningkatan kualitas pakan berbahan baku jerami jagung dapat dilakukan dengan pengolahan menggunakan teknologi fermentasi menggunakan kapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas jerami jagung yang telah diberikan perlakuan fermentasi dengan menggunakan Aspergillus niger. Materi pada penelitian ini menggunakan jerami jagung dan Aspergillus niger. Percobaan dalam penelitian ini dilakukan menggunakan metode rancangan acak lengkap. Berdasarkan perlakuan yang diberikan yaitu P0 (kontrol), P1 (Aspergillus niger 105 CFU per gram bahan segar), P2 (Aspergillus niger 106 CFU per gram bahan segar) dan P3 (Aspergillus niger 107 CFU per gram bahan segar). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa perlakuan pemberian Aspergillus niger memberikan pengaruh yang signifikan secara nyata (P<0,01) terhadap kadar BO, SK, NDF, ADF, selulosa, BETN, serta kecernaan BK dan BO, sedangkan perlakuan tersebut memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan BK jerami jagung. Berdasarkan penelitian ini, jumlah penambahan  Aspergillus niger 107 per gram bahan segar dalam fermentasi jerami jagung memberikan hasil yang paling baik terhadap kualitas pakan yang dihasilkan.
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Camal Adi Maskur Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Farid Wajdi fiqi Iqbal Firda, Budi Irwanto Julia Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kalsum , Umi Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Wadjdi, M. Farid