Claim Missing Document
Check
Articles

Pengenalan Teknologi Ensilase Hijauan di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Muwakhid, Badat; Laili, Saimul
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 1 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v1i4.9516

Abstract

Permasalahan rutin yang kerap dialami peternak di Desa Tlekung, Kec. Junrejo, Kota Batu adalah sulitnya memenuhi kebutuhan pakan hijauan disaat musim kemarau. Di satu sisi, Desa Tlekung berdampingan dengan lereng Gunung Panderman, yang didalamnya terdapat hutan dengan potensi hijauan sebesar 141.636 ton per tahunnya. Lahan hutan sanggup memasok kebutuhan pakan hijauan disaat musim penghujan, namun hijauan menjadi kering dan langka pada musim kemarau. Akibatnya, peternak mengupayakan pemenuhan kebutuhan pakan pada musim kemarau melalui penggunaan jerami padi. Walaupun demikian, cadangan jerami hasi penanaman di lahan sawah di Desa Tlekung tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pakan. Usaha dalam mengatasi kekurangan pakan di musim kemarau dilakukan dengan membeli jerami padi dari luar kecamatan. Upaya ini bukanlah solusi yang tepat guna dalam mengatasi kekurangan hijauan, karena nilai nutrisi yang terkandung dalam jerami padi tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup sapi dan domba. Tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian ini adalah untuk mengenalkan, meningkatkan kesadaran dan memotivasi peternak agar mampu serta berkeinginan untuk menerapkan teknologi ensilase, guna menghasilkan silase sebagai cadangan pakan hijauan disaat musim kemarau. Berdasarkan hasil tahapan evaluasi yang telah dilakukan, tingkat keberhasilan dapat melebihi target kriteria keberhasilan yang telah dilakukan. Secara umum, peserta menyatakan penyelenggaraan pelatihan adalah hal yang penting dan dibutuhkan, dimana peserta menyatakan memahami materi yang diberikan, mampu mempraktekkan pembuatan silase, serta sebagian peserta akan mengimplementasi pembuatan silase. Dengan demikian, kegiatan pendampingan ini dapat dikatakan berhasil, karena mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam mengikuti kegiatan pengabdian.
Literatur Review: Limbah Agroindustri Sebagai Sumber Pakan Alternatif untuk Peningkatan Produksi Daging Domba Muwakhid, Badat; Kalsum, Umi; Ali, Usman; Maskur, Camal Adi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 3 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i3.761

Abstract

Tinjauan literatur ini bertujuan untuk meninjau penggunaan limbah agroindustri sebagai pakan alternatif dalam upaya peningkatan produksi daging domba. Tinjauan literatur mengidentifikasi berbagai jenis limbah agroindustri, seperti ampas tahu, jerami padi, kulit kacang tanah, dan serat kelapa, yang menunjukkan potensi signifikan dalam mendukung pertumbuhan domba serta mengurangi biaya pakan. Pengolahan limbah melalui metode seperti fermentasi dan pengeringan terbukti meningkatkan nilai nutrisi dan kecernaan pakan. Meskipun demikian, terdapat tantangan terkait variabilitas komposisi nutrisi dan risiko kontaminasi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Secara keseluruhan, pemanfaatan limbah agroindustri menawarkan solusi ekonomis dan ramah lingkungan yang dapat mendukung keberlanjutan industri peternakan domba. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan metode pengolahan dan memastikan konsistensi kualitas pakan.
Literature Review: Faktor - faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Pakan (Feed Intake) Sapi Perah Muwakhid, Badat; Rifa’i, Rifa’i; Kalsum, Umi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.779

Abstract

Konsumsi pakan pada sapi perah merupakan faktor kunci dalam mencapai produktivitas susu yang optimal dan kesehatan ternak. Artikel ini menyajikan tinjauan literatur mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi feed intake pada sapi perah, dengan fokus pada aspek fisiologis, genetik, lingkungan, nutrisi, manajemen, dan sosial. Temuan hasil literature review menunjukkan bahwa konsumsi pakan dipengaruhi oleh tahap laktasi, kondisi tubuh, dan kesehatan sapi, serta jenis sapi perah dan potensi genetik. Lingkungan seperti suhu dan ventilasi, kualitas pakan, palatabilitas, serta metode pemberian pakan berperan penting dalam mempengaruhi nafsu makan. Manajemen yang baik dan faktor sosial seperti hierarki dalam kelompok ternak juga berkontribusi terhadap konsumsi pakan. Tinjauan ini memberikan wawasan penting bagi peternak dalam mengelola faktor-faktor ini untuk meningkatkan konsumsi pakan, kesehatan, dan produktivitas susu sapi perah.
PENGARUH PEMBERIAN RAMUAN HERBAL PLUS PADA AIR MINUM TERHADAPPKONSUMSI, PERTAMBAHAN BOBOTTBADAN, KONVERSI PAKAN BROILER PERIODEAFINISHER Mahendra, Achmad Ghofi; Wadjdi, Muhammad Farid; Muwakhid, Badat
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitiannyaini adalah untuk mempelajari adanya pengaruh pemberian ramuan herbal plus pada air minum terhadapOkonsumsi, pertambahan bobotObadan, konversi pakan broiler periodenyafinisher. MateriI yang digunakan dalam penelitian ini adalah broileranperiode finisherberumur 22, adapun yang dimaksud pada Ramuan herbal plus adalah ekstrak herbal seperti kunyit 45 gram, temulawak 45 gram, kencur 40 gram, jahe 40 gram, bawang putih 10 gram, 2 lembar daun sirih (60%) dengan penambahan multienzim (40%). Penelitiannyaini menggunakan metode percobaandanmenggunakan Rancangan Acak LengkapU(RAL) yang terdiri dari 4 perlakuanNdan 4 ulangan. Untuk pemberian perlakuan adalah P0 = 0 ml / literanair minum, P1 = 4 ml / literanair minum, P2 = 6 ml / literRair minum, P3 = 8 ml / literRair minum. Untukavariabel yang diamati adalah konsumsianpakan, pertambahanNbobot badan, dan konversiPpakan. Data yang diperoleh dari hasil penelitianNditabulasi menggunakanNsoftware MicrosoftNExcel. Analisis stastik menggunakan Rancangan Acak LengkapP(RAL). Adapun nilai rataan padaAkonsumsiIpakan yaitu P0 : 2036,19, P1 : 2041,53, P2 : 2047,35, P3 : 2053,47 sedangkan rataan pada pertambahanNbobot badan yaitu P0 : 1165,25, P1 : 1183,50, P2 : 1196,75, P3 : 1214,75 dan rataan untuk konversi pakan yaitu P0: 1,75, P1 : 1,73, P2 : 1,71, P3 : 1,69. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penambahan ramuan herbal plus 8 ml / liter  (P3) dalam air minum memberikan tidak pengaruh nyata terhadap konsumsi pakan (P>0,05), dan memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan (P<0,05), serta memberikan pengaruh nyata juga terhadap konversi pakan (P<0,05).Kata kunci : Ramuan Herbal, Multi Enzim, Performa, Broiler Fase Finisher
PENGARUH IMBANGAN JERAMI PADI DAN TEBON JAGUNG YANG DI FERMENTASI aspergillus niger PADA PAKAN COMPLETE TERHADAP KONSUMSI PAKAN,PBBH & KONVERSI PAKAN KAMBING PE Nata, Wishnu Sajiwa; Muwakhid, Badat; Sumartono, Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrakpenting untuk mempertimbangkan nutrisi yang dibutuhkan kambing Pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi kambing. untuk pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Makanan lengkap biasanya mengandung 12,8% hingga 1% protein. tumbuh memerlukan makanan dengan kandungan protein 12-14% dan energi metabolis 2,8 mkal/kg. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah kandungan nutrisi pakan komplit, terutama PK, karena sangat penting untuk pertumbuhan kambing. yang banyak di manfaatkan untuk pakan ternak jenis Jerami padi dengan BK 92%, PK 5,3%, LK 3,3%, dan SK 32,1% yang ada di tulungagung. PBBH antar perlakuan dari tertinggi pada perlakuan P1 dan terendah P5. PBBH tertinggi P1 0.22 kg, dan terendah P5 0.11 kg. P1 memiliki rataan paling tinnggi dan P5 memiliki rataan paling rendah, hal ini di duga karena semakin meningkatnya tingkat campuran jerami padi pada pakan kambing PE. Penggunaan imbangan jerami padi 16% dan tebon jagung 37% dalam pakan complete berpengaruh terhadap PBBH dan konversi pakan. Perlakuan yang optimal pada komposisi pakan adalah 16% dibanding 37% dalam pakan complete menunjukan rataan konsumsi pakan 1.890 g/ekor/hari, PBBH 220 g/ekor/hari, konversi pakan 8.15.Kata kunci: Kambing PE, Komsumsi Pakan , PBBH, Konversi Pakan.
Peningkatan Kapasitas Peternak Kambing Peranakan Etawa Skala Kecil melalui Penerapan Sistem Recording dan Pemilihan Bibit Unggul Budi Irwanto Julia Firda; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v3i3.7018

Abstract

Small-scale Peranakan Etawa (PE) goat farming still faces low productivity due to limited farmers’ capacity in livestock management, particularly in the application of recording systems and the selection of superior breeding stock. This community service program aimed to enhance farmers’ capacity by implementing a simple livestock recording system and data-based selection of superior PE goat breeding stock. The activity was conducted with the “Maju Bersama” Farmer Group in Toyomarto Village, Singosari District, Malang Regency, involving 20 goat farmers. The methods included extension activities, interactive discussions, and hands-on field mentoring, which improved farmers’ knowledge and skills in applying livestock recording systems and in utilizing recorded data to select livestock, focusing on recording identity, reproduction, production, and health data. The results showed an improvement in farmers’ knowledge and skills in applying livestock recording systems and utilizing recorded data as a basis for selecting superior breeding stock. The implementation of a simple recording system was considered easy to adopt and supported decision-making in livestock management. This program contributes to strengthening farmers’ capacity, improving genetic quality, and enhancing the productivity of PE goats in small-scale farming systems in a sustainable manner.
PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN ISOTONIK TERHADAP BERAT ORGAN PENCERNAAN BROILER PASCA TRANSPORTASI Luqi Firman Efendi; Badat Muwakhid; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian minuman isotonik terhadap respon anti stress ayam broiler saat transportasi. Ternak percobaan yang digunakan untuk penelitian ini , ayam broiler jantan sebanyak 75 ekor strain lohman umur 21 hari. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen, menggunakan rancangan RAL( Rancangan acak lengkap) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler. Perlakuan pertama yaitu (1) P0 kontrol pemberian air minum biasa (2) P1 pemberian air gula merah (3) P2 pemberian air garam 2g/l (4)P3 pemberian air kelapa (1:4) (5) P4 pemberian minuman isotonik , setiap perlakuan diberikan dengan dosis 20-50 ml. Analisis data pada riset ini menggunakan analisis of variance (ANOVA). Parameter yang diukur yaitu bobot organ pencernaan: Ventrikulus, proventikulus, duodenum, jejunum, ileum, caeca. Rata-rata bobot organ pencernaan yaitu 17,75  gram. Hasil penelitian  menunjukan pemberian minuman isotonik berbasis air kelapa tidak berpengaruh nyata terhadap bobot organ pencernaan ayam broiler pasca transportasi P>0,05. Pemberian minuman isotonik tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap berat organ pencernaan ayam broiler.Kata Kunci : minuman isotonik, ayam broiler. THE EFFECT OF PROVIDING ISOTONIC DRINKS ON THE WEIGHT OF BROILER DIGESTIVE ORGANS POST-TRANSPORTATION AbstractThis study aims to analyze the effect of giving isotonic drinks on the anti-stress response of broiler chickens during transportation. The experimental livestock used for this study were 75 male broiler chickens of the Lohman strain aged 21 days. The research method used was the experimental method, using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications. Each replication consisted of 5 broiler chickens. The first treatment was (1) P0 control given regular drinking water (2) P1 given brown sugar water (3) P2 given 2g/l salt water (4) P3 given coconut water (1:4) (5) P4 given isotonic drinks, each treatment was given at a dose of 20-50 ml. Data analysis in this study used analysis of variance (ANOVA). The parameters measured were the weight of the digestive organs: Ventriculus, proventriculus, duodenum, jejunum, ileum, caeca. The average weight of the digestive organs was 17.75 grams. The results of the study showed that the administration of coconut water-based isotonic drinks had no significant effect on the weight of the digestive organs of broiler chickens after transportation (P>0.05). The administration of isotonic drinks did not have a significant impact on the weight of the digestive organs of broiler chickens. Keywords: isotonic drinks, broiler chickens
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN AFRIKA DALAM BENTUK BERBEDA SEBAGAI PAKAN KELINCI NEW ZEALAND WHITE JANTAN TERHADAP UKURAN RELATIF GINJAL DAN EMPEDU Nizhamuddin Mufid Azzuhri; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan memiliki tujuan dalam evaluasi pengaruh penggunaan daun afrika (Vernonia amygdalina) dan bentuk pakan terhadap bobot serta persentase bobot relatif organ ginjal dan empedu pada kelinci. Objek pada penelitian ini adalah 18 ekor kelinci jantan dengan umur 10 minggu jenis New Zealand White. Metode yang digunakan adalah eksperimental, Desain penelitian menggunakan Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Kedua faktor pada penelitian ini adalah faktor satu yaitu level daun afrika 0%, 2,5%, dan 5%. faktor dua dalam penelitian ini adalah bentuk pakan yang terdiri dari mash dan cookies. Analisis Data pada penelitian ini adalah Analisi Of Variance (ANOVA). Jika ditemukan data berbeda nyata maka dilakukan uji Duncan. Berdasarkan data yang didapatkan dari hasil penelitian di dapatkan informasi bahwa penggunaan daun afrika dan bentuk pakan berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) terhadap bobot dan ukuran relatif ginjal. Interaksi kedua faktor juga memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter tersebut. Perlakuan daun afrika 5% dalam bentuk cookies menghasilkan bobot ginjal tertinggi. Kombinasi daun afrika 2,5% dalam bentuk cookies menunjukkan hasil terbaik pada bobot dan persentase empedu. Penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan daun afrika dalam pakan dapat meningkatkan respons fisiologis organ ginjal dan empedu. Kata Kunci : daun afrika,cookies, kelinci, ginjal, empedu, bentuk pakan. PRODUCTION PERFORMANCE OF BROILR CHICKENS WITH PROBIOTICS LACTOBACILLUS SALIVARIUS APPLICATION VIA LITTER SPRAYING AbstractThe research conducted aims to evaluate the effect of using African leaves (Vernonia amygdalina) and various forms of feed on the weight and percentage of the relative weight of the kidneys and gall organs in rabbits. The objects in this study were 18 male New Zealand White rabbits aged 10 weeks. The method used was experimental. The research design employed in this study was a Factorial completely randomized design . The two factors in this study were factor one, namely the level of African leaves 0%, 2.5%, and 5%. The second factor in this study was the form of feed, consisting of mash and cookies. Data analysis in this study was Analysis of Variance (ANOVA). If significant differences were found, the Duncan test was carried out. Based on the study's results, the use of African leaves and the form of feed had a significant effect (P ≤ 0.01) on the weight and relative size of the kidney. The interaction of the two factors also had a very significant effect on these parameters. The treatment of 5% African leaves in the form of cookies resulted in the highest kidney weight. The use of African leaves and feed format also had a highly significant effect (P≤0.01) on the relative weight of the gallbladder. The combination of 2.5% African leaves in the form of cookies showed the best results in terms of weight and percentage of gallbladder. The study concluded that the use of African leaves in feed can improve the physiological responses of the kidneys and gallbladder.Keywords: African leaf, rabbit, kidney, gallbladder, feed form, cookies.  
PENGARUH PENAMBAHAN AIR LERI PADA PROSES FERMENTASI COMPLETE FEED OLEH EM4 TERHADAP PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN, KONSUMSI, DAN KONVERSI PAKAN DOMBA EKOR TIPIS M. Ali Muzaki; Badat Muwakhid; Nisa&#039;us Sholikah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 9, No 1 (2026): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air leri, juga disebut air cucian beras, adalah limbah rumah tangga yang dapat digunakan sebagai tambahan untuk pakan ternak. Ini karena mengandung karbohidrat, protein, dan vitamin B kompleks yang baik untuk ternak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana penambahan air leri memengaruhi fermentasi pakan lengkap oleh EM4 terhadap pertambahan bobot badan harian (PBBH), konsumsi pakan, dan konversi pakan domba ekor tipis. Penelitian ini dilakukan selama 37 hari, terdiri dari 7 hari masa adaptasi dan 30 hari pemeliharaan dan pengambilan data. 12 ekor domba jantan ekor tipis berumur 5-8 bulan dengan bobot awal 16,3-20,3 kg adalah subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dan tiga ulangan pada masing-masing. Perlakuan P0 adalah fermentasi pakan lengkap dengan EM4 tanpa air leri, perlakuan P1 adalah penambahan air leri 2%, perlakuan P2 adalah penambahan air leri 4%, dan perlakuan P3 adalah penambahan air leri 6%. Data yang didapat dianalisis menggunakan (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air leri tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap PBBH, konversi pakan, dan konsumsi pakan domba ekor tipis. Rata-rata PBBH adalah 136,67–185,56 g per ekor per hari, konsumsi pakan adalah 761,59–777,78 g per ekor per hari, dan konversi pakan adalah 4,27-6,37 g per ekor per hari. Perlakuan P2 (penambahan air leri 4%) menunjukkan kecenderungan hasil FCR terbaik secara numerik, dengan konversi pakan terendah 4,27. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan air leri pada proses fermentasi complete feed oleh EM4 tidak mempengaruhi perfoma domba ekor tipis, namun taraf penambahan 4% cenderung berpotensi menjadi taraf yang paling efisien untuk diterapkan. Kata Kunci : Air Leri, EM4, Complete Feed, Domba Ekor Tipis, Pertambahan Bobot Badan Harian, Konversi Pakan, Konsumsi Pakan. EFFECT OF RICE WASHING WATER ADDITION DURING EM4-FERMENTED COMPLETE FEED ON AVERAGE DAILY GAIN, FEED INTAKE, AND FEED CONVERSION RATIO OF THIN-TAILED SHEEP AbstractRice washing water is a household by-product with the potential to be utilized as a feed additive due to its carbohydrate, protein, and B-complex vitamin content, which may support animal performance. This study aimed to evaluate the effect of rice washing water addition during the fermentation of complete feed using EM4 on average daily gain (ADG), feed intake, and feed conversion ratio (FCR) of Thin-Tailed sheep. The experiment was conducted at Cahaya Satu Ternak Farm, Gedangan Village, Mojowarno District, Jombang Regency, for 37 days, consisting of a 7-day adaptation period followed by a 30-day feeding and data collection period. The experimental animals consisted of 12 male Thin-Tailed sheep aged 5–8 months with initial body weights ranging from 16.3 to 20.3 kg. A Completely Randomized Design (CRD) was applied, consisting of four treatments with three replications each: P0 (EM4-fermented complete feed without rice washing water), P1 (2% rice washing water), P2 (4% rice washing water), and P3 (6% rice washing water). The data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the addition of rice washing water had no significant effect (P>0.05) on average daily gain, feed intake, or feed conversion ratio. The average daily gain ranged from 136.67 to 185.56 g/head/day, feed intake ranged from 761.59 to 777.78 g/head/day, and the feed conversion ratio ranged from 4.27 to 6.37. Although the differences were not statistically significant, treatment P2 (4% rice washing water) produced the lowest FCR value (4.27), indicating a tendency toward better feed utilization efficiency than the other treatments. It can be concluded that the addition of rice washing water during the EM4 fermentation of complete feed did not significantly affect the performance of Thin-Tailed sheep. However, the 4% inclusion level showed the greatest potential as the most efficient treatment. Keywords: Rice Washing Water, EM4, Complete Feed, Thin-Tailed Sheep, Average Daily Gain, Feed Conversion Ratio, Feed Intake.
PENGARUH PEMBERIAN MINYAK LEMURU DAN JUS DAUN AFRIKA TERHADAP NILAI HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT DARAH PUYUH JEPANG (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) Difa Cantika Mayzahra; Badat Muwakhid; Brahmadhita Pratama Mahardhika
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mencari pengaruh kombinasi minyak lemuru pada pakan dan jus daun afrika pada air minum pada nilai hemoglobin dan hematokrit ternak puyuh. Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan 2 faktor yaitu faktor pertama berupa pemberian minyak ikan lemuru pada pakan dengan perlakuan dosis 0% dan 3% sedangkan faktor kedua berupa pemberian jus daun afrika pada air minum dengan perlakuan dosis 0ml, 3ml, dan 6ml, terdapat tiga ulangan dalam tiap perlakuan dan terdapat lima ekor burung puyuh di tiap ulangan. Data nilai hemoglobin dan hematokrit diperoleh melalui pengambilan sampel darah menggunakan metode sahli dan dianalisis melalui Analisyst of Variance (ANOVA). Penelitian ini memberikan hasil bahwa perpaduan antara penggunaan minyak lemuru dan jus daun afrika berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap penurunan nilai hematokrit dengan nilai 49.1 ± 8.4a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hemoglobin. Sedangkan penggunaan jus daun afrika dalam air minum nyata (P<0,05) meningkatkan  nilai hemoglobin dengan nilai optimal 18.7 ± 2.5a, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nilai hematokrit. Parameter yang mengalami peningkatan adalah nilai hemoglobin melalui penggunaan jus daun afrika dalam air minum. Kata Kunci : Minyak lemuru, daun afrika, hemoglobin, hematokrit, burung puyuh
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Aksi Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Brahmadhita Pratama Mahardhika Budi Irwanto Julia Firda Camal Adi Maskur Difa Cantika Mayzahra Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Fahmi Axel Revanda Farid Wajdi fiqi Iqbal Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqi Firman Efendi Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Ali Muzaki M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfiratur Rosyida Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Mudawamah Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nisa&#039;us Sholikah Nizhamuddin Mufid Azzuhri Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Wadjdi, M. Farid