Claim Missing Document
Check
Articles

Practice Qualitative Analysis Metabolit Sekunder Bagi Mahasiswa Kehutanan Ardhany, Syahrida Dian; Novaryatiin, Susi; Purnama, Ardiyansyah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 1 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i1.608

Abstract

Pendahuluan: Potensi sumber daya alam Kalimantan Tengah terutama tanaman yang mengandung senyawa bioaktif berkhasiat obat, kosmetika sangat melimpah, salah satunya di Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mungku baru Kalimantan Tengah yang dikelola Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) berkolaborasi dengan Borneo Nature Foundation (BNF), namun belum banyak diteliti ataupun dimanfaatkan dengan baik. Mahasiswa kehutanan UMPR sangat potensial untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan metabolit sekunder ini untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan yang nantinya dapat ditindaklanjuti dengan berkolaborasi lebih jauh bersama mahasiswa farmasi UMPR. Tujuan: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memotivasi, meningkatkan pengetahuan maupun skill lebih luas, serta menstimulasi ketertarikan mahasiswa kehutanan UMPR untuk melakukan penelitian terutama dalam hal pengujian kualitatif metabolit sekunder yang berasal dari tanaman. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi dua arah dan praktek secara langsung di laboratorium Fakultas Ilmu Kesehatan UMPR yang kemudian di evaluasi nilai pretest-posttest menggunakan kuisioner via google form dan dilanjutkan dengan pengolahan data secara statistik. Hasil: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dihadiri mahasiswa kehutanan UMPR sebanyak 20 peserta. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test dengan nilai maksimal 100, rata-rata nilai peserta 46 dan 91 dimana terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dari 20 peserta terdapat 18 peserta mengalami peningkatan nilai post-test dan 2 peserta dengan nilai yang sama baik pre-test maupun post-test. Nilai pre-test dan post-test ini dianalisis secara statistik (uji Wilcoxon) dengan hasil adanya perbedaan signifikan nilai pretest-posttest (P=0.000). Simpulan: Analisis statistik evaluasi nilai pretest-posttest menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai pretest-posttest (P= 0.000) yang dimaknai bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta tentang metabolit sekunder pada tanaman dan tata cara uji kualitatifnya.
Improvement of Quality and Quantity of Technology-Based Learning in Pharmacy and Medical Laboratory Technology Chusna, Nurul; Novaryatiin, Susi; Purbayanti, Dwi; Mulyani, Evi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Pratama, Mohammad Rizki Fadhil
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 2 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i2.7166

Abstract

The enhancement of technology-based learning in the fields of pharmacy and medical laboratory technology is imperative to keep pace with advancements in healthcare and educational methodologies. This study investigates the strategies and impacts of integrating cutting-edge technologies into the curricula of these disciplines. Key areas of focus include the implementation of virtual simulations, online learning platforms, and interactive multimedia resources. The research highlights how these technologies improve the quality of education by providing students with realistic, hands-on experiences that enhance their practical skills and theoretical knowledge. Additionally, the study explores the scalability and accessibility of technology-based learning, which contributes to increased student engagement and enrollment. By leveraging data analytics and feedback mechanisms, educators can tailor learning experiences to meet individual student needs, thereby improving learning outcomes. The findings suggest that the thoughtful integration of technology not only enriches the educational experience but also prepares students more effectively for the evolving demands of the healthcare industry. This research underscores the necessity of continuous investment in educational technologies to sustain the quality and quantity of learning in pharmacy and medical laboratory technology programs.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Masyarakat Kota Palangka Raya Melalui Literasi Kesehatan Tentang Penyakit Endemik: Efforts to Improve the Quality of Life of the Palangka Raya City Community through Health Literacy about Endemic Diseases Novaryatiin, Susi; Handayani, Rezqi; Safitri, Rika Arfiana; Ardhany, Syahrida Dian; Mulia, Dewi Sari; Purnama, Ardiyansyah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 3 No 3 (2025): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v3i3.804

Abstract

Pendahuluan: Penyakit endemik yang ditularkan oleh vektor seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), malaria, dan filariasis menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kota Palangka Raya. Literasi kesehatan merupakan salah satu upaya penting dalam peningkatan derajat kesehatan. Keberhasilan program pencegahan pemerintah seringkali terhambat oleh rendahnya tingkat literasi kesehatan masyarakat, yang menyebabkan praktik pencegahan tidak optimal dan keterlambatan dalam mencari pengobatan. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Kota Palangka Raya mengenai pencegahan dan penanganan penyakit DBD, malaria, dan filariasis. Metode: Metode yang digunakan adalah edukasi langsung di area Car Free Day (CFD) Bundaran Besar, Palangka Raya. Sebanyak 100 mahasiswa DIII Farmasi menyebarkan leaflet dan melakukan edukasi kepada masyarakat. Hasil: Seluruh 200 leaflet berhasil didistribusikan. Kegiatan ini berhasil menjangkau lebih dari 250 orang dan mendapat respons yang positif. Antusiasme masyarakat terlihat dari adanya interaksi dua arah, serta pertanyaan relevan seputar pencegahan, yang menunjukkan keberhasilan penyampaian informasi. Simpulan: Edukasi langsung di lokasi strategis seperti CFD efektif untuk diseminasi informasi jangka pendek. Meskipun demikian, disadari bahwa peningkatan pengetahuan tidak serta merta menjamin perubahan perilaku. Oleh karena itu, direkomendasikan agar kegiatan selanjutnya dapat mengkombinasikan penggunaan leaflet dengan metode yang lebih interaktif untuk dampak yang lebih berkelanjutan.
Hubungan Antara Tingkat Pendidikan dan Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasiaan di UPT Puskesmas Kasongan: Correlation of Education Degrees and Customer Satisfaction for Pharmaceutical Care at UPT Puskesmas Kasongan Mulia, Dewi Sari; Novaryatiin, Susi; Azkyannisa, Azizah
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v11i2.10490

Abstract

Public awareness of health demands high-quality healthcare services. Satisfactory pharmaceutical care will foster patient loyalty and, over time, enhance the image of the Community Health Center (Puskesmas). Patient satisfaction is the result of the gap between expectations and the perceived characteristics of the service received. Education, both formal and non-formal, plays an important role in shaping individuals’ ways of thinking, behavior, and attitudes, which ultimately contribute to the collective awareness of the community. Therefore, the purpose of this study is to determine whether there is a relationship between the level of education and patient satisfaction based on the five (5) dimensions of service quality. The method used in this research is descriptive-analytic with a quantitative approach. Based on the research results analyzed using SPSS and the Somers’ D bivariate correlation test, it showed that a weak correlation was only found in the empathy dimension with a    p-value of 0.431 and a correlation coefficient of 0.104. Thus, it can be concluded that there is no significant relationship between the level of education and patient satisfaction with pharmaceutical services at UPT Puskesmas Kasongan.
Science and Technology Ethics for Gen Z: Peningkatan Literasi Digital dan Kreativitas Menuju Karya Ilmiah Berkualitas Novaryatiin, Susi; Ardhany, Syahrida Dian; Purnama, Ardiyansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v1i2.416

Abstract

Generasi Z, yang lahir antara tahun 1997 dan 2012, tumbuh dalam era digital yang sarat inovasi dan kemajuan teknologi. Dikenal karena kreativitas dan keterampilan teknologi mereka, generasi ini merupakan pengguna utama internet di Indonesia, yang memberikan akses mudah terhadap informasi dan pembelajaran. Namun, kemudahan ini juga menimbulkan resiko penyalahgunaan, termasuk plagiarisme dan pelanggaran etika akademik. Oleh karena itu, penting untuk menekankan etika sains dan teknologi agar penggunaan teknologi dapat dilakukan secara bertanggungjawab. Peningkatan literasi digital juga menjadi kunci untuk membantu Generasi Z mengelola informasi dengan baik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Generasi Z mengenai etika sains dan teknologi, serta menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Sebanyak 28 mahasiswa Program Studi DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) terlibat dalam kegiatan yang membahas etika sains, publikasi karya ilmiah, dan etika teknologi. Kegiatan ini terdiri dari tahapan persiapan, pelaksanaan yang mencakup pre-test dan post-test, serta analisis hasil untuk mengevaluasi pemahaman mahasiswa. Rata-rata skor pre-test peserta adalah 62, sementara post-test menunjukkan peningkatan menjadi 81. Dari 28 peserta, 25 (89%) mengalami peningkatan nilai, dengan peningkatan terbesar pada aspek terminologi (93%) dan indeksasi jurnal (95%). Analisis menggunakan IBM SPSS versi 22 dan uji Wilcoxon menghasilkan nilai P=0.000 (P<0.05), menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta. Diharapkan, kegiatan ini dapat memperkuat budaya ilmiah dan meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa, serta mendukung kontribusi mereka dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Evaluasi Obat Kadaluwarsa dan Rusak di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Murjani Sampit Meilinda, Akeli; Guntur Satrio pratomo; Novaryatiin, Susi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v8i1.145

Abstract

Pengelolaan obat yang tidak efisien dapat menimbulkan masalah tumpang tindih anggaran serta pemakaian obat yang tidak tepat. Masalah pengolahan obat di rumah sakit masih sering terjadi di jaman sekarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk menciptakan pelayanan yang optimal agar tercipta mutu kesehatan pasien yang baik. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengelolaan obat Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif dengan mengambil data pada periode Juli-Desember 2023. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa di Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani terdapat 2.557 obat yang kadaluwarsa dan terdapat 1 botol obat rusak. Jenis obat yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah obat Suplemen/Vitamin sebanyak 15.769 dan bentuk sediaan yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah sediaan tablet yaitu sebanyak 26.821. Berdasarkan hasil perhitungan maka persentase obat kadaluwarsa adalah sebesar 0,54631% dan obat rusak sebesar 0,0001%.
Formulasi dan Evaluasi Facial Wash Berbasis Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) Sebagai Anti Jerawat: Formulation and Evaluation of Facial Wash Based on Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Extract as an Anti-Acne Agent Novaryatiin, Susi; Valensky, Lusia; Ardhany, Syahrida Dian
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9112

Abstract

Jerawat, atau acne vulgaris, merupakan salah satu permasalahan kulit yang umum dijumpai pada kalangan remaja. Kondisi ini disebabkan oleh produksi minyak berlebih dari kelenjar sebaceous, yang dapat memicu gangguan kulit abnormal. Umbi bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tannin, glikosida, dan triterpenoid yang memiliki potensi sebagai agen antijerawat. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi sediaan facial wash berbahan dasar ekstrak umbi bawang dayak yang diperoleh melalui metode perkolasi, sebagai solusi perawatan kulit antijerawat. Sediaan facial wash diformulasikan dengan konsentrasi ekstrak bawang dayak sebesar 5%, 10%, dan 15%, kemudian dievaluasi sifat fisiknya melalui uji organoleptik, pH, tinggi busa, dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang dayak dapat diformulasikan menjadi sediaan facial wash dengan karakteristik fisik yang memenuhi standar mutu. Secara organoleptik, sediaan memiliki bentuk cair kental, warna coklat muda hingga coklat tua, serta aroma khas bawang dayak yang masih menyengat pada formulasi F1, F2, dan F3. Berdasarkan evaluasi, sediaan ini memenuhi standar SNI, dengan tinggi busa yang baik (13-220 mm), pH sesuai keseimbangan kulit (4,5-6,5), serta daya sebar yang optimal (5,5-6,5 cm). Studi lebih lanjut diperlukan untuk meningkatkan aroma facial wash, menguji aktivitas antibakteri dan keamanan sediaan.
Formulasi Dan Evaluasi Mutu Fisik Body Scrub Beras Merah Dan Madu Kelulut Kalimantan Tengah Novaryatiin, Susi; Wulandari, Adeokta; Arfiana Safitri, Rika; Dian Ardhany, Syahrida
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 26 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v26i1.1898

Abstract

ABSTRAK Paparan radikal bebas dan penumpukan sel kulit mati secara terus-menerus dapat menyebabkan kondisi kulit kusam, kering, dan penuaan dini, sehingga diperlukan perawatan eksfoliasi fisik secara berkala menggunakan sediaan body scrub. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan body scrub inovatif dengan memanfaatkan potensi bahan alami lokal berupa beras merah dan madu kelulut khas Kalimantan Tengah, serta mengevaluasi mutu fisik sediaannya sebagai produk perawatan kulit. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengolahan biji beras merah menjadi butiran eksfoliator. Pengujian mutu fisik dilakukan melalui replikasi sebanyak tiga kali yang mencakup parameter organoleptik, homogenitas, nilai pH, daya lekat, daya sebar, dan identifikasi tipe emulsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik visual warna putih pucat, konsistensi semi-solid, dan aroma khas beras merah dengan tekstur butiran scrub yang kasar. Sediaan terbukti homogen dengan nilai pH rata-rata sebesar 7,06 ± 0,02, yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) 16-4399-1996 untuk sediaan kosmetik kulit. Selain itu, sediaan memiliki daya lekat rata-rata 7,6 ± 0,7 detik dan daya sebar 6,48 ± 0,15 cm, dimana keduanya masuk dalam kriteria ideal sediaan topikal yang memberikan kenyamanan penggunaan. Pengujian menggunakan metilen biru mengonfirmasi tipe emulsi M/A, yang memberikan keuntungan berupa sensasi dingin dan kemudahan saat dibersihkan dengan air. Kesimpulan utama penelitian ini adalah beras merah dan madu kelulut berhasil diformulasikan menjadi body scrub yang memenuhi seluruh parameter standar mutu fisik sediaan farmasi. Implikasi penelitian ini mendukung pengembangan kosmetik berbasis kekayaan hayati daerah sebagai agen eksfoliator dan antioksidan alami yang potensial bagi masyarakat. Kata Kunci : beras merah, body scrub, madu kelulut, mutu fisik, Kalimantan Tengah ABSTRACT Prolonged exposure to free radicals and the accumulation of dead skin cells contribute to dullness, dryness, and premature aging, necessitating regular physical exfoliation with effective body scrub formulations. This study aimed to develop an innovative body scrub utilizing local biodiversity from Central Kalimantan—specifically red rice (Oryza nivara) and stingless bee honey (kelulut honey)—and to evaluate the physical quality of the resulting preparation. The research methods involved processing red rice grains into exfoliating granules, which were then incorporated into the formulation. Physical quality evaluations were conducted in triplicate, including organoleptic properties, homogeneity, pH value, adhesion, spreadability, and emulsion type. The results revealed that the formulated body scrub exhibited a pale white color, semi-solid consistency, a characteristic red rice aroma, and a coarse texture suitable for exfoliation. The preparation was homogeneous with an average pH value of 7.06 ± 0.02, meeting the Indonesian National Standard (SNI) 16-4399-1996 for skin cosmetic preparations. Furthermore, the preparation demonstrated an average adhesion time of 7.6 ± 0.7 seconds and a spreadability of 6.48 ± 0.15 cm, both of which fall within the ideal range for topical applications to ensure user comfort. Methylene blue testing confirmed an oil-in-water (O/W) emulsion type, which is characterized by a cooling sensation and ease of rinsing. In conclusion, red rice and kelulut honey were successfully formulated into a body scrub that meets all standard physical quality requirements for topical cosmetic preparations. The implications of this research support the potential of regional natural resources as sustainable sources of exfoliating agents and antioxidants in cosmetic development. Keywords: body scrub, Central Kalimantan, physical quality, red rice, stingless bee honey
Scientific Writing Workshop: Jurnal Nasional Terakreditasi Bagi Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Ardhany, Syahrida Dian; Novaryatiin, Susi; Purnama, Ardiyansyah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.929

Abstract

Publikasi ilmiah memiliki peran strategis dalam pendidikan tinggi sebagai indikator mutu akademik serta pendukung transformasi perguruan tinggi menuju World Class University (WCU). Bagi mahasiswa farmasi, publikasi pada jurnal nasional terakreditasi tidak hanya mengembangkan kompetensi penelitian dan penulisan ilmiah, tetapi juga mulai diterapkan sebagai alternatif syarat kelulusan. Namun, keterbatasan pemahaman standar publikasi, kurangnya pengalaman menulis manuskrip, serta minimnya pemahaman alur publikasi masih menjadi kendala yang memerlukan penguatan kapasitas melalui pelatihan yang terstruktur. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa DIII Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMPR) mengenai penulisan dan publikasi artikel ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dalam bentuk workshop penulisan ilmiah.  Peserta sebanyak 29 mahasiswa farmasi UMPR. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berbasis platform Quizizz untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta berada pada kategori sangat tinggi, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 95,9 dan post-test sebesar 94,5. Penurunan nilai yang sangat kecil tidak bersifat substantif dan lebih dipengaruhi oleh kendala teknis saat evaluasi. Analisis butir soal menunjukkan bahwa tantangan utama peserta terletak pada pemahaman terminologi dan aspek prosedural publikasi, khususnya terkait istilah Letter of Acceptance (LoA) dan status submitted. Workshop penulisan ilmiah efektif dalam mempertahankan dan memperkuat pemahaman mahasiswa farmasi UMPR terkait publikasi ilmiah.
Scientific Writing For Medicinal Plants Research: Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Untuk Jurnal Internasional Bagi Mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya Novaryatiin, Susi; Ardhany, Syahrida Dian; Purnama, Ardiyansyah
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.946

Abstract

Indonesia, khususnya wilayah Kalimantan Tengah, memiliki kekayaan tanaman obat yang sangat potensial, yang secara empiris dan ilmiah terbukti memiliki aktivitas farmakologis. Meskipun potensi riset tanaman obat lokal sangat besar, pengembangan ini harus didukung oleh kemampuan publikasi ilmiah bereputasi internasional. Hal ini krusial agar temuan mengenai biodiversitas dan kearifan lokal tersebut dapat diakui serta memberikan dampak pada skala global. Tujuan kegiatan ini meningkatkan kompetensi mahasiswa Farmasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya dalam mentransformasikan hasil penelitian tanaman obat menjadi manuskrip ilmiah berkualitas internasional serta menguasai instrumen digital pendukung produktivitas. Pelatihan teknis interaktif ini melibatkan 29 mahasiswa Farmasi dengan  menggunakan metode pembelajaran aktif. Tahapan kegiatan meliputi evaluasi awal menggunakan aplikasi Quizizz, pemaparan materi terkait publikasi internasional, praktik langsung menggunakan laptop untuk mengakses perangkat journal finder, website terkait, serta aplikasi manajemen referensi. Skor rata-rata peserta meningkat signifikan dari 56.21 pada tahap pre-test menjadi skor 100.00 pada tahap post-test dengan nilai standar deviasi 0.000. Hasil uji Paired Samples T-Test menunjukkan nilai signifikansi P = 0.000 (P < 0.05), yang membuktikan pengaruh nyata intervensi pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan mahasiswa. Pelatihan ini secara signifikan meningkatkan kompetensi penulisan ilmiah mahasiswa. Metode praktik langsung dengan instrumen digital memiliki daya serap yang lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.