Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

OPTIMIZING AMOUNT AND IDENTIFICATION OF YEAST IN SALAK YEAST WATER (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) Khumaira, Annisa; Annaziha, Salma; Baihaqi, Muhammad Azizan Azmani; Anindita, Nosa Septiana; Bimantara, Arif; Probowati, Wiwit
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3809

Abstract

Salak fruit is a tropical fruit spread across Southeast Asia and can potentially be a source of natural yeast by processing fruit yeast water. Salak fruit is known to be rich in carbohydrates, making it a potential natural habitat for microbial communities, especially yeast. This research aims to optimize the growth of yeast in the salak yeast water system by varying the sugar concentration treatment, the composition of the amount of fruit flesh, and the fermentation time, as well as identifying the yeast in the salak yeast water. The method used is to count the number of yeast colonies using the Total Plate Count method. The most optimal treatment results are then tested for pH, total sugar, alcohol, isolation and yeast identification. The research results showed that the composition of salak meat was 30%, adding 1% sugar, and fermentation for 6 days resulted in the most optimal growth of the microbial community with an amount of 3.1×10⁶ cfu/ml. The pH test showed a result of 3.01, the alcohol content, namely ethanol, was 0.066855%, no methanol was detected, the total sugar test result in the yeast water was 2.08%, and it was identified in the yeast water that there were Hanseniaspora opuntiae and Candida sorboxylosa. The results show that salak yeast water (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) can be used as a yeast water product to ferment food.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Rheumatoid Faktor pada Petani di Desa Sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta Cahayani, Ica Putri; Shafriani, Nazula Rahma; Bimantara, Arif
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan inflamasi rheumatoid arthritis (RA) menyebabkan pengeroposan tulang pada sendi seiring berjalannya waktu. Peradangan, kekakuan, pembengkakan, dan nyeri pada otot, tendon, ligamen, dan tulang merupakan gejala rheumatoid arthritis, penyakit rematik inflamasi. Gejalanya meliputi degenerasi sendi secara bertahap, keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari, dan indikasi sistemik. Temuan dari evaluasi faktor rheumatoid pada petani Desa Sidoluhur menjadi fokus penelitian ini. Metode: metode yang digunakan metode deskriptif untuk memperoleh gambaran hasil pemeriksaan Rheumatoid Faktor Pada Petani Di Desa sidoluhur Kecamatan Godean Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 25 sampel petani. Hasil: hasil pemeriksaan sampel serum di laboratoriuum tidak terjadi aglutinasi dari total sampel 25 responden yang di periksa sesuai dengan kriteria inklusi. Kesimpulan: Kesimpulan dari total 25 sampel penelitian yang diperoleh bahwa reaksi hasil Rheumatoid Faktor adalah non reaktif (tidak terjadi aglutinasi).
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat dibantu oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan sayatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan temuan dari tes sifilis yang dilakukan pada individu LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17-25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22-23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Sifilis Pada Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Puskesmas Kota Yogyakarta Sulistian, Sulistian; Bimantara, Arif; Irfani, Farida Noor
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi menular seksual (IMS) yang disebut sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Biasanya, sifilis ditularkan melalui kontak pribadi dengan pasangan yang terinfeksi. Penularan ini dapat disebabkan oleh hubungan seksual oral atau vaginal. Penularan bakteri Treponema pallidum terjadi melalui hubungan seksual dan kontak langsung dengan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan sifilis pada LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Rancangan penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data di Puskesmas Kota Yogyakarta pada tahun 2023. Data kasus sifilis yang digunakan dari bulan Januari sampai dengan Desember tahun 2023 yaitu LGBT yang tertular dan tidak tertular sifilis di Puskesmas Kota Yogyakarta berdasarkan pemeriksaan Tes cepat Treponema pallidum (TP- Rapid). Mayoritas LGBT di Puskesmas Kota Yogyakarta dari 41 pasien, 30 orang (73,2%) tidak menderita sifilis dan sebanyak 11 orang (26,8%) sedang menderita sifilis. Kelompok reaktif berada pada rentan usia 17 - 25 dengan tertinggi reaktif pada usia 22 - 23 tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus reaktif sifilis yang lebih tinggi berada dalam rentang usia 17-25 tahun.
Intensifikasi budidaya ikan melalui manajemen kualitas air dalam rangka peningkatan produktivitas Pokdakan Mina Sejahtera Bimantara, Arif; Tunggali, Ade Putranto Prasetyo Wijiharto; Zuhdi, M. Nurdin; Anggoro, Dhono
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.206

Abstract

Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Mina Sejahtera adalah salah satu POKDAKAN yang berada di Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Komoditas utama yang dibudidayakan oleh kelompok ini adalah ikan nila (Oreochromis niloticus). Sistem budidaya yang diimplementasikan oleh POKDAKAN Mina Sejahtera masih konvensional dan belum menerapkan teknologi yang telah berkembang saat ini. Salah satu kunci budidaya ikan adalah manajemen kualitas air dan hal ini belum dilakukan oleh POKDAKAN Mina Sejahtera. Akibatnya produktivitas POKDAKAN Mina Sejahtera menjadi rendah karena kualitas air yang buruk sering tidak teridentifikasi dan tertangani dengan baik. Program Intan Mulia atau intensifikasi budidaya ikan melalui manajemen kualitas air ini bertujuan untuk memberikan informasi dan keterampilan kepada POKDAKAN Mina Sejahtera dalam mengelola kualitas air budidaya dalam penerapan budidaya ikan secara intensif. Tahapan pelaksanaan pengabdian ini terdiri dari koordinasi teknis bersama mitra, persiapan alat dan bahan, pelaksanaan workshop dilanjutkan monitoring dan evaluasi. Hasil program Intan Mulia ini menunjukkan bahwa mitra telah memahami prinsip dasar serta teknik manajemen kualitas air menggunakan water quality checker. Mitra juga telah mengukur kualitas air secara rutin sehingga didaptkan data yang komprehensif. Kepadatan ikan juga menjadi lebih tinggi setelah kualtas air dapat dipantau secara rutin sehingga produktivitasnya semakin tinggi. Perlu dilakukan pendampingan dan pengabdian lanjutan terkait teknologi pendukung intensifikasi sehingga intensifikasi budidaya yang dilakukan menjadi lebih optimal.
OPTIMIZING AMOUNT AND IDENTIFICATION OF YEAST IN SALAK YEAST WATER (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) Khumaira, Annisa; Annaziha, Salma; Baihaqi, Muhammad Azizan Azmani; Anindita, Nosa Septiana; Bimantara, Arif; Probowati, Wiwit
Jurnal Bioteknologi & Biosains Indonesia (JBBI) Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN - Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jbbi.2024.3809

Abstract

Salak fruit is a tropical fruit spread across Southeast Asia and can potentially be a source of natural yeast by processing fruit yeast water. Salak fruit is known to be rich in carbohydrates, making it a potential natural habitat for microbial communities, especially yeast. This research aims to optimize the growth of yeast in the salak yeast water system by varying the sugar concentration treatment, the composition of the amount of fruit flesh, and the fermentation time, as well as identifying the yeast in the salak yeast water. The method used is to count the number of yeast colonies using the Total Plate Count method. The most optimal treatment results are then tested for pH, total sugar, alcohol, isolation and yeast identification. The research results showed that the composition of salak meat was 30%, adding 1% sugar, and fermentation for 6 days resulted in the most optimal growth of the microbial community with an amount of 3.1×10⁶ cfu/ml. The pH test showed a result of 3.01, the alcohol content, namely ethanol, was 0.066855%, no methanol was detected, the total sugar test result in the yeast water was 2.08%, and it was identified in the yeast water that there were Hanseniaspora opuntiae and Candida sorboxylosa. The results show that salak yeast water (Salacca edulis Reinw cv Pondoh) can be used as a yeast water product to ferment food.
Pemanfaatan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Ikan Lele Sebagai Upaya Pencegahan Balita Stunting Fitriahadi, Enny; Satriyandari, Yekti; Bimantara, Arif; Prasety, Alfarizi Cahaya; Pratama, Muhammad Yoga; Rawul, Wahyu Aditia; Hakim, Lukmannul; Wasis, Ginanjar
Jurnal Vokasi Vol 9, No 3 (2025): November
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v9i3.8318

Abstract

Permasalahan kesehatan pada balita yang sampai saat ini masih diperbincangkan salah satunya adalah stunting. Angka kejadian stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu mencapai 24,4%, pada tahun 2022-2024 turun menjadi 21,6%, dan pemerintah berharap pada tahun 2025 dapat turun di angka 14%. Dampak stunting pada balita menyebabkan kekurangan gizi hingga mendorong adanya penyakit kronis serta menurunnya tingkat kecerdasan anak. Hal tersebut dapat mempengaruhi badan dan otak balita. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mengetahui proses pembudidayaan ketahanan pangan pada ikan lele, dampak ekonomi terhadap ketahanan pangan pada budidaya dan manfaat ikan lele sebagai bentuk upaya pencegahan balita stunting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan persiapan, sosialisasi, pelatihan dalam pembuatan media dan cara kerja dari budidaya lele. Hasil kegiatan dengan berdirinya ketahanan pangan melalui budidaya ikan lele dapat menjadi sebuah solusi dan dapat menangggulangi persoalan balita stunting. Sebab ikan lele mempunyai kandungan protein yang tinggi. Kegiatan yang dilakukan mencakup budidaya lele sebagai salah satu upaya untuk mencegah stunting.
Gambaran Kadar C-Reactive Protein (CRP) Mahasiswa Obesitas Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Pradana, Tita Liana Kusria Nur; Irfani, Farida Noor; Bimantara, Arif
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i1.2714

Abstract

Obesitas adalah penumpukan lemak akibat ketidakseimbangan energi masuk dan keluar, yang kasusnya terus meningkat secara global. Obesitas juga dianggap sebagai peradangan kronis karena sel adiposit memproduksi IL-6 dan TNF-α yang merangsang produksi C-Reactive Protein di hati. CRP ialah protein fase akut yang meningkat saat peradangan dan dapat diukur dengan metode aglutinasi lateks. Penelitian ini bertujuan mengamati kadar CRP pada mahasiswa obesitas di Prodi Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode penelitian ini termasuk jenis observasional dengan desain cross sectional menggunakan 26 sampel yang diperoleh dari perhitungan sampel dengan rumus slovin serta disesuaikan dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil penelitian (76,9%) mahasiswa berjenis kelamin perempuan, dengan (92,3%) kadar CRP non-reaktif dan (7,7%) kadar CRP reaktif, serta tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik terhadap kadar CRP (p > 0,05), dapat disimpulkan bahwa kadar CRP pada mahasiswa obesitas di Prodi Teknologi Laboratorium Medis Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta tidak berhubungan dengan pola makan dan aktivitas fisik. Kedepannya untuk penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode yang lebih sensitif seperti hs-CRP dan ELISA, serta melakukan pemeriksaan lainnya seperti darah lengkap untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap terkait inflamasi yang terjadi, serta dapat memeriksa faktor lainnya yang dapat berpengaruh pada kadar CRP selain pola makan dan aktivitas fisik seperti. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, CRP, Obesitas, Pola Makan.
Hubungan Antara Faktor Usia dan Jenis Kelamin dengan Kejadian Demam Tifoid: Studi Klinis Di Yogyakarta Ishak, Zulwina Ningsi; Irfani, Farida Noor; Bimantara, Arif
Anakes : Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): ANAKES: Jurnal Ilmiah Analis Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/anakes.v11i2.2732

Abstract

Salmonella typhi is a bacterium that causes infection in the digestive tract known as typhoid fever. One of the diagnostic methods used to detect this disease is the Tubex test, which functions to identify the presence of antibodies. This study aims to determine the relationship between age and gender factors with the incidence of typhoid fever in one hospital in Yogyakarta during the period January-December 2024. This study used a descriptive design with a cross-sectional approach. A total of 127 samples were selected using the total sampling method with data obtained from medical records. Of these, (72.3%) were female patients and (27.7%) were male with the age group 20-39 years as the most frequently diagnosed group (62.7%). Bivariate analysis showed that the variables of age (p = 0.024 <0.05) and gender (p = 0.012 <0.05) had a significant relationship with the incidence of typhoid fever. Based on these results, there is a significant relationship between age and gender with the incidence of typhoid fever. Education regarding the implementation of a clean and healthy lifestyle needs to be increased, especially for women and productive age groups who are more vulnerable to typhoid infection.   Keywords: Typhoid Fever, Gender, Salmonella typhi, Age, Yogyakarta
Gambaran Infertilitas Pada Wanita Berdasarkan Status Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) Rskia Sadewa Salzabilla Poha; Farida Noor Irfani; Arif Bimantara
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22588

Abstract

ABSTRACT Infertility is a complex condition that can be caused by various factors, including imbalances in reproductive hormones such as Follicle-Stimulating Hormone (FSH) and Luteinizing Hormone (LH). To describe infertility in women based on FSH and LH hormone levels at RSKIA Sadewa. This study used a descriptive quantitative method with secondary data obtained from the medical records of infertile female patients at RSKIA Sadewa during the period of July 2024 to June 2025. Data were analyzed univariately and Chi-square using SPSS. Examinations for infertility were most commonly performed in women aged 26–35 years. Abnormal levels of FSH and LH were more frequently observed in age groups 25 years and 35 years. Chi-square test showed no significant association between age and FSH levels (p=0.371) or LH levels (p=0.377). There is no significant association between FSH and LH levels and age in infertile women. Infertility is multifactorial, influenced not only by hormonal levels but also by other factors beyond the reproductive hormonal system. Keywords: Infertility, FSH Hormone, LH Hormone, Female Reproduction  ABSTRAK Infertilitas merupakan permasalahan kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan hormon reproduksi seperti Folliclestimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).Mengetahui gambaran infertilitas pada wanita berdasarkan kadar hormon FSH dan LH di RSKIA Sadewa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medis pasien wanita infertil di RSKIA Sadewa periode Juli 2024–Juni 2025. Data dianalisis secara univariat dan uji Chi-square menggunakan SPSS.Pemeriksaan infertilitas paling banyak ditemukan pada wanita usia 26–35 tahun. Abnormalitas kadar FSH dan LH lebih sering terjadi pada kelompok usia 25 tahun dan 35 tahun. Uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dengan kadar FSH (p=0,371) maupun LH (p=0,377). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar FSH dan LH dengan usia pada wanita infertil. Infertilitas bersifat multifaktorial, tidak hanya dipengaruhi kadar hormon, tetapi juga faktor lain di luar sistem hormonal. Kata kunci: Infertilitas, Hormon FSH, Hormon LH, Reproduksi Wanita