Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pelatihan aransemen sebagai upaya pengembangan musik tradisional di Kabupaten Barru Andi Ihsan; Karta Jayadi
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2018, No 8: PROSIDING 8
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.275 KB)

Abstract

Traditional music is one of the arts that is stillwidely presented in various activities in the communityincluding in Maros district. Some traditional music that is stillvisible in Maros regency is drums, flutes, lutes, and severalother musical instruments. Seeing the increasingly modernconditions of society and the introduction of music fromoutside, which is more auditively related to the increasinglypopular ears of society, it certainly affects the interest of theyounger generation to continue to love traditional music. Theneed for arrangement training in traditional music artists inMaros regency is to facilitate them in developing traditionalmusic so that traditional music does not become monotonousand will be demanded by the younger generations. Theformulation of the problem is (1) how the partner's problemwith the arrangement in relation to the development oftraditional music in Maros regency, (2) How is the procedurefor implementing arrangement learning in artists / traditionalart studios in Maros district. The method used in thearrangement of the arrangement program is the lecture method,the experimental method that uses traditional musicalinstruments in the form of drums, flutes, harps as a tool, anddirect guidance on the arrangement theory. The resultsachieved were the development of augmentation, diminution,sequence, imitation, and repetition melodies to provide newlessons for participants, this was seen in the training andseveral demands in the training, participants' enthusiasm inreceiving the material was very high so the training processran smoothly and participants were able understand thematerial from beginning to end which is given well. And basedon the acceptance of the first material that is going well eventhough there are few obstacles when learning takes placebecause some participants are not familiar with advancedmusic theory material, but successfully improved by theresearcher by giving material gradually according to the abilityof the participants. The next training participants wereenthusiastic in learning that occurred because learning wasmore fun and the material provided increased, so that in theprocess of implementing arrangements can give a positivecontribution as seen from the ability to write and translatenotation in the form of work arrangements on performancesperformed at the end of application learning Aransmen.
Pelatihan Gendang Bugis (Gendrang) pada Komunitas Peduli Pendidikan Kabupaten Soppeng Rachmat Rachmat; Andi Ihsan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 1 (2022): Jan-Jun
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.203 KB) | DOI: 10.26858/srq.v1i1.33399

Abstract

AbstrakKomunitas Peduli Pendidikan Kabupaten Soppeng adalah suatu komunitas yang bergerak dalam bidang pendidikan. Komunitas ini merupakan wadah bagi para relawan untuk berkumpul dan memberikan sumbangsi ilmu pengetahuan dalam pelbagai bidang, salah satunya adalah seni budaya. Peserta pembelajar pada komunitas ini adalah pelajar dari berbagai tingkatan sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai pada sekolah menengah pertama. Program ini bertujuan untuk memberi pelatihan dalam bentuk pengetahuan baik secara teori maupun secara praktek kepada generasi muda khususnya peserta pembelajar pada komunitas ini, agar mereka mengenal musik tradisional gendang Bugis bukan hanya pada memainkan alat musik tersebut, akan tetapi memberi pengetahuan bagaimana belajar membaca notasi musik dengan menggunakan media alat musik gendang tersebut. Notasi yang dimaksud adalah notasi balok yang merupakan satu-satunya bahasa resmi untuk pencatatan musik diseluruh dunia. Keywords: Pelatihan, Gendang Bugis, Komunitas
Nilai Estetika Kacaping Sebagai Konsep Dasar Pendidikan Karakter Pada Pendidikan Formal Masyarakat Bugis di Kabupaten Sidrap Andi Ihsan
Mudra Jurnal Seni Budaya Vol 34 No 2 (2019): Mei
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/mudra.v34i2.627

Abstract

Kacaping merupakan salah-satu produk budaya masyarakat bugis khususnya di kabupaten Sidrap, Sulawesi-Selatan. Secara estetika, kacaping memiliki nilai-nilai baik ekstrinsik maupun intrinsik, yang tentunya dapat menjadi nilai-nilai lokal sebagai peletak dasar pendidikan karakter bagi generasi penerus. Di dalam pendidikan formal dikenal domain yang terintegrasi ke dalam satu kesatuan pembelajaran yang menjadi sasaran atau tujuan dari pendidikan tersebut yakni kognitif, afektif dan psikomotorik. Aspek-aspek tersebut idealnya bersumber dari nilai-nilai lokal kedaerahan sehingga pendidikan karakter yang diharapkan benar-benar dapat terwujud sesuai sasaran yang diinginkan. Nilai-nilai kedaerahan sebagai dasar pembentukan karakter generasi terdapat dalam kacaping. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana nilai ekstrinsik kacaping sebagai konsep dasar kurikulum pendidikan formal berbasis pendidikan karakter pada masyarakat bugis di kabupaten sidrap, (2) bagaimana konsep pendidikan formal melalui nilai estetika kacaping pada masyarakat bugis di kabupaten Sidrap. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif melalui pendekatan etnomusikologi didukung dengan ilmu-ilmu lannya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacaping bugis di kabupaten Sidrap memiliki estetika yakni nilai-nilai baik nilai ekstrinsik maupun nilai intrinsik yang melekat pada kacaping, maupun pada penyajian kacaping tersebut di masyarakat. Dengan mengangkat nilai-nilai estetika kacaping ke dalam proses pendidikan formal berbasis pendidikan karakter maka tujuan pendidikan karakter yang diharapkan benar-benar dapat terwujud.
SONG ANALYSIS ON THE PRESENTATION OF POMPANG MUSIC Andi Ihsan
JURNAL PAKARENA Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v7i2.38079

Abstract

This study aims to analyze the song on the presentation of Pompang music in Mamasa district. The research approach is to use descriptive qualitative research methods where data collection, is done through document studies, observations, and interviews, including recording research activities. This study focuses on the intra-musical analysis of the presentation of pumping music, especially the type and structure of the song and how the composition of the musical aspects. Data analysis is done by reduction, display, and verification. The results of the research are the types of songs that are played in the presentation of Pompang music, namely songs in the form of Maras and Hymns. The song Maras is presented without lyrics and vocals, while the hymn uses poetry with the main melody dominated by a flute. In the presentation of the music, each group of instruments has a pattern of rhythm, harmony, and melody that influence each other and form the uniqueness of pumping music. 
PKM PELATIHAN PEMBUATAN BUKU AJAR PADA GURU-GURU SEKOLAH DI KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT Andi Ihsan; Sayidiman Sayidiman; Rachmat Rachmat
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2022:PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak.Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Pendidikan juga merupakan suatu usaha masyarakat dan bangsa dalam mempersiapkan generasi muda yang berkarakter demi kelangsungan kehidupan yang lebih baik di masa depan.Guru sebagai salah-satu pihak yang memiliki tanggung jawab dalam mencerdaskan generasi muda selayaknya mampu metransfer berbagai ilmu dan pengetahuan serta idealnya memiliki wawasan yang luas sehingga fungsi yang diembannya dalam menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan tersebut benar-benar terlaksana dengan baik.Dalam menyebarluaskan ilmu dan pengetahuan tersebut tentunya dibutuhkan bahan ajar yang benar-benar berkualitas dan mudah untuk dipahami oleh siswa sehingga capaian pebelajaran yang dituju sesuai dengan target yang diinginkan.Dalam satu materi pembelajaran pada umumnya dimuat dalam sebuah rancangan pembelajaran yang dinamakan RPP, dimana RPP tersebut memuat IPK dan tujuan pembelajaran sebagai rujukan capaian pembelajaran yang ingin dituju. Materi-materi yang ada pada RPP tersebut tentunya disusun dengan berbagai referensi buku acuan yang kemudian dijadikan bahan pembelajaran.Dalam satu materi pembelajaran pada umumnya dimuat dalam sebuah rancangan pembelajaran yang dinamakan RPP, dimana RPP tersebut memuat IPK dan tujuan pembelajaran sebagai rujukan capaian pembelajaran yang ingin dituju. Materi-materi yang ada pada RPP tersebut tentunya disusun dengan berbagai referensi buku acuan yang kemudian dijadikan bahan pembelajaran. Biasanya seorang guru akan membebankan siswa untuk mencari materi sesuai dengan bahan mata pelajaran sesuai dengan capaian pembelajaran per pertemuannya. Masalahnya adalah, akan banyak dibutuhkan buku sebagai acuan dalam mengajarkan materi tersebut, dan ini tentunya sangat menyulitkan siswa dalam mencari bahan ajar yang dituntut oleh seorang guru. Masalah lain yang muncul adalah siswa akan sulit memenuhi seluruh bahan atau materi ajar karena materi tersebut berada pada buku-buku yang berbeda-beda, sehingga daya beli siswa sangat sulit karena mereka juga harus memenuhi kewajiban pada mata pelajaran lainnya. Kata kunci: Pembuatan, Buku ajar, Guru-guru, Polewali Mandar
Representasi Fungsi Nilai Kemanusiaan Sebagai Dasar Pendidikan Karakter Dalam Pertunjukan Teater Rakyat Sayidiman Sayidiman; Asia Ramli; Andi Ihsan
Publikasi Pendidikan Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v12i3.39322

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan representasi fungsi nilai kemanusiaan sebagai dasar pendidikan karakterdalam pertunjukan teater rakyat Kondobuleng. Lokasi penelitian di Sanggar Seni Tradisional I Lolo Gading Kelurahan Paropo Kecamatan Panakukang Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara,. dan teknik studi dokumen. Data dianalisis mengacu pada analisis data Miles dan Huberman yang menggambarkan tiga alir utama dalam analisis, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dideskripsikan dan dianalisis berdasarkan teori representasi, teori fungsional structural dan teori nilai. Hasil penelitian menunjukkan representasi fungsi nilai kemanusiaan dalam pertunjukan teater rakyat Kondobuleng diwujudkan melalui empat relasi fungsi nilai kemanusiaan, yaitu (1) relasi fungsi nilai kemanusiaan dan tuhan; (2) relasi fungsi nilai kemanusiaan sesama manusia; (3) relasi fungsi nilai kemanusiaan dengan diri sendiri; (4) relasi fungsi nilai kemanusiaan dengan alam.
STRUKTUR MUSIKAL POMPANG: SUATU KAJIAN BENTUK DAN KOMPOSISI MUSIK TRADISIONAL DI KABUPATEN MAMASA Andi Ihsan
JURNAL IMAJINASI Vol 6, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/i.v6i2.38729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk dan komposisi musik  Pompang sebagai salah-satu musik tradisional yang ada di kabupaten Mamasa. Penelitian ini adalah penelitian analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumen, dan wawancara, yang selanjutnya dianalisis dengan cara mereduksi data, display dan selanjutnya verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bentuk lagu pada musik pompang di kabupaten Mamasa terdiri atas dua bentuk yaitu (1) bentuk lagu dua bagian dan (2) bentuk lagu tiga bagian. Komposisi musik popang terdiri atas tiga komponen besar yaitu alat musik suling, alat musik pompang dan alat musik gendang. Kata kunci: Bentuk music; Komposisi; Musik tradisional                                 AbstractThis study aims to describe and analyze the form and composition of Pompang music as one of the traditional music in Mamasa district. This research is a descriptive analysis research with a qualitative approach. Data was collected through observation, document study, and interviews, which were then analyzed by reducing data, displaying and further verifying data. The results showed that the form of the song in the pompang music in Mamasa district consisted of two forms, namely (1) a two-part song form and (2) a three-part song form. The composition of popang music consists of three major components, namely the flute, the pump and the drum. Keywords: Musical form; Composition; Traditional music
PELATIHAN MEMBACA NOTASI (PARTITUR) DALAM PRAKTEK BERMAIN GENDANG SISWA SMA NEGERI 9 MAKASSAR Andi Ihsan
Sureq: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berbasis Seni dan Desain Vol 1, No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/srq.v1i2.39829

Abstract

SMA Negeri 9 memiliki siswa yang gemar menari. Mereka begitu antusias dengan setiap kegiatan yang melibatkan menari, baik di dalam maupun di luar sekolah. Beberapa faktor yang menyebabkan besarnya minat para pelajar terhadap kesenian tradisional tersebut adalah semakin banyaknya event-event yang membuka kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka. Sayangnya, kemampuan menari para siswa SMA Negeri 9 tidak sesuai dengan bakat para musisi yang mengiringinya. Biasanya mereka sering memiliki alat musik tradisional dari luar sekolah, sehingga tentunya hal ini menjadi kendala karena menambah biaya tambahan jika suatu kegiatan harus dilakukan. Walaupun memiliki guru seni sebagai pembina, namun kualifikasi guru tersebut tidak terletak pada kemampuan memainkan musik tradisional, namun kebanyakan guru seni SMA pandai menari dan seni rupa. Tujuan dari program ini adalah untuk menginformasikan kepada generasi muda khususnya para siswa SMA Negeri 9 baik secara teori maupun praktek agar tidak hanya mengetahui cara memainkan alat musik kendang tradisional, tetapi juga mendapatkan informasi cara belajar cara bermain gendang tradisional. membaca notasi musik. dengan alat media musik drum. Mengingat seseorang tidak dapat membaca lembaran musik (skor) jika bahkan tidak mengetahui skornya. Ini mengacu pada notasi radian, yang merupakan satu-satunya bahasa resmi di dunia untuk merekam musik, khususnya lembaran musik untuk instrumen, termasuk kecapi dan seruling. Oleh karena itu, memahami dan membaca notasi musik mutlak diperlukan jika ingin serius mempelajari musik, khususnya musik tradisional seperti gendang.
PENEKANAN (DOMINANCE) DALAM WUJUD TARI PA’JAGA LILI PADA PESTA PERNIKAHAN DI DESA ULUSALU KECAMATAN LANTIMOJONG KABUPATEN LUWU Pratiwi Sukri; Andi Jamilah; Andi Ihsan
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i1.43066

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitan ini untuk mengetahui nilai estetika dalam gerak tari Pa’jaga Lili pada pesta pernikahan sebagaimana yaitu penekanan (Dominance) pada gerak tari Pa’jaga Lili pada pesta pernikahan di Desa Ulusalu Kecamatan Latimojong Kabupaten Luwu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penekanan (dominance) pada wujud tari Pa’jaga Lili menampilkan sebuah klimaks dan sesuatu yang terlihat lebih menonjol pada penampilannya. Penekanan yang tercapai digambarkan pada klimaks geraknya yang terdapat pada ragam terakhir, properti badik sebagai simbol kemenangan ketukan alat musik yang iramanya cepat, menjadikan sebuah penonjolan didalamnya.ABSTRACTThe purpose of this research is to find out the aesthetic value in the Pa'jaga Lili dance at a wedding as the emphasis (Dominance) on the movement of the Pa'jaga Lili dance at a wedding in Ulusalu Village, Latimojong District, Luwu Regency. The type of research used is qualitative research with data collection techniques carried out by observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis techniques in this study: 1) Data reduction, 2) Data presentation, 3) Conclusions. The results of this study indicate that Emphasis (dominance) on Pa'jaga Lili's dance form displays a climax and something that looks more prominent in her performance. The emphasis that is achieved is described in the climax of the movement found in the last variety, the property of the badik as a symbol of victory for the beat of a musical instrument with a fast rhythm, making a protrusion in it.
EKSISTENSI SANGGAR SENI PARRAWANA TOWAINE “SOHIBU BAITI” DI KECAMATAN LIMBORO KABUPATEN POLEWALI MANDAR Fikriyah Fikriyah; Andi Ihsan; Heriyati Yatim
xxxx
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/bl.v2i1.43911

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitan ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan eksistensi sanggar seni parrawana towaine sohibu baiti di kecamatan Limboro Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini: 1) Reduksi data, 2) Penyajian data, 3) Penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang hadirnya Sohibu Baiti berawal dari Cammana yang ingin mewariskan kesenian parrawana towaine ke generasi berikutnya kemudian beliau membentuk sanggar seni sohibu baiti sebagai wadah untuk meneruskan kesenian ini untuk ditampilkan secara berkelompok. Eksistensi sanggar seni parrawana towaine Sohibu Baiti dipengaruhi oleh regenerasi, pertunjukan, dukungan pemerintah, dukungan masyarakat.  Kata Kunci : Eksistensi, parrawana towaine, regenerasi ABSTRACTThe purpose of this research is to find out and describe the existence of the art studio parrawana towaine sohibu baiti in the Limboro sub-district, Polewali Mandar Regency. The type of research used is descriptive with a qualitative approach. Data collection techniques were carried out by means of observation, interviews, documentation and literature study. Data analysis techniques in this study: 1) Data reduction, 2) Data presentation, 3) Conclusions. The results of this study indicate that the background to the presence of Sohibu Baiti originated from Cammana who wanted to pass on the art of parrawana towaine to the next generation and then he formed the sohibu baiti art gallery as a place to continue this art to be displayed in groups. The existence of the parrawana towaine Sohibu Baiti art gallery is influenced by regeneration, performances, government support, community support. Keywords: Existence, parrawana towaine, regeneration.