Claim Missing Document
Check
Articles

Rancangan Perbaikan Kualitas Layanan Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Cilegon dengan Pengintegrasian Metode Servqual, Lean dan Six Sigma Sri Panuti; Shanti Kirana Anggraeni; Achmad Bahauddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.54 KB)

Abstract

Rumah sakit merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang jasa. Pelayanan rawat jalan RSUD Cilegon masih dirasakan lama oleh pasien yaitu lebih dari satu jam. Respon cepat merupakan faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang menjadi sumber ketidakpuasan konsumen layanan rawat jalan, mengetahui tipe waste yang menjadi faktor penyebab ketidakpuasan, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya waste dan merancang usulan perbaikan dengan menggunakan konsep Lean Six Sigma. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan metode Servqual, Lean dan Sigma. Dalam penelitian ini digunakan kuesioner. Responden kuesioner adalah pasien dengan kedatangan minimal satu kali.  Berdasarkan hasil penelitian, sumber ketidakpuasan adalah waktu menunggu pemeriksaan. Faktor penyebab ketidakpuasan konsumen adalah aktivitas admin mengurutkan dan mendata ulang data pribadi pasien, admin bolak-balik dari meja admin ke ruang pemeriksaan,  pasien menyerahkan form rekam medis ke admin setelah pemeriksaan dan pasien menunggu dokter. Faktor penyebab terjadinya waste adalah petugas registrasi tidak mengurutkan pasien, sistem masih manual, tidak ada informasi jam praktik dokter dan kurangnya komunikasi antara dokter dengan petugas informasi. Usulan rancangan perbaikan untuk mengurangi waste yaitu petugas registrasi mengurutkan pasien, membuat sistem terkomputerisasi, memasang jadwal praktik dokter, pemberitahuan informasi kepada setiap pasien yang mendaftar, registrasi via telepon, serta dokter memberitahu petugas informasi mengenai jadwal praktiknya.
Usulan Perbaikan Efektifitas Proses Produksi Menggunakan Overall Plant Efectiveness (OPE) Dan Quality Improvement Tools Di Divisi Baja Tulangan PT. XYZ Iman Hermawan; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.182 KB)

Abstract

Efektifitas proses produksi dapat ditingkatkan dengan cara mengoptimalkan fungsi dan kinerja keseluruhan mesin atau pabrik. Efektifitas proses secara keseluruhan dapat ditingkatkan dengan menghilangkan segala sesuatu yang menurunkan efektifitas itu sendiri. PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi produk baja profil dan baja tulangan dengan kapasitas produksi sebesar 180.000 ton per tahun dengan sistem produksi continuous process yang berada di kawasan Cilegon. Di PT. XYZ divisi baja tulangan sekarang sering terjadinya kerusakan-kerusakan pada mesin yang digunakan sehingga pabrik kehilangan waktu produksi rata-rata  perbulan selama 78,62 jam dan kegagalan dalam memproduksi produk yaitu sebesar 755,17 ton. Oleh karena masalah itu, sehingga mendorong  ingin mengetahui efektifitas pada proses produksi di PT. XYZ khususnya di divisi baja tulangan dengan bantuan parameter OPE (Overall Plant Effectivenees). OPE dikembangkan untuk mengukur efektifitas tingkat pabrik, di mana beberapa langkah produksi atau mesin yang dipasang untuk membentuk suatu proses produksi. Tujuan pada  penelitian ini yaitu mengukur nilai efektifitas proses produksi divisi baja tulangan PT. XYZ menggunakan parameter OPE, mengidentifikasi penyebab tidak efektifnya proses produksi divisi baja tulangan PT. XYZ dan merancang usulan perbaikan untuk meningkatkan nilai efektifitas proses produksi divisi baja tulungan  di  PT. XYZ  dengan  pendekatan quality improvement tools. Adapun metodologi penelitian adalah menghitung nilai availability,menghitung nilai performance rate, menghitung quality rate, menghitung nilai OPE, menghitung eight big losses, menghitung RPN FMEA dan grey FMEA selanjutnya mengusulkan perbaikan untuk meningkatkan nilai OPE. Setelah dilakukan pengumpulan dan pengolahan data didapatkan hasil bahwa nilai efektifitas proses produksi pada divisi baja tulangan dengan menggunakan parameter OPE adalah.51,58%, penyebab tidak efektifnya proses produksi pada divisi baja adalah adanya process failure losses sebesar 22,16%, shutdown losses sebesar 21,4%, equipment failure losses sebesar 19,74% dan production adjustment losses sebesar 18,58% dan rancangan perbaikan untuk meningkatkan nilai efektifitas proses produksi yaitu melakukan pergantian mesin sistem manual ke sistem mesin otomasi untuk mereduksi process failure, menambahkan aliran listrik sebagai cadangan dari PLN untuk mereduksi shutdown losses, membuat komitmen dan kesepakatan dengan divisi lain untuk dapat menerapkan maintenance sesuai jadwal yang dibuat untuk mereduksi equipment failure losses dan membuat alat-alat bantu yang sesuai untuk melakukan setting yaitu membuat alat bantu pengganjal yang sesuai saat setting roll untuk mereduksi production adjusment losses.
Perancangan Model Simulasi Pengelolaan Sampah Dengan Pendekatan Sistem Dinamis Di Kota Cilegon Wildanurrizal Wildanurrizal; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 3 November 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.071 KB)

Abstract

Pengelolaan sampah Kota Cilegon meliputi pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pemrosesan akhir dengan metode lahan urug terkendali (controlled landfill). Latar belakang masalah penelitian ini yaitu pada tahun 2012 dihasilkan volume sampah sebanyak 365.214,00 m3. Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Cilegon pada tahun 2012 hanya mampu melakukan pengelolaan sampah sekitar 181.512,00 m3 atau sekitar 49,7%. Dilain pihak, pemerintah daerah mentargetkan persentase pelayanan kebersihan di Kota Cilegon dapat meningkat menjadi 70% per tahun sehingga dapat dikatakan masih ada sekitar 50,3 % atau 183.702 m3 yang tertinggal di sumber sampah di Kota Cilegon sehingga diperlukan adanya alternatif pengelolaan sampah yang dapat meningkatkan persentase pelayanan kebersihan di Kota Cilegon. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah  merancang model simulasi pengelolaan sampah Kota Cilegon dengan sistem dinamis untuk kemudian merancang beberapa alternatif pengelolaan sampah Kota Cilegon yang dapat dipilih sebagai usulan kebijakan pemerintah daerah. Metode yang digunakan adalah model simulasi dengan pendekatan sistem dinamis. Langkah-langkah model simulasi dengan sistem dinamis diawali dari identifikasi dan definisi masalah yang terjadi pada kondisi aktual pengelolaan sampah Kota Cilegon, dilanjutkan dengan konseptualisasi sistem menggunakan causal loop diagram (CLD), formulasi model menggunakan perangkat powersim, verifikasi model, validasi model serta perubahan parameter dan atau perubahan struktur model simulasi dalam merancang alternatif pengelolaan sampah. Hasil yang diperoleh dari rancangan model simulasi yang valid menghasilkan model yang terdiri dari variabel terkontrol (pengangkutan arm roll, pengangkutan dump truck, sampah yang dikumpulkan cator dan sampah yang dikumpulkan gerobak ), variabel tidak terkontrol (sampah yang dikumpulkan ke bak kontainer, sampah yang dikumpulkan ke tong sampah, sampah yang dikumpulkan bank sampah, sampah yang dikumpulkan untuk komposting dan pertumbuhan sampah Kota Cilegon) serta parameter model (jumlah dump truck, jumlah arm roll, jumlah kontainer, jumlah cator, jumlah gerobak, jumlah tong sampah, jumlah bank sampah, jumlah pengelola komposting dan jumlah penduduk kemudian ritase dump truck, ritase arm roll, ritase cator, ritase gerobak dan sampah per orang per harinya). Rancangan model alternatif mendapatkan 6 skenario alternatif dengan model alternatif pengelolaan sampah terpilih adalah alternatif 6 dengan pencapaian persentase pelayanan sebesar 99,647%.
Pengelolaan Risiko Supply Chain dengan Metode House of Risk Flora Tampubolon; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.499 KB)

Abstract

Dalam pengelolaan supply chain, secara umum risiko dapat timbul dalam berbagai bentuk dari setiap kejadian. Risiko merupakan peluang terjadinya sesuatu yang akan berdampak dalam pencapaian tujuan. Kompleksitas dari struktur supply chain yang melibatkan banyak pihak dan banyaknya ketidakpastian yang terjadi secara mendadak menjadi tantangan dalam pengelolaan supply chain perusahaan. Gangguan atau risiko dalam supply chain akan berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap perusahaan dan banyak perusahaan tidak mampu pulih secara cepat dari dampak negatif tersebut. Bila suatu risiko dalam supply chain terjadi, sektor bisnis juga akan ikut terserang akibatnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja. Secara umum produk dari perusahaan ini ada dua jenis yaitu: Spiral dan ERW. Saat ini PT. XYZ belum memiliki manajemen risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi terutama dalam fungsi supply chain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas supply chain PT. XYZ, menentukan penyebab risiko yang harus diprioritaskan untuk dimitigasi pada supply chain PT. XYZ dan menentukan strategi mitigasi yang harus diprioritaskan untuk mengatasi penyebab risiko pada supply chain PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode House Of Risk (HOR). HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event, risk agent pada supply chain dan juga merancang strategi mitigasi untuk risk agent berdasarkan nilai ARP(Aggregate  Risk Potential). Risk event yang teridentifikasi sebanyak 16 dan risk agent sebanyak 24. Risk agent yang akan dimitigasi berdasarkan nilai ARP sebanyak empat risk agent yaitu A6(Pembuatan Purchasing requisition terlambat), A3(pengadaan material terlambat), A4 (data material/produk tidak segera di-update) dan A1 (permintaan produksi yang mendadak). Strategi mitigasi yang digunakan untuk mencegah penyebab risiko adalah coordination, strategy stock dan multiple route.
Rancangan Perbaikan Kualitas Layanan Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Cilegon dengan Pengintegrasian Metode Servqual, Lean, Six Sigma Sri Partuti; Shanti Kirana Anggraeni; Achmad Bahauddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.754 KB)

Abstract

Rumah sakit merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang jasa. Pelayanan rawat jalan RSUD Cilegon masih dirasakan lama oleh pasien yaitu lebih dari satu jam. Respon cepat merupakan faktor yang menyebabkan ketidakpuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang menjadi sumber ketidakpuasan konsumen layanan rawat jalan, mengetahui tipe waste yang menjadi faktor penyebab ketidakpuasan, mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya waste dan merancang usulan perbaikan dengan menggunakan konsep Lean Six Sigma. Penelitian dilakukan dengan mengintegrasikan metode Servqual, Lean dan Sigma. Dalam penelitian ini digunakan kuesioner. Responden kuesioner adalah pasien dengan kedatangan minimal satu kali.  Berdasarkan hasil penelitian, sumber ketidakpuasan adalah waktu menunggu pemeriksaan. Faktor penyebab ketidakpuasan konsumen adalah aktivitas admin mengurutkan dan mendata ulang data pribadi pasien, admin bolak-balik dari meja admin ke ruang pemeriksaan,  pasien menyerahkan form rekam medis ke admin setelah pemeriksaan dan pasien menunggu dokter. Faktor penyebab terjadinya waste adalah petugas registrasi tidak mengurutkan pasien, sistem masih manual, tidak ada informasi jam praktik dokter dan kurangnya komunikasi antara dokter dengan petugas informasi. Usulan rancangan perbaikan untuk mengurangi waste yaitu petugas registrasi mengurutkan pasien, membuat sistem terkomputerisasi, memasang jadwal praktik dokter, pemberitahuan informasi kepada setiap pasien yang mendaftar, registrasi via telepon, serta dokter memberitahu petugas informasi mengenai jadwal praktiknya.
Usulan Perbaikan Proses Produksi Abu Fly Ash dan Abu Bottom Ash dengan Pendekatan Lean Manufacturing Bagas Sulastama; Lely Herlina; Achmad Bahauddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.279 KB)

Abstract

PT.XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik. Salah satu produk lain yang dihasilkan adalah timbulnya limbah padat, yaitu abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Pada proses penyaluran fly ash dan bottom ash memiliki beberapa kendala diantaranya berupa transportasi yaitu conveyor yang digunakan dalam penyaluran abu yang tidak maksimal, adanya pluking (batubara yang menggumpal sehingga tidak berjalan lancar), maintenance yang tidak baik. Berdasarkan hal tersebut perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui aktifitas apa yang terjadi pada proses fly ash dan bottom ash yang menyebabkan pemborosan terbesar. Metode yang digunakan untuk mengatasi pemborosan, digunakan pendekatan lean manufacturing dengan menitik beratkan pada 7 macam pemborosan yaitu overproduction, waiting, transportation, inappropriate process, unnecessary inventori, unnecessary motion, dan defect. Setelah dilakukan identifikasi terhadap seven waste, kemudian melakukan pemetaan secara detail untuk mengetahui tools yang tepat dalam pemetaan aliran proses dengan menggunakan Value Stream Analysis Tools (VALSAT). Berdasarkan pengolahan data didapatkan persentase waste yang terjadi yaitu transportasi sebesar 20,41 %, innapropiate process sebesar 17,96%, waiting sebesar  15,10% , overproduction sebesar 14,69% , unnecessary inventori sebesar 12,65 %, unnecessary motion sebesar 9.8%, dan yang terendah adalah defect yaitu sebesar 9.39%. Total waktu lead time process fly ash sebesar 6.815,14 menit dan bottom ash sebesar 6.813,02 menit, untuk mengurangi waktu lead time perlu di rancang perbaikan dengan menggunakan dengan tools Process Activity Mapping dan Big Picture Mapping. Setelah melakukan usulan perbaikan dengan meningkatkan kapasitas pengiriman batubara menuju stok area yang diperoleh berdasarkan usulan dengan menggunakan 5W+1H, didapatkan proyeksi perubahan total waktu lead time menjadi 6.496.5 menit untk fly ash dan 6.210,38 menit untuk bottom ash di PT.XYZ.
Rancangan Perbaikan Pelayanan Puskesmas dengan Pendekatan Lean Healthcare dan Simulasi Novi Trisnawati; Achmad Bahauddin; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.956 KB)

Abstract

Puskesmas merupakan fasilitas kesehatan yang terjangkau bagi seluruh kalangan masyarakat, khususnya  masyarakat menengah kebawah. Salah satu Puskesmas yang ada di Cilegon adalah Puskesmas Jombang. Pada Puskesmas ini ditemukan waktu pelayanan yang lama yang disebabkan oleh aktivitas-aktivitasyang tidak memberikan nilai tambah bagi pasien, sehingga waktu pelayanan lebih lama yaitu ±50 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas VA, NVA, dan NNVA, merancang model simulasi menggunakan software Promodel, serta menentukan usulan perbaikan untuk mengurangi lead time pada pelayanan kesehatan di Puskesmas Jombang. Penelitian ini menggunakan metode lean healthcare dan simulasi dengan software Promodel. Hasil simulasi Promodel menunjukkan bahwa waktu rata-rata pelayanan di Puskesmas Jombang pada pasien umum dan pasien askes sebesar 3469,20 detik serta pasien JPS sebesar 3470,40 detik, sehingga dibuat beberapa rancangan perbaikan yang terdiri dari 3 skenario perbaikan dan yang terbaik yaitu pada skenario 3 yang mereduksi waktu dari NNVA dan NVA activity yang menghasilkan rata-rata leadtime untuk pasien umum dan pasien askes sebesar 2047,20 detik serta pasien JPS sebesar 2050,20 detik. Efisiensi waktu pelayanan yang dihasilkan pada pasien umum, pasien askes, dan pasien JPS setelah perbaikan sebesar 11,75%.
Pengendalian Persediaan Bahan Baku Semen Dengan Kendala Kapasitas Gudang Menggunakan Model Probabilistik Q Tri Wahyu Ningsih; Achmad Bahauddin; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 2 No. 1 Maret 2014
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.649 KB)

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku merupakan hal yang sangat penting dalam proses produksi setiap perusahaan manufaktur. Sebab bahan baku merupakan salah satu faktor yang menjamin kelancaran proses produksi. PT.XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur yang kegiatan utamanya adalah memproduksi semen dengan menggunakan empat macam bahan baku yaitu klinker,pozzolan,limestone dan gypsum. Pada proses produksi yang terjadi di PT.XYZ  masih terdapat permasalahan yang  menghambat proses berjalannya produksi semen tersebut. Permasalahan yang terjadi yaitu proses produksi yang tidak didukung oleh ketersediaan bahan baku yang mencukupi sehingga mengakibatkan kontinuitas produksi terganggu yang dapat berakibat pada terhentinya proses produksi semen. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan jumlah pemesanan bahan baku dengan menggunakan model inventori probabilistik Q backorder policy dengan kendala kapasitas gudang bahan baku sehingga persediaan akan bahan baku dapat terpenuhi. Model inventori probabilistik Q backorder policy merupakan solusi dari permasalahan pengendalian inventori yang digunakan untuk menetapkan jumlah pemesanan optimal, jumlah reorder point dan safety stock untuk bahan baku pembuatan semen pada PT. XYZ . Dengan jumlah pemesanan optimal untuk masing-masing bahan baku yaitu (1)Clinker=15.000ton (2) Limestone=4.293,50ton (3)Pozzolan=2.165,08ton (4)Gypsum=1.541,42ton.Jumlah reorder point dan safety stock untuk masing-masing bahan baku yaitu (1)Clinker=11.990,05ton dan 4.156,36ton (2)Limestone=1.364,59ton dan 858,325ton (3)Pozzolan= 318,11ton dan 206,33ton (4)Gypsum=454,86ton dan 286,17ton. Jumlah total cost kebutuhan bahan baku yang optimal adalah sebesar Rp 224.217.840.183,4
Usulan Peningkatan Efisiensi Dan Produktivitas Mesin Boiler Dengan Metode Data Envelopment Analysis Dan Malmquist Productivity Index Di PT. X Andhita Dianponti Putri Kurnia; Achmad Bahauddin; Ratna Ekawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 3 No. 3 November 2015
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5638.409 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pembuatan gula rafinasi. Proses produksi perusahaan ini tidak lepas dari sistem Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang diterapkan, dengan pembangkit utamanya adalah mesin Boiler. Permasalahan yang terjadi adalah dalam penggunaan input material yang cukup besar sehingga output yang dihasilkan oleh mesin Boiler Wuxi 1 dan 2 tergolong tetap dan terkadang menurun. Oleh sebab itu diperlukan suatu pengukuran efisiensi dan produktivitas untuk  perbaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat efisiensi dan produktivitas mesin Boiler Wuxi 1 dan 2 dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dan Malmquist Productivity Index (MPI), mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadi penurunan efisiensi dan produktivitas, dan usulan rancangan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Penelitian ini dimulai dari mengidentifikasi DMU yang akan diteliti, lalu mengidentifikasi input dan output yang mempengaruhi efisiensi dan produktivitas, kemudian menentukan model DEA yang sesuai, lalu menghitung nilai efisiensi dan produktivitas dengan software Win4DEAP, lalu menentukan faktor penyebab penurunan efisiensi dan produktivitas, merancang usulan perbaikan dan membuat usulan nilai perbaikan. Penelitian ini menghasilkan tingkat efisiensi mesin Boiler Wuxi 1 dan 2 pada tahun 2013 adalah sebesar 66,67%. Sedangkan tingkat produktivitas mesin Boiler Wuxi 1 dan 2 pada tahun 2013 mengalami peningkatan. Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan efisiensi terkait masalah terhadap manusia, metode, material, mesin dan lingkungan, sedangkan faktor yang menyebabkan penurunan produktivitas adalah faktor perubahan teknologi. Usulan perbaikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas adalah meningkatkan kualitas dari bahan baku mesin, melakukan pengawasan, melakukan pembersihan area mesin, membuat SOP, melakukan maintenance, sedangkan usulan perbaikan terhadap produktivitas adalah dengan melakukan pembaharuan dari segi teknologi mesin Boiler.
Penerapan Lean Supply Chain Dengan Usulan Perbaikan Menggunakan Metode DMAIC Erry Riyadi Prabowo; Asep Ridwan; Achmad Bahauddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.034 KB)

Abstract

Penerapan  supply chain  pada bongkar muat produk slab steel dan iron ore di PT.XYZ  masih  banyak ditemukan  pemborosan, sehinggasehingga leadtime menjadi panjang.  Lean supply chain adalah metode yang dapat dilakukan untuk mengindentifikasi adanya pemborosan dan  menemukan penyebab–penyebab terjadinya pemborosan sepanjang aliran supply chain biji besi (iron ore) dan slab steel.maka digunakan pendekatan Define, Measure,Analyze, Improve Control (DMAIC) dan Value Stream Analysis Tools (VALSAT) sebagai langkah terstruktur untuk mengeliminasi segala bentuk pemborosan.usulan perbaikan. Pada aktivitas Slab Steel  rencana perbaikan untuk menghilangkan waste agar dapat memperpendek lead time dengan menghilangkan aktivitas non value added, seperti aktivitas delay yaitu menunggu loading, dan  juga menghilangkan aktivitas storage di PT.XYZ,selain itu memberikan training kepada seluruh supir untuk mematuhi standar operasional prosedur sehingga pengiriman ke stockpile PT.ABC dengan waktu 65 menit .Sedangkan pada aktivitas iron ore rencana perbaikan adalah menghilangkan aktivitas  briefing chief officer dengan operator kapal selama 30 menit. Kemudian  pada proses unloading  dengan menggunakan grab perusahaan sudah menetapkan waktu standar yaitu selama 2 menit untuk 1 kali grab dengan kapasitas 12 ton/grab. Dengan usulan perbaikan Slab pada kondisi awal VA sebesar 11,08menit menjadi 10,58 menit, NNVA 169,02 menit berubah menjadi 120,4 , NVA dari 91,34 menit mampu dihilangkan, dan process cycle time dari 4,08 % menjadi 8,08 %. Sehingga lead time menjadi 130,98 menit. Sedangkan proses iron ore VA sebesar  9869,533 menit berubah menjadi 8002,34, NNVA dari 1451.851 menit berubah menjadi 1421,851, NVA dari 3.5 menit menjadi 1 menit, dan process cycle time dari 87,15  %menjadi 84,903  %. Sehingga lead time pada kondisi awal 11324,884 menit(7,87days) menjadi 9425,191 menit (6,55 days).  
Co-Authors Abdullah, Muhammad Hasyim Aditya Rahadian Fachrur Afni Khadijah Agung Dwiki Darmawan Agustina Fatmawati Agustina Fatmawati Akbar Utama H.M Akbar Utama H.M. Amelia Adiny Anatoly, Marcelino Andhita Dianponti Putri Kurnia Ani Umyati Ani Umyati Anis Fuad Arina, Faula Arina, Faula Asep Ridwan Asep Ridwan Asep Ridwan Asep Ridwan Atia Sonda Azijul Azhar Bagas Sulastama Bobby Kurniawan Bobby Kurniawan Boru Angin, Nurul Fadillah Devi Wijaya Putri Dewantari, Nustin M. Dewantari, Nustin Merdiana Dewantari, Nustin Merdiana Dyah L. Trenggonowati Dyah L. Trenggonowati Dyah Lintang Trenggonowati Dyah Lintang Trenggonowati Ekawati, Ratna Elisabeth, Devalia Endang Suhendi, Endang Erry Riyadi Prabowo Eva Listiana Putri Eva Listiana Putri Fachrur, Adhitya Rahadian Fadhela Ara Salma Fajar Zatnika Faula Arina Faula Arina Fauzul, Ahmad Mulka Febrianti Permata Sari Ferdinant, Putro Ferro Ferdinant, Putro Ferro Ferdinant, Putro Ferro Flora Tampubolon Hadi Setiawan Hanum Salsa Saufika Herlina, Lely Iman Hermawan Indriani Agustini Kulsum Kulsum Lely Herlina Lufianawati, Dina Estining Tyas Majainus, Muhammad Dzacky Alief Putra Maria Ulfah Mariawati, Ade Sri Martyara, Dara Mega Metta Ritajeng Minata, Prima Ratna Mohammad Riza Hafidz Mubarak, Hafair Muhammad Ridho Latif Muhammad Riza Hafidz, Muhammad Riza Muharni, Yusraini Mutaqin, Ade Irman Saeful Nadia Jahra Izdihar Novi Trisnawati Novi Trisnawati Nuraida Wahyuni Nurul Ummi Octaviany, Chyntia Devi Praditya, Gilang Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Putro Ferro Ferdinant Rahmayetty Rahmayetty Ramadhan, Tubagus Raihan Ratna Ekawati Ridwan, Asep Rizal Rizal Ruwani, Tanti Saeful Mutaqin, Ade Irman Savarani Aulia Ihsani Shanti Kirana Anggraeni Shanti Kirana Anggraeni Sonda, Atia Sonda, Atia Sri Panuti Sri Partuti Trenggonowati, Dyah L. Trenggonowati, Dyah Lintang Trenggonowati, Dyah Lintang Tri Wahyu Ningsih Triwin R. Ambarwaty Ulfah, Maria Ulfah, Maria Ulfah, Maria Ummi, Nurul Ummi, Nurul Umyati, Ani Vicky Arya Wildanurrizal Wildanurrizal Wulandari, Anting Yadi, Yayan Harry Yusuf, Vira Aleyda Yuyun Wulandari