Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Analisis Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Pada Puskesmas Remboken Minahasa Alfrianti Tuti; Prycilia Pingkan Mamuaja; Richard Andreas Palilingan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1027

Abstract

Berdasarkan survei awal yang dilakukan peneliti di Puskesmas Remboken, menunjukkan bahwa Puskesmas Remboken telah memiliki beberapa unsur pendukung K3, seperti APD, pemilahan limbah medis, safety box, APAR, kotak P3K, dan IPAL. Namun, ketersediaan sarana tersebut belum cukup untuk menggambarkan efektivitas penerapan SMK3 secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penelitian untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan, kepatuhan penggunaan APD, pemantauan sarana K3, serta evaluasi program K3 di Puskesmas Remboken. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis secara mendalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Puskesmas Remboken Kabupaten Minahasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data, dan proses triangulasi mengenai penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di UPT Puskesmas Remboken, Kabupaten Minahasa, didapatkan hasil sebagai berikut: Kebijakan K3: Puskesmas Remboken telah memiliki komitmen tertulis yang kuat secara legalitas formal berupa SK Kepala Puskesmas Nomor 440/012/KP-RBK/2025 tentang Penerapan K3 serta dokumen komitmen bersama. Namun, penyebarluasan kebijakan masih timpang karena hanya mengandalkan jalur lisan (apel dan lokakarya mini) tanpa didukung oleh saluran komunikasi visual seperti poster atau banner K3 di area kerja. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Perencanaan K3: Fungsi organisasi K3 telah terbentuk lewat SK Tim K3 lintas profesi dan SOP dasar klinis. Akan tetapi, perencanaan strategis belum mapan karena puskesmas tidak memiliki Dokumen Program Kerja K3 Tahunan yang terstruktur dan alokasi dana di dalam RKA masih menumpang pada pos pemeliharaan umum (tidak memiliki pos anggaran mandiri), sehingga program berjalan insidental. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Pelaksanaan K3: Fasilitas keselamatan dasar seperti logistik APD medis dan sebaran unit APAR telah terpenuhi dengan baik di unit-unit kritis. Meskipun demikian, pelaksanaan K3 memiliki titik lemah kritikal akibat ketiadaan dokumen identifikasi risiko ilmiah (HIRARC), ketiadaan pelatihan/simulasi tanggap darurat, penanda titik kumpul yang tidak jelas, serta kelalaian pemeliharaan sarana yang ditandai dengan kosongnya kartu kontrol bulanan APAR dan adanya unit APAR yang kehilangan tekanan (zona merah). Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes); Evaluasi SMK3: Puskesmas Remboken berhasil menerapkan budaya keterbukaan pelaporan insiden yang dibuktikan dengan pencatatan akurat kasus petugas tertusuk jarum (needle stick injury) di Buku Register Pajanan IGD sesuai SOP. Namun, fungsi pengawasan sistemik belum berjalan optimal karena ketiadaan dokumen laporan khusus berkala K3 dan tidak digunakannya instrumen lembar ceklis inspeksi formal bulanan oleh Tim K3. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 52 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (K3 Fasyankes), pemantauan dan evaluasi kinerja K3 (Pasal 14); Tinjauan Ulang: Manajemen puskesmas telah menyelenggarakan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) pada Desember 2025 yang menghasilkan rekomendasi perbaikan (pengadaan APAR rawat inap). Namun, prinsip continual improvement mengalami stagnasi operasional karena seluruh tindak lanjut keputusan RTM tersebut belum direalisasikan akibat pengalihan prioritas anggaran puskesmas untuk program nasional penanganan stunting. Penjelasan ini mengacu pada peraturan: Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), peninjauan dan peningkatan kinerja SMK3 (Pasal 15).
Analisis Deskriptif Penggunaan Aplikasi Mobile JKN Dalam Mengurangi Antrian Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangian Kabupaten Bolaang Mongondow Studi Kualitatif Tirawani Agansi; Fredrik A. Makadada; Christian Bertom Pajung; Vera Tombokan; Prycilia Pingkan Mamuaja; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan aplikasi Mobile JKN dalam mendukung sistem antrianpelayanan kesehatan serta kendala yang dihadapi dalam penerapannya di Puskesmas Pangian. Penelitian inimenggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dandokumentasi terhadap tujuh informan yang terdiri atas Kepala Puskesmas, Dokter, dua Staf Loket Pendaftaran,dan tiga masyarakat peserta BPJS Kesehatan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN di Puskesmas Pangian belum optimalkarena fitur antrian online belum diterapkan. Aplikasi Mobile JKN masih dimanfaatkan untuk melihat kartuBPJS digital, mengecek status kepesertaan, dan memperoleh informasi pelayanan kesehatan. Akibatnya, prosespendaftaran pasien masih dilakukan secara manual sehingga penggunaan Mobile JKN belum mendukungpengurangan antrian pelayanan. Kendala yang ditemukan meliputi belum diterapkannya sistem antrian online,rendahnya pemahaman masyarakat terhadap penggunaan aplikasi, keterbatasan kemampuan penggunaanteknologi digital, serta kendala jaringan internet. Disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Mobile JKN diPuskesmas Pangian belum optimal dalam mendukung sistem antrian pelayanan kesehatan. Oleh karena itu,diperlukan peningkatan kesiapan sistem pelayanan dan sosialisasi agar pemanfaatan Mobile JKN dapat berjalanlebih efektif.
Pengaruh Mutu Pelayanan Rawat Jalan Terhadap Kepuasan Pasien BPJS Kesehatan Di Puskesmas Tandengan Arlini Wulandari Nender; Jilly Toar; Prycilia Pingkan Mamuaja; Anita C.C. Tengker; Christian Bertom Pajung; Yuliana Sattu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1552

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan danmeningkatkan kepuasan pasien. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertamamemiliki peran penting dalam memberikan pelayanan rawat jalan bagi peserta BPJS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mutu pelayanan rawat jalan berdasarkanlima dimensi SERVQUAL, yaitu bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), daya tanggap(responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy) terhadap kepuasan pasien BPJSKesehatan di Puskesmas Tandengan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2026 denganmelibatkan 50 responden peserta BPJS Kesehatan yang mendapatkan pelayanan rawat jalan diPuskesmas Tandengan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis datameliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas terhadappelayanan yang diberikan, yaitu sebanyak 25 responden (50,0%), cukup puas sebanyak 14responden (28,0%), sangat puas sebanyak 7 responden (14,0%), dan tidak puas sebanyak 4responden (8,0%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai R sebesar 0,904 dan RSquare sebesar 0,817, yang berarti mutu pelayanan rawat jalan memberikan kontribusi sebesar81,7% terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan. Hasil uji F diperoleh nilai F hitung sebesar214,109 dengan nilai signifikansi 0,000, sedangkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung sebesar14,632 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Terdapat pengaruh positif dan signifikanantara mutu pelayanan rawat jalan terhadap kepuasan pasien BPJS Kesehatan di PuskesmasTandengan.