Claim Missing Document
Check
Articles

Keragaman Karakter Morfologi dan Agronomi pada Beberapa Famili Populasi F5 Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) Pasaribu, Ratnawati; Yulianah, Izmi
Produksi Tanaman Vol. 14 No. 4 (2026): April
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2026.014.4.06

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman polong-polongan bernilai ekonomis tinggi, namun pemanfaatannya masih terbatas akibat rendahnya informasi mengenai potensi dan keragamannya. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan pada generasi F5 kecipir yang bertujuan untuk menganalisis keragaman karakter morfologi dan agronomi dalam famili dan antar famili sebagai dasar seleksi pada program pemuliaan tanaman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–September 2025 di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan, melibatkan 15 famili F5 hasil seleksi dari generasi F4 serta dua tetua (PLB 2.3 dan MDM 1.2). Variabel yang diamati meliputi karakter agronomi dan morfologi. Keragaman dalam famili dianalisis menggunakan koefisien keragaman (CV), sedangkan keragaman antar famili dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), Koefisien Keragaman Genetik (KKG), Koefisien Keragaman Fenotipik (KKF), dan pendugaan nilai heritabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman karakter morfologi dalam famili tergolong rendah pada karakter bentuk daun, warna polong, bentuk polong, dan tekstur permukaan polong. Keragaman agronomi dalam famili tergolong rendah pada famili PM 131.131.17, PM 145.145.18, PM 99.99.11, dan PM 114.114.13 dengan nilai CV berkisar antara 1,24–24,68%. Keragaman antar famili ditunjukkan oleh perbedaan warna mahkota bunga, warna kelopak bunga, dan warna biji. Nilai KKG dan KKF tergolong tinggi pada beberapa karakter agronomi, dengan kisaran 20,42–36,31%. Nilai heritabilitas tergolong tinggi (0,62–0,91) pada sebagian besar karakter agronomi, menunjukkan bahwa karakter tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor genetik dan berpotensi diseleksi pada tahap pemuliaan selanjutnya.
Co-Authors Abdurrahman, Saifullah Abdurrahman, Saifullah Afuwwan Almira Ahmad Syahrian Siregar, Ahmad Syahrian Alfiyah, Layinnati Alfiyah, Layinnati Aminuyati Anif Mukaromah Wati Arifin Noor Sugiharto Ayu, Dyan Kusumaning Ayu, Dyan Kusumaning Basuki, Nur Baswarsiati , Baswarsiati Bellindga Rud Yulika Putri Bramastyo, Doni Cahyaningrum, Descha Giatri Catur Suciari Kurnia Damanhuri Damanhuri Damanhuri Darmawan Saptadi, Darmawan Descha Giatri Cahyaningrum Dita Agisimanto Eka Nurwahyuni Elok Rifqi Firdiana, Elok Rifqi Febriyani, Verayunita Febriyani, Verayunita Festhya Rytha Purnamasari, Festhya Rytha Fiddin, Fikriyah Nuril Fiddin, Fikriyah Nuril Firmansyah, Rahmanda Ilman Gusminanda Oktavia Narendri Hastuti, Ni Made Dwi Hastuti, Ni Made Dwi Intan Permatasari Kurniawan Budiarto Kusuma, Devi Mira Kusuma, Devi Mira Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto Kuswanto, Kuswanto Lita Soetopo Masnar, Adley L. Mas’udah, Shofiyatul Mtd, Siti Latipah Mubarok, Amrul Narendri, Gusminanda Oktavia Niken Kendarini Noer Rahmi Ardiarini, Noer Rahmi Nur Basuki Palupi, Hendra Palupi, Hendra Pasaribu, Ratnawati Permatasari, Intan Prabawa, Putu Shantiawan Prabawa, Putu Shantiawan Prajaka, Nanang Wahyu PRASASTI, OSCAR TEGAR Prasetya, Widdi Prasetya, Widdi pratama, muhammad ikshan dani Purnamaningsih , Sri Lestari Purnamasari, Festhya Rytha Putri Ardi, Nur Atikah Putri Ardi, Nur Atikah Rahmadea, Aurellia Respatijarti Respatijarti Rofidah, Nur Irma Rofidah, Nur Irma Sakinah, Fatiyatul Santi Kusuma Fajarwati Saptadi, Darmawan Sasanti Widiarsih Sholeh, Aziz Sholeh, Aziz Simbolon, Forastero Simbolon, Forastero Sri Lestari Purnamaningsih Sumeru Ashari Wahidatun, Wahidatun Wahidatun, Wahidatun Widyawati, Zuri Wulan W, Putri Nawang Wulan W, Putri Nawang Wulandari, Indri Dwi Wulandari, Jeany Eka Wulandari, Jeany Eka Yusuf, Hadi Mokhamad Zuri Widyawati