Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DENGAN RESILIENSI REMAJA DI PANTI ASUHAN BAKTI LUHUR MALANG Gregorius Reda Lete; Farida Halis Dyah Kusuma; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.618 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1436

Abstract

Remaja yang memiliki harga diri rendah maka mengganggu kepercayaan dirinya dan perkembangannya yang mengakibatkan resiliensinya rendah sehingga tidak bisa melakukan aktivitas secara mandiri dan ketidakmampuan dalam memecahkan persoalan dengan bijaksana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan harga diri dengan resiliensi pada remaja di panti asuhan Bhakti Luhur Malang. Desain penelitian menggunakan desain korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 36 sampel, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment dengan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden sebanyak 24 (77%) respoden memiliki harga diri kategori sedang dan lebih dari separuh responden sebanyak 20 (55%) memiliki resiliensi kategori tinggi. Uji Pearson Product Moment menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dengan resiliensi diri pada remaja di Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang dengan signifikansi dengan p-value = 0,020 < 0,05. Semakin tinggi harga diri remaja maka semakin tinggi pula resiliensinya , sebaliknya semakin rendah harga diri maka semakin rendah pula resiliensinya. Peneliti selanjutnya diharapkan diharapkan meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi harga diri dan resiliensi pada remaja ABSTRACT Teens who have low self-esteem interfere with their self-confidence and its development has resulted in low resilience so that it cannot carry out activities independently and inability to solve problems wisely. The purpose of this study was to determine the relationship between self-esteem and resilience in adolescents at the Bhakti Luhur Malang orphanage. The research design uses correlative design with a Cross Sectional approach. The sample used was 36 samples, sampling using total sampling. Data analysis using Pearson Product Moment with p-value=
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRES PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WISATA DAU MALANG Astri Astri; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.965 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.795

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit sistem kardiovaskuler yang paling banyak ditemui dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskuler lainnya. Data World Health Organization (WHO) mencatat lebih dari satu dari setiap tiga orang dewasa atau satu miliar orang di dunia mengidap hipertensi. Diperkirakan jumlah penderita hipertensi akan meningkat menjadi 1,6 milyar menjelang tahun 2025. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi stres pada pasien hipertensi di Puskesmas Wisata Dau Malang. Desain penelitian bersifat korelasional menggunakan pendekatan scross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh pasien hipertensi yang mengalami stres di Puskesmas Wisata Dau Malang sebanyak 102 orang dimana data di ambil dari data pasien yang berkunjung pada bulan Maret 2016. Sampel penelitian menggunakan teknik accidental sampling yaitu sebanyak 31 orang. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner. Teknik analisa data menggunakan analisis spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh faktor kepribadian, faktor kognitif dan faktor lingkungan terhadap stres pada pasien hipertensi di Puskesmas Wisata Dau Malang, dan faktor lingkungan lebih dominan berpengaruh terhadap stres sebesar 74,9% serta terdapat pengaruh faktor lingkungan terhadap stres pada pasien hipertensi didapatkan nilai sig –0,006 (< 0,050) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima, artinya ada pengaruh faktor lingkungan terhadap stres pada pasien hipertensi di Puskesmas Wisata Dau Malang.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MENGKONSUMSI MINUMAN KERAS (ALKOHOL) DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA AKHIR (18-21 TAHUN) DI ASRAMA PUTRA PAPUA KOTA MALANG Ari Wahyudi; Farida Halis Dyah Kusuma; Mia Andinawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.788 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.840

Abstract

Berdasarkan data WHO, akibat mengkonsumsi alkohol sebanyak 3,3 juta orang di seluruh dunia setiap tahun meninggal. Kementrian kesehatan menyebutkan konsumsi minuman beralkohol oleh penduduk Indonesia tahun 2014 sebanyak 0,2% dari jumlah penduduk. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan mengkonsumsi minuman keras (alkohol) dengan kejadian gastritis pada remaja akhir (18-21 tahun) di Asrama Putra Papua Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 remaja putra usia 18-21 tahun dengan penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sehingga sampel penelitian yang digunakan sebanyak 43 remaja. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner.Metode analisa data yang di gunakan yaitu korelasi product moment dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (41,9%) remaja akhir (18-21 tahun) mengalami kebiasaan mengkonsumsi minuman keras (alkohol) kategori sedang dan kurang dari separuh (41,9%) remaja akhir (18-21 tahun) mengalami kejadian gastritis akut di Asrama Putra Papua Kota Malang, sedangkan hasil korelasi product moment didapatkan p-value = (0,000)
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN HUBUNGAN SOSIAL REMAJA DI SMK MA’ARIF NU 04 PAKIS KABUPATEN MALANG Imelda Imelda; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.001 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.401

Abstract

Hubungan sosial memiliki peran yang sangat penting bagi remaja. Remaja mulai memperluas pergaulan sosialnya dengan teman teman sebayanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas dengan hubungan sosial pada remaja di SMK Ma’arif NU 04 Pakis Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 29 remaja dan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu Spearman Rank dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa obesitas pada remaja, sebagaian besar yaitu 25 (86,2%) remaja yang memiliki obesitas derajat 1 dan hubungan sosial remaja sebagaian besar yaitu 14 (48,3%) remaja memiliki hubungan sosial kurang, sedangkan hasil Spearman Rank didapatkan nilai p value = 0,003 < α (0,05) yang berarti ada "hubungan obesitas dengan hubungan sosial pada remaja di SMK Maarif NU 04 Pakis Kabupaten Malang". Dengan demikian yang perlu dilakukan oleh remaja untuk menurunkan obesitas yaitu perlu mengontrol pola makan dan melakukan aktivitas fisik olahraga sehingga mampu meningkatkan hubungan sosial yang baik pada remaja. Kata kunci : Obesitas, hubungan sosial remaja
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DI SMA KRISTEN SETIA BUDI MALANG Maria Resti Usfinit; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.433 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.488

Abstract

Tingkat pengetahuan remaja tentang seks adalah kemampuan siswa dalam memahami tentang seks secara terbuka dan untuk mengurangi atau mencegah dampak negatif perilaku seks. Pengetahuan remaja tentang seks di lingkungan sangat penting sebagai salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk memperbaiki pemahaman dan perilaku deksual remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja tentang seks dengan perilaku seksual pada remaja di SMA Kristen Setia Budi Malang. Pelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Analisa data yang digunakan adalah Spearman Rank. Populasi adalah semua siswa SMA Kristen Setia Budi Malang dan mengambil sampel sebanyak 58 orang. Pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan seks tergolong baik (94,83℅) sedangkan perilaku seksual juga tergolong baik (58,62℅). Berdasarkan hasil uji Spearman Rank didapatkan nilai sig (2- tailed)sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan seks dengan perilaku seksual, koefisien korelasi r = 0,606 yang memiliki hubungan yang kuat.Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka tingkat pengetahuan seks dapat mengurangi perilaku seksual pada remaja. Diharapkan para remaja untuk lebih terbuka dengan orangtuanya dalam menghadapi masalah sehingga memperoleh peningkatan pengetahuan dan penerangan tentang masalah remaja. Kata Kunci : Pengetahuan, perilaku seks, remaja.
HUBUNGAN INTENSITAS NYERI OSTEOARTRITIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA LANJUT USIA DI PUSKESMAS DINOYO MALANG Ridho Putra; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.374 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.876

Abstract

Fenomena osteoatritis yang dialami oleh lansia terkadang membuat lansia mengalami kecemasan karena berbagai penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh bahkan semakin memburuk, sehingga harapan untuk sembuh menjadi sangat tipis. Fenomena ini terlebih lagi rasa pesimistis dari osteoatritis yang menjadian penderita tersebut merasa cemas dan menyerah dengan keadaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan intensitas nyeri osteoartritis dengan tingkat kecemasan pada lansia di Puskesmas Dinoyo Malang. Metode penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 30 orang dan sampel berjumlah 23 orang. Pengambilan sampel dengan accidental sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji spearman rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar (52,2%) responden mengalami rasa nyeri mengganggu aktifitas sebanyak 12 orang. Sebagian besar (47,8%) tingkat kecemasan responden masuk kategori kecemasan sedang sebanyak 11 orang. Sedangkan hasil uji hipotesis didapatkan nilai p value = 0,000< α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan. Artinya ada hubungan intensitas nyeri osteoartritis dengan tingkat kecemasan pada lanjut usia di Puskesmas Dinoyo Malang. Saran yang dapat direkomendasikan kepada Peneliti selanjutnya diharapkan memberikan penyuluhan cara mengurangi rasa nyeri dan cara penanganannya agar rasa nyeri yang menjadi berkurang.
HUBUNGAN ANTARA STATUS SOSIAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA PERMADI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Revatul Hasanah; Farida Halis Dyah Kusuma
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.594 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.189

Abstract

Meningkatnya pengetahuan dan tingkat sosial ekonomi masyarakat, serta kemajuan di bidang pelayanan kesehatan berpengaruh terhadap kenaikan angka usia harapan hidup. Usia lanjut ditandai dengan menurunnya produktivitas kerja, memasuki masa pensiun atau berhentinya pekerjaan utama. Hal ini berakibat pada menurunnya pendapatan yang kemudian terkait dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, seperti sandang, pangan, papan, kesehatan, rekreasi dan antara status sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status sosial dengan tingkat depresi pada lanjut usia di posyandu Lansia Permadi RW 01 Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya berjumlah 50 orang dan sampel berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearmen rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan Pvalue = 0,03
DUKUNGAN KELUARGA MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN SKIZOFRENIA Kristiani Bayu Santoso; Farida Halis Dyah Kusuma; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.832 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.502

Abstract

Skizofrenia dalam proses pengobatannya tidak dapat terlepas dari adanya dukungan keluarga dalam meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia.Rancangan penelitian cross sectional, sampel sebanyak72 orang yang dipilih menggunakan teknik insidental sampling.Penelitian dilakukan di Poli Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wedioningrat Lawang dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga terhadap pasien skizofrenia yang sedang menjalani rawat jalan tergolong baik (58,3%). Kepatuhan minum obat tergolong patuh (91,7%). Uji statistik Spearman rank dengan nilai p= 0,002< α= 0,05. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia, dengan kriteria hubungan sangat erat r= 0,750. Keluarga dan rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan motivasi untuk mempertahankan kepatuhan minum obat pasien skizofrenia. Kata kunci: dukungan keluarga, kepatuhan minum obat, skizofrenia
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT STRES PADA LANSIA PADA LANSIA DI POSYANDU BENDUNGAN DESA LANDUNGSARI KECAMATAN DAU MALANG Popy Anggraini; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.137 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.683

Abstract

Individu harus pandai berinteraksi dalam menyesuaikan diri, tetapi tidak semua individu mampu mengatasi perubahan-perubahan yang dialami, terutama pada lansia, seperti ketegangan atau stres. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua lansia di Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Pengambilan sampel dengan purvosive sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman’s rho dengan derajat kemaknaan α (0,05). Hasil penelitian menunjukan sebagian besar (63,2%) dukungan sosial kepada responden masuk kategori baik sebanyak 24 orang, sebagian besar (71,1%) tingkat stres pada responden masuk kategori ringan sebanyak 27 orang. Hasil spearman’s rho diketahui terdapat hubungan yang sangat kuat antara dukungan sosial dengan tingkat stres pada lansia di Posyandu Bendungan Desa Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan nilai p-value : 0,00 < 0,05 dan nilai r = 0,836 yang berarti H0 ditolak. Saran yang dapat direkomendasikan adalah meningkatkan dukungan sosialnya kepada lansia, sehingga lansia tersebut merasakan kenyamanan dan jauh dari stres serta membimbing lansia menjadi lebih bahagia dengan makna dukungan sosial.
HUBUNGAN ANTARA FREKUENSI MEROKOK DENGAN TINGKAT STRES PADA REMAJA AKHIR Febriani Orpa Ablelo; Farida Halis Dyah Kusuma; Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.216 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1490

Abstract

Stres adalah respon tubuh terhadap tuntutan beban kerja yang sifatnya non spesifik. Setiap individu memiliki cara tersendiri untuk mengurangi dampak dari stres, hal ini disebut juga dengan strategi koping. Perilaku merokok dilakukan oleh seseorang untuk mengurangi stres tanpa harus memecahkan suatu masalah sehingga berdampak stress sedangkan koping yang berpusat pada masalah bertujuan untuk memecahkan serta mencari sumber penyebabstres pada remaja. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stres pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang. Desain penelitian menggunakan desain korelasi dengan teknik cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Insidental sampling yaitu sebanyak 100 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.. Analisa hasil penelitian menggunakan analisisa korelasi spearman rank Hasil penelitian didapatkan bahwa frekuensi merokok hampir seluruhnya dikategorikan perokok ringan yaitu sebanyak 82 orang (82%), tingkat stres sebagian besar responden dikategorikan stres sedang yaitu sebanyak 64 orang (64%), dan hasil analisis didapatkan nilai Signifikan (Sig.)= 0,019 (p-value = 0,05) dengan nilai koefisien korelasi -0,498 yang berarti sangat signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara frekuensi merokok dengan tingkat stress pada remaja akhir di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Mengingat merokok tidak baik untuk kesehatan, maka diharapkan untuk mengurangi frekuensi merokok dengan cara mengganti rokok dengan konsumsi permen rasa min yang mirip seperti rokok serta perbanyak konsumsi air putih. ABSTRACT Stress is a body response that is non-specific to the demands of the load on it. Everyone has a way to apply the impact of stress, this is also called coping strategies. Smoking behavior is done individually to reduce stress without aiming to solve the problems that cause stress, While problem-centered coping aims to solve and find out what sources cause stress to a person. The purpose of this study to determine the relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at University of Tribhuwana Tungga Dewi Malang.The design of this research using correlation design is cross sectional. The population in this study were all late adolescents at Tribhuwana Tungga Dewi Malang University. The sampling technique in this research is incidental sampling that is 100 people. Data collection using questionnaires. Analysis of research results using spearman rank correlation analysis.The result of the research indicated that smoking frequency was almost entirely categorized as light smoker as many as 82 people (82%), Stress levels of most respondents are categorized as moderate stress are as many as 64 people (64%), And result of analysis got Significant value (Sig.) = 0.019 (p-value ≤ 0.05) Which means data is declared very significant and H1 accepted. Meaning there is a relationship between the frequency of smoking with stress levels in late adolescents at Tribhuwana Tunggadewi University Malang.Considering smoking is not good for health, Expected to reduce the frequency of smoking by replacing cigarettes with the consumption of min taste candy similar to cigarettes and increase water consumption. Keywords: Adolescent; frequency of smoking; stress level.