Claim Missing Document
Check
Articles

KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS YANG DI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BUDI SETIA LANGOWAN Geraldo Gerungan; Fat Buang Runtu; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.568

Abstract

AbstrakPenyakit paru obstruktif kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Meskipun biasanya terjadi pada perokok, PPOK bisa juga terjadi pada orang yang tidak merokok akibat pajanan polusi udara. 64,9 persen laki-laki dan 2,1 persen perempuan masih menghisap rokok tahun 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik penderita PPOK di RS Budi Setia Langowan Tahun 2015. Populasi dan sampel adalah data penderita PPOK rawat inap di RS Budi Setia Langowan sebanyak 44 data (total sampling) data univariat disampaikan secara deskriptif. Proporsi penderita PPOK berdasarkan sosiodemografi diperoleh proporsi tertinggi pada kelompok umur ≥ 60 tahun sebesar 72,7%, dengan proporsi laki-laki 79,5% dan perempuan 20,5%, pendidikan SD 77,3%. dan pekerjaan petani 40.9%. Proporsi pasien menurut riwayat merokok sebesar 79.5% Berdasarkan keadaan medis, keluhan tertinggi adalah batuk berdahak dengan proporsi 100%. Lama rawatan rata-rata adalah 3,93 hari. Diharapkan kepada pihak Rumah sakit Budi Setia Langowan agar dapat memberikan penyuluhan dan informasi secara berkala khususnya tentang PPOK bagi keluarga penderita agar pencegahan dan penanganan PPOK dapat dilakukan secara maksimal. Diharapkan juga untuk melengkapi pencatatan rekam medik khususnya yang berkaitan dengan PPOK misalnya lama merokok dan sumber pembiayaan pasien sehingga dapat memudahkan analisis data.Kata kunci: Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), karakteristik penderita, RS Budi Setia AbstractChronic obstructive pulmonary disease (COPD) is one of the causes of morbidity and mortality around the world. Although usually occur in smokers, COPD can also occur in people who don't smoke due to air pollution exposure. 64.9 percent male and 2.1 percent women are still smoking in 2013 according to RISKESDAS. This is a retrospective descriptive study and aimed to find out the characteristics of COPD patients in Budi Setia Langowan hospital 2015. The population and sample of COPD patients hospitalized in Budi Setia Hospital, univariate data are presented descriptively as many as 44 patient (total sampling). The proportion of patients with COPD based on sociodemographic obtained the highest proportion at the age group of ≥ 60 with the amount of 72.7%, the proportion of males are 79.5% and females 20.5%. Patients with elementary school education are 77,3%, and farmers 40,9%. The proportion of patients according their smoking history is 79.5%. Based on the medical condition, the highest complain was coughing phlegm. The average patient treatment was 3.93 days. The hospital are expected to provide counseling and periodic information especially about COPD for patients' family so that prevention and treatment of COPD can be done optimally. The medical record departement are expected to complete the registration of medical records, especially related to COPD patients smoking history and patients financing source so the data analysis can be done more easily. Keywords: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD), characteristics of COPD , Budi Setia Hospital
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN SADARI PADA SISWI KELAS 12 SMA NEGERI 2 BITUNG Gloria Tuelah; Agusteivie Telew; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 1. FEBRUARI 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i1.573

Abstract

ABSTRAKKanker payudara merupakan ancaman serius dan menakutkan bagi kaum perempuan. Estimasi insidens kanker payudara di Indonesia ialah 13,8% penderita berada pada umur 15 – 39 tahun. Prevalensi kanker payudara di Sulawesi Utara sebesar 0,3% dengan estimasi jumlah penderita sebanyak 346 penderita berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar 2013. Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) adalah pilihan cara pencegahan kanker payudara yang baik dilakukan karena hampir 86% benjolan di payudara ditemukan oleh penderita sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan tindakan Sadari pada siswi SMA Negeri 2 Bitung Tahun 2017. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 29 - 31 Maret 2017 di SMA Negeri 2 Bitung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional dengan menggunakan pendekatan studi cross sectional, dengan jumlah populasi sebesar 211 responden dan besar sampel ditentukan dengan rumus slovin berjumlah 138 responden. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner kepada responden. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisis uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai r=0,444 untuk kategori pengetahuan dengan tindakan Sadari dan nilai r=0,573 untuk kategori sikap dengan tindakan Sadari. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dan tindakan Sadari dan juga tidak terdapat hubungan antara sikap dengan tindakan Sadari. Diharapkan untuk melakukan promosi kesehatan pada masyarakat bukan hanya pada wanita dewasa saja tetapi juga pada siswi-siswi SMA tentang bahayanya kanker payudara dan juga bagaimana caranya melakukan tindakan Sadari.Kata Kunci : Hubungan, Sadari, SMA N 2 Bitung. ABSTRACTBreast cancer is a serious threat or a frightening specter for women. Estimated incidence of breast cancer in Indonesia is 13.8% of patients at the age of 15-39 years. Prevalence of breast cancer in North Sulawesi is 0.3% with an estimated number of patients as many as 346 patients based on 2013 Basic Health Research data. Breast self-examination (BSE) is a good choice of breast cancer prevention because almost 86% of breast lumps were found by patients own. This study aims to determine the relationship between knowledge and attitude with the action Sadari on female students SMA Negeri 2 Bitung Year 2017. The research method used is observational by using cross sectional study approach, with a sample of 138 respondents. Data were collected through interviews using questionnaires to respondents. Data processing was done by using chi-square test analysis. The results showed p value = 0.444 for knowledge category with action realized and p value = 0.573 for the attitude category with action aware. This shows that there is no connection between knowledge and action Realize and also there is no relationship between attitude with action Realize. It is expected to conduct health promotion to the community not only in adult women but also in high school students about the dangers of breast cancer and also how to do the action realize.Key Words : Relation, BSE, SMA Negeri 2 Bitung
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU AMAN BERKENDARA (SAFETY RIDING) PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI KOTA MANADO Demsi Ilantang Lumente; Agusteivie Telew; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 2. MEI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1129

Abstract

Abstrak Data Global Status Report in Safety Road 2018 menunjukkan jumlah kematian karena kecelakaan lalu lintas terus menigkat mencapai 1,35 juta jiwa pada tahun 2016 dan merupakan penyebab kematian urutan kedelapan bagi orang-orang dengan segala usia di dunia, bahkan kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian untuk anak-anak dan orang dewasa muda 5-29 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku aman berkendara (safety riding) pada pengemudi ojek online di kota manado. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku aman berkendara meliputi peran teman kerja, masa berkendara, kondisi kendaraan dan ketersediaan alat pelindung diri. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yaitu sejumlah 116 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus dan September 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Data penelitian kemudian diolah dengan uji Chi Square untuk melihat adakah pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Didapatkan hasil variabel yang memiliki pengaruh yaitu Peran Teman Kerja (pValue=0,007), Kondisi Kendaraan (pValue=0,003) dan Variabel yang tidak memiliki pengaruh adalah Masa Berkendara (pValue=0,555), Ketersediaan Alat Pelindung Diri (pValue=0,657). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh antara faktor peran teman kerja, kondisi kendaraan dan tidak ada pengaruh masa berkendara, ketersediaan apd terhadap perilaku aman berkendara (safety riding) pada pengemudi ojek online di kota manado.
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN PROGRAM P2 ISPA DI PUSKESMAS TARERAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN Maria Oroh; Nancy Bawiling; jilly Toar
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 1. No 4. NOVEMBER 2020
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.v1i4.1256

Abstract

Pelayanan BPJS Kesehatan yang bermutu adalah salah satu aspek dalam pelayanan kesehatan yang merupakan faktor penting dalam mencapai kepuasan pasien. Kepuasan pasien merupakan perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja pelayanan kesehatan yang diperolehnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan BPJS Kesehatan dengan kepuasan pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di instalasi rawat inap kelas III Rumah Sakit Umum Daerah Biak Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu pasien yang dirawat di instalasi rawat inap kelas III sebanyak 40 pasien dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling dengan jumlah 40 pasien. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dengan derajat kepercayaaan 95% dan tingkat kesalahan 0,05. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square menunjukan bahwa nilai p pada variabel mutu pelayanan = 0,000 dan nilai p pada variabel kepuasan pasien = 0,000. Kesimpulan berdasarkan hasil uji Chi-square menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel mutu pelayanan dengan variabel kepuasan pasien. Berdasarkan penelitian ini disarankan BPJS Kesehatan lebih meningkatkan lagi mutu pelayanan kesehatan dan meningkatkan sosialisai program-program BPJS Kesehatan terutama di daerah perdesaan. Kata kunci : Mutu pelayanan, BPJS Kesehatan, Kepuasan Pasien
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI KEBIASAAAN BARU NEW NORMAL SAAT PANDEMI CORONA VIRUS (COVID-19) DI DESA PONOMPIAAN KECAMATAN DUMOGA Injillia Jacobis; Richard Andreas Palilingan; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1639

Abstract

New normal dimaknai sebagai perubahan perilaku masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal dan sebagai skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat dalam menghadapi kebiasaan baru (new normal) di Desa Ponompiaan, Kecamatan Dumoga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan terdiri dari Kepala Desa, Ketua BAMAG, Ketua Karangtaruna, Guru, dan Masyarakat Biasa. Hasil penelitian menunjukkan di Desa Ponompiaan sebagian besar masyarakat Desa Ponompiaan sudah memiiki persepsi yang cukup baik mengenai pola hidup new normal pada masa pandemi COVID-19. Sebagian kecil masih memiliki persepsi yang kurang terhadap pola hidup tersebut dan Sikap masyarakat dalam menghadapi new normal saat pandemi COVID-19 berjalan kurang optimal. Hal ini ditunjukkan dengan kepatuhan masyarakat melaksanakan protokol kesehatan tidak sesuai dengan anjuran dari pemerintah. Selain itu, kurangnya ketegasan Pemerintah Desa dalam pelaksanaan new normal mengakibatkan longgarnya kegiatan new normal di Desa Ponompiaan
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 DENGAN KEPATUHAN PHYSICAL DISTANCING PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN PAPAKELAN KECAMATAN TONDANO TIMUR KABUPATEN MINAHASA Stevani Gea; Achmad Paturusi; Nancy Bawiling
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1826

Abstract

COVID-19 ialah jenis virus yang dapat menyebabkan penyakit pernapasan bahkan kematian yang penyebarannya sangat cepat. Oleh karena itu, Organisasi Kesehatan Dunia merekomendasikan physical distancing untuk menghindari penyebaran virus ini. Untuk mematuhi himbauan ini, masyarakat harus memiliki pengetahuan yang benar tentang virus corona dan physical distancing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang virus corona dengan kepatuhan physical distancing di Kelurahan Papakelan Kecamatan Tondano Timur Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif-korelatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang diteliti ialah 100 responden terdiri dari masyarakat Kelurahan Papakelan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner google form, setelah itu data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat nilai p yang signifikan sebesar 0,000 (p < 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan tentang virus corona dengan kepatuhan physical distancing.  
DETERMINAN KEPATUHAN MASYARAKAT KABUPATEN MINAHASA TERHADAP KEBIJAKAN PHYSICAL DISTANCING DALAM PENCEGAHAN COVID-19 Nancy Bawiling; jilly Toar; lamhot pasaribu
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 3. AGUSTUS Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/ejkmu.vi.1899

Abstract

Kabupaten Minahasa ialah salah satu kabupaten dengan angka kejadian Covid-19 paling tinggi di Sulawesi Utara, sehingga  pemerintah setempat memberlakukan kebijakan physical distancing yang diharapkan untuk memutus penyebaran virus ini. Namunkejadian Covid-19 yang terkonfirmasi terus melonjak akibat rendahnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk melihatdeterminan yang berhubungan dengan kepatuhan kebijakan physical distancing dalam pengendalian Covid-19 pada masyarakat Kabupaten Minahasa. Metode penelitian yang dipakai ialah kuantitatif survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 400 orangyang dikumpulkan secara cluster random samplingmelalui kuesioner dalam bentuk (google form). Data dianalisis pakai univariat, bivariat dengan uji chi square, serta multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan kebijakan physical distancing ialah sikap (p-value 0,002), pengetahuan (p-value 0,021), tingkat pendidikan (p-value 0.000), serta lingkungan sosial budaya (p-value 0,020). Faktor yang dominan hubungannya dengan kepatuhan kebijakan physical distancing ialah tingkat pendidikan (OR=5,591) setelah  dikontrol oleh faktor sikap, pengetahuan, dan lingkungan sosial budaya.Kesimpulan penelitian ini ialah sikap, pengetahuan, tingkat pendidikan, serta lingkungan sosial budaya memiliki hubungan signifikan dengan kepatuhan kebijakan physical distancing. Saran dari penelitian ini ialah diharapkan pemerintah setempat mempertegas pelaksanaan kebijakan physical distancing khususnya bagi masyarakat yang belum di vaksin. Kata kunci: Kepatuhan, COVID-19, Kebijakan Physical distancing
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN PADA SISWA KELAS V - VI di SD GMIM WUWUK Melany Rori; Nancy Bawiling; Deviana Pratiwi Munthe
Epidemia : Jurnal Kesehatan Masyarakat Unima Volume 2. No 1. FEBRUARI Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerilaku cuci tangan telebih cuci tangan pakai sabun merupakan sasaran penting dalam promosi kesehatan, khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku cuci tangan pakai sabun ternyata buka merupakan perilaku yang biasa dilakukan sehari-hari oleh masyarakat pada umumnya. Sebagai populasi yang rentan terserang penyakit, 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia meninggal setiap tahunnya karena penyakit ISPA dan diare dan menjadikannya penyebab utama kematian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas V - VI SD GMIM Wuwuk. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V - VI yang berjumlah 36 orang. Sampel diambil dengan menggunakan metode Total Sampling. Uji statistik yang dipakai yaitu uji chi-square.Hasil Penelitian menunjukkan Variabel Pengetahuan dengan kategori tinggi ada 80,5% atau 29 responden. Variabel Perilaku cuci tangan pakai sabun yang baik ada 50,0% atau 18 responden dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun pada siswa kelas V-VI SD GMIM Wuwuk dengan nilai p 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Terdapat Hubungan antara Pengetahuan dengan Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa Kelas V-VI SD GMIM WuwukKata Kunci: Pengetahuan, Perilaku Cuci tangan pakai sabun dan SD GMIM Wuwuk.AbstractHand washing behavior especially hand washing with soap is an important target in health promotion, especially related to clean and healthy living behavior. The behavior of washing hands with soap turns out to be a behavior that is usually carried out by the community in general. As a population that is vulnerable to disease, 3.5 million children worldwide die each year due to ARI and diarrheal diseases and make it the main cause of child mortality. This study aims to determine whether there is a relationship between knowledge and the behavior of washing hands with soap in grades V - VI SD GMIM Wuwuk. The population in this study were all students of class V - VI, amounting to 36 people. Samples were taken using the Total Sampling method. The statistical test used is the chi-square test. The results showed that there were 80.5% or 29 respondents in the Knowledge Variable with high category. The variable of good hand washing behavior with soap was 50.0% or 18 respondents and there was a significant relationship between knowledge and hand washing behavior with soap in class V-VI SD GMIM Wuwuk with a p value of 0.000. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and behavior of washing hands with soap in class V-VI students of SD GMIM WuwukKeywords: Knowledge, Hand washing behavior with soap and GMIM Wuwuk Elementary School.
GAMBARAN KELELAHAN KERJA TERHADAP PARA KARYAWAN DI RUMAH MAKAN BAKSO CAMPUR SURABAYA KELURAHAN MATANI III TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON TAHUN 2020 Angelina Amelia Turang; Nancy Silvia Bawiling; Jilly Toar
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 2 No. 1: 2021
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v2i1.1181

Abstract

Kelelahan merupakan proses penurunan kondisi fisik tubuh, performa kerja dan motovasi kerja pada karyawan rumah makan. Dimana para karyawan yang bekerja di rumah makan sering mengalami kelelahan akibat dari faktor ekternal seperti beban kerja, shift kerja dan lingkungan kerja, bahkan karyawan dapat mengalami kelelahan dilihat dari kelelahan secara umum misalnya sering lupa, perasaan ingin berbaring, dan ngantuk. penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2020. Dengan menggunakan teknik pengamabilan sampel secara total sampling, sampel dalam penelitian ini berjumlah 23 orang. Data yang diolah dan dianalisis menggunakan SPSS. Hasil yang di peroleh yaitu Berdasarkan kelelahan secara umum yang mengalami kelelahan berjumlah 8 (34.8%) responden sedangkan yang tidak mengalami kelelahan berjumlah 15 (65.2%) responden. Berdasarkan shift kerja yang mengalami kelelahan akibat shift kerja berjumlah 8 (34.8%) responden sedangkan yang tidak mengalami kelelahan akibat shift kerja 15 (65.2%) responden. Berdasarkan lingkungan kerja yang mengalami kelelahan akibat lingkungan kerja 12 (52.2%) responden sedangkan yang tidak mengalami kelelahan akibat lingkungan kerja berjumlah 11 (47.8%) responden.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP KERJA DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PENJAHIT DI PASAR TONDANO TAHUN 2020 Kartika Majuntina; Achmad Paturusi; Nancy Sylvia Bawiling
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 2 No. 1: 2021
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v2i1.1203

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat kerja. Keluhan muskuloskeletal, yaitu keluhan yang terjadi pada bagian otot skeletal yang dirasakan oleh seseorang seperti dari keluhan sangat ringan sampai sangat sakit. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain yang bersifat cross sectional, yaitu data yang dikumpulkan dari objek yang sama atau berbeda, dengan instrumen yang sama atau berbeda, tetapi dalam interval waktu yang tidak sama. Populasi penelitian ini adalah seluruh penjahit di Sanudin Indah Stile Tailor, dengan jumlah 30 pekerja. Hasil kuesioner Nordic Body Map menunjukkan bahwa keluhan muskuloskeletal yang dialami penjahit berada pada kategori rendah dan sedang. Penetapan kategori keluhan muskuloskeletal tersebut didapatkan dari perhitungan skor Nordic Body Map terhadap 30 pekerja penjahit. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian mengenai hubungan sikap kerja dan keluhan muskuloskeletal yang diuji menggunakan uji Chi Square dengan melihat hasil fisher’s exact test nya menunjukkan bahwa (p=0,042 < 0,05) yang artinya ada hubungan antara sikap kerja dengan keluhan muskuloskeletal pada pekerja penjahit di Pasar Tondano.
Co-Authors Achmad Paturusi Agusteivie Albert Jefta Telew Ahmad Paturusi Ahmad Paturusi Albertus Billy Titirlolobi Alva Sahiri Alexander Supit Andre Samuel Langkai Angansani Polnika Prang Angelina Amelia Turang Angely Belahdita Dayoh Anuardin Mokoagow BUKROANAH AMIR MAKKAU Cindy Pamela C Munaiseche Dawid, Nivantri Delia Demsi Ilantang Lumente Deviana Pratiwi Munthe Dunggio, Hairudin Fat Buang Runtu Fentje Welliam Langitan Geraldo Gerungan Gita Cahyani Mokoagow Gloria Tuelah Hajingo, Mega Silvia Hiskia Kamang Manggopa I Nyoman Adi Putra I Wayan Gede Suarjana Ilham Salam Injillia Jacobis Jilly Angle Priskila Rengkuan Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Kaleb S. Harilama Kartika Majuntina Ketut Tirtayasa Koba, Tujiro I. Kumayas, Mira lamhot pasaribu Laotji, Novianty Gabriella Lucyana Leonita Pongoh Lukas, Glerenza Lumopa, Cessilia Cristina Lumowa, Novelia Novia Lumowa, Silvana Jinny Damaris Mandey, Gissella Maria Oroh Maxi Moleong Meity Martina Pungus Melany Rori Mondigir, Jeliny V. Montovani, Glen K. R. Nasar, Inez Zulfitri Ningsih, Andi Pramesti Novelia Novia Lumowa Palilingan, Richard Andreas Penaonde, Lidia Evling Monika Poene, Diana Claudia Pondaag, Daniel Figo Prycilia Pingkan Mamuaja Purukan, Ade Jovi Putri Farmi Thalia Abudi Rapar, Yesika Novita Esra Rissa Della Azjara Rumopa, Henrico N. Sanggamele, Rifay Sari, Tika Bela Serli Ompi Stevani Gea Sudirham, Sudirham Suyoko, Kezia Mirachelly Tabuni, Kure Theo W. E Mautang Tia Charenina Tiwa, Julen Kevin Toar, JilIy Vandy Andrey Manitik Vivi Peggie Rantung Waraney Dirk Siahaan Welliam A. Kawuwung