Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Potensi Pakan Hijauan untuk Pengembangan Ternak Ruminansia Di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Luluh Anggriani; Badat Muwakhid; Sumartono
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 6 No. 2 (2023): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2023.006.02.5

Abstract

Pakan merupakan faktor terpenting yang mendukung kelancaran suatu usaha peternakan, dimana 60 – 70 % biaya produksi usaha peternakan berasal dari pengadaan pakan. Penunjangan pengembangan usaha peternakan ternak ruminansia, diperlukan analisis potensi ketersediaan pakan terutama hijauan. Investasi lahan yang dapat digunakan sebagai pengembangan peternakan sangat perlu, hal ini menentukan ketersediaan hijauan pakan ternak untuk menganalisis kapasitas ternak yang dapat ditempatkan di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan potensi pakan hijauan di Kabupaten Bima dan mendeskripsikan pengembangan ternak ruminansia di Kabupaten Bima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Deskriptif dengan menggunakan data sekunder yang bersumber dari Dinas Pertanian dan Dinas Peternakan Kabupaten Bima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Bima pada tahun 2022 memiliki populasi ternak ruminansia (sapi potong, domba, kambing dan kuda) sebanyak 209.821,2 ST dengan potensi pakan sebesar 650.386 ton BK/Tahun terdiri atas pakan alami (rumput) dan hasil samping pertanian (jerami) sebesar 469,277 ton BK/Tahun. Daya tampung ternak mencapai 707.488 ST sehingga mempunyai potensi pengembangan sebesar 390.857 ST. Nilai IDD  di Kabupaten Bima sebesar 1,3 yang masuk kategori kritis maka kemungkinan dilakukan pengembangan usaha ternak ruminansia relatif kecil.
Nutrients Content of Polianthes tuberosa Plant Waste Fermentation with Aspergillus niger as Alternative Feed Ingredients for Ruminant ARTHUR ABDA'U; Salsabila Rahmania Sujarwo; Usman Ali; Badat Muwakhid; Umi Kalsum
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v11i2.p94-105

Abstract

The purpose of this study was to analyze the nutritional content such as organic matter, crude protein, crude fat, crude fiber, and non-nitrogen extract materials from the waste of the tuberose flower (Polianthes tuberosa) that was fermented by Aspergillus niger as ruminant feed. The materials used were Aspergillus niger with the availability of inoculant 2.46 x 108 CFU/g, tuberose flower waste, water and molasses. The research method uses the experimental method consisting of 5 treatments and 4 replications. Each treatment used a different dose of Aspergillus niger inoculant, namely (P0) control without fermentation, (P1) 1 x 107 CFU/g dry matter (DM) material, (P2) 3 x 107 CFU/g (DM) material, (P3) 6 x 107 CFU/g (DM) material and (P4) 9 x 107 CFU/g (DM) material, each treatment required 200 grams of tuberose flower waste.very significant (P<0.01) effect onnutritional content Polianthes tuberosa mfermented nature. The conclusion of the study was that the administration of Aspergillus niger at a dose of 9 x 107 CFU/g (DM) material was the best dose for Polianthes tuberosa fermentation with a content of 83,87±0,69 % organic matter, 11,50±0,01% crude protein, 0,31±0,08% CF, 18,62±0,23% crude fiber dan 69,57±0,18% non-nitrogen extract materials.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN BIJI LAMTORO DAN GAPLEK TERFERMENTASI Rhizopus oligosporus PADA PAKAN BROILER TERHADAP KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN PROTEIN EFISIENSI RASIO Geraldine, Novalina; Muwakhid, Badat; Wadjdi, M. Farid
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 4 No. 2 (2022): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v4i2.18979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan campuran biji lamtoro dan gaplek terfermentasi Rhizopus oligosporus (LGF) pada pakan broiler terhadap kecernaan protein kasar dan protein efisiensi rasio. Materi yang digunakan adalah broiler fase finisher, biji lamtoro, gaplek dan Rhizopus oligosporus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 4 kelompok, sebagai berikut P0: 100% pakan komersial, P1 : penambahan 10% campuran LGF dalam pakan komersial, P2: penambahan 20% campuran LGF dalam pakan komersial, P3: penambahan 30% campuran LGF dalam pakan komersial. Variabel yang diamati berupa kecernaan protein kasar dan protein efisiensi rasio. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan campuran LGF pada pakan broiler menunjukkan adanya pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar dan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein efisiensi rasio. Rata-rata nilai kecernaan protein kasar perlakuan P0: 76,14%, P1: 76,94%, P2: 77,13%, dan P3: 77,64%. Rata-rata protein efisiensi rasio pada perlakuan P0: 1,74, P1: 1,75, P2: 1,77, dan P3: 1,78. Kesimpulan penelitian bahwa penambahan campuran LGF pada pakan komersial sampai dengan taraf 30% masih memberikan pengaruh yang sama dengan pemberian 100% pakan komersial, dengan peningkatan protein efisiensi rasio hingga 1,78.
LITERATURE REVIEW: EVALUASI EFEKTIVITAS SUPLEMEN PROBIOTIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH Muwakhid, Badat; Maskur, Camal Adi; Kalsum, Umi; Ali, Usman
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i2.1226

Abstract

This article reviews the effectiveness of probiotic supplements in improving the quality of dairy cow milk with the aim of providing a deep understanding of their impact on milk production and livestock health. Through a literature search from academic databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, as well as analysis of recent journal articles and research reports, it was found that probiotics can significantly enhance the protein content, fat content, and microbiological stability of milk, as well as improve the balance of intestinal microflora and immune response in cows. Although research results show positive benefits, there is variation in the effectiveness of probiotics influenced by the type of probiotic, dosage, frequency of administration, and farm management conditions. The conclusion of this review is that probiotics have great potential to improve milk quality, but further research is needed to optimize their use under various farming conditions.
PENGARUH PENGGUNAAN KONSENTRAT DALAM PAKAN TOTAL MIXED RATION TERHADAP KANDUNGAN LEMAK, LAKTOSA, DAN SOLID NON FAT SUSU SEGAR SAPI PFH Muhammad Shandika Putra; Usman Ali; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penggunaan konsentrat dalam pakan Total Mixed Ration (TMR) terhadap kandungan lemak, laktosa, dan Solid Non Fat susu segar sapi PFH. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi perah PFH berjumlah 9 ekor dengan produksi susu rata – rata 10 liter hari. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) meliputi 3 pakan perlakuan menggunakan pakan konsentrat (P1) 20%, (P2) 30%, dan (P3) 40% dari kebutuhan bahan kering dalam pakan TMR ditambah pemberian hijauan tebon jagung segar secara adlibitum, masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Pakan konsentrat diberikan pada sapi sebelum diberi hijauan tebon jagung segar. Variabel yang diamati adalah kadar lemak, laktosa dan SNF. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan diuji lanjut BNT. Hasil penelitian diketahui penggunaan konsentrat dalam pakan Total Mixed Ration berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak susu segar dengan rataan kandungan lemak pada (P1) 3,92ᵇ %, (P2) 3,07ᵃ %, dan (P3) 2,97ᵃ %. Perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan laktosa dan Solid Non Fat susu segar dengan rataan kandungan laktosa susu segar pada (P1) 3,81ᵃ %, (P2) 3,94ᵃ %, dan (P3) 4,19ᵇ % , rataan kandungan Solid Non Fat susu segar pada (P1) 7,72ᵃ %, (P2) 7,92ᵃᵇ %, dan (P3) 8,14ᵇ %. Kesimpulan penggunaan konsentrat 40% dalam pakan Total Mixed Ration signifikan dapat meningkatkan kandungan laktosa dan Solid Non Fat serta menurunkan kandungan lemak susu segar sapi PFH. Kata Kunci: Sapi Perah PFH, Pakan TMR, Kualitas Susu Segar.
PENGARUH FREKUENSI PEMUPUKAN BIO URIN DENGAN PENAMBAHAN ZPT ORGANIK SEBAGAI PUPUK DAUN PADA RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum CV. Mott) TERHADAP KANDUNGAN LEMAK KASAR, SERAT KASAR DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN Nurullah H A Rena; Badat Muwakhid; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know the values of the coarse fiber (SK), the fat rude (LK) and Extract Without Nitrogen in grass Odot. The material used in this research is the grass odot. The method of this research is to experiment with a random Design complete (RAL) Factorial pattern 3 x 3 orthogonal, each repeated three times as much. factors in use i.e. spraying frequency and dose bio urine. Todose 5% done spraying 1 time, to 10% in dose do spraying twice and for doses 15% done spraying 3 times plus control without spraying frequency and dose bio urine. Data results obtained were analyzed (ANOVA) range two way if any real influence continued with the smallest Real Difference Test (BNT). From the results of the analysis of the influence of the menunjukkn variety is evident (P <0.01) against the value of the fat content of coarse, BETN and influential real (P < 0.05) for Rough fiber. Value rataan LK, SK and BETN each range (2.46%-3.51%), (20,67-27,88%), (46,74-53,85). Value control rataan LK, SK and BETN (2.22, 28.50, 42.35). So in this study it can be concluded that thetreatment of spraying frequency and dose bio urine on grass odot is very influential to the quality content of grass odotKeywords: bio of urine spraying frequency, grass odot, LK, SK, and BETN
PENGARUH KONSENTRASI SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi L) DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP pH DAN WHC PADA DAGING KALKUN AFKIR Hasbi Andre Pradana; Badat Muwakhid; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis nilai pH dan WHC pada daging kalkun afkir setelah dilakukan perendaman menggunakan sari belimbing wuluh dengan berbagai konsentrasi dan lama perendaman. Dalam penelitian menggunakan sari belimbing wuluh, daging bagian dada kalkun afkir dan seperangkat alat uji pH dan WHC. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial terdiri dari 10 perlakuan dan 3 ulangan dan selanjutnya dianalisis orthogonal. Perlakuan konsentrasi terdiri dari (K1= 30%, K2= 40%, K3= 50%) dan perlakuan lama perendaman terdiri dari (L1= 20 menit, L2= 25 menit, L3= 30 menit). Kedua faktor  secara interaksi menunjukkan berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Rata- rata nilai pH dengan perlakuan interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman adalah K3L1= 5,100a; K1L1= 5,233b; K2L3= 5,233b; K1L3= 5,267b; K1L2= 5,333c; K3L3= 5,367cd; K2L2= 5,400d; K3L2= 5,400d; Kontrol= 5,500e; K2L1= 5,000e. Analisa ragam juga menunjukkan terjadinya interaksi antara konsentrasi sari belimbing wuluh dan lama perendaman menunjukan perbedaan yang sangat nyata (P<0.01) terhadap WHC daging kalkun afkir. Rataan nilai WHC dengan interaksi konsentrasi dan lama perendaman adalah K1L1= 23,040%a; K1L2= 28,797%b; K3L3= 31,180%c; K2L2= 35,963%c; K2L1=   34,417%d;   K3L2=   31,927%e;   K2L3=  36,090%e  K3L1= 36,620%e; KONTROL= 40,073%f; K1L3= 42,537%g. Penelitian dapat disimpulkan bahwa perendaman daging kalkun afkir menggunakan belimbing wuluh den.gan intera.ksi ant.ara konsent.rasi d.an lam.a ren.dam ya.ng ber.beda ber.pengaruh terh.adap ni.lai p..H da.n WHC, perlakuan terbaik untuk menghasilkan kualitas daging kalkun afkir, den.gan memb.eri konsen.trasi sa.ri beli.mbing w.uluh 4.0% d.an la.ma ren.dam sel.ama 1.5 me.nit. Disarankan untuk meningkatkan kualitas daging kalkun afkir sebaiknya sebelum di masak dilakukan perendaman 15 menit pada sari belimbing
POTENSI DAUN RAMI (BOEHMERIA NIVEA) SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA (ARTICLE REVIEW) Luluh Anggriani; Badat Muwakhid; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan review ini untuk mengkaji potensi daun rami (Boehmeria nivea) sebagai pakan ternak ruminansia. Daun rami merupakan bagian dari“tanaman tahunan yang berbentuk rumpun mudah tumbuh dan dikembangkan”didaerah“tropis, serta tahan terhadap penyakit dan hama. Daun rami mengandung serat kasar sebesar 24-45%, protein kasar 21-32%, lignin 3-10%.”Ternak ruminansia secara fisiologis membutuhkan. pakan sumber serat yang berasal dari hijauan seperti rumput dan leguminosa agar pencernaanya dapat berlangsung.dan berfungsi secara normal. Pakan merupakan hal yang sangat penting dalam usaha peternakan yang dapat menunjang hasil”produktivitas ternak dan memberikan sumbangan besar terhadap total pembiayaan dalam usaha peternakan. “Metode yang digunakan dalam” review ini adalah  studi literatur,” kajian pustaka dan kajian teoritis, landasan teori, telaah pustaka (literatur reviuw, article review) dan tinjauan teoritis. Hasil review artikel menunjukkan bahwa: daun  Boehmeria nivea  memiliki  potensi  yang sangat  besar sebagai pakan hijauan kaya protein, mengandung bahan kering 16,15 - 20%, protein kasar 16,35 - 23%, lemak kasar 4-6,36% dan serat kasar 20 - 24% yang menyisakan bahan BETN 44,18 - 46%, mineral Ca 6%, namun phosphor <1% (dalam BK), daun Boehmeria nivea  dapat dijadikan bahan olahan hijauan seperti pellet, hay, dan sillase. Pemanfaatan daun rami  Boehmeria nivea sebagai bahan pakan ternak ruminansia sangat baik, karena tiap hektar mampu menghasilkan 225 ton -  600 ton asfed per tahun sehingga dapat menunjang hingga 3093 sampai 8250 ternak ruminansia.Kata kunci: rami, pakan, ternak ruminansia
PENGARUH ALKALINASI LARUTAN KAPUR DAN FERMENTASI JERAMI JAGUNG MENGGUNAKAN Aspergillus niger TERHADAP KANDUNGAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN DAN KECERNAAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK SECARA IN VITRO Muhammad Azzam Alauddin; Badat Muwakhid; M. Farid Wadjdi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alkalinasi larutan kapur dan fermentasi jerami jagung menggunakan Aspergillus niger terhadap kandungan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) dan kecernaan bahan kering (KcBK), bahan organik (KcBO) secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah jerami jagung yang dipanen pada umur 90 hari sebanyak15 kg dalam bentuk asfed. Metode penelitian ini adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial ortogonal 3 x 3, masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Penambahan kapur Ca(OH)2 (b/b) 4%, 5% dan 6% kemudian masing-masing difermentasi Aspergillus niger 1,02 x 108 dengan dosis 3ml, 4ml dan 5ml ditambah kontrol tanpa alkalinasi dan fermentasi. Data hasil yang diperoleh dianalisis ragam (ANOVA) dua arah dan dilanjutkandengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Dari Hasil analisa ragam menunjukkn pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai kandungan BETN, KcBK dan KcBO. Nilai rataan BETN, KcBK dan KcBO masing-masing berkisar (46,70%-51,85%), (40,96%-62,16%), (32,88%-48,72%). Nilai rataan kontrol BETN, KcBK dan KcBO (53,41%, 37,88%, 30,66%). Disimpulkan bahwaperlakuan alkalinasi dan fermentasi pada jerami jagung sangat berpengaruh terhadap kualitas pakan jerami jagung.Kata kunci: jerami jagung, alkalinasi, fermentasi, BETN, KcBK dan KcBO
PENGARUH BERBAGAI SUMBER KARBON PADA PROSES ENKAPSULASI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA WHEY TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN KADAR ASAM LAKTAT Maghfirotus Sa’adah; usman ali; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan metode optimal untuk mengekstraksi karbon dari gandum dan dampak enkapsulasi bakteri asam laktat dalam whey terhadap jumlah mikroba secara keseluruhan dan hasil asam laktat. tepung dari beberapa jenis, antara lain gandum, beras, tapioka, dan jagung. Pada penelitian ini, dua jenis bakteri asam laktat, Streptococcus thermophile dan Lactococcus lactis sp, diisolasi dari whey keju. Bahan enkapsulasi pada setiap unit percobaan adalah 12 gram dan terdiri dari tepung maizena, tepung tapioka, tepung beras, dan tepung terigu, serta sumber karbon 89%, 10% meltodextrin, 1% ZA, whey 25%, dan air murni. . Data dari RAL dikumpulkan, dianalisis dengan ANOVA, dan uji BNT dilakukan sebagai bagian dari studi eksperimental dengan empat perlakuan dan empat ulangan. enkapsulasi asam laktat roti dalam whey menggunakan sumber karbon yang berbeda ditemukan secara signifikan (P0,05) mempengaruhi kelimpahan mikroba, seperti konsentrasi asam laktat (P0,01). beban mikroba pengobatan, dengan kata lain. Jumlah mikroorganisme yang ditemukan di setiap kelompok perlakuan dirinci. Nilai probabilitas signifikan pertama (P1) adalah 5,508a (3,2x105 CFU/ml). 3. Daya (P3) = 8,9 x 105 CFU/ml P2 = 3,2 x 106 CFU/ml, atau P2 = 6,511ab. Nilai P4 adalah 7,613b (4,1x107 CFU/ml). Rata-rata kadar asam laktat pada perlakuan berkisar antara 0,774a pada P1 hingga 0,791a pada P2, 0,791a pada P3, dan 0,990b pada P4. Studi ini menemukan bahwa tepung maizena adalah sumber karbon terbaik untuk mengenkapsulasi bakteri asam laktat dalam whey, dengan populasi mikroba 7.613b (4.1x107 CFU/ml) dan konsentrasi asam laktat 0.990b%. Inilah hasil penelitian yang mendukung hipotesis tersebut. Studi lebih lanjut tentang potensi whey keju sebagai aditif pakan untuk hewan yang bukan ruminansia sangat dianjurkan.Kata kunci : Enkapsulasi, sumber karbon, jumlah mikroba, kadar asam laktat 
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Camal Adi Maskur Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Farid Wajdi fiqi Iqbal Firda, Budi Irwanto Julia Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kalsum , Umi Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Wadjdi, M. Farid