Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA DALAM MENGHADAPI MENOPAUSE DI KELURAHAN TLOGOMAS KOTA MALANG Rendi Arduwino; Farida Halis Dyah Kusuma; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.415 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1377

Abstract

Dukungan sosial suami akan mempengaruhi tingkat kecemasan istri dalam menghadapi premenopause. Dukungan yang kurang akan berdampak negatif pada wanita yang akan mengahadapi masa menopause, tingkat kecemasan wanita akan menjadi berat jika dukungan sosial suami dalam kategori kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah 52 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel dengan cross sectional. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman Rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil pengumpulan data penelitian sebagian besar dari dukungan sosial suami responden masuk kategori baik sebanyak 22 orang (73,3%), sebagian besar dari responden memiliki tingkat kecemasan ringan sebanyak 17 orang (56,7%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,00 artinya p-value< 0,05. Ada hubungan antara intensitas dukungan sosial suami dengan tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. Oleh karena itu diperlukan intervensi untuk mengatasi tingkat kecemasan pada wanita dalam menghadapi menopause di RT/RW 02/06 Kelurahan Tlogomas Kota Malang. ABSTRACT Husband's social support will affect the wife's anxiety level in the face of premenopause. Less support will have a negative impact on women who will face menopause, women's anxiety levels will be severe if the husband's social support is in the less category. The purpose of this study was to determine the relationship between Husband's Social Support and the Level of Anxiety in Women Facing Menopause in RT / RW 02/06 Tlogomas Village, Malang City. In this study using a correlation design research with cross sectional approach method. The population is 52 people. The sample in this study were 30 people. Sampling with cross sectional. The data obtained were analyzed using the Spearman Rank statistical test with significance (0.05). The results of the research data collection mostly from the social support of the respondents' husbands in the good category as many as 22 people (73.3%), most of the respondents had mild anxiety levels of 17 people (56.7%). The results of bivariate analysis show that p-value = 0.00 means that the value
PENGETAHUAN BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP WANITA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DALAM PENCEGAHAN HIV/AIDS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GONDANG LEGI MALANG Nur Fauzi Marindra; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.127 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.467

Abstract

HIV/ Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan kemudian menimbulkan AIDS. HIV juga merupakan penyebab penyakit kelemahan sistem imun AIDS. Pencegahan HIV/AIDS dipengaruhi oleh faktor pengetahuan dan sikap PSK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap wanita pekerja seks komersial dalam pencegahan HIV/AIDS. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasional dengan pendekatan secara cross-sectional. Populasi adalah semua wanita pekerja seks komersial yang memeriksakan diri ke Puskesmas Gondang Legi sejumlah 86 orang, dengan menggunakan teknik accidental sampling didapatkan sampel sejumlah 32 orang. Variabel independent adalah pengetahuan sedangkan variabel dependent adalah sikap wanita pekerja seks komersial yang memeriksakan diri ke Puskesmas Gondang Legi. Instrumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dengan analisa data Spearman Rank dan bantuan SPSS 16 for window dengan tingkat kemaknaan sebesar 0,05 (tingkat kepercayaan 95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar wanita pekerja seks komersial mempunyai tingkat pengetahuan baik; dan sebagian besar wanita mempunyai sikap yang tidak baik dalam pencegahan HIV/AIDS. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap wanita pekerja seks komersial dalam pencegahan HIV/AIDS di wilayah kerja Puskesmas Gondang Legi Kabupaten Malang. Kata Kunci : Pengetahuan, Pekerja Seks Komersial, Sikap.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA MAHASISWA YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS) DI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG Satria Yudha K.; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.809 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.200

Abstract

Insomnia salah satunya dapat disebabkan karena kecemasan.Ujian akhir semester menyebabkan kecemasan bagi mahasiswa yang akan berdampak pada gangguan tidur atau insomnia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dalam menghadapi ujian akhir semester. Desain penelitian menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian sebanyak 59 responden, yang diambil dengan cara proportionalstratified random sampling. Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dengan Rating scale, datadianalisa menggunakan uji chi – kuadratdengan  0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebanyak 44 orang (74,6 %)mengalami tingkat kecemasan yang berat dan sebagian besar responden sebanyak 38 (64,4 %) mengalami insomnia. Setelah dilakukan uji chi - kuadrat hasil yang didapatkan  0,01< 0,05 yang artinya Ho ditolak yang berarti ada hubungan yang cukup kuat antara tingkat kecemasan dengan kejadian insomnia pada mahasiswa Keperawatan yang akan menghadapi ujian akhir semester di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Dari hasil penelitian ini dapat direkomendasikan kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian akhir semester agar tidak terjadi kecemasan yang berat pada diri mahasiswa dalam menghadapi ujian akhir semester. Kata Kunci : Kejadian insomnia, tingkat kecemasan, ujian akhir semester.
HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PADA PASIEN YANG DIRAWAT DI UNIT PERAWATAN KRITIS RUMAH SAKIT UNISMA Elvina Goveia Leite; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.353 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.481

Abstract

Pasien dan keluarga yang masuk rumah sakit akan mengalami perasaan cemas atau yang biasa disebut ansietas. Perawat dan tenaga medis lebih terfokus pada individu pasien dalam melakukan tindakan sehingga mengabaikan kecemasan pada pasien dan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di unit perawatan kritis Rumah Sakit Unisma. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan jumlah populasi sebanyak 30 responden. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian mendapatkan bahwa komunikasi terapeutik perawat kategori kurang baik (46,7%) dan kecemasan pada keluarga pasien kategori berat (60%). Hasil analisis Spearman Rank (Rho) nilai r sebesar 0,781 dan p-value 0,000 artinya ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan keluarga pada pasien yang dirawat di unit perawatan kritis Rumah Sakit Unisma yang bersifat sejajar searah (positif) dengan kekuatan hubungan yang kuat. Perawat direkomendasikan untuk menambah pengetahuan dalam upaya meningkatkan kualitas personal perawat yaitu dengan mengikuti pelatihan komunikasi. Kata kunci : Komunikasi terapeutik, tingkat kecemasan keluarga pasien.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN EATING DISORDER PADA MAHASISWA YANG TINGGAL DI ASRAMA PUTRI UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI (UNITRI) Fransiska Noe; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.346 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1499

Abstract

Stres diartikan sebagai kondisi tekanan atau gangguan ataupun juga kekacauan mental dan emosional. Tingkat keparahan stres ini akan berpengaruh pada pola makan yang tidak normal yang dapat menyebabkan gangguan makan (Eating disorder). Eating disorder adalah suatu gangguan yang terjadi pada kebiasaan makan yang tidak normal yang disebabkan oleh beberapa hal.Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswi yang tinggal di asrama unitri. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasisawa UNITRI khususnya PSIK yang tinggal di Asrama Putri angkatan 2016 Malang yang berjumlah 42 orang dengan menggunakan teknik total sampling yaitu didapat sebanyak 35 orang yang mengalami gangguan makan. Instrumen dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan adalah korelasi spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres terjadi pada seluruh responden dengan kategori stres sedang yaitu sebanyak 37 orang (88,1%),eating disorder terjadi pada seluruh responden dengan kategori tidak eating disorder sebanyak 36 orang (85,7%), dan hasil analisis data didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p ≤ 0,05), artinya ada hubungan tingkat stres dengan eating disorder pada mahasiswa yang tinggal di asrama putri UNITRI. Mahasiswa dapat melakukan konsultasi atau berbagi beban dengan teman sebaya, teman sekamar di asrama atau orang lain yang memiliki pengalaman tentang mengatasi masalah yang menjadi pemicu stres, selain itu mahasiswa dapat menyediakan waktu untuk rekreasi ke tempat-tempat wisata/hiburan, hal ini dimaksudkan supaya mahasiswa tidak terlalu tertekan dengan padatnya jadwal perkuliahan, banyaknya tugas perkuliahan, dan masalah pribadi. ABSTRACT Stress is defined as a pressure or disturbance or mental and emotional disorders. The severity of this stress will affect the abnormal eating patterns that can cause eating disorders. Eating disorder is a symptom of an abnormal eating habit. The purpose of the study is to know the level of stress with eating disorder in female students living in dormitory of Unitri. The research design used was correlation using cross sectional approach. The population of this research was students of UNITRI especially Nursing Science Program who live in Female Dormitory, class of 2016 which amounted to 42 people. The sampling technique used in this research was total sampling technique as many as 35 people. Instrument in this research used questioner. The analysis used is spearman rank correlation. The result of this research showed that the stress level occurred in all respondents was categorized as moderate, 37 people (88,1%). Meanwhile the eating disorder occurs in all respondents were categorized as not eating disorder as many as 36 people (85,7%). The result of data analysis got significant value equal to 0.000 (p ≤ 0,05), meaning there was a relationship of stress level with eating disorder in students who lived in female dormitory of UNITRI. Students may consult or share burdens with peers, roommates in dormitories or others who have experienced about coping with stress-inducing problems. In addition, students can take time for recreation to tourist attractions / entertainment, it is intended that students are not too stressed by the load of lecture schedules, the number of assignments, and personal issues. Keywords : Eating disorder, stress level.
KARAKTERISTIK PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD KABUPATEN KOTABARU Badariah Badariah; Farida Halis Dyah Kusuma; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.203 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.472

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal yang cukup berat, disebabkan oleh berbagai penyakit ginjal. Data Riskesdas Tahun 2013 menunjukkan bahwa penduduk yang terdiagnosis PGK sebesar 0,2%. Angka ini lebih rendah dibandingkan prevalensi PGK di negara-negara lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik usia, pendidikan dan pekerjaan pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD kabupaten Kotabaru. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien PGK yang menjalani hemodialisis di Kabupaten Kotabaru dari bulan Desember 2007 hingga Desember 2011. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien penyakit ginjal kronik berusia 41 - 50 tahun (30%), pendidikan SD (44%) dan pekerjaan swasta (38%). Kesimpulan dari hasil penelitian diperoleh bahwa karakteristik pasien yang menjalani hemodialisis yaitu dalam rentang usia 41-50 tahun, pendidikan SD, dan pekerjaan swasta. Kata kunci: Hemodialisis, karakteristik pasien penyakit ginjal kronik.
PELIBATAN ORANG TUA DALAM BINA KELUARGA BALITA (BKB) SEBAGAI STRATEGI PENINGKATAN MOTORIK ANAK USIA TODLLER Daniel Hermantyo Apriyanto; Farida Halis Dyah Kusuma; Hari Sukanto Adi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.347 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1355

Abstract

Usia toddler merujuk konsep periode kritis dan plastisitas yang tinggi dalam proses tumbuh kembang, maka usia 1-3 tahun sering disebut sebagai kesempatan emas. Melalui program Bina Keluarga Balita (BKB) diharapkan orang tua dapat terlibat untuk memantau perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia todller. Desain penelitian ini adalah ”Case Control”. Sampling yang digunakan adalah ”Quota sampling” dengan sampel berjumlah 24 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pra Skrining Perkembangan. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kemampuan motorik anak dari orang tua yang mengikuti Bina Keluarga Balita, setengahnya baik, yaitu 50% (7 orang), kemampuan motorik anak dari orang tua yang tidak mengikuti Bina Keluarga Balita, sebagian besar kurang, yaitu 60% (6 orang). Hasil analisis statistik dengan uji t-test design, α (0,05), diperoleh nilai p-value 0,014 < (α) 0,05, sehingga ada pengaruh keterlibatan orang tua dalam mengikuti bina keluarga balita terhadap kemampuan motorik anak usia toddler. Saran bagi peneliti selanjutnya, hasil dari penelitian ini sebagai dasar acuan untuk penelitian lanjutan yang berkaitan dengan masalah penelitian ini. ABSTRACT Age todller refers to the concept of critical periods and high plasticity in the growth process, then aged 1-3 years are often referred to as a golden opportunity. Pass through the education family of children under five years program is expected so that parents are involved to monitor the child's development. This research aims to determine the effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Design of this research is "Case Control". The independent variable in this research is Parental Involvement in Following Education Family of Children Under Five Years, and the dependent variable is Childhood Todller Motor Ability. The sampling used is ”Quota sampling” with samples was numbered 24 people. Data collection was conducted on 23 to 28 September 2014, used a questionnaire Pre-Screening Developments. The results of the descriptive analysis showed that the childhood todller motor ability from parents who follow BKB a half good, i.e. 50.0% (7 people), the childhood todller motor ability from parents who do not follow BKB were mostly less, i.e. 60% (6 people). From the results of the statistical analysis with t-test design, α (0.05), acquired p-value of 0.014 α 0.05, so there is an significant effect of parental involvement in following education family of children under five years against childhood todller motor ability. Advice for further researchers, the result of this research as a basic reference for further research be related to the research problem. Keywords: Parental Involvement, Education Family of Children Under Five Years, Motor Skills/ Ability, Childhood Todller
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN TINGKAT DEPRESI LANSIA USIA 60-70 TAHUN YANG MENGIKUTI KEGIATAN KARANG WREDA PERMADI DI KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG Kanisius Siku Saju; Farida Halis Dyah Kusuma; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.423 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i1.874

Abstract

Kurangnya dukungan keluarga kepada lanjut usia, akan mempengaruhi koping pada lanjut usia tidak adekuat. Koping yang tidak adekuat dalam menghadapi masalah akanmenyebabkan krisis yang bertumpuk dan berkepanjangan yang akhirnya akan menimbulkan gejala depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi lansia usia 60-70 tahun yang mengikuti kegiatan Karang Wreda Permadi di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.Desain penelitian ini dilakukan dengan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang mengikuti kegiatan Karang Werda Permadi di Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang berjumlah 112 orang lansiadanteknik sampel penelitian menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 88 orang. Metode analisis data yang digunakan yaitu uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga kepada lansia sebagian besar dikategorikan baik yaitu sebanyak 80 orang (90,91%),tingkat depresi lansia, sebagian besar dikategorikan tidak depresi yaitu sebanyak 80 orang (90,91%). Berdasarkan uji Spearman rho didapatkan nilai p-value = 0,005
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH Ema Marlina; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.088 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.454

Abstract

Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan sehingga individu mampu berfikir dan bertindak sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan semua anak usia prasekolah yang berjumlah masing-masing 46 orang, dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah sebanyak 46 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua responden memiliki kemampuan pemberian stimulasi kategori baik sebanyak 63,0%, sedangkan untuk kemandirian anak sebagan besar responden memiliki kemandirian dalam kategori baik sebanyak 58,7%. Hasil analisa uji statistik di ketahui p value sebesar 0,000 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian anak usia prasekolah di Kelurahan Tlogomas Malang. Disarankan pada orang tua untuk mempertahankan kemampuan pemberian stimulasi pada anak, atau lebih meningkatkan lagi dengan cara mengikuti pelatihan dan banyak membaca tentang stimulasi perkembangan anak. Kata kunci: Kemampuan, Kemandirian, Pemberian Stimulasi
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN HARGA DIRI PADA REMAJA PENDERITA TUNADAKSA DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT KOTA MALANG Florentina Anggun Maria; Farida Halis Dyah Kusuma; Wahidyanti Rahayu H.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.406 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.690

Abstract

Remaja penderita tunadaksa membutuhkan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungannya, agar dapat mengelola segala permasalahan dengan baik dan mampu memberi semangat untuk bisa menerima dirinya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 30 remaja penderita tunadaksa, sampel penelitian ditentukan dengan teknik total sampling sehingga pengembilan sampel sesuai kriteria penelitian. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji korelasi Product Moment dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh 12 (40,0%) responden mendapatkan dukungan sosial cukup dan lebih dari separuh 22 (73,3%) responden memiliki harga diri tinggi. Hasil uji spearman rank didapatkan p-value = (0,000) < (0,050) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan dukungan sosial dengan harga diri pada remaja penderita tunadaksa di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka remaja penderita tunadaksa diharapkan selalu percaya diri dengan menganggap bahwa diri berguna bagi teman dan keluarga, mampu bertindak dan melakukan aktivitas tanpa bantuan orang lain serta ber sikap positif dan terbuka kepada teman, petugas yayasan atau orang tua yang di anggap bisa dipercaya untuk menyelesaikan permasalahan pribadi.