Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI SUMBER KARBON TERHADAP ENKAPSULASI Lactobacillus fermentum TERHADAP KADAR ASAM LAKTAT DAN KANDUNGAN BAHAN ORGANIK Dista Chandra Irawan; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 01 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mencari sumber karbon terbaik dalam enkapsulasi Lactobacillus fermentum. menghasilkan kadar asam laktat dan bahan organik yang optimal. Bahan baku yang dipakai pada penelitian ini yaitu , maltodekstrin, sumber karbon, ZA, teoung terigu, Lactobacillus fermentum, tepung tapioca, tepung beras, air suling, fenolftalein, larutan NaOH 0,1 N. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuaan , 3 ulangan. Penggunaan kandungan bahan organik pada enkapsulas probiotik Lactobacillus fermentum dengan kombinasi bahan maltodekstrin 10% + ZA 1 % dan masing-masing sumber karbon sebanyak 89%. Sumber karbon adalah A = tepung beras, B = tepung terigu, C = tepung tapioka dan D = tepung maizena, dengan ditambahkan Lactobacillus fermentum sebanyak 11 % dari bahan enkapsulasi pada masing-masing unit percobaan. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan dari berbagai sumber karbon pada enkapsulasi Lactobacillus fermentum memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik. Kandungan asam laktat menunjukkan bahwa adanya penambahan berbagai sumber karbon pada proses enkapsulasi Lactobacillus fermentum tidak memberikan pengaruh yang nyata (p>0,05). Disimpulkan bahwa Sumber karbon terbaik pada enkapsulasi Lactobacillus fermentum adalah tepung terigu (perlakuan B) yang menghasilkan kadar bahan organik 90,1022% dan kadar asam laktat 1,03%. Kata kunci : Lactobacillus fermentum, enkapsulasi, kandungan bahan organik dan kadar asam laktat. 
PENGARUH DOSIS LISIN DALAM PROBIOTIK ENKAPSULASI LACTOBACILLUS SALIVARIUS TERHADAP KADAR BAHAN ORGANIK DAN JUMLAH MIKROBA Gumilang Putra Wiyanto; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang telah dilakukan mempelajari terkait pengaruh penambahan lisin dalam proses enkapsulasi probiotik enkapsulasi Lactobacillus salivarius terhadap jumlah mikroba dan kandungan BO sehingga memperoleh hasil yang optimal. Bahan utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah isolat bakteri Lactobacillus salivarius, lisin dan bahan kimia lain untuk enkapsulasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 perlakuan dan 4 ulangan. Penambahan lisin pada penelitian ini adalah sebagai berikut: P=pengenkapsulasi tanpa penambahan lisin, Q=pengenkapsulasi dan penambahan lisin 1,9%, R=pengenkapsulasi dan penambahan lisin 2,4%, S= pengenkapsulasi dan penambahan lisin 2,9%. Analisis ragam menunjukan tingkat penambahan lisin menunjukan pengaruh beda nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba dan tidak berpengaruh nyata pada kandungan BO. Rata rata jumlah mikroba masing masing perlakuan yaitu: P=, Q=, R= dan S=. Sedangkan rata rata pada kadar BO menunjukan P=81.279%, Q=79.656%, R=80.772%, S=81.035%. Kesimpulan Penambahan lisin 2,9% saat proses enkapsulasi dapat meningkatkan jumlah mikroba Lactobacillus salivarius dan tidak mempengaruhi kandungan BO probiotik enkapsulasi. Penambahan lisin yang terbaik pada proses enkapsulasi Lactobacillus salivarius pada dosis 2,9%.Kata kunci: Lisin, probiotik enkapsulasi, Lactobacillus salivarius, bahan orhanik, jumlah mikroba
PENINGKATAN MUTU HEDONIK PADA BAKSO MELALUI REFORMULASI BAHAN DI CV. PROGRESIF KRAMAT BUNGAH GRESIK Muhammad Musta&#039;in Billah; Badat Muwakhid; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis produk hasil reformulasi dengan uji hedonik agar dapat melihat hasil kesukaan dari konsumen. Kegunaan penelitian ini untuk memperoleh formula yang tepat terhadap rasa bakso menurut panelis, serta produk bakso CV. PROGRESIF dapat bersaing dangan kompetitornya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging bagian paha, tepung tapioca, bawang putih, garam, karagenan. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dengan menggunakan analisi hedonik yang terdiri dari 9 variasi dan 13 responden. Pada setiap variasi ditetapkan dengan berat daging 600 gram,  tepung tapioca 400 gram dan garam 3% dan untuk variasi (1)  bawang putih 2% + karagenan 0,2% variasi (2) yaitu bawang putih 2% gram + karagenan 0,3%, variasi (3) yaitu bawang putih 2%+ karagenan 0,4%, variasi (4) yaitu bawang putih 4% + karagenan 0,2%, variasi (5) bawang putih 4%+ karagenan 0,3%, variasi (6) bawang putih 4%+ karagenan 0,4% , variasi (7) bawang putih 6%+ karagenan 0,2%,  variasi (8)  bawang putih 6% + karagenan 0,3%, variasi (9) bawang putih 6% + karagenan 0,4%. Parameter yang diamati adalah rasa bakso yang di buktikan dengan tingkat kesukaan panelis. Hasil analisis nilai modus diketahui bahwa tingkat pemberian kadar bawang putih dan karagenan tingkat kesukaan panelis menunjukkan bahwasanya variasi 6 paling disukai panelis dan merupakan tingkat rasa yang tepat menurut panelis. Hasil tersebut ditunjukkan dari nilai modus sebagai berikut Variasi(1)=56, Variasi(2)=50, Variasi(3)=50, Variasi(4)=70, Variasi(5)=80, Variasi(6)=90, Variasi(7)=48, Variasi (8)=56, Variasi(9)=48. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian bahwasannya kesukaan panelis yaitu terdapat pada bakso variasi 6 dengan konsentrasi daging sapi 600 gram + tepung tapioka 400 gram dan bawang putih 4% + karagenan 0,4% dari berat daging dan pati, mendapatkan nilai terbaik dalam segi rasa pada bakso tersebut.Kata Kunci: bakso, daging, bawang putih, karagenan, hedonik.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN Salvinia molesta TERFERMENTASI (Aspergilus niger) DALAM PAKAN TERHADAP BIAYA PAKAN PERKILOGRAM PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN IOFC PADA ITIK PEDAGING PERIODE FINISHER Ahmad Nasori; Badat Muwakhid; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan,.penelitian12adalah untuk menyelidiki level pengaruh penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi&dalam^pakan()terhadap%biaya%pakan per kilogram bobot badan dan IOFC pada itik pedaging periode finisher. Materi dalam penelitian ini adalah daun Salvinia molesta terfermentasi, konsentrat Wonokoyo kbr-2, jagung, bekatul, kapur, itik pedaging jantan sebanyak 80 ekor dengan BB 423,75 gram. Metode yang digunakan eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 kali ulangan dan 4 kali perlakuan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan P0 = 100% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr 2, Jagung, dan katul, kapur P1 = 95% ransum yang terdiri dari konsentrat wonokoyo kbr2, Jagung, katul dan kapur + 5% daun Salvinia molesta terfermentasi, P2 = 90% terdiri dari konsentar Wonokoyo kbr 2, Jagung, pollard dan kapur + 10% daun salvinia molesta terfermentasi,P3 = 85% ransum yang terdiri dari konsentrat wokoyo kbr 2, Jagung, katul dan kapur + 15% daun salvinia molesta terfermentasikemudian data yang dihasilkan dianalisis ragam (ANOVA). Hasil%penelitian&ini menunjukkan bahwa pada variabel biaya pakan perkilogram PBB dan IOFC memiliki pengaruh yang tidak nyata (P>0,05). Rataan pada biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan (Rp) adalah P0 = 18409.97; P1 = 17728,25 P2 = 17378,20; P3 = 17217,86; dan rataan IOFC penelitian yakni&P0 = 6262,62; P1 = 6770,82; P2 =6834,05; dan P3 = 66661,23. Disimpulkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 5% memberikan hasil IOFC terbaik, sedangkan penggunaan daun Salvinia molesta terfermentasi dalam ransum sebanyak 10% memberikan hasil biaya pakan perkilogram terbaik.Kata kunci : Itik hibrida, Aspergilus niger, daun Salvinia molesta, biaya pakan perkilogram pertambahan bobot badan dan IOFC,.766gfg
STUDI POTENSI FITOBIOTIK Vernonia amygdalina DAN PROBIOTIK Lactobacillus fermentum SEBAGAI PENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Salmonella sp Totok Dwi Ambodo; Umi Kalsum; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 1, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat pertumbuhan Salmonella sp pada penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina dan probiotik Lactobacillus fermentum. Materi yang digunakan isolat Salmonella sp, ekstrak Vernonia amygdalina dan Lactobacillus fermentum. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 8 perlakuan dan 4 ulangan.Vernonia amydalina (F1K1) 40%, (F2K2) 50%, (F3K3) 60% dan Lactobacillus fermentum P1K1 25 µL, P2K2 50 µL, P3K3 75 µL. Variabel yang diamati daya hambat pertumbuhan Salmonella sp dan nilai pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penggunaan fitobiotik Vernonia amygdalina menunjukkan pengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap daya hambat pertumbuhanSalmonella sp. Rataan daya hambat (%) F1K1= 28.33, F2K2= 29.72, F3K3= 32.36. Rataan pada probiotik Lactobacillus fermentum (%) P1K1= 37.08, P2K2= 42.63, P3K3= 43.75 dan kontrol P0+ = 60,83, P0- = 0. Rataan nilai pH fitobiotik Vernonia amydalina F1K1= 7,6 , F2k2= 7,5 , F3K3= 7,4. Lactobacillus fermentum P1K1= 6,2 , P2K2= 6,1 P3k3= 5,3 dan Kontrol positif P0+ = 7,4,kontrol negative P0- = 7,7. Kesimpulan fitobiotik Vernonia amygdalina mampu menghambat pertumbuhan Salmonella sp hingga 32% dan probiotik Lactobacillus fermentum mampu menghambat pertumbuhan Salmonella sp hingga 44%.Kata kunci : Vernonia amygdalina , L. fermentum, daya hambat pertumbuhan ,Salmonella sp, dannilai pH.
PENGARUH TINGKAT PENGGUNAAN DAUN SENGON (Albizzia falcataria) TERALKALINASI DAN TERFERMENTASI SEBAGAI BAHAN PAKAN ITIK TERHADAP,KONSUMSI PERTAMBAHAN BOBOT BADAN DAN KONVERSI PAKAN Eko Haryadi; Muhammad Farid Wadjidi; Badat Muwakhid
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian,,ini bertujuan,,untuk mengetahui berapa banyak penggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi sebagai bahan pakan itik peranakan peking umur 22-45 hari. Materi yang digunakan dalam penelitian,,ini adalah daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi, jagung, pollard, CP 144, konsentrat 511, dan itik peranakan peking 80 ekor jantan umur 22 hari. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 5 itik peranakan peking, dengan perlakuan yang terdiri dari P0 = 100% ransum tanpa menggunakan daun sengon, P1 = 95% ransum dengan menggunakan 5% daun sengon, P2 = 90% ransum dengan menggunakan 10% daun sengon, P3 = 85% dengan menggunakan 15% daun sengon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat passenggunaan daun sengon teralkalinasi dan terfermentasi dalam pakan tidak  menunjukkan pengaruh  nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan. Dari hasil diperoleh rata – rata nilai konsumsi pakan P0 = 4150,00,g/ekor. ; P1 = 4167,50 g/ekor. ; P2 = 4187,50 g/ekor. dan P3 = 4207,50 g/ekor. Pada pertambah an bobot badan menunjukan pengaruh tidak nyata (P>0,05).  Nilai rata – rata pertambahan bobot badan yaitu P0 = 1238,25 g/ekor. ; P1 = 1212,00 g/ekor. ; P2 = 1203.500  g/ekor. ; P3 = 1173,75 g/ekor. Terhadap konversi pakan juga tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) dengan konversi pakan selama penelitian yaitu P0 = 3,35. ; P1 = 3,44. ; P2= 3,48. ; P3 = 3,59. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunan daun sengon (Albizzia falcataria) teralkalinasi dan terfermentasi Aspergillus niger sampai 15% dalam ransum  masih menunjukan pengaruh yang sama terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada itik peranakan peking umur 22 - 45 hari.
BREEDER'S PERCEPTIONS OF GOVERNMENT'S POLICY REGARDING VACCINATION FOR FOOT AND MOUTH DISEASE (FMD) IN BEEF CATTLE (Case Study in Tikung District, Lamongan Regency) Dyah Wahyuning; Sumartono; Badat Muwakhid
Jurnal Ternak Vol. 15 No. 2 (2024): Desember, 2024
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v15i2.239

Abstract

The cause of Foot and Mouth Disease (FMD), FMD virus (FMDV), is an acute infectious disease that is highly contagious in hoofed animals. In Lamongan Regency, outbreaks of FMD in cattle have led to a decline in population. Despite vaccination programs, breeders' willingness to vaccinate is influenced by perceptions of vaccine safety and effectiveness. Increasing vaccination coverage is hoped to restore FMD-free status in the area. This study aims to provide knowledge about the influence of breeders' perceptions of government policy on FMD vaccination of beef cattle in Tikung Sub-district, Lamongan Regency and to provide knowledge about the factors that influence breeders' perceptions of government policy on FMD vaccination of beef cattle in Tikung Sub-district, Lamongan Regency. This study is a mixed methods study with a sequential explanatory design. The instruments in this study included questionnaires and interview guidelines with data collection techniques of questionnaire distribution and in-depth interviews with informants. While data analysis techniques in the quantitative approach were carried out with univariate and bivariate analysis. And the qualitative approach was carried out using the interactive model according to Miles et al. The results of the study showed that there was a significant positive effect of breeders' perceptions on FMD vaccination policy in beef cattle in Tikung Subdistrict, Lamongan District (significance value of 0.000 (0.000 < 0.05) and t value of 5.894 > t table (1.9858 )). Factors such as extensive knowledge of FMD and vaccination programs, personal experience with the disease, and support from the government and livestock groups contribute to positive perceptions of these policies. However, challenges such as concerns about post-vaccination side effects and timing conflicts with breeders' village activities affect participation rates and trust in the program.
LITERATURE REVIEW: EVALUASI EFEKTIVITAS SUPLEMEN PROBIOTIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUSU SAPI PERAH Badat Muwakhid; Camal Adi Maskur; Umi Kalsum; Usman Ali
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i2.1226

Abstract

This article reviews the effectiveness of probiotic supplements in improving the quality of dairy cow milk with the aim of providing a deep understanding of their impact on milk production and livestock health. Through a literature search from academic databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, as well as analysis of recent journal articles and research reports, it was found that probiotics can significantly enhance the protein content, fat content, and microbiological stability of milk, as well as improve the balance of intestinal microflora and immune response in cows. Although research results show positive benefits, there is variation in the effectiveness of probiotics influenced by the type of probiotic, dosage, frequency of administration, and farm management conditions. The conclusion of this review is that probiotics have great potential to improve milk quality, but further research is needed to optimize their use under various farming conditions.
PENGARUH LEVEL PEMBERIAN STARBIO TERHADAP NILAI CERNA JERAMI PADI AMONIASI: Badat Muwakhid; Rifa’i Rifa’i; Joko Subagyo
Jurnal Agriovet Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v5i2.978

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui kualitas jerami padi terfermentasi starbio dan ditambah urea agar dapat didayagunakan lebih baik sebagai bahan pakan. Hasil yang diperoleh bermanfaat untuk memecahkan masalah pemanfaatan jerami padi sebagai pakan ternak. Penelitian menggunakan metode percobaan dengan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan berupa jumlah starbio 0,2 %, 0,4 % dan 0,6 %, dan urea 0,6 % dari total BK. Masing-masing perlakuan diulang 4 kali. Inkubasi dilakukan selama 21 hari. Nilai cerna jerami padi diukur melalui teknik invitro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan starbio pada jerami padi yang disertai dengan penambahan urea 0,6 % tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai kecernaan bahan kering (KcBK) maupun nilai kecernaan bahan organik (KcBO). Rata-rata KcBK hasil perlakuan pemberian starbio 0,2 %, 0,4 % dan 0,6 % berturut-turut 36,13%, 36,71%, 37,13%, sedangkan rata-rata hasil perlakuan yang sama pada KcBO berturut-turut 46,58%, 49,23%, 51,57%. Dilihat dari angka nilai rata-rata KcBK dan KcBO, pemberian starbio dan urea pada jerami padi cenderung meningkatkan nilai kecernaan bahan kering dan nilai kecernaan bahan organik. Disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh pemberian starbio dan urea terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik dengan memperhatikan faktor suhu selama inkubasi
PENGARUH DOSIS RAGI TAPE (Saccharomyces cerevisiae) PADA FERMENTASI RUMPUT ODOT TERHADAP NILAI NUTRISI PAKAN Islamidhin, Muhamad Asroful; Muwakhid, Badat; Kulsum, Umi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelnellitian ini belrtujuan untuk melngeltahui pelngaruh dosis ragi tapel (Saccharomycels Celrelvisiael) pada felrmelntasi rumput odot telrhadap nilai nutrisi pakan. Pelnellitian ini dilaksanakan pada tanggal 15 sampai 31 Januari 2025 di delsa Sumbelrsari kelcamatan Poncokusumo kabupateln Malang. Meltodel yang digunakan dalam pelnellitian ini adalah pelrcobaan melnggunakan Rancangan Acak Lelngkap (RAL) delngan 4 Pelrlakuan dan 3 Ulangan yaitu P0 = 1kg rumput odot, tanpa ragi tapel (kontrol), P3 = 1kg rumput odot + 3% ragi (30 gram ragi tapel), P5 = 1kg rumput odot + 5% ragi (50 gram ragi tapel), P7 = 1kg rumput odot + 7% ragi (70 gram ragi tapel). Data yang dipelrolelh dianalisis melnggunakan uji ANOVA (Analysis of Varians dilanjutkan delngan uji BNT. Hasil pelnellitian melnunjukkan bahwa pelnambahan dosis ragi tapel belrpelngaruh sangat nyata (P<0,01) telrhadap kandungan protelin kasar (PK) dan selrat kasar (SK) rumput odot yang difelrmelntasi. Adapun nilai rata-rata PK (%) P0=11,18 P3=12,45 P5=13,58 P7=14,61 dan SK (%) P0=21,32 P3=19,21 P5=17,92 P7=16,49. Disimpulan bahwa pelnambahan dosis ragi tapel pada felrmelntasi rumput odot selcara signifikan melningkatkan kandungan protelin kasar dan melnurunkan kadar selrat kasar. Dosis ragi tapel yang optimal untuk melningkatkan kadar protelin kasar dan melnurunkan kadar selrat kasar adalah 7% dari bahan rumput odot. Kata Kunci : Felrmelntasi, Rumput Odot, Kandungan Nutrisi, Saccharomycels celrelvisiael.
Co-Authors - Aulani’Am AA Sudharmawan, AA Abdul Jamjani Nurdin Ach.Bagus A.Mardhotillah Achmad Burhanuddin Ade Erlin Tasari Aditya Bayu Ramadhan Ahmad Hofit Ahmad Junaidi Al Jawawi Ahmad Nasori Alamsyah, Febrian Irhwyn Anif Mukaromah Wati Anik Maunatin Anugro Bagus Subekti ARTHUR ABDA&#039;U Bambang Setio Aji Camal Adi Maskur Dista Chandra Irawan Djoko Subagyo, Khalidin Dyah Eka Wahyuni Dyah Wahyuning Edy Ustomo Eka Maria Ulfa Eko Haryadi Farid Wajdi fiqi Iqbal Firda, Budi Irwanto Julia Geraldine, Novalina Gumilang Putra Wiyanto Hasbi Andre Pradana Inggit Kentjonowaty Irawati Dinasari Irawati Dinasari Retnaningtyas Islamidhin, Muhamad Asroful J. SUBAGYO Joko Subagyo Kalsum , Umi Kharis Zainul Fatah Luluh Anggriani Luluh Anggriani Luqman Sumarsono M Farid Wadjdi M. Farid Wadjdi M. Farid Wajdi Maghfirotus Sa’adah Mahendra, Achmad Ghofi Maskur, Camal Adi Moch Ahsanun Ni&#039;am Mohamad Nurul Mohamad Riky Adi Santoso Muhammad Azzam Alauddin Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wadjidi Muhammad Musta&#039;in Billah Muhammad Shandika Putra Nata, Wishnu Sajiwa Nurullah H A Rena Oktavia Rahayu Puspitarini Osfar Sjofjan Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i Rifa’i, Rifa’i Ryan Azzahra Saimul Laili Salsabila Rahmania Sujarwo Sayiid Muhammad Ali Sheva Trilawangga Solly Aryza Sri Susilowati Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Sunaryo Sunaryo Syamsiar, Syamsiar Taufan Aruman Totok Dwi Ambodo U. ALI Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Umi Kalsum Usman Ali Usman Ali USMAN ALI Usman Ali Wadjdi, M. Farid