Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN POTENSI JERAMI SEBAGAI PAKAN TERNAK RUMINANSIA DI KABUPATEN BONDOWOSO Aditya Bayu Ramadhan; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Ini dilaksanakan di Kabupaten Bondowoso bertujuan untuk mengkaji potensi jerami sebagai pakan dasar ternak Ruminansia. Penelitian ini bermanfaat sebagai informasi tentang potensi jerami di Kabupaten Bondowoso. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif, data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bondowoso. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2018 ternak ruminansia yang ada di Kabupaten Bondowoso sebanyak 238.373 ST, 1 ST ternak membutuhkan pakan sebanyak 9,1kg bahan kering (BK). Ketersediaan jerami sebanyak 281.836 ton BK/Tahun serta menghasilkan Protein Kasar (PK) sebanyak 20.477 ton PK/Tahun. Kapasitas tampung dibagi menjadi 2 yaitu perbandingan menggunakan pakan hijauan dan konsentrat 25%:75% dan 60%:40% dalam BK. Perbandingan pertama menghasilkan kapasitas tampung sebanyak 343.703 ST dengan ternak real sebanyak 238.373 ST atau tingkat kecukupan sebanyak 144% sedangkan pada perbandingan kedua jerami tidak mampu untuk mencukupi ternak real dengan tingkat kecukupan 60%. Kesimpulan dari penelitian ini jerami mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia dengan syarat pemberian jerami sebanyak 25% dan konsentrat sebanyak 75%. Apabila pemberian hijauan berasal dari jerami dan hijauan segar maka pemberian hijauan dapat diberikan 60% dan konsentrat sebanyak 40%. Disarankan sebaiknya pemberian hijauan ternak tidak hanya berasal dari jerami saja perlu ditambahkan rumput atau daun daunan.Kata Kunci : ternak ruminansia, bahan kering, protein kasar, kapasitas tampung, satuan ternak 
PENGARUH PENAMBAHAN DOSIS MULTI ENZIM PADA PROSES ENKAPSULASI PROBIOTIK Lactobacillus salivarius TERHADAP JUMLAH MIKROBA, KADAR ASAM LAKTAT DAN NILAI pH Bambang Setio Aji; Usman Ali; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari adanya pengaruh penambahan multi enzim dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius terhadap jumlah mikroba, kadar asam laktat dan nilai pH, sehingga diperoleh hasil penggunaan multi enzim yang optimal dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius. Materi penelitian ini adalah isolat bakteri Lactobacillus salivarius, tepung maizena, maltodekstrin dan multi enzim. Metode penelitian prcobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan penelitian penambahan multi enzim pada enkapsulasi probiotik Lactobacillu salivarius meliputi P0= kontrol/ tanpa multi enzim, P1= multi enzim 0,1%,  P2= multi enzim 0,2%, P3= multi enzim 0,3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan dosis multi enzim dalam enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba dan kadar asam laktat, sedangkan pada nilai pH berpengaruh nyata (P<0,05). Adapun rataan jumlah mikroba pada P0 = 7,7.108, P1 = 1,58.109, P2 = 1,79.109, P3 = 2,22.109, rataan kadar asam laktat (%) pada P0 = 0,96a, P1 = 1,14b, P2 = 1,20b dan P3 = 1,23b. Rataan nilai pH pada P0 = 3,97b, P1 = 3,93b, P2 = 3,87ab, P3 = 3,77a. Kesimpulan penelitian adalah penambahan dosis multi enzim dalam proses enkapsulasi probiotik Lactobacillus salivarius menunjukkan daya guna terhadap produk probiotik. Daya guna probiotik yang terbaik pada perlakuan penambahan multi enzim dosis 0,1% dalam enkapsulasi. Disarankan perlu diadakan penelitian lanjut aplikasi dengan penambahan multi enzim dosis 0,1% pada enkapsulasi  probiotik Lactobacillus salivarius sebagai suplemen dalam pakan ternak unggas.
PENGARUH PENGGUNAAN DAUN Indigofera YANG DIFERMENTASI Aspergillus niger SEBAGAI BAHAN PAKAN FINISHER AYAM JOPER TERHADAP FCR DAN BIAYA PER KILGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN Taufan Aruman; Badat Muwakhid; Sunaryo sunaryo
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk menganalisis pengaruh tingkat penggunaan campuran daun Indigofera terfermentasi terhadap Feed Convertion Ratio, dan biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan ayam Joper finisher. Materi yang digunakan adalah ayam Joper jantan berumur 22 hari, dengan jumlah 80 ekor. Bahan pakan berupa Konsentrat KBR-2, jagung kuning, dicalsium phosphat, minyak kelapa, kapur, dedak halus, dan daun Indigofera terfermentasi Aspergillus niger. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan, dan 4 ulangan, tiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam Joper.Perlakuan yang diberikan adalah A = Pakan finisher tanpa campuran daun Indigofera terfermentasi, B = Pakan finisher yang mengandung 10% daun Indigofera terfermentasi, C = Pakan finisher yang mengandung 20% daun Indigofera terfermentasi, D = Pakan finisher yang mengandung 30%..Indigofera..difermentasi. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat penggunaan Indigofera difermentasi oleh Aspergilus niger dalam pakan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR, diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut A = 4,03a. ; B = 4,17ab. ; C = 4,23b. ; D = 4,77c. Pada nilai biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), diperoleh nilai rata – rata sebagai berikut D = Rp. 17390.74b.; C = Rp. 15787.51a.; B = Rp. 15882.23a.; A = Rp. 16856.22b.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 10% tidak bepengaruh terhadap efisiensi pakan, tetapi dapat meminimalisir biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher secara signifikan. Penggunaan daun Indigofera terfermentasi hingga 20% dapat menurunkan efisiensi pakan ayam Joper, tetapi secara nyata menurunkan biaya pakan per kilogram pertambahan bobot badan dalam ransum ayam Joper fase finisher.Kata Kunci: Indigofera, fermentasi,”Feed.Convertion.Ratio, biaya pakan per kilogram pertambahan” bobot badan,” ayam  Joper
PENGARUH SUHU DAN LAMA PENGERINGAN PROSES ENKAPSULASI PROBIOTIK WHEY TERHADAP KUALITAS KIMIAWI PROBIOTIK Dyah Eka Wahyuni; Badat Muwakhid; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Riset ini bertujuan buat menganalisa pengaruh temperatur serta lama pengeringan dalam proses enkapsulasi bakteri asam laktat pada whey terhadap kandungan asam laktat, nilai BK, serta BO. Riset ini dilaksanakan pada 8– 29 November 2021 di Laboratorium Pangan 2, Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang. Modul memakai whey keju, maltodekstrin, ZA, tepung maizena. Memakai tata cara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap pola factorial, 6 perlakuan serta 3 ulangan. Aspek yang diamati yakni temperatur (40⁰C serta 50⁰C) serta Lama Pengeringan (5 jam, 6 jam, serta 7 jam). Informasi dianalisis memakai uji jarak berganda (DMRT) buat mengenali perbandingan disetiap perlakuan. Hasil riset tidak menampilkan terdapatnya interaksi pada tiap perlakuan (P0, 05) terhadap kandungan asam laktat, nilai bahan kering, serta nilai bahan organik. Rataan bersumber pada pengaruh temperatur pada kandungan asam laktat ialah S40= 0, 928 serta S50= 0, 864, nilai BK (%) S40= 89, 40052 serta S50= 88, 44411, BO (%) S40= 88, 18858 serta S50= 87, 90662. Rataan bersumber pada pengaruh lama pengeringan pada kandungan asam laktat ialah L5= 0, 912, L6= 0, 888, serta L7= 0, 888, nilai BK (%) L5= 88, 56988, L6= 89, 14493. L7= 89, 05213, BO (%) L5= 87, 99938, L6= 88, 55818, L7= 88, 53023. Akhirnya tidak terdapat interaksi antara pengaruh temperatur serta lama pengeringan terhadap kandungan asam laktat, nilai BK, serta BO. Rataan terbaik diperoleh pada temperatur 400C serta lama pengeringan 5 jam. Dianjurkan melaksanakan riset lanjutan terpaut pemanfaatan whey keju terenkapsulasi secara in vivo selaku aditif pakan ternak.Kata kunci: enkapsulasi, whey keju, probiotik, kandungan asam laktat 
PENGARUH PENAMBAHAN BIJI LAMTORO DAN TEPUNG GAPLEK TERFEMENTASI Rhizopus Oligosporus PADA PAKAN BROILER TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, KONSUMSI DAN KONVERSI PAKAN Mohamad Riky Adi Santoso; Badat Muwakhid; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian mempelajari pengaruh penambahan bahan pakan Tepung Biji Lamtoro dan Tepung Gaplek pada peforma produksi Broiler fase Finisher. Materi yang digunakan yaitu Broiler strain cobb periode Finisher umur 21 hari, kandang menggunakan tipe postal terbuka (Open House) tiap kotaknya berisi 4 ekor ayam, pakan menggunakan pakan komersial, Tepung Biji Lamtoro, Tepung Gaplek, dan Bakteri Rhizopus Oligosporus. Metode yang digunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), percobaan ini menggunakan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Pemberian perlakuan adalah P0: Pakan Komersil tanpa tambahan, P1: Pakan Komersil ditambahkan dengan campuran tepung biji lamtoro dan tepung gaplek fermentasi sebanyak 10%, P2: Pakan komersial ditambahkan dengan campuran tepung biji lamtoro dan tepung gaplek fermentasi sebanyak 20%, P3: Pakan komersial ditambahkan dengan campuran tepung biji lamtoro dan tepung gaplek fermentasi sebanyak 30%. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran pakan tepung biji lamtoro dan tepung gaplek terfermentasi dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Adapun nilai rata-rata pada konsumsi pakan yaitu P0:2054.75 gram/ekor/hari, P1: 2043.56 gram/ekor/hari, P2: 2033.38 gram/ekor/hari, P3: 2030.00 gram/ekor/hari. Nilai rata-rata Pertambahan Bobot Badan yaitu P0: 991.50 gram/ekor/hari, P1: 954.00 gram/ekor/hari, P2:946.25 gram/ekor/hari, P3: 931.75 gram/ekor/hari dan nilai rata-rata pada konversi pakan yaitu P0: 2.08, P1:2.14, P2: 2.15, P3:2.19. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu perlakuan penambahan pakan pada campuran tepung biji lamtoro dan tepung gaplek terfermentasi sebanyak 10%, 20%, dan 30% berpengaruh tidak nyata terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, dan konversi pakan.Kata kunci : Pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi pakan
PENGARUH TINGKAT PENAMBAHAN CAMPURAN ”BIO-ENZYME TEMULAWAK” TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN PROTEIN EFISIENSI RASIO BROILER Sheva Trilawangga; Badat Muwakhid; Umi Kalsum
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian·bertujuan·untuk menganalisis pengaruh tingkat penambahan campuran bio enzyme-temulawak terhadap kecernaan protein dan protein efisiensi rasio broiler fase finisher. Materi penelitian adalah bio enzyme, temulawak, pakan komersial dan broiler fase finisher. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Ada 4 perlakuan dan 4 ulanganan. Pakan perlakuan yang diberikan adalah 1 kg pakan komersial + 20g temulawak dengan penambahan bio enzyme P1 = 3,5g bio enzyme, P2 = 5g bio enzyme, P3 = 7,5g bio enzyme. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa tingkat penambahan campuran bio enzyme-temulawak berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan protein.dan sangat nyata (P<0,01) terhadap protein efisiensi rasio broiler fase finisher. Rata-rata kecernaan protein (%) P0 = 82,16ᵃ, P1 = 83,77ᵇ, P2 = 84,95ᵇᶜ, P3 = 85,81ᶜ dan rata-rata protein efisiensi rasio P0 = 2,46ᵃ, P1 = 2,69ᵃ, P2 = 3,02ᵇ, P3 = 3,12ᵇ. Kesimpulan dari penelitian adalah penambahan campuran bio enzyme-temulawak dalam pakan broiler fase finisher dapat meningkatkan kecernaan protein dan protein efisiensi rasio. Dosis terbaik untuk penambahan campuran bio enzim-temulawak dalam pakan broiler adalah 5g bio enzyme dan 20g temulawak dalam 1 kg pakan komersial.Kata kunci : bio enzyme, temulawak, kecernaan protein, protein efisiensi rasio, broiler 
PENGARUH PENGGUNAAN CAMPURAN TEMULAWAK - MULTI ENZIM PADA PAKAN AYAM BROILER TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN INCOME OVER FEED COST Anugro Bagus Subekti; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan campuran "temulawak - multi-enzim" dalam pakan ayam pedaging terhadap biaya pakan per kg PBB dan IOFC. Materi penelitian adalah ayam broiler umur 22 hari. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen untuk mengetahui pengaruh suplemen “temulawak – multi enzim” terhadap biaya pakan per kg PBB hidup dan IOFC., menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap perlakuan diberi campuran  “temulawak – multi enzim”  dengan rasio yang  berbeda sebagai berikut: P0 = pakan komersial 100% , P1 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 3,5) gram, P2 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 5) gram, P3 = komersil 1 kg dengan ditambah campuran “temulawak - multi enzim” (20 : 7,5) gram. Variabel yang diamati biaya pakan perkilogram PBB dan (IOFC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan campuran “temulawak-multi enzim” ke dalam pakan berpengaruh sangat nyata terhadap biaya pakan per kg PBB dan berpengaruh nyata terhadap IOFC. Nilai rata-rata biaya pakan per kg pertambahan berat badan (Rp/kg PBB) P0: 15339b, P1: 14775b, P2: 13705a, P3: 13611a, sedangkan pendapatan rata-rata di atas biaya pakan (Rp/ ekor) yaitu P0 : 3991a, P1 : 4360a P2 : 5781b, P3 : 6004b. Kesimpulan dalam penelitian adalah bahwa penggunaan campuran “temulawak - multi enzim” (20:7,5) gram/kg. Hal ini mengurangi biaya pakan per kg PBB Rp. 1728 dan peningkatan  (IOFC) Rp.2013.Kata kunci : temulawak, multi enzim, biaya pakan perkilogram PBB, IOFC, broiler.
PENGARUH PEMBERIAN MSG DALAM PAKAN TERHADAP PRESENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER PERIODE FINISHER Ryan Azzahra; Sunaryo Sunaryo; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan MSG (monosodium glutamat) terhadap presentase karkas dan presentase lemak abdominal. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdiri 4 perlakuan dan 4 ulangan,Perlakuan meliputi pengunaan MSG sebagai Feed adittif pakan broiler finisher dengan perlakuan P0 = Pakan komersil 100%, P1 = Pakan komersil+ MSG 2 gr/kg pakan , P2 = Pakan komersil+MSG 3 gr/kg pakan dan P3 = Pakan komersil+MSG 4 gr/kg pakan. Hasil penelitianmenunjukan bahwa penggunaan MSG berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap presentase karkas ayam broiler umur 35 hari. Adapun rataan presentase karkas yang diperoleh P0 65,75%a, P1 69,25%b, P2 70,25%b, P3 70,25%c. Sedangkan penggunaan MSG tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap presentase lemak abdominal. Rataan presentase lemak abdominal selama penelitian adalah P0 0,15% P1 0,12% P2 0,14% P3 0,27%. Penelitian disimpulkan bahwa penggunaanfeed adittif MSG dalam pakan meningkatkan produktifitas broiler. Penambahan MSG 4 gr/kg pakan memiliki respon terbaik terhadap kuantitas dan kualitas produksi broiler.Kata kunci :monosodium glutamat, feed adittif,presentase karkas,  presentase lemak abdominal. 
ANALISIS KELAYALAN USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN INTI PLASMA SELAMA PANDEMI COVID-19 (Studi Kasus Peternakan Ayam Brioler PT. Bintang Terang Tunggal Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang) Ade Erlin Tasari; Badat Muwakhid; Usman Ali
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kelayakan Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Kemitraan Inti Plasma selama Pandemi covid-19. Kegunaan penelitian sebagai bahan pertimbangan masyarakat dalam penentuan kebijakan bagi pengembangan usaha ayam broiler yang akan datang. Metode penelitian Studi Kasus pengumpulan data dilakuka dengan tehnik wawancara dan obervasi lapangan. Variabel penelitia Keuntunga, R/C Ratio dan BEP selama pandemi covid-19 pada periode 1,2 dan 3. Keuntungan periode 1 yaitu sebesar Rp. 4.134.396, periode 2 sebesar Rp. 13.620.593 dan periode 3 sebesar Rp. 4.871.807. Nilai R/C ratio usaha peternakan ayam broiler dalam tiga periode produksi, periode 1 sebesar 1,05 periode 2 sebesar 1,19 dan periode 3 sebesar 1,06. BEP dalam tiga periode produksi, periode 1 BEP produksi sebanyak 4.313 kg, dengan BEP harga sebesar Rp. 18.436/kg, periode 2 BEP produksi sebanyak 3.753 kg, BEP harga sebesar Rp. 17.244/kg dan periode 3 BEP produksi sebanyak 3.969 kg dengan BEP harga sebesar Rp. 18.300/kg. Peternakan Ayam broiler pola kemitraan inti plasma selama pandemi covid-19 di Desa Mulyoagung, efisien dan menguntungkan dikembangkan. Kesimpulan penelitian peternak tetap harus melakukan pemeliharaan ayam broiler karena terbukti usaha peternakan ayam broiler menguntungkan pada saat pandemi covid-19 meski pada awal pandemi covid-19 terjadi penurunan keuntungan namun tidak menyebabkan kerugiaan bagi peternak.Kata Kunci : Biaya Produksi, Nilai Produksi, Keuntungan, R/C Ratio dan BEP
PENGARUH PENAMBAHAN BIJI KORO PEDANG DAN GAPLEK TERFERMENTASI Aspergillus niger PADA PAKAN BROILER PERIODE FINISHER TERHADAP TINGKAT KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK fiqi Iqbal; M farid Wadjdi; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat penambahan biji koro pedang (Canavalia ensirformis) dan gaplek terfermentasi yang terbaik dalam pakan broiler fase finisher. Materi yang digunakan kapang Aspergilus niger, broiler umur 21 hari, pakan komersial, tepung gaplek, dan biji koro pedang. Metode percobaan pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 4 perlakuan dan 4 kelompok, P0: 100% pakan komersial, P1: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 15%, P2: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 20%, P3: 100% pakan komersial + campuran gaplek koro fermentasi 25%. Variabel yang diamati yaitu tingkat kecernaan bahan kering (KcBK) dan kecernaan bahan organik (KcBO). Analisis ragam menghasilkan bahwa penambahan campuran KGF dengan pakan komersial yang diberikan pada perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata (P<0,05) pada tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dan berpengaruh nyata pada rata – rata kelompok (P<0,05) terhadap tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Adapun nilai rata – rata pada tingkat kecernaan bahan kering (KcBK) yaitu P0: 66,62%, P1: 67,73%, P2: 68,32%, P3: 69,51%. Nilai rata – rata pada tingkat kecernaan bahan organik (KcBO) yaitu P0: 69,40%, P1: 70,75%, P2: 71,39%, P3: 72,18%. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu tingkat kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organic dapat meningkat dengan menambahkan campuran pakan Biji Koro Pedang dan Gaplek yang sudah di fermetasi dengan Aspergilus niger. Kata kunci: broiler finisher, konversi pakan, biji koro pedang, tepung gaplek, aspergilus niger. 
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Camal Adi Maskur Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Farid Wajdi fiqi Iqbal Firda, Budi Irwanto Julia Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kalsum , Umi Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Wadjdi, M. Farid