Claim Missing Document
Check
Articles

PENYAKIT HEPATITIS DENGAN PERILAKU MENCEGAH PENULARAN PENYAKIT HEPATITIS DI RUANG DEWASA RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Maria Fransiska Wulandari; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.758 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.397

Abstract

Pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan indra. Pengalaman muncul ketika seseorang menggunakan alat indra atau akalnya untuk mengendalikan benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat, didengar, dirasakan sebelumnya. Dalam tindakan pencegahan terhadap penyakit Hepatitis diperlukan kemampuan perawat sebagai pelaksana, ditunjang oleh sarana dan prasarana. Perilaku dan tindakan perawat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan perawat tentang penyakit hepatitis dengan perilaku mencegah penularan penyakit Hepatitis. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah perawat karyawan di Ruang Dewasa RS. Panti Waluya Malang. Uji korelasi spearman ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden. Karena nilai signifikansi lebih besar dari α (0.823 > 0.050) sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang tidak signifikan (tidak nyata) antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden. Koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0.040, yang berarti hubungan searah antara tingkat pengetahuan dan tingkat perilaku responden dan termasuk dalam korelasi kategori sangat rendah. Kata Kunci: Pengetahuan, Penyakit Hepatitis, Perilaku mencegah penularan
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI ERUPSI GUNUNG KELUD PADA FASE MITIGASI Alatas Sofan Sugara; Farida Halis Dyah Kusuma; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.531 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.818

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan mengalami bencana alam dan berada pada wilayah ring of fire (cincin api), salah satu bencana yang terjadi yaitu erupsi Gunung Kelud. Akibat terjadinya erupsi Gunung Kelud maka perlu diketahui pengetahuan masyarakat terhadap sikap kesiapsiagan pada fase mitigasi sehingga apabila terjadi erupsi maka masyarakat siap melakukan penyelamatan diri secepat mungkin ke lokasi yang aman. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap kesiapsiagaan masyarakat menghadapi erupsi Gunung Kelud pada fase mitigasi. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 447 orang, sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah sampel penelitian sebanyak 207 orang masyarakat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan lebih dari separuh 151 (72,9%) masyarakat memiliki pengetahuan baik dan lebih dari separuh 134 (64,7%) masyarakat memiliki sikap kesiapsiagaan siap dalam menghadapi erupsi Gunung Kelud pada fase mitigasi. Hasil uji spearmen rank didapatkan p value = (0,002)
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KESEPIAN PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Nuraini Nuraini; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.575 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.832

Abstract

Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik, saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan, serta tidak terlepas dari suatu hubungan yang terjadi antar individu, sosial, dan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebagian dari individu masih merasa kesepian ketika tidak memiliki teman interaksi untuk berbagi masalah dan secara tidak langsung mengalami perubahan yang dialami oleh khususnya lansia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Interaksi Sosial Dengan Kesepian Pada Lansia Di Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasional, dengan pendekatan Cross sectional yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran/observasi data variabel independen dan dependen hanya satu kali, jadi tidak ada follow up. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji pearson’s. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 33 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel. Tehnik sampling menggunakan total sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisis data yang digunakan yaitu kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan p-value 0,000 < (0,05) yang berarti H0 ditolak artinya ada hubungan antara interaksi sosial dengan kesepian pada lansia. Diharapkan bagi usia lanjut untuk melakukan sesuatu yang merupakan kunci untuk mengatasi kesepian seperti menjalin kontak sosial dengan teman dan tetangga.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 4-6 TAHUN DI TK SUNAN GIRI MERJOSARI MALANG Paulo Lopes; Farida Halis Dyah Kusuma; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.654 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1358

Abstract

Pola makan yang teratur merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pertumbuhan. kebutuhan gizi yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, air, apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari. Desain penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TK Sunan Giri Merjosari Malang yang berjumlah 105 orang anak. Sampel penelitian ini adalah 20 anak di TK Sunan Giri Merjosari. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman yaitu untuk menentukan hubungan dua gejala yang kedua-duanya merupakan skala variabel ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 15 responden (75%) memiliki pola makan teratur, sebanyak 4 responden (20%) memiliki pola makan tidak teratur, dan sebanyak 1 responden (5%) memiliki pola makan tidak teratur, 2). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 16 responden (80%) mengalami perkembangan normal, 2 responden (10%) mengalami perkembangan suspect, dan 2 responden (10%) mengalami perkembangan untestable, dan 3) nilai rho y = 0,633 dan rtabel = 0,359 atau rho y > rtabel (0,633 > 0,359) sehingga ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di Tk Sunan Giri Merjosari Malang. Hasil penelitian hampir seluruh responden memiliki pola makan teratur, hampir seluruh responden mengalami perkembangan normal, ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari Malang. ABSTRACT Eat system that arranged is one of the important component in course of growth. Nutrient need that need to like protein, carbohydrate, fat, mineral, vitamin, water, when does need not or less be fulfilled so can retard the development. This research aim is todetect the connection of eat system with children development of age 4-6 year at TK Sunan Giri Merjosari. This research design is descriptive correlational. Population in this research is entire children at TK Sunan Giri Merjosari Malang that numbers of 105 children. This research sample is 20 children at tk sunan giri merjosari. Data analysis technique that worn in this research is correlation rank spearman that is to determines about the connection of two phenomenons that are ordinal variable scale. Research result shows that: 1). Almost entire respondents that is as much as 15 respondents (75%) who has regular eat system, as much as 4 respondents (20%) who has not arrange of eat system, and as much as 1 respondent (5%) who has not arrange of eats system, 2). Almost entire respondents that is as much as 16 respondents (80%) experiences normal development, 2 respondents (10%) experiences of suspect development, and 2 respondents (10%) experiences of untestable development, and 3) value rho y = 0.633 and rtable = 0.359 or rho y > rtable (0.633 > 0.359) so that there is the connection of eat system with children development of age 4-6 years old at TK Sunan Giri Merjosari Malang. Conclusion in this research is almost entire has regular of eat system, almost entire respondents has experiences of normal development, and there is connection of eat system with children development of age 4-6 years old at tk sunan giri Merjosari Malang. Keywords : Children aged 4-6 years; child development; dietary habit.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY DI DUSUN MANGGAR DESA KUNIR KEC. WONODADI KAB. BLITAR Nur Halilah; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.1083

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Sedangkan desain penelitian ini menggunakan non eksperimentaln komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Alat penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 oarang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3,250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Saran untuk peneliti selanjutnya merekomendasi untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the child's ability to use the mind that related with knowledge as well as in application form with the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of a nuclear family (father, mother, children) and extended family (nuclear family plus other family members who still have ablood relationship (grand parents, uncle-aunt). Purpose of this study is to determine differences in the cognitive development of preschool children (3-6 years old) on the type of nuclear family and the extended family. This study uses a quantitative approach with the type of methods techniques of survey research. While the design of this study used a non-experimental comparative with a population as many as 45children and mothers. Sampling of study were 32 children and mothers are divided from the type of nuclear family and the extended family. Sampling technique was purposive sampling. Research tooluses observation. Data analysis uses thet test, that is Independent T-test. Results of this study showed that most of the children in the nuclear family types includ in gapproriate categories as many as 12 people (75 %) andmost of the cognitive development of the child'sex tended family types included in the categoryis not appropriateas many as9 people (56%). Data analysis result of t-test Independent the value of t count = 3.250 with level of Sig.(2-tailed) =0.003so the valueof t table =2.042on significance level (α =0.05) so tcount ≥ t table = 3.250 ≥ 2.042 so there is a difference betweenthe development cognitive type of nuclear family and the extended family. For further research, the researcher recommends to examine the factors that affect of cognitive developmentin preschool age use interviews and observations. Keywords: Cognitive Development; Preschool; The Type of Family.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PENCEGAHAN DEPRESI PADA LANSIA DI POS PELAYANAN TERPADU (POSYANDU) LANSIA “SRIKANDI” Nurhidayah Nurhidayah; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.406 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.513

Abstract

Berdasarkan data Depkes RI tahun 2014, di Indonesia prevalensi lansia sebanyak 20.893.000 jiwa dengan jumlah lansia yang mengalami depresi ringan sampai berat sebanyak 32%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pencegahan depresi pada lansia di Pos Posyandu Lansia Srikandi. Desain penelitian mengunakan desain analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 lansia dan keluarga dengan sampel penelitian menggunakan purposive samplingyang berarti pengambilan sampel dilakukan disesuaikan berdasarkan kriteria yang ditentukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu kolerasi spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 55,9% keluarga cukup memberikan dukungan kepada lansia dalam pencegahan depresi dan separuh 50,0% lansia mengalami pencegahan depresi cukup, sedangkan hasil spearman rank didapatkan p-value = 0,001< 0,050 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pencegahan depresi pada lansia di Posyandu Lansia Srikandi. Disarankan untuk keluarga perlu memberikan dukungan motivasi dan material yang cukup kepada lansia sehingga mampu mengurangi beban pikiran yang dialami lansia. Kata kunci: Dukungan keluarga, depresi, lansia, Posyandu Srikandi.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN KLASIFIKASI GASTRITIS DI RSUD KOTABARU Sofyan Rahman; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 2 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i2.959

Abstract

Keluhan gastritis merupakan suatu keadaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tidak jarang kita jumpai penderita gastritis kronis selama bertahun-tahun pindah dari satu dokter ke dokter yang lain untuk mengobati keluhan gastritis tersebut. Berbagai obat-obatan penekan asam lambung sudah pernah diminum seperti antasid, namun keluhan selalu datang silih berganti. Berdasarkan pendapat dan teori diatas, peneliti mencoba mengidentifikasi hubungan pola makan dan timbulnya gastritis. Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah semua pasien gastritis, tehnik samplingnya menggunakan total sampling yaitu menjadikan semua pasien gastritis pada saat penelitian sebagai sampel, sedangkan untuk instrumen penelitian menggunakan studi dokumentasi, dan jawaban kuesioner dianalisa menggunakan SPSS versi 15 for windows dengan uji spearman rank. Dari hasil analisis sperman rank dengan menggunakan bantuan program SPSS 15 for windows, didapatkan nilai sig. (2.tailed) r 0,03 (
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI POSYANDU BENDUNGAN RW 02 DESA LANDUNG SARI KECAMATAN DAU MALANG Anggraini, P.; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.14 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.398

Abstract

Dalam berinteraksi individu harus pandai menyesuaikan diri, tetapi tidak semua individu mampu mengatasi perubahan-perubahan yang dialami, terutama pada lansia, seperti ketegangan atau stres. Untuk mengatasi ketegangan dan stres tersebut perlu dukungan social maupun keluarga agar lansia merasakan kenyamana, tenang dan jauh dari ketegangan maupun stress. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia pada lansia di Posyandu Bendungan RW 02 Desa Landung Sari Kecamatan Dau Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua lansia di Bendungan RW 02 Desa Landung Sari Kecamatan Dau Malang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dengan purvosive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman’s rho dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil penelitian sebagian besar (63,2%) dukungan sosial kepada responden masuk kategori baik sebanyak 24 orang, sebagian besar (71,1%) tingkat stress pada responden masuk kategori ringan sebanyak 27 orang. Spearman’s rho diketahui terdapat hubungan yang sanagt kuat antara “Dukungan Sosial Dengan Tingkat Stres Pada Lansia Pada Lansia Di Posyandu Bendungan RW 02 Desa Landung Sari Kecamatan Dau Malang”. dengan nilai p value : 0,00 < 0,05. Saran yang dapat direkomendasikan kepada institusi pndidikan, bagi institusi pendidikan adalah memberikan informasi kepada masyarakat tentang dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia pada lansia dan sebagai penambahan pustaka bagi institusi pendidikan. Kata kunci : Dukungan Sosial, Tingkat Stres
HUBUNGAN PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RAWAT INAP PUSKESMAS BANTUR Sri Baskoro Kawoco; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.879 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.873

Abstract

Puskesmas merupakan layanan kesehatan terdepan bagi masyarakat yang dituntut untuk selalu menjaga kepuasan pasien dengan meningkatkan kualitas pelayanan agar kepuasan pasiennya meningkat. Salah satu indikator untuk menilai kualitas rumah sakit yaitu dengan mengukur tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di rawat inap Puskesmas Bantur. Desain penelitian adalah deskriptif korelasi dengan metode survei analitik cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil dengan teknik consecutive Sampling. Analisa data hasil penelitian menggunakan uji spearman rank dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar reponden yaitu sebanyak 30 responden (75%) dalam kategori kualitas pelayanan keperawatan yang cukup baik, dan hampir seluruh reponden yaitu sebanyak 37 responden (92,5 %) dalam kategori tingkat kepuasan yang puas. Hasil uji spearman rank didapatkan signifikansi output ρ = 0,001 ≤ α 0,05 dan koefisien korelasi sebesar 1,00 yang berarti terdapat hubungan yang sangat erat antara kualitas pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan pasien di rawat inap Puskesmas Bantur sehingga dengan demikian H1 diterima. Disarankan bagi pihak Puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang ada untuk mencapai kepuasan pasien yang lebih maksimal.
HUBUNGAN PERAN GANDA DENGAN STRES PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN TUGAS BELAJAR DI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Nur Khairiyah; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.907 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.580

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran ganda dengan stres pada mahasiswa keperawatan tugas belajar di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 34 orang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan seluruh populasi untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Instrumen penelitian peneliti menggunakan kuesioner. Teknik pengumpulan data yaitu dengan cara mengurus surat ijin di kampus dan di Bangkesbangpol, setelah surat-suratnya selesai peneliti langsung melakukan penyebaran kuesioner, setelah itu peneliti melakukan pengumpulan data dengan tabulasi dan dianalisis. Hasil penelitian membuktikan sebanyak 14 orang (63,6%) mempunyai peran ganda biasa, sebanyak 22 orang (64,7%) mengalami stres ringan dengan Sig. (2-tailed) sebesar 0,018 (