Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesiapsiagaan Kebencanaan Berbasis Kemaritiman di Wilayah Aceh Tamiang Pasca Bencana Banjir Bandang Masringgit Marwiyah Nst; Nurmaliana Sari Siregar; Meriah Kita Deliana N; Muhammad Sahid; Yusnidah Yusnidah; Restu Mujiono; Dirhamsyah Dirhamsyah; Yefta Vianus Marbun; Nursyahrul Ritonga; Nurul Hafilda
IRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (IRAJPKM) Vol 4 No 1 (2026): April
Publisher : CV. IRA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56862/irajpkm.v4i1.307

Abstract

Aceh Tamiang is a coastal region highly vulnerable to hydrometeorological disasters, including flash floods that have repeatedly affected settlements along riverbanks and coastal areas. Following the flash-flood disaster, the community required strengthened capacity in disaster safety and preparedness, particularly maritime-based approaches, given that most residents work as fishermen and live along the coast and riverbanks. This community empowerment program aimed to improve the community's knowledge, attitudes, and skills in facing disasters through maritime safety and disaster preparedness training. The methods included socialization, theoretical training, evacuation simulation, and practice with safety equipment (life jackets, rubber boats, and evacuation signage), which were evaluated through pre-tests, post-tests, and participatory observation. The results showed an increase in participants' knowledge and skills in identifying hazard signs, evacuation routes, and maritime-based self-rescue procedures. The community also demonstrated a more prepared and responsive attitude toward potential subsequent disasters. In conclusion, participatory maritime-based training effectively empowered the coastal community of Aceh Tamiang to be better prepared and more self-reliant in facing future flash-flood risks.
KEWAJIBAN OWNER DALAM PENGURUSAN RENCANA POLA TRAYEK KAPAL PADA PT. MARGO INDONESIA SERVICESTAMA JAKARTA Yusnidah Yusnidah; Aja Avriana Sahid; Lopian Nauli Nadeak; Netty Kesuma
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i1.226

Abstract

Penyusunan penelitian ini dilakukan dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui bagaimana Kewajiban Owner dalam Pengurusan RPT (Rencana Pola Trayek) kapal pada PT. Margo Indonesia Servicestama. Penulis memperoleh melalui observasi metode penelitian lapangan (field research) dan metode penelitian perpustakaan (library research). Perusahaan kepemilikan kapal mencari muatan untuk kapal. Namun PT. Margo Indonesia Servicestama Jakarta dalam kegiatan tidak terlaksana secara efektif dan efesien yang disebabkan lama nya respon dari Aplikasi SIMLALA (sistem informasi manajemen lalu lintas Angkutan laut) yaitu RPT (Rencana Pola Trayek), yang membuat kapal tidak dapat beroperasional akibat dokumen yang belum memenuhi standart untuk beroperasi. Oleh sebab itu, disarankan adanya pihak-pihak untuk melakukan pemantauan dokumen secara berskala, serta menerapkan sistem online dalam pemgisian dokumen agar tidak terjadi kesalahan dalam membuat syarat yang ada pada aplikasi tersebut, sehingga dengan adanya pemeriksaan ulang akan meminimalisir masalah yang terjadi. Sehingga kewajiban Owner berjalan secara efektif dan efesien.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN TENTANG PENERBITAN SURAT PERSETUJUAN BERLAYAR (SPB) DI KANTOR KESYAHBANDARAN OLEH PT. MULTI JAYA SAMUDERA BELAWAN Taruna Taruna; Yusnidah Yusnidah; Fahmi Rinaldi; Dirhamsyah Dirhamsyah; Sandryco Dame Pridolin Panggabean
Journal of Maritime and Education (JME) Vol. 8 No. 2 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Adiguna Maritim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54196/jme.v8i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk bagaimana PT. Multi Jaya Samudera menerapkan kebijakan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) di Kantor Kesyahbandaran. Surat Persetujuan Berlayar adalah dokumen penting yang harus dimiliki oleh setiap kapal sebelum berlayar untuk memberikan izin dan pengawasan agar operasional pelayaran sesuai dengan peraturan keselamatan dan keamanan yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Untuk mendapatkan SPB, perusahaan pelayaran harus mengikuti beberapa prosedur dan persyaratan. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan deskriptif, penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan analisis dokumen Kantor Kesyahbandaran untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Multi Jaya Samudera melakukan penerbitan SPB secara umum sesuai dengan peraturan. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi, seperti kekurangan sumber daya manusia dan waktu pemrosesan yang kadang-kadang lebih lama dari yang diharapkan. Tingkat pemahaman kebijakan oleh staf, koordinasi antar instansi, dan kesiapan fasilitas pendukung adalah faktor tambahan yang memengaruhi pelaksanaan kebijakan ini. Untuk membuat proses penerbitan SPB lebih efisien dan efektif, penelitian ini menyarankan peningkatan pelatihan bagi petugas terkait. Selain itu, prosedur dan sarana pendukung harus diperbarui.