Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Program Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dalam Bingkai Sistem -Aktor Prasetyo Wijiharto Tunggali, Ade Putranto; Bimantara, Arif; Rasyid, Erwin
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sosial Humaniora dan Ekonomi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program CBIB di wilayah pesisir Pantai Selatan Kabupaten Bantul, termasuk dalam salah satu kebijakan pembangunan, dan karenanya perlu untuk disosialisasikan kepada masyarakat untuk mendapatkan dukungan penuh terhadap program yang akan dijalankan. Strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Kab. Bantul untuk mensosialisasikan program tersebut adalah dengan melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan dalam proses komunikasi yang dilakukan oleh pemerintah, melalui perantara Tim Kerja CBIB (Timker CBIB). Dengan menggunakan metode studi kasus, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika komunikasi yang terjadi diantara para aktor-aktor selama proses komunikasi berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama proses komunikasi, para aktor membawa motivasi dan kepentingan mereka masing-masing, yang kemudian mempengaruhi kecenderungan sikap terhadap program translokasi. Motivasi para aktor secara garis besar terpusat pada empat elemen, yakni sosial budaya, ekonomi, politik dan lingkungan
Comparison of Pocket PCR and Water bath-based RT-LAMP assay for SARS-CoV-2 Detection Nugraheni, Ika Afifah; Bimantara, Arif; Fardhani, Dinar Mindrati; Wicaksana, Arif Yusuf
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SARS-CoV-2 telah menyebabkan 133,023 jiwa meninggal di Indonesia hingga Bulan Agustus 2021, dan 4,089,801 terkonfirmasi COVID-19. Penyebaran yang masif di masyarakat ini harus diimbangi dengan penegakan diagnosa yang cepat dan akurat. Metode RT-LAMP (Reverse-Transcriptase Loop Mediated Isothermal Amplification) memberikan alternatif deteksi yang mudah, murah, sederhana dan memungkinkan untuk dapat diakses oleh semua fasilitas kesehatan di Indonesia. Metode ini hanya membutuhkan waktu kurang dari 60 menit untuk mendeteksi patogen maupun virus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandingan uji RT-LAMP berbasis pocket PCR dengan pemanfaatan water bath dalam mendeteksi virus SARS-Cov-2, penyebab penyakit COVID-19 yang menjadi pandemi saat ini. Optimasi RT-LAMP dilakukan menggunakan dua alat, yaitu pocket PCR dan water bath. Parameter optimasi meliputi suhu dan waktu optimum untuk mendeteksi SARS-Cov-2. Sampel optimasi menggunakan kontrol positif, berupa plasmid yang telah terinsersi gen SARS-Cov-2, dan kontrol negatif. Hasil optimasi RT-LAMP pocket PCR menunjukkan bahwa suhu 650C dengan waktu 30 menit telah mampu menghasilkan pendaran pada sampel plasmid kontrol positif. Variasi konsentrasi plasmid kontrol positif yang digunakan, yaitu 1 ng, 0,1 ng dan 0,01 ng, di mana semua pendar muncul di ketiga konsentrasi tersebut. Meskipun demikian, hasil optimasi suhu dan waktu RT-LAMP tersebut apabila diaplikasikan menggunakan water bath belum menunjukkan hasil pendaran, sebagaimana pada pocket PCR. Oleh karena itu, tahapan proses optimasi RT-LAMP menggunakan water bath masih perlu dilanjutkan untuk menemukan suhu dan waktu optimum sehingga diperoleh hasil deteksi dengan sensitifitas yang tinggi.
OPTIMIZING AMOUNT AND IDENTIFICATION OF YEAST IN SALAK YEAST WATER (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) Khumaira, Annisa; Annaziha, Salma; Baihaqi, Muhammad Azizan Azmani; Anindita, Nosa Septiana; Bimantara, Arif; Probowati, Wiwit
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3809

Abstract

Salak fruit is a tropical fruit spread across Southeast Asia and can potentially be a source of natural yeast by processing fruit yeast water. Salak fruit is known to be rich in carbohydrates, making it a potential natural habitat for microbial communities, especially yeast. This research aims to optimize the growth of yeast in the salak yeast water system by varying the sugar concentration treatment, the composition of the amount of fruit flesh, and the fermentation time, as well as identifying the yeast in the salak yeast water. The method used is to count the number of yeast colonies using the Total Plate Count method. The most optimal treatment results are then tested for pH, total sugar, alcohol, isolation and yeast identification. The research results showed that the composition of salak meat was 30%, adding 1% sugar, and fermentation for 6 days resulted in the most optimal growth of the microbial community with an amount of 3.1×10⁶ cfu/ml. The pH test showed a result of 3.01, the alcohol content, namely ethanol, was 0.066855%, no methanol was detected, the total sugar test result in the yeast water was 2.08%, and it was identified in the yeast water that there were Hanseniaspora opuntiae and Candida sorboxylosa. The results show that salak yeast water (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) can be used as a yeast water product to ferment food.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Faktor pada Petani di Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta Cahayani, Ica Putri; Shafriani, Nazula Rahma; Bimantara, Arif
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan inflamasi rheumatoid arthritis (RA) menyebabkan pengeroposan tulang pada sendi seiring berjalannya waktu. Peradangan, kekakuan, pembengkakan, dan nyeri pada otot, tendon, ligamen, dan tulang merupakan gejala rheumatoid arthritis, penyakit rematik inflamasi. Gejalanya meliputi degenerasi sendi secara bertahap, keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari, dan indikasi sistemik. Temuan dari evaluasi faktor rheumatoid pada petani Desa Sidoluhur menjadi fokus penelitian ini. Metode: metode yang digunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan Rheumatoid Faktor Pada Petani Di Desa sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 25 sampel petani. Hasil: hasil pemeriksaan sampel serum di laboratoriuum tidak terjadi aglutinasi dari total sampel 25 responden yang di periksa sesuai dengan kriteria inklusi. Kesimpulan: Kesimpulan dari total 25 sampel penelitian yang diperoleh bahwa reaksi hasil Rheumatoid Faktor adalah non reaktif (tidak terjadi aglutinasi).
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat dibantu oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan sayatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan temuan dari tes sifilis yang dilakukan pada individu LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17-25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22-23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat disebabkan oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17 - 25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22 - 23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Intensifikasi budidaya ikan melalui manajemen kualitas air dalam rangka peningkatan produktivitas Pokdakan Mina Sejahtera Bimantara, Arif; Tunggali, Ade Putranto Prasetyo Wijiharto; Zuhdi, M. Nurdin; Anggoro, Dhono
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.206

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Mina Sejahtera adalah salah satu POKDAKAN yang berada di Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Komoditas utama yang dibudidayakan oleh kelompok ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Sistem budidaya yang diimplementasikan oleh POKDAKAN Mina Sejahtera masih konvensional dan belum menerapkan teknologi yang telah berkembang saat ini. Salah satu kunci budidaya ikan adalah manajemen kualitas air dan hal ini belum dilakukan oleh POKDAKAN Mina Sejahtera. Akibatnya produktivitas POKDAKAN Mina Sejahtera menjadi rendah karena kualitas air yang buruk sering tidak teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Program Intan Mulia atau intensifikasi budidaya ikan melalui manajemen kualitas air ini bertujuan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada POKDAKAN Mina Sejahtera dalam mengelola kualitas air budidaya dalam penerapan budidaya ikan secara intensif. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari koordinasi teknis bersama mitra, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan workshop dilanjutkan monitoring dan evaluasi. Hasil program Intan Mulia ini menunjukkan bahwa mitra telah memahami prinsip dasar serta teknik manajemen kualitas air menggunakan water quality checker. Mitra juga telah mengukur kualitas air secara rutin sehingga didaptkan data yang komprehensif. Kepadatan ikan juga menjadi lebih tinggi setelah kualtas air dapat dipantau secara rutin sehingga produktivitasnya semakin tinggi. Perlu dilakukan pendampingan dan pengabdian lanjutan terkait teknologi pendukung intensifikasi sehingga intensifikasi budidaya yang dilakukan menjadi lebih optimal.
OPTIMIZING AMOUNT AND IDENTIFICATION OF YEAST IN SALAK YEAST WATER (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) Khumaira, Annisa; Annaziha, Salma; Baihaqi, Muhammad Azizan Azmani; Anindita, Nosa Septiana; Bimantara, Arif; Probowati, Wiwit
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3809

Abstract

Salak fruit is a tropical fruit spread across Southeast Asia and can potentially be a source of natural yeast by processing fruit yeast water. Salak fruit is known to be rich in carbohydrates, making it a potential natural habitat for microbial communities, especially yeast. This research aims to optimize the growth of yeast in the salak yeast water system by varying the sugar concentration treatment, the composition of the amount of fruit flesh, and the fermentation time, as well as identifying the yeast in the salak yeast water. The method used is to count the number of yeast colonies using the Total Plate Count method. The most optimal treatment results are then tested for pH, total sugar, alcohol, isolation and yeast identification. The research results showed that the composition of salak meat was 30%, adding 1% sugar, and fermentation for 6 days resulted in the most optimal growth of the microbial community with an amount of 3.1×10⁶ cfu/ml. The pH test showed a result of 3.01, the alcohol content, namely ethanol, was 0.066855%, no methanol was detected, the total sugar test result in the yeast water was 2.08%, and it was identified in the yeast water that there were Hanseniaspora opuntiae and Candida sorboxylosa. The results show that salak yeast water (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) can be used as a yeast water product to ferment food.
Pemanfaatan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting Fitriahadi, Enny; Satriyandari, Yekti; Bimantara, Arif; Prasety, Alfarizi Cahaya; Pratama, Muhammad Yoga; Rawul, Wahyu Aditia; Hakim, Lukmannul; Wasis, Ginanjar
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8318

Abstract

Permasalahan kesehatan pada balita yang sampai saat ini masih diperbincangkan salah satunya adalah stunting. Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 24,4%, pada tahun 2022-2024 turun menjadi 21,6%, dan pemerintah berharap pada tahun 2025 dapat turun di angka 14%. Dampak stunting pada balita menyebabkan kekurangan gizi hingga mendorong adanya penyakit kronis serta menurunnya tingkat kecerdasan anak. Hal tersebut dapat mempengaruhi badan dan otak balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengetahui proses pembudidayaan ketahanan pangan pada ikan lele, dampak ekonomi terhadap ketahanan pangan pada budidaya dan manfaat ikan lele sebagai bentuk upaya pencegahan balita stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan persiapan, sosialisasi, pelatihan dalam pembuatan media dan cara kerja dari budidaya lele. Hasil kegiatan dengan berdirinya ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dapat menjadi sebuah solusi dan dapat menangggulangi persoalan balita stunting. Sebab ikan lele mempunyai kandungan protein yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan mencakup budidaya lele sebagai salah satu upaya untuk mencegah stunting.