Claim Missing Document
Check
Articles

Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Discovery-Inquiry pada Peserta Didik Kelas X Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Khumairoh Lailatul Fadilah; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2257

Abstract

Finding differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model is the goal of the research. The low student learning outcomes due to their inability to participate in learning activities are the things that underlie the research objectives. The model in this study emphasizes the enthusiasm of students in solving problems. Purposive Sampling technique is used in the selection of research classes by providing the same learning material. The data was obtained from the validity test and the reliability test was obtained from the instrument test. Then the normality test, homogeneity test, and hypothesis testing were carried out in the process of analyzing research data. The results obtained with a significance value of less than 0.05, namely 0.017. This shows that there are differences in learning outcomes between the Creative Problem Solving (CPS) model and the Discovery-Inquiry model for class X students which coincided at SMA Negeri 1 Kutorejo in the 2019/2020 school year. Another difference is also seen in the class average score. In the Discovery-Inquiry class the average score is 71.78, while in the Creative Problem Solving (CPS) class the average value is84.22. Some of these things are enough to prove that compared to the Discovery-Inquiry model, it is better to apply the Creative Problem Solving (CPS) model.
Perbedaan Hasil Belajar Model Pembelajaran Problem Posing dan Question Student Have pada Kelas IX Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Sis Kanti; Yuniar Ika Putri Pranyata
JP2M (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jp2m.v7i2.2256

Abstract

Whether or not there are differences in learning outcomes using the Problem Posing and Question Student Have (QSH) learning models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin is the goal of this study. The quantitative method used in this research is a quasi- experimental type. All students of class IX MTs Nurul Mubtadiin for the academic year 2020/2021 were used as the population in this study. Purposive sampling method was used for sampling and then the experimental class 1 was selected, namely class IX-1 and class IX- 2 was selected as experimental class 2 in this study. Researchers used tests to obtain data. The test goes through the instrument test phase which consists of a validity test and a reliability test before being used. Normality test, homogeneity test, and hypothesis testing (Independent Sample T-Test) are the stages that are passed in analyzing the data in this study. It is known that there are differences in learning outcomes with the treatment of the Problem Posing and Question Student Have (QSH) models for class IX students at MTs Nurul Mubtadiin on the results of the study. In the hypothesis test conducted with the (Independent Sample T-Test) when testing the hypothesis by obtaining a significance value, which shows the number. In the experimental class 1 and 2, it was found that there was a difference in the average value. The experimental class 1 obtained an average score while the average value was obtained by the experimental class 2. So that it can be said, when compared to the Question Student Have (QSH) model, the Problem Posing model is a better model.
MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS ONLINE BAGI USAHA RUMAHAN SUSU KEDELAI Riski Nur Istiqomah Dinnullah; Yuniar Ika Putri Pranyata; Shafiq Nurdin
Jurnal Abdimas Vol 22, No 1 (2018): June 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v22i1.14184

Abstract

Susu kedelai merupakan produk minuman berbahan baku kedelai dengan tujuan untuk meningkatkan konsumsi protein. Susu kedelai telah banyak dikenal sebagai susu alternatif pengganti susu sapi bagi orang yang alergi dan tidak menyukai susu sapi atau bagi mereka yang tidak dapat menjangkau harga susu sapi yang relatif mahal. Proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai yang baik dapat menciptakan nilai tambah dan juga nilai guna dari produk tersebut sehingga dapat meningkatkan perkembangan UKM susu kedelai saat ini. Mitra pada kegiatan ini adalah UKM susu kedelai milik Bapak Salim dan Ibu Farida Yati yang berada di Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggung Rejo, Kota Pasuruan. Pada industri rumahan tersebut, manajemen pemasaran yang dilakukan hanya terbatas pada produk yang dititipkan pedagang keliling, warung dan toko yang berada didekat tempat produksi. Kurangnya manajemen pemasaran tersebut tentunya menyebabkan kurang luasnya daerah pemasaran produk. Oleh karena itu, diperlukan suatu manajemen pemasaran yang berbasis online. Melalui pemanfaatan media sosial ini, selain memperluas area pemasaran, masyarakat dapat mengenal susu kedelai yang diproduksi UKM tersebut.
Asesmen keterampilan pemecahan masalah pecahan melalui pertanyaan arahan Yuniar Ika Putri Pranyata; Yudhi Hanggara
PYTHAGORAS : Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 12, No 2 (2023): PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika
Publisher : UNIVERSITAS RIAU KEPULAUAN, BATAM, INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/pythagoras.v12i2.5581

Abstract

Keterampilan pemecahan masalah merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, analitis, dan kreatif. Namun, asesmen keterampilan pemecahan masalah seringkali menjadi tantangan bagi calon guru, terutama ketika harus memberikan umpan balik yang tepat kepada siswa. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan teknik-teknik yang dapat membantu calon guru dalam melakukan asesmen secara efektif. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah noticing pertanyaan arahan (prompt). Noticing prompt merupakan teknik scaffolding yang dapat membantu calon guru dalam memperhatikan dan mengidentifikasi aspek-aspek penting dalam keterampilan pemecahan masalah saat melakukan asesmen. Teknik ini memberikan panduan dan struktur dalam penilaian yang dilakukan oleh calon guru. Dengan menggunakan noticing prompt, calon guru dapat lebih mudah mengidentifikasi tanda-tanda atau indikator keterampilan pemecahan masalah pada siswa, sehingga dapat memberikan umpan balik yang lebih efektif. Calon guru yang menggunakan noticing prompt juga memberikan umpan balik yang lebih spesifik dan relevan kepada siswa, sehingga meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran.
Analisis Pemahaman dan Pelaksanaan Asesmen Nasional pada Guru Matematika Sekolah Menengah di Kecamatan Dampit Kabupaten Malang Habib Zulfi Abror; Djoko Adi Susilo; Yuniar Ika Putri Pranyata
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 4 No. 3 (2023): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v4i3.369

Abstract

Evaluations are carried out by independent institutions periodically, comprehensively, transparently and systematically to assess the achievement of national education standards. The aim of this research is to describe the understanding of secondary school mathematics teachers in the Dampit sub-district regarding the National Assessment system and to describe the implementation of the National Assessment by secondary school mathematics teachers in the Dampit sub-district. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. This research was conducted at SMP Negeri 2 Dampit, SMP Diponegoro Dampit, SMAN 1 Dampit, and SMA Diponegoro Dampit, Malang district. Researchers collected data through questionnaires and interviews with mathematics teachers in the schools that were sampled. The results of this research for understanding the national assessment are quite good and its implementation is good, however it should be noted that there are still many obstacles in implementing the national assessment, such as parents of students protesting because their children were not included in the exam during the AN implementation. The government's socialization of the national assessment is not evenly distributed to teachers, so there are still many points in the national assessment that confuse teachers, especially mathematics teachers. Mathematics teachers carry out national assessments based on the principal's instructions, so the socialization from the government has not been felt directly by teachers
Pelatihan Penggunaan Media Pembelajaran ICT Berbasis Game Pada Siswa SMP Rosita Dwi Ferdiani; Yuniar Ika Putri Pranyata; Sumadji
Kanigara Vol 2 No 1 (2022): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/kanigara.v2i1.5072

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh siswa SMP Al Inayah. Adapun permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya sumber belajar bagi siswa untuk meningkatkan kemampuannya, khususnya pada mata pelajaran matematika. Matematika menjadi pelajaran yang dirasa sulit oleh siswa karena kebanyakan siswa tidak memahami konsep, sehingga apabila diminta untuk megerjakan soal akan merasa kesulitan. untuk memahami konsep matematika, belajar dari buku saja dirasa tidak cukup. Siswa membutuhkan alat peraga untuk memudahkan siswa memahami konsep. Dengan adanya alat peraga siswa dapat belajar sambil bermain sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan. Adapun solusi yang ditawarkan adalah dengan memberikan pelatihan berupa penggunaan media pembelajaran ICT berbasis game kepada siswa SMP Al Inayah untuk mempermudah memahami konsep siswa tentang konsep rata – rata, modus, dan median. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa: a) Berdasarkan hasil observasi didapatkan hasil bahwa Permasalahan yang sering terjadi adalah kurangnya media pembelajaran di kelas sehingga guru tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Permasalahan ini diperparah dengan adanya pandemi covid 19, yang menyebabkan perubahan sistem pembelajaran. Perubahan sistem pembelajaran tersebut berupa perubahan pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran online. b) Selama pelatihan, siswa merasa senang dan bersemangat dalam melakukan pelatihan.. Kendala yang dihadapi adalah media handphone dan komputer yang dimiliki siswa, karena tidak semua siswa mempunyai handphone, sehingga aplikasi ini disimpan di Laboratorium komputer sekolah dan diinstal di handphone guru matematika.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS WEBSITE DI SMP ISLAM KEPANJEN Jimi Kurniawan; Timbul Yuwono; Yuniar Ika Putri Pranyata
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol 16, No 1: Juni 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v16i1.14194

Abstract

Siswa ketika belajar tentang konsep volume dari materi bangun ruang mengalami kesulitan membayangkan bangun ruang tersebut. Pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif dengan berbasis teknologi web dapat memfasilitasi pembelajaran bangun ruang sisi datar lebih luas dan fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran bangun ruang sisi datar berbasis website yang valid, praktis dan efektif, terhadap hasil belajar siswa. Penelitian pengembangan ini menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahap: analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian ini terdiri dari 20 siswa kelas VIII A SMP Islam Kepanjen. Pengumpulan data dengan menggunakan angket dan tes. Hasil validasi penelitian pengembangan ini mendapatkan penilaian dari ahli media 3,50, ahli materi 3,53 dan ahli pembelajaran 3,66 dengan kategori “valid “. Hasil validasi kepraktisan media pembelajaran pada lapangan terbatas dengan rata-rata 3,69 dan ujicoba lapangan luas rata-rata 3,69 termasuk dalam kategori “praktis”. Hasil media pembelajaran berdasarkan hasil penilaian angket uji coba lapangan terbatas berdasarkan keefektifan diperoleh rata-rata ketuntasan sebesar 80% dan ujicoba lapangan luas diperoleh 81 % termasuk dalam kategori “efektif ”.
Pemanfaatan Potensi Produk Lokal Papua Barat Daya Melalui Pendampingan Pembuatan Kerupuk Sagu Samsul Arifin; Sri Haryani; Yuniar Ika Putri Pranyata; Djoko Adi Susilo
BANTENESE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2024): Bantenese : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Pusat Studi Sosial dan Pengabdian Masyarakat Fisipkum Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ps2pm.v6i1.8188

Abstract

Kegiatan pengabdian ini berlatarbelakang kearifan lokal masyarakat papua barat berupa makanan khas yakni sagu. Sagu kebanyakan diolah menjadi papeda dan kue seperti sagu broncong, bagea, sinole, sagu kelapa, dan sagu bungkus apatar, oleh karenanya masyarakat perlu dikenalkan snack ringan yang tidak membosankan sebagai variasi rasa untuk dimakan bersama keluarga. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk pendampingan pembuatan kerupuk berbahan dasar sagu. Peserta kegiatan adalah peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Kais. Metode pendampingan berupa pendampingan kewirausahaan, yaitu: pemberian bimbingan kepada peserta didik dalam praktik pembuatan kerupuk sagu. Sistematika langkah metode pengabdian meliputi: identifikasi kebutuhan, perencanaan pendampingan, pelaksanaan pendampingan, evaluasi dan pembaharuan, dokumentasi dan penyebarluasan hasil, dan pemantauan keberlanjutan. Selama proses pendampingan, peseta didik terlihat senang terlibat langsung dalam pembuatan dan antusias menyampaikan pertanyaan. Kegiatan ini berdampak positif pada pembentukan karakter peserta didik seperti kritis, kreatif, rajin, tekun, dan mandiri.
DEVELOPMENT OF STRUCTURED STUDENT WORKSHEETS ON PROBLEM-BASED LEARNING MATERIAL LINEAR EQUATIONS WITH ONE VARIABLE Rismarini, Rani Yunita; Hariyani, Sri; Pranyata, Yuniar Ika Putri
EDUPEDIA Vol 8, No 1 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ed.v8i1.2396

Abstract

This research was conducted because the effectiveness of using Student Worksheets (LKS) at the junior high school level is still inadequate. This research aims to develop structured worksheets for problem-based mathematics learning with material on linear equations in one variable that is valid, practical, and effective. This research refers to the ADDIE development model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation. This worksheet is designed to guide seventh-grade junior high school students in understanding the basic concepts of linear equations in one variable, identifying the elements in the equation, mastering techniques for solving linear equations, and applying these concepts in real-world situations. The structured worksheets developed were tested according to the level of validity, practicality, and effectiveness. LKS validation is carried out by material substance experts and teaching material design experts. The practicality assessment was obtained from the results of the student response questionnaire. Assessment of the effectiveness of structured worksheets is obtained from the results of problem-based test questions. Structured worksheets contain student orientation to problems, organized learning activities, individual and group investigations, presentation of work results, as well as analysis and evaluation of the problem-solving process. Material substance validation showed a score of 3.819, which is very valid, while design validation showed a score of 3.70, which is very valid. The practicality test shows a score of 3.53, which is very practical, while the effectiveness test shows an average score of 77, which is very effective. Thus, structured worksheets used as tools in problem-based learning methods help students maximize their abilities in problem-solving. This research is important to carry out to facilitate teachers in providing worksheets that suit students' needs. By integrating these worksheets into classroom learning activities, it is hoped that they can help students solve mathematical problems, improve thinking patterns, and support more effective mathematics learning.
Optimizing education primary selection in universities: A fuzzy inference system with the mamdani method Mandala, Arif Sapta; Pranyata, Yuniar Ika Putri
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : IAIN Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v7i1.2596

Abstract

Pemilihan jurusan pendidikan yang tepat sangat penting untuk perencanaan karir, terutama bagi calon-calon guru. Keputusan pemilihan jurusan ini seringkali sulit diambil karena berbagai faktor yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Fuzzy Inference System (FIS) dengan metode Mamdani untuk membantu calon mahasiswa guru di universitas pendidikan dalam memilih jurusan yang sesuai. Pengembangan sistem FIS menggunakan metode RAD (Rapid Application Development). Kriteria yang digunakan untuk pengolahan data melalui FIS meliputi nilai CBT pada tahun 2023, kapasitas jurusan, dan minat mahasiswa pada tahun 2022 khusus dalam kelompok SAINTEK di Indonesia. Mamdani digunakan untuk memberikan rekomendasi berdasarkan data calon mahasiswa terkait kemampuan kognitif, literasi bahasa, dan penalaran matematis. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem ini dapat digunakan dalam membimbing calon mahasiswa saintek dalam memilih jurusan yang sesuai dengan minat dan potensi mereka. Penelitian ini secara khusus memberikan manfaat bagi calon mahasiswa SAINTEK yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di universitas-universitas pendidikan di Indonesia, dengan memberikan panduan yang terstruktur dan sistematis untuk pemilihan jurusan. Choosing the right education major is very important for career planning, especially for prospective teachers. Choosing a major is often challenging due to various complex factors. This research aims to develop a Fuzzy Inference System (FIS) using the Mamdani method to help prospective student teachers at educational universities choose an appropriate major. FIS system development uses the RAD (Rapid Application Development) method. The criteria used for data processing through FIS include CBT scores in 2023, department capacity, and student interest in 2022, specifically in the SAINTEK group in Indonesia. Mamdani provides recommendations based on prospective student data regarding cognitive abilities, language literacy, and mathematical reasoning. The results show that this system can guide prospective science and technology students in choosing majors that suit their interests and potential. This research provides explicit benefits for prospective SAINTEK students who wish to continue their education at tertiary institutions at educational universities in Indonesia by providing structured and systematic guidance for selecting majors.