Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GANGGUAN JIWA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM BEROBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAUMAN KABUPATEN PONOROGO Pujiastuti, Nurul; Halis, Farida; Muhadi, Andi
Jurnal Keperawatan Vol 2, No 1 (2011): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v2i1.491

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa yang tidak adekuat dapat memperlambat proses penyembuhan dan kekambuhan yang lebib parah. Salah satu penyebab utaMa kegagalan pengobatan dan seringnya kekambuhan adalah pasien tidak disiplin Mengkonsumsi obat dengan teratur, mengeluh bosan, jenuh dan merasa tidak sembuh-seMbuh. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa dengan kepatuhan pasien dalam berobat dan menggunakan desain korelasi dengan jumlah responden 51 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Pengumpulan data untuk pernyataan yang berbentuk positif Menggunakan jawaban “ya” dengan nilai 1, “tidak dengan nilai 0, sedangkan pernyataan yang berbentuk negatif menggunakan jawaban “tidak” dengan nilai 1, “ya” dengan nilai 0. Analisis data Menggunakan uji statistik korelasi spearman’s rho dengan derajat kemaknaan alfa < 0,05. Hasil penelitian didapatkan 65% responden pengetahuannya baik tentang gangguan jiwa. Berdasarkan kepatuhan pasien dalam berobat, 33% kepatuhan pasien tidak baik dalam berobat. Dan hasil uji analisis statistik diketahui p = 0,000 (alfa < 0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa dengan kepatuhan pasien dalam berobat dengan hubungan yang sedang (r = 0,490) berpola positif. Disarankan untuk membuat program penyuluhan pada keluarga mengenai gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan kontrol bagi keluarga yang menderita gangguan jiwa
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG GANGGUAN JIWA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DALAM BEROBAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAUMAN KABUPATEN PONOROGO Nurul Pujiastuti; Farida Halis; Andi Muhadi
Jurnal Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2011): Januari
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jk.v2i1.491

Abstract

Pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa yang tidak adekuat dapat memperlambat proses penyembuhan dan kekambuhan yang lebib parah. Salah satu penyebab utaMa kegagalan pengobatan dan seringnya kekambuhan adalah pasien tidak disiplin Mengkonsumsi obat dengan teratur, mengeluh bosan, jenuh dan merasa tidak sembuh-seMbuh. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa dengan kepatuhan pasien dalam berobat dan menggunakan desain korelasi dengan jumlah responden 51 orang. Teknik sampling menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner. Pengumpulan data untuk pernyataan yang berbentuk positif Menggunakan jawaban &ldquo;ya&rdquo; dengan nilai 1, &ldquo;tidak dengan nilai 0, sedangkan pernyataan yang berbentuk negatif menggunakan jawaban &ldquo;tidak&rdquo; dengan nilai 1, &ldquo;ya&rdquo; dengan nilai 0. Analisis data Menggunakan uji statistik korelasi spearman&rsquo;s rho dengan derajat kemaknaan alfa < 0,05. Hasil penelitian didapatkan 65% responden pengetahuannya baik tentang gangguan jiwa. Berdasarkan kepatuhan pasien dalam berobat, 33% kepatuhan pasien tidak baik dalam berobat. Dan hasil uji analisis statistik diketahui p = 0,000 (alfa < 0,05), artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan keluarga tentang gangguan jiwa dengan kepatuhan pasien dalam berobat dengan hubungan yang sedang (r = 0,490) berpola positif. Disarankan untuk membuat program penyuluhan pada keluarga mengenai gangguan jiwa dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepatuhan kontrol bagi keluarga yang menderita gangguan jiwa
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA PENGGUNA MEDIA SOSIAL DI MTS MUHAMMADIYAH I MALANG Arnoldina Martha Ema; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.681 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.563

Abstract

Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur. Insomnia sering dijumpai pada remaja yang mengakses jejaring sosial sehingga menyebabkan remaja mengalami kurang tidur. Remaja yang mengalami stres kadang menggunakan media sosial untuk menghibur diri sehingga melewatkan waktu untuk tidur malam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada remaja pengguna media sosial (facebook). Metode penelitian mengunakan desain korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 remaja berusia 13-15 tahun yang menggunakan media sosial (facebook) dengan penentuan sampel penelitian menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisis data dengan uji spearman rank. Distribusi frekuensi berdasarkan umur didapatkan 66,7 % berusia 13 tahun, sedangkan distribusi frekuensi berdasarkanjenis kelamin diperoleh 35 (58,3 %) responden laki-laki dan berdasarkan durasi penggunaan facebook yaitu 19 (31,7 %) responden menggunakan facebook 1jam/hari. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 51 (85,0%) remaja pengguna media sosial (facebook) memiliki tingkat stress ringan dan 32 (53,3%) remaja pengguna media sosial (Facebook) mengalami insomnia ringan. Sedangkan hasil uji spearman rank didapatkan pvalue= (0,002) < (0,050), yang berarti ada hubungan tingkat stres dengan kejadian insomnia pada remaja pengguna media sosial (facebook). Remaja diharapkan bisa mengontrol kebiasaan menggunakan media sosial (facebook) yang berlebihan sehingga terhindar dari stres yang bisa menyebabkan insomnia.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) PADA TIPE NUCLEAR FAMILY DAN EXTENDED FAMILY Nur Halilah; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.047 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1351

Abstract

Perkembangan Kognitif adalah kemampuan anak dalam menggunakan pikiran tarkait dengan pengetahuan serta dalam bentuk aplikasi tehadap lingkungan. Perkembangan kognitif dipengaruhu oleh lingkungan keluarga, terdiri dari nuclear family (ayah, ibu, anak) dan extended family (keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai hubungan darah (kakek-nenek, paman-bibi). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perkembangan kognitif anak usia prasekolah (3-6 tahun) pada tipe nuclear family dan extended family. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis teknik metode penelitian survei. Desain penelitian ini menggunakan non eksperimental komperatif dengan populasi sebanyak 45 anak dan ibu. Sampel penelitian sebanyak 32 anak dan ibu yang terbagi dari tipe nuclear family dan extended family. Tehnik samplingnya adalah purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi. Analisa data menggunakan uji t yaitu Independen T-test. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa bahwa hampir sebagian besar anak pada tipe nuclear family termasuk katagori sesuai yaitu sebanyak 12 orang (75%) dan sebagian besar perkembangan kognitif anak tipe extended family termasuk kedalam katagori tidak sesuai yaitu sebanyak 9 orang (56%). Hasil analisa data Independen t-test nilai thitung sebesar 3,250 dengan tingkat Sig.(2-tailed)= 0,003 sehingga nilai ttabel = 2,042 pada taraf signifikansi (α = 0,05) jadi thitung ≥ ttabel = 3.250 ≥2,042 maka terdapat perbedaan antara perkembangan kognitif pada tipe nuclear family dan extended family. Peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia prasekolah menggunakan wawancara dan observasi. ABSTRACT Cognitive development is the ability of children to use thoughts related to knowledge and in the form of applications to the environment. Cognitive development is influenced by the family environment, consisting of the nuclear family (father, mother, child) and extended family (nuclear family plus other family members who are still related to blood (grandparents, uncles-aunts). differences in cognitive development of preschool children (3-6 years) in the type of nuclear family and extended family This study uses a quantitative approach to the type of survey research method techniques. While the design of this study uses non experimental experimental with a population of 45 children and mothers. The research sample consisted of 32 children and mothers divided into nuclear family types and extended families. The sampling technique is purposive sampling. The research tool uses observation. Data analysis using t test is Independent T-test. The results of this study found that most of the children in the nuclear family type included the appropriate categories, namely as many as 12 (75%) and most of the cognitive development of the extended family type included in the inappropriate category as many as 9 people (56%). Independent data analysis results t-test tcount of 3.250 with a level of Sig. (2-tailed) = 0.003 so that the value of t table = 2.042 at the significance level (α = 0.05) so tcount ≥ ttable = 3.250 ≥ 2.042 then there are differences between developments cognitive in the type of nuclear family and extended family. For further researchers, researchers recommend to examine the factors that influence cognitive development of preschoolers using interviews and observation. Keywords : Cognitive development; preschool family; type.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DIET RENDAH GARAM DI POSYANDU LANSIA WILAYAH PUSKESMAS WAGIR KABUPATEN MALANG Dewi Maghfiroh; Farida Halis Dyah Kusuma; Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.137 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.816

Abstract

Hipertensi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam arteri secara terus – menerus lebih dari suatu periode. Hipertensi sering terjadi pada usia lanjut (lansia). Salah satu penyebab hipertensi adalah riwayat dari konsumsi makanan tinggi garam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan diet rendah garam pada lansia di Wilayah Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi korelasional. Populasi dalam penelitian ini semua penderita hipertensi di Posyandu Lansia Wilayah Puskesmas Wagir sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Besar sampel 30 orang lansia dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Analisa data yang digunakan menggunakan Uji Chi Square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil diet kurang, bisa disebabkan karena dukungan keluarga yang kurang dengan nilai 6,246 yang lebih besar dari 2 tabel dengan df=2, yaitu sebesar 5,991, dengan nilai signifikansi (p) sebesar 0,044 yang lebih kecil dari alpha 0,05, sehingga tolak Ho dan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan (bermakna) antara dukungan keluarga dengan diet pada lansia penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Wagir Kabupaten Malang. Direkomendasikan bagi keluarga lansia untuk memberikan dukungan keluarga terhadap diet rendah garam guna mengubah pola hidup lansia.
HUBUNGAN TINGKAT STRES KERJA DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT DI PUSKESMAS DAU MALANG Eva Susanti; Farida Halis Dyah Kusuma; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.035 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.577

Abstract

Perawat merupakan sumber daya manusia di puskesmas yang memegang peranan penting dalam pelayana kesehatan. Pekerjaan sebagai perawat di tuntut profesional dalam menangani pasien sehingga menimbulkan stres kerja. Perawat yang mengalami stres kerja didasarkan pekerjaan sift malam mampu menurunkan kualitas tidur perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat di Puskesmas Dau Malang. Desain penelitian mengunakan desain kolerasidengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 32 perawat, sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sehingga semua populasi dijadikan sampel. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (43,8%) perawat mengalami tingkat stres sedang dan lebih dari separuh (59,4%) perawat mengalami kualitas tidur buruk. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat stres kerja dengan kualitas tidur pada perawat di Puskesmas Dau Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka diharapkan perawat melakukan kegiatan yang bisa mengurangi tingkat stres sedang seperti selalu berinteraksi dengan sesama perawat saat waktu istirahat, malakukan kegiatan rekreasi apabila libur bekerja dan mencukupi kebutuhan tidur dengan melakukan tidur selama 7-8 jam/hari.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN LANJUT USIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Beki Tumewo; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i1.835

Abstract

Meningkatnya umur lanjut usia maka permasalahan yang dihadapi juga semakin banyak seperti hipertensi. Lanjut usia yang mengalami kecemasan secara berlebihan bisa menyebabkan masalah kesehatan seperti hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahuifaktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan lanjut usia penderita hipertensi di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 148 lanjut usia di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang dengan penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling sehingga sampel yang digunakan 30 lanjut usia. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan ada hubungan faktor umur terhadap kecemasan pada lanjut usia yang menderita hipertensi dengan p value = (0,001) < (0,050), ada hubungan faktor status pendidikan terhadap kecemasan pada lanjut usia yang menderita hipertensi dengan p value = (0,004) < (0,050), Serta ada hubungan faktor status ekonomi (pendapatan) terhadap kecemasan pada lanjut usia yang menderita hipertensi dengan p-value=(0,002)
HUBUNGAN ANTARA CITRA RAGA DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA AWAL DI MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH 01 MALANG Kitri Nour Hamidea; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.232 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.492

Abstract

Pertumbuhan anggota tubuh tidak seimbang dapat menimbulkan penghargaan diri negatif pada remaja dan berpengaruh pada cara interaksi dengan lingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara citra raga dengan harga diri pada remaja awal di MTs. Muhammadiyah 01 Malang. Desain penelitian menggunakan study corelasional dengan tehnik cross sectional. Populasinya seluruh kelas VIII di MTs. Muhammadiyah 01 Malang 2012. Sampel penelitian ini adalah 36 remaja awal yang berada di kelas VIII di MTs. Muhammadiyah 01 Malang 2012. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, data diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistic Chi-square (x²). Hasil uji statistik penelitian sebagian besar citra raga remaja di MTs. Muhammadiyah 01 Malang 2012 adalah positif sebanyak 24 (66,6%) orang, dan sebagian besar harga diri remaja di MTs. Muhammadiyah 01 Malang 2012 adalah positif yaitu sebanyak 24 (66,6%) orang. Hasil analisis uji Chi-square di dapatkan nilai p value atau Asymp. Sig. (2 sided) sebesar 0,015 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara citra raga dengan harga diri pada remaja awal di MTs. Muhammadiyah 01 Malang 2012. Nilai korelasi chi-square (X²) sebesar 0,971 menunjukkan adanya korelasi kuat. Kata kunci : Citra raga, harga diri remaja awal.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) DI TK DARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Faridah Derang; Farida Halis Dyah Kusuma; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1203

Abstract

Proses tumbuh kembang anak berlangsung secara alamiah, proses ini sangat bergantung kepada orang tua dalam pemberian pola asuh sehingga mampu meningkatkan status gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan status gizi pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) di TK Darma Wanita Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 35 orang dengan penentuan menggunakan sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearmen rank. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar (71,4%) orangtua memberikan pola asuh demokratis pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) dan sebagian besar (54,3%) anak usia prasekolah (4-6 tahun) memiliki status gizi normal. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value= (0,004)
HUBUNGAN KEGIATAN PERAWAT MEMPERTAHANKAN SKOR KOMISI AKREDITASI DENGAN TINGKAT STRES PERAWAT RUMAH SAKITPANTI NIRMALA MALANG Ita Historyana; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.332 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.396

Abstract

Akreditasi rumah sakit merupakan proses upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dengan membangun sistem dan budaya mutu yang dilakukan oleh lembaga independen melalui instrumen skor KARS versi 2012. Hal ini merupakan salah satu beban kerja dan stressor bagi perawat yang bekerja di RS Panti Nirmala Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa korelasi antara kegiatan perawat dalam mempertahankan skor komisi akreditasi rumah sakit paripurna dengan tingkat stres perawat di RS Panti Nirmala Malang. Desain penelitian ini dengan Cross Sectional, populasi diambil dengan sampling jenuh yaitu seluruh perawat unit 3 lantai 4 RS Panti Nirmala Malang sebanyak 38 orang. Data mengenai kegiatan perawat dalam mempertahankan skor komisi akreditasi rumah sakit paripurna dan tingkat stres kerja dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, data dianalisis menggunakan Correlation Spearman Rank dengan derajat kemaknaan 0,05. Dari hasil uji korelasi didapatkan hubungan yang bermakna dengan arah korelasi negatif artinya semakin baik pencapaian skor komisi akreditasi rumah sakit paripurna maka tingkat stres perawat cenderung semakin ringan, demikian sebaliknya. Sehingga dapat disimpulkan ada hubungan kegiatan perawat mempertahankan skor komisi akreditasi rumah sakit paripurna dengan tingkat stres perawat di lantai 4 unit 3 RS Panti Nirmala Malang. Semakin baik skor komisi akreditasi rumah sakit paripurna dan tingkat stres perawat ringan maka akan semakin meningkatkan mutu dan kualitas asuhan pelayanan di RS Panti Nirmala Malang. Kata Kunci : Skor Komisi Akreditasi rumah Sakit, Tingkat Stres Kerja Perawat.