Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN SANITASI FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA BALITA DI DESA LANUT KECAMATAN MODAYAG KABUPATEN BOLAANG MOGONDOW TIMUR Rissa Della Azjara; Serli Ompi; Nancy Sylvia Bawiling
PHYSICAL: Jurnal Ilmu Kesehatan Olahraga Vol. 1 No. 2: 2020
Publisher : Fakultas ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/pj.v1i2.1471

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang anak di bawah 5 tahun (balita) dikarenakan kekebalan tubuh yang masih rentan terhadap berbagai penyakit. Di profinsi Sulawesi utara menurut Kementerian Kesehatan 2013 prevalensi ispa yaitu 24,7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sanitasi fisik rumah dengan kejadian ispa pada balita di Desa Lanut Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mogondow Timur, penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan rancangan cross sectional. Populasi yaitu seluruh balita di Desa Lanut Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mogondow Timur yaitu sebanyak 60 balita dan sampel sebanyak 57 balita yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-square dengan derajat kepercayaaan 95% dan tingkat kesalahan 0,05%. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-square menunjukan bahwa nilai P pada variabel luas ventilasi kamar = 0,603 nilai P pada variabel kelembaban udara kamar = 0,023 dan nilai P pada variabel kepadatan hunian kamar = 0,004. Kesimpulan berdasarkan uji Chi-square menyatakan bahwa ada hubungan bermakna antara variabel kelembaban udara kamar dengan kejadian ispa, ada hubungan yang bermakna antara variabel kepadatan hunian kamar dengan kejadian ispa, dan tidak terdapat hubungan antara luas ventilasi kamar dengan kejadian ispa. Berdasarkan penelitian ini di sarankan Dinas kesehatan dan Puskesmas melakukan penyuluhan tentang faktor resiko penyakit ispa balita.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS MODAYAG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Nancy Bawiling; Ahmad Paturusi; Novelia Novia Lumowa
OLYMPUS: Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 4 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jo.v4i1.7115

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus tipe II adalah penyakit tidak emenular yang menjadi masalah kesehatan di berbagai negara. Salah satu faktor resiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus Tipe II ialah kurangnya melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik penderita Diabetes Melitus dan untuk menilai tingkat aktivitas fisik pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis dan data primer dari kuesioner IPAQ yang sudah di uji reabilitas dan validitas. Populasi berjumlah 145 orang dan sampel di dapati sebanyak 40 orang menggunakan teknik Accidencial Sampling ditentukan dengan memperhatikan kriteri inklusi dan eksklusi di dapati berusia terbanyak 46-55 tahun, jenis kelamin terbanyak ialah perempuan 31 responden, pekerjaan IRT 25 responden dan lama menderita Diabetes Melitus Tipe II kurang lebih 10 tahun. Aktivitas fisik penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Modayaag Kab Bolaang Mongondow Timur, 10 (25.0%)responden melakukan aktivitas fisik ringan berupa kegiatan domestik contohnya mencuci piring dan memasak , 16 (40.0%) responden melakukan aktivitas fisik sedang berupa transportasi contohnya bersepeda dan aktivitas berat 14 (35.0%) responden melakukan aktivitas fisik berat berupak kegiatan waktu santai contohnya jogging. Kesimpulannya bahwa aktivitas fisik pada penderita Diabetes Melitus Tipe II ditemukan penderita lebih banyak melakukan aktivitas sedang. Dan diharapkan penderita Diabetes Melitus Tipe II perlu lebih meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga.
AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT STRES MAHASISWA AKHIR PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT Tia Charenina; Nancy Sylvia Bawiling; Richard Andreas Palilingan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 3 (2023): SEPTEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i3.17858

Abstract

Mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi atau tugas akhir sangat rentan mengalami stres. Salah satu cara yang sangat baik untuk mengendalikan kondisi ini adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan tingkat stres mahasiswa akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-April tahun 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini terdiri dari 154 mahasiswa dan sampel erdiri dari 60 mahasiswa, didapat dari mahasiswa aktif angkatan 2018-2019 Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat. Menggunakan Kuesioner IPAQ-SF (Short-International Physical Activity Quistionnare) untuk aktivitas fisik dan Kuesioner PSS-10 (Perceived Stress Scale) untuk tingkat stres. Hasil analisa data dengan menggunakan uji Spearman’s Rho menunjukkan bahwa diperoleh hasil nilai sig. 0.283. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan tingkat stres, sedangkan nilai r -0.155 menunjukkan tingkat kekuatan korelasi adalah hubungan yang sangat lemah dan bernilai negatif yang artinya hubungan kedua variabel tidak searah. Kesimpulan tidak terdapat hubungan Aktivitas Fisik Dengan Tingkat Stres Mahasiswa Akhir Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA PASALAE GORONTALO UTARA Waraney Dirk Siahaan; Nancy Silvia Bawiling; Lucyana L. Pongoh
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19746

Abstract

Kesehatan merupakan salah satu indikator kesejahteraan bagi suatu bangsa di samping indikator ekonomi dan indikator Pendidikan. Selama pandemi COVID-19, cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis. Ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapat imunisasi dasar selama periode 2019-2021. Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Adanya pandemi COVID-19 mengakibatkan pelaksanaan imunisasi rutin tidak dapat berjalan optimal. Data beberapa tahun terakhir menunjukan terjadinya penurunan cakupan imunisasi rutin, baik itu imunisasi dasar maupun imunisasi lanjutan, yang cukup signifikan. Hal ini menyebabkan jumlah anak-anak yang tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap sesuai usia semakin bertambah banyak. Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat kita lihat dari adanya peningkatan jumlah kasus PD3I dan terjadinya Kejadian Luar Biasa atau KLB PD3I seperti campak, rubella dan difteri di beberapa wilayah Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Pasalae Gorontalo Utara.  Jenis penelitian yang digunakan yang digunakan adalah penelitian observasional menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study dengan jumlah sampel 30 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuisioner hubungan pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dan kelengkapan imunisasi dasar (p=0.141). kesimpulannya, berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kelengkapan imunisasi dasar dipengaruhi pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar.
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI PUSKESMAS MODAYAG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Ahmad Paturusi; Nancy Bawiling; Novelia Novia Lumowa
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jo.v4i2.8604

Abstract

Penyakit Diabetes Melitus tipe II adalah penyakit tidak emenular yang menjadi masalah kesehatan di berbagai negara. Salah satu faktor resiko terjadinya penyakit Diabetes Melitus Tipe II ialah kurangnya melakukan aktivitas fisik. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui karakteristik penderita Diabetes Melitus dan untuk menilai tingkat aktivitas fisik pada penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis dan data primer dari kuesioner IPAQ yang sudah di uji reabilitas dan validitas. Populasi berjumlah 145 orang dan sampel di dapati sebanyak 40 orang menggunakan teknik Accidencial Sampling ditentukan dengan memperhatikan kriteri inklusi dan eksklusi di dapati berusia terbanyak 46-55 tahun, jenis kelamin terbanyak ialah perempuan 31 responden, pekerjaan IRT 25 responden dan lama menderita Diabetes Melitus Tipe II kurang lebih 10 tahun. Aktivitas fisik penderita Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Modayaag Kab Bolaang Mongondow Timur, 10 (25.0%)responden melakukan aktivitas fisik ringan berupa kegiatan domestik contohnya mencuci piring dan memasak , 16 (40.0%) responden melakukan aktivitas fisik sedang berupa transportasi contohnya bersepeda dan aktivitas berat 14 (35.0%) responden melakukan aktivitas fisik berat berupak kegiatan waktu santai contohnya jogging. Kesimpulannya bahwa aktivitas fisik pada penderita Diabetes Melitus Tipe II ditemukan penderita lebih banyak melakukan aktivitas sedang. Dan diharapkan penderita Diabetes Melitus Tipe II perlu lebih meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BIAU Bawiling, Nancy Silvia; Pongoh, Lucyana L.; Lukas, Glerenza
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i3.42438

Abstract

Abstrak Status nutrisi yaitu kondisi tubuh sebagai akibat dari asupan nutrisi dan zat-zat gizi yang terkandung didalam makanan. Status gizi memiliki beberapa kategori yakni status, gizi lebih, status gizi sedang, status gizi kurang, status gizi baik dan status, gizi buruk. Asupan nutrisi atau makanan akan berdampak terhadap status nutrisi seseorang. Seseorang yang masuk dalam kategori status gizi kurang akan terjadi jika terdapat satu atau lebih zat gizi yang esensial yang kurang dalam tubuh. Kurangnya zat gizi khususnya yang terjadi pada anak bisa menimbulkan dampak negatif baik dalam waktu jangka pendek (akut) dan jangka waktu yang lama (kronik).Pola iasuh iorang itua imerupakan isegala ibentuk idan iproses iinteraksi iyang i iterjadi iantara iorang itua idan ianak iyang idapat imemberi ipengaruh iterhadap iperkembangan ikepribadian ianak. iStunting imerupakan ikondisi igagal itumbuh ipada ianak ibalita iakibat ikekurangan igizi ikronis ipada ipriode iawal ipertumbuhan idari i1.000 ihari ipertama ikehidupan isehingga ianak iterlalu ipendek iuntuk iusianya. ipenelitian iini imenggunakan imetode iDeskriptif idengan ipendekatan iCross iSectional yaitu penelitian dimana variabel independen dan variabel dependen diambil dalam waktu bersamaan. Teknik pengambilan sampell yaitu menggunakan teknik simple Random Sampling dengan jumlah sampel 91 responden. Data primer di kumpulkan melalui kuesioner untuk Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di wilayah kerja puskesmas Biau kabupaten Buol. Dari 91 responden, yang memiliki pola asuh orang tua yang baik ada 36 responden (39,5 %), dan pola asuh orang tua yang buruk sebanyak 55 responden (60,4%). Balita yang stunting sebanyak 79 responden (86,8 %), dan tidak stunting sebanyak 12 responden (13,1%). Hasil uji chi-Square menunjukkan bahwa nilai p= 0.000 dan α = 0.05 dimana p < α. Berdasarkan hasil uji chi-square dengan nilai signifikan yaitu 0.000 < 0.05, maka ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting di wilayah kerja puskesmas Biau Kabupaten Buol. Kata Kunci : Pola Asuh, Stunting, Orang Tua
TIPE POLA ASUH YANG EFEKTIF MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KECAMATAN KALONGAN KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Sanggamele, Rifay; Bawiling, Nancy; Telew, Agusteivie
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 8, No 3 (2023):
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v8i3.42558

Abstract

Abstrak Stunting merupakan gangguan pertumbuhan linear yang disebabkan oleh adanya malnutrisi asupan zat gizi maupun penyakit infeksi yang bersifat kronis. Kejadian tersebut ditunjukkan dengan nilai Z-Score tinggi badan menurut usia (TB/U) kurang dari -2 standar devisiasi (SD) berdasarkan standar WHO. Stunting disebabkan oleh faktor yang saling terkait secara tidak langsung salah satunya yaitu dipengaruhi oleh pola asuh anak yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tipe pola asuh yang efektif menurunkan angka kejadian stunting pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasi dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah responden 77 sampel. Hasil penelitian pada variabel stunting menggunakan perhitungan standar deviasi Z-score didapati 21 balita (27.3%) mengalami Stunting dan sebanyak 56 (72.7%) tidak mengalami stunting. Hasil penelitian didapati bawah tipe pola asuh demokratis diterapkan oleh 67 ibu (87%) dan tipe pola asuh tidak demokratis diterapkan 10 ibu (13%). Tipe pola asuh otoriter diterapkan oleh 50 ibu (64.9%) dan tipe pola asuh tidak otoriter diterapkan 27 ibu (35.1%). Tipe pola asuh permisif diterapkan oleh 28 ibu dan tipe pola asuh tidak permisif diterapkan 49 ibu (72.7%) perhitungan nilai chi-squre = 0.019 < a = 0.05. Hal ini diinterpretasikan bahwa ada kaitan yang signifkan antara tipe pola asuh otoriter dan permisif dengan stunting pada balita di Kecamatan Kalongan. Sehingga disimpulkan bahwa tipe pola asuh yang efektif dalam menurunkan stunting yaitu tipe pola asuh demokratis. Kata kunci: Tipe Pola Asuh, Stunting, Balita
ANALISIS POLA MAKAN DAN KEBIASAAN MEROKOK PADA ATLET REMAJA BOLA VOLI DI DESA TATELU KECAMATAN DIMEMBE Tiwa, Julen Kevin; Mokoagow , Anuardin; Bawiling, Nancy S.
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola makan dapat didefinisikan sebagai cara seseorang atau kelompok orang memenuhi kebutuhan mereka akan makanan, yang mencakup sikap, keyakinan, dan pilihan mereka tentang makanan. Merokok di kalangan remaja merupakan isu kesehatan yang signifikan di Indonesia. Ketika hal ini terjadi di kalangan atlet remaja voli, masalahnya menjadi lebih kompleks karena mempengaruhi performa olahraga. Bagi atlet remaja voli khususnya yang ada di desa tatelu, merokok dapat mengurangi kapasitas paru-paru, mengganggu stamina, dan meningkatkan risiko cedera dan juga dapat menciptakan citra negatif dan mempengaruhi moral tim. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan survei analitik menggunakan desain cross sectional, yang berarti pengumpulan data untuk variabel bebas dan terikat dilakukan dalam satu waktu yang sama. Dari hasil analisis statistik diperoleh nilai p sebesar 0,000, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pola makan dan kebiasaan merokok. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa di antara atlet remaja bola voli di Desa Tatelu, Kecamatan Dimembe, sebanyak 20% memiliki pola makan yang tergolong baik, sementara mayoritas, yaitu 50%, menunjukkan pola makan dengan frekuensi yang cukup. Kebiasaan merokok dari atlet remaja bola voli di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe menunjukkan atlet remaja yang merokok sebesar 35% sedangkan atlet remaja yang tidak merokok sebesar 65%. Sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kebiasaan merokok pada atlet remaja bola voli di Desa Tatelu Kecamatan Dimembe.
PROFIL KONDISI FISIK TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLA DENGAN PUNGGUNG KAKI Koba, Tujiro I.; Langitan, Fentje; Bawiling, Nancy S.
Olympus : Jurnal Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi Vol. 6 No. 01 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola pada siswa kelas II SMA Negeri 1 Touluaan. Keterampilan menggiring bola merupakan salah satu teknik dasar dalam permainan sepak bola yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap pemain. Dalam upaya meningkatkan keterampilan tersebut, diperlukan latihan yang terencana dan terarah dengan memperhatikan komponen kondisi fisik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test tanpa kelompok kontrol. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 hari, dan setiap hari dilakukan latihan dengan porsi dan intensitas tertentu. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan menggiring bola sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada pre-test diperoleh nilai signifikansi uji normalitas sebesar 0,373 dan pada post-test sebesar 0,826. Kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05, yang berarti data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa latihan yang diberikan memberikan pengaruh terhadap peningkatan keterampilan menggiring bola. Hal ini membuktikan bahwa komponen kondisi fisik, seperti kecepatan, koordinasi, kelincahan, dan kekuatan, memiliki kontribusi yang signifikan dalam mendukung peningkatan kemampuan menggiring bola siswa.
Analisis Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di PT Perikanan Nusantara (Persero) Bitung Dunggio, Hairudin; Toar, Jilly; Bawiling, Nancy S.
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bertujuan melindungi pekerja melalui pencegahan, pemeliharaan, dan peningkatan kesehatan kerja agar terhindar dari risiko pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelaksanaan sistem manajemen K3 di PT. Perikanan Nusantara Persero Bitung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan untuk memahami fenomena sosial melalui data kualitatif. Populasi penelitian adalah 45 pekerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pimpinan, HRD, supervisor, dan pekerja—total 4 informan yang dianggap memahami pelaksanaan K3 secara menyeluruh. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa uji validitas dan reliabilitas memenuhi syarat: r hitung (0.393) > r tabel (0.312), menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tingkat kepercayaan 95%. Nilai Cronbach’s Alpha = 1.12 (>0.9), membuktikan instrumen penelitian sangat reliabel. Triangulasi data dari kuesioner dan wawancara menunjukkan bahwa kesadaran karyawan terhadap K3 cukuptinggi. Namun, masih diperlukan peningkatan kualitas alat pelindung diri (APD) dan frekuensi pelatihan. Kedua sumber data juga menyoroti pentingnya peningkatan umpan balik dari manajemen atas laporan K3 dan perlunya keterlibatan karyawan dalam proses evaluasi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kebijakan K3 yang jelas serta menunjukkan komitmen terhadap keselamatan dan kesehatan kerja karyawan, meskipun masih ada beberapa area yang perlu ditingkatkan dalam implementasinya.
Co-Authors Achmad Paturusi Agusteivie Albert Jefta Telew Ahmad Paturusi Ahmad Paturusi Albertus Billy Titirlolobi Alva Sahiri Alexander Supit Andre Samuel Langkai Angansani Polnika Prang Angelina Amelia Turang Angely Belahdita Dayoh Anuardin Mokoagow BUKROANAH AMIR MAKKAU Cindy Pamela C Munaiseche Dawid, Nivantri Delia Demsi Ilantang Lumente Deviana Pratiwi Munthe Dunggio, Hairudin Fat Buang Runtu Fentje Welliam Langitan Geraldo Gerungan Gita Cahyani Mokoagow Gloria Tuelah Hajingo, Mega Silvia Hiskia Kamang Manggopa I Nyoman Adi Putra I Wayan Gede Suarjana Ilham Salam Injillia Jacobis Jilly Angle Priskila Rengkuan Jilly Toar Jonesius Eden Manopo Kaleb S. Harilama Kartika Majuntina Ketut Tirtayasa Koba, Tujiro I. Kumayas, Mira lamhot pasaribu Laotji, Novianty Gabriella Lucyana Leonita Pongoh Lukas, Glerenza Lumopa, Cessilia Cristina Lumowa, Novelia Novia Lumowa, Silvana Jinny Damaris Mandey, Gissella Maria Oroh Maxi Moleong Meity Martina Pungus Melany Rori Mondigir, Jeliny V. Montovani, Glen K. R. Nasar, Inez Zulfitri Ningsih, Andi Pramesti Novelia Novia Lumowa Palilingan, Richard Andreas Penaonde, Lidia Evling Monika Poene, Diana Claudia Pondaag, Daniel Figo Prycilia Pingkan Mamuaja Purukan, Ade Jovi Putri Farmi Thalia Abudi Rapar, Yesika Novita Esra Rissa Della Azjara Rumopa, Henrico N. Sanggamele, Rifay Sari, Tika Bela Serli Ompi Stevani Gea Sudirham, Sudirham Suyoko, Kezia Mirachelly Tabuni, Kure Theo W. E Mautang Tia Charenina Tiwa, Julen Kevin Toar, JilIy Vandy Andrey Manitik Vivi Peggie Rantung Waraney Dirk Siahaan Welliam A. Kawuwung