Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Uji Proximat Daging Ikan Lele yang Dibudidayakan dengan Perbedaan Manajemen Kualitas Air dan Pakan [Test Proximat Meat Catfish Cultivated with Differences Water and Feed Quality Management] Arif Bimantara
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 10 No. 1 (2018): Jurnal ilmiah perikanan dan kelautan
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v10i1.8541

Abstract

                                                    AbstrakIkan lele merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya yang popular di Indonesia. Permintaan pasar akan jenis ikan ini yang semakin bertambah menyebabkan pembudidaya lele menggunakan berbagai cara untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui hasil uji proksimat daging ikan lele yang dibudidayakan dengan manajemen kualitas air dan pakan yang berbeda meliputi kandungan protein, lemak, air dan abu. Sampel didapatkan dari lima pembudidaya ikan lele yang menggunakan metode pemeliharaan yang berbeda yaitu (1) L1 : pemberian pakan daging ayam dengan pergantian air 3 -5 hari sekali; (2) L2 : pemberian pakan pelet dicampur dengan bahan herbal, penambahan probiotik pada air budidaya dan dilakukan pergantian air setiap hari; (3) L3 : pakan kombinasi pelet dan daging ayam dengan pergantian air 3-5 hari sekali; (4) L4 : pakan pelet tanpa pergantian air; (5) L5 : pakan pelet dicampur multivatimin komersial, penambahan probiotik pada air budidaya dan dilakukan pergantian air 3-5 hari sekali. Daging ikan lele L1 memiliki kandungan air (67,1%) dan protein (14,6%) paling rendah walaupun memiliki kandungan lemak (5,6%) tertinggi dibandingkan sampel perlakuan lain, sedangkan sampel L2 memiliki kandungan protein tertinggi sebesar 17,4% sekaligus memiliki kadar abu paling rendah diantara sampel lainnya sebesar 0,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa manajemen kualitas air dan pakan mempengaruhi hasil uji proksimat daging ikan lele yang dibudidayakan.                                                         AbstractCatfish is one of the most popular aquaculture commodities in Indonesia. The increasing market demand for this fish caused the catfish farmers to apply various methods to improve the quality and quantity of its product. This study aimed to assess the proximate test results of catfish meat cultured in different water quality and feeding management for the parameters protein, fat, water, and ash content. The samples were obtained from five catfish farmers using different culture methods, namely (1) L1: chicken meat feeding with water exchange every 3-5 days; (2) L2: pellets feeding mixed with herbs, probiotics addition to culture water and daily water exchange; (3) L3: combination of pellets and chicken meat feeding with water exchange every 3-5 days; (4) L4: pellets feeding with no water exchange; (5) L5: commercial multivatimin mixed with pellets feeding, probiotics addition to culture water and water exchange every 3-5 days. The L1 catfish meat has the lowest water (67,1%) and protein (14,6%) content, although it has the highest fat content (5,6%) compared to other treatments, while the L2 sample has the highest protein content of 17,4 % as well as the lowest as content among other samples of 0.4%. These results indicate that water quality and feeding management affect the proximate test results of cultured catfish meat.
Detection of Tilapia Lake Virus (TiLV) in Tilapia (Oreochromis niloticus) by Semi-Nested Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) Method Bimantara, Arif; Anindita, Nosa Septiana; Al Amin, Taofani Rizal; Wantonoro, Wantonoro; Setianah, Heni
International Journal of Health Science and Technology Vol. 5 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v5i2.3316

Abstract

Tilapia productivity is influenced by many factors, one of which is Tilapia Lake Virus (TiLV) disease, which can cause a mortality rate due to infection reaching 90%. The development of nested PCR or semi-nested PCR methods can increase the sensitivity of detection of this virus. This study aims to detect the spread of TiLV attacking tilapia early using the semi-nested PCR method with primers designed in this study. Tilapia with TiLV symptoms were taken from a tilapia farmer in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. The fish is dissected, and the kidney and lymph target organs are for RNA isolation. The RNA isolation results were converted into cDNA and then amplified in two stages through the semi-nested RT-PCR method. The detection target is the third segment of the RNA of the TiLV. The first and second amplified amplicons were then electrophorized using agarose gel and observed under UV light. The detection results showed no visible band at the first amplification. In the second amplification, each sample showed positive results with the appearance of bands in the detection target gene. The semi-nested RT-PCR method is proven to increase detection sensitivity. Based on these results, it can be concluded that the semi-nested RT-PCR method in this study is effectively used to detect TiLV. It is necessary to develop research on a field scale to test the effectiveness of this method. This research is expected to provide an alternative detection of aquaculture diseases that are more effective and efficient.
Pkm Bakti Sekolah melalui pendampingan pengelolaan sekolah sehat untuk era new normal di TK ABA, Salamrejo 1, Sentolo Wahyuningsih, Hapsari; Bimantara, Arif
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.694 KB) | DOI: 10.31101/hayina.2312

Abstract

Sekolah sehat ditandai dengan situasi sekolah yang bersih, indah, tertib, menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dalam kerangka mencapai kesejah­teraan lahir dan batin setiap warga sekolah. Sekolah sehat memung­kinkan setiap warganya dapat melakukan aktivitas yang bermanfaat, berdaya guna dan berhasil guna untuk sekolah  dan lingkungan di luar sekolah. Kondisi sekolah Taman Kanan-Kanak (TK) ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Salamrejo, Kecamatan Sentolo belum sepenuhnya memenuhi kriteria tersebut diatas, sehingga aktivitas belajar belum terwadahi secara optimal. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan wawasan tentang pentingnya sekolah sehat dari fisik bangunan serta perilaku pengguna seluruh warga sekolah sekaligus sarana prasarana pendukung dalam menghadapi era New Normal. Kegiatan ini dilakukan melalui tahap pemberian edukasi kepada mitra mengenai sekolah sehat dan kesiapan  dalam menghadapi era New Normal serta tahap memberikan kelengkapan sarana dan prasarana di tengah pandemic Covid 19 juga edukasi kepada warga sekolah untuk selalu senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat adalah:1) Edukasi Sekolah Sehat dan penerapan Protokol Kesehatan di lingkungan sekolah, 2) Pembagian 100 pack Healthy Kit dan 3) Penyampaian instalasi Portable Sanitizer sebanyak 2 unit, sehingga diharapkan mampu mendukung terwujudnya sekolah sehat terutama dalam kondisi pandemic Covid-19. 
Peningkatan manajemen pemasaran UMKM KWT Kusuma Ledoknongko Rohmah, Fayakun Nur; Rahman, Taufiqur; Rosida, Luluk; Ollin, Siti Nadhir; Bimantara, Arif; Musoli; Wijayanto, Danur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3663

Abstract

UMKM KWT Ledoknongko mengembangkan produk olahan salak diantaranya brownis salak dan yogurt salak. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pemasaran yang konvensional. Mitra membuat produk berdasarkan pesanan mulut ke mulut. Mitra juga belum memiliki merk yang terdaftar. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan branding produk dengan pendampingan pembuatan logo merk dan pendaftaran merk, pendampingan pembuatan konten digital dan manajemen sumberdaya teknologi informasi. Metode yang diterapkan adalah dengan FGD dan pelatihan tentang tentang pemanfaatan teknologi informasi, strategi branding, pembuatan konten digital, pengenalan platform digital dan manajemen sumber daya teknologi informasi. Setelah pelaksanaan kegiatan merk sudah dibuat dan didaftarkan ke kemenkumham, ketrampilan mitra tentang pembuatan konten digital meningkat dan pemahaman tentang penggunakan teknologi informasi meningkat.
Intensifikasi Budidaya Perikanan (Osphronemus Gouramy) Mandiri Berbasis Sumberdaya Lokal sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas POKDAKAN Mina Sida Karya Bimantara, Arif; Zuhdi, M. Nurdin; Tunggali, Ade Putranto Prasetyo Wijiharto; Manasikana, Rinta Arina
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 27, No. 1, Maret 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/warta.v27i1.3388

Abstract

Mina Sida Karya Fish Cultivation Group (POKDAKAN) operates in Sidamulih Village, Rawalo District, Banyumas Regency, Central Java, employing an extensive, traditional fish farming system that yields low productivity. This group faces four significant challenges that necessitate attention: (1) Insufficient knowledge and skills among partners in intensive gourami fish farming management to enhance POKDAKAN Mina Sida Karya's productivity; (2) Lack of a consistent water supply for cultivation throughout the year; (3) Limited knowledge in producing cost-effective natural and artificial feed; (4) Inadequate expertise in marketing partner products, resulting in a restricted market reach. Addressing these challenges, service activities have been implemented using Participatory Learning and Action (PLA).  These include (1) providing assistance and training in intensive gourami fish farming management to boost cultivation productivity; (2) drilling boreholes up to 75 meters deep to secure a year-round water source; (3) conducting training sessions on independent feed production, both artificial and natural Daphnia sp., enabling partners to generate their own feed; (4) establishing digital branding systems through social media platforms to expand market presence. This aims to increase the productivity of the Mina Sida Karya Fish Farming Group. The activities that have been carried out have significantly impacted the Mina Sida Karya POKDAKAN with a percentage of 57.14% of participants stating that they have sufficient knowledge about intensive osphronemus gouramy fish farming, 61.90% stating that they have no difficulty in obtaining water supply, 52.38% stating that they know how to produce efficient and cost-effective natural feed, and 66.67% stating that they are satisfied with the market reach of fish products.
Pengendalian Hayati Patogen Fusarium oxysporum f. sp. capsici dengan Isolat Trichoderma sp. Asal Rizosfer Bambu dari Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung Syarifah, Sharfina Mutia; Sari, Ofivah Permata; Bimantara, Arif
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.3.454

Abstract

Wilt disease caused by Fusarium oxysporum f. sp. Capsici can cause serious problems and reduce red chili yields, so controls are needed that can reduce the development of the pathogen. The purpose of this study was to determine the potential of Trichoderma sp. from the bamboo rhizosphere in Kedu District, Temanggung Regency, in inhibiting the growth of F. oxysporum f. sp. capsici in vitro and in vivo. Trichoderma sp. Was isolated from the rhizosphere of bamboo plants, and F. oxysporum f. sp. capsici was isolated from red chili plants with symptoms of fusarium wilt. Mushroom isolates were purified and identified based on the identification key book. An in vitro test using the double culture method and an in vivo test were conducted in a screen house by applying Trichoderma sp. to the stem of red chili plants. One isolate of Trichoderma sp. was obtained from the soil of the bamboo rhizosphere in the Kedu District, and Fusarium sp. isolates were obtained from the stems of red pepper plants. Based on in vitro antagonist tests, Trichoderma sp. Fungi were able to inhibit the growth of F. Oxysporum f. sp. capsici up to 82.50% at 7 HSI. Trichoderma sp. could inhibit pathogens through antibiotic inhibition mechanisms and competition of nutrients and space to grow. Trichoderma sp. inoculation followed by in vivo inoculation of pathogens on red chili plant stems showed an attack symptom intensity of 4.16% with an antagonistic performance of 75.03% 12 days after inoculation. Trichoderma sp. is effective as an alternative biological control agent for red chili plant disease caused by F. Oxysporum f. sp. capsici. Keywords: Bamboo Rhizosphere, Fusarium oxysporum f. sp. capsici, Plant Diseases, Trichoderma sp.
GAMBARAN KADAR PEMERIKSAAN THYROID STIMULATING HORMONE (TSH) DAN FREE THYROXINE (FT4) PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN TIROID DI RSUD BAGAS WARAS KLATEN Cut Tiara, Rizka; Irfani, Farida Noor; Bimantara, Arif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.34511

Abstract

Kelainan tiroid ialah sebuah kondisi dimana individu mengalami gangguan kelenjar tiroid, yang meliputi perubahan bentuk ataupun perubahan fungsi. Gangguan fungsi tiroid yakni sebuah kondisi yang mana produksi hormon tiroid menjadi tidak seimbang. Secara global dilaporkan individu yang mengalami kelainan tiroid sekitar 300 juta jiwa, gangguan tiroid dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan kadar TSH dan FT4. Penelitian ini memiliki tujuan guna melihat gambaran kelainan hormon tiroid berdasarkan jenis kelamin serta usia pada pasien dengan gangguan tiroid di RSUD Bagas Waras Klaten. Jenis penelitian yang dipergunakan yaitu deskriptif melalui pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan melakukan total sampling pada tahun 2023 yang berjumlah 42 responden dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif serta uji korelasi spearman’s rho. Dari hasil yang diperoleh, diperoleh bahwa gangguan tiroid lebih banyak terjadi pada perempuan (71,4%) daripada pada laki-laki (28,6%). Berdasarkan usia, gangguan tiroid lebih banyak ditemukan pada responden dengan usia 36-45 tahun (31,0%). Temuan menunjukan ada hubungan yang kuat antara kadar TSH serta FT4 pada pasien dengan gangguan tiroid. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis nilai sig 0,000 (p < 0,05) maknanya terdapat hubungan dari kedua variabel tersebut. Dari keseluruhan jumlah pasien yang memeriksakan TSH dan FT4 di RSUD Bagas Waras Klaten didapatkan bahwa pasien dengan hipertiroid lebih dominan dengan jenis kelamin perempuan dan rentan usia dari 36-63 tahun.
Analisis Prevalensi Sifilis Berdasarkan Pemeriksaan Treponema Pallidum RAPID (TP-RAPID) Putri, Gina Rahayu; Bimantara, Arif; Rahma, Nazula
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i2.3213

Abstract

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dari subspesies pallidum. Pemeriksaan untuk deteksi dini sifilis pemeriksaan TP-Rapid dengan metode imunnokromatografi, salah satu Puskesmas yang menyediakan layanan tersebut yaitu Puskesmas Gamping II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa prevalensi penyakit sifilis berdasarkan pemeriksaan TP-Rapid dari tahun 2021 hingga 2023 pada salah satu Puskesmas di Yogyakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan sampel data sekunder dari arsipan Puskesmas dan diolah menggunakan SPSS. Berdasarkan penelitian ini didapati bahwa tahun 2022 memiliki variabilitas terbesar, dengan rentang nilai yang paling luas. Sebaliknya, tahun 2021 menunjukkan variabilitas terkecil, ditandai dengan satu outlier yang mencolok. Tahun 2023 memperlihatkan median yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan distribusi data yang lebih terpusat. Berdasarkan jenis kelamin pasien laki-laki mengalami peningkatan dibanding pasien wanita begitu juga pasien dengan usia produktif lebih mendominasi dibandingkan pasien non-produktif. Kenaikan jumlah kasus sifilis dapat di sebabkan oleh beberapa hal seperti keadaan setelah wabah covid 19 yang sempat terjadi pada tahun 2020 sehingga masyarakat bisa mulai melakukan pemeriksaan rutin lagi, serta penurunan jumlah bisa berasal dari diri pasien sendiri yang telah sembuh. Kesimpulan menunjukan tahun dengan kasus paling tinggi yaitu 2022 diikuti 2023 dan paling rendah 2021, dengan pasien paling banyak dari pasien laki-laki dan pasien dengan usia produktif.  
GAMBARAN KADAR UREUM DALAM DARAH PADA PASIEN HIV/AIDS anandika maharani, Azzahra ayu; Bimantara, Arif; Anwar, Chairil
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49363

Abstract

Terapi antiretroviral (ARV) merupakan pendekatan utama dalam pengendalian infeksi HIV/AIDS, namun penggunaan jangka panjang, terutama obat berbasis Tenofovir, berpotensi menimbulkan efek nefrotoksik yang memengaruhi kadar ureum dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar ureum pada pasien HIV/AIDS yang menjalani terapi ARV di RSUD Sleman. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 38 pasien HIV/AIDS yang telah menjalani terapi ARV minimal 6 bulan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data sekunder diperoleh dari hasil pemeriksaan laboratorium kadar ureum periode Januari hingga Desember 2024 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah laki-laki (68,4%) dan berada dalam kelompok usia produktif 31–40 tahun (42,1%). Sebanyak 97,4% pasien memiliki kadar ureum dalam batas normal (10–50 mg/dL), sedangkan 2,6% menunjukkan kadar ureum tinggi (>50 mg/dL). Selain itu, sebagian besar pasien (68,4%) berada pada stadium HIV awal (stadium 1–2), dan sisanya telah mencapai stadium lanjut (≥ stadium 3). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa terapi ARV yang diberikan di RSUD Sleman umumnya tidak menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang signifikan. Pemantauan kadar ureum secara berkala tetap penting, terutama bagi pasien laki-laki usia produktif dengan durasi terapi jangka panjang, guna mencegah komplikasi nefrotoksik.
Gambaran Infertilitas Pada Wanita Berdasarkan Status Follicle Stimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH) Rskia Sadewa Poha, Salzabilla; Irfani, Farida Noor; Bimantara, Arif
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 10 (2025): Volume 7 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i10.22588

Abstract

ABSTRACT Infertility is a complex condition that can be caused by various factors, including imbalances in reproductive hormones such as Follicle-Stimulating Hormone (FSH) and Luteinizing Hormone (LH). To describe infertility in women based on FSH and LH hormone levels at RSKIA Sadewa. This study used a descriptive quantitative method with secondary data obtained from the medical records of infertile female patients at RSKIA Sadewa during the period of July 2024 to June 2025. Data were analyzed univariately and Chi-square using SPSS. Examinations for infertility were most commonly performed in women aged 26–35 years. Abnormal levels of FSH and LH were more frequently observed in age groups <25 years and >35 years. Chi-square test showed no significant association between age and FSH levels (p=0.371) or LH levels (p=0.377). There is no significant association between FSH and LH levels and age in infertile women. Infertility is multifactorial, influenced not only by hormonal levels but also by other factors beyond the reproductive hormonal system. Keywords: Infertility, FSH Hormone, LH Hormone, Female Reproduction  ABSTRAK Infertilitas merupakan permasalahan kompleks yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakseimbangan hormon reproduksi seperti Folliclestimulating Hormone (FSH) dan Luteinizing Hormone (LH).Mengetahui gambaran infertilitas pada wanita berdasarkan kadar hormon FSH dan LH di RSKIA Sadewa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari rekam medis pasien wanita infertil di RSKIA Sadewa periode Juli 2024–Juni 2025. Data dianalisis secara univariat dan uji Chi-square menggunakan SPSS.Pemeriksaan infertilitas paling banyak ditemukan pada wanita usia 26–35 tahun. Abnormalitas kadar FSH dan LH lebih sering terjadi pada kelompok usia <25 tahun dan >35 tahun. Uji Chi-square menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia dengan kadar FSH (p=0,371) maupun LH (p=0,377). Tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar FSH dan LH dengan usia pada wanita infertil. Infertilitas bersifat multifaktorial, tidak hanya dipengaruhi kadar hormon, tetapi juga faktor lain di luar sistem hormonal. Kata kunci: Infertilitas, Hormon FSH, Hormon LH, Reproduksi Wanita