p-Index From 2021 - 2026
9.251
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kinesik Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial PRoMEDIA Jurnal Profetik Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian LINIMASA: JURNAL ILMU KOMUNIKASI JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI Syntax Idea Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan) Nivedana : Jurnal Komunikasi dan Bahasa MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Da'watuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sibatik Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia Jurnal Komunikasi Islam International Journal of Social Science, Education, Communication and Economics Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Signal Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Innovative: Journal Of Social Science Research Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal Journal Education Innovation Ulil Albab
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS RESEPSI AUDIENS TERHADAP SUROGASI PADA FILM “DEAR JO: ALMOST IS NEVER ENOUGH” Wahyu Krisnanto, Tito; Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.214-222

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis resepsi audiens terhadap pandangan surogasi di dalam film Dear Jo: Almost is Never Enough. Film ini menyajikan perspektif yang unik mengenai isu surogasi, yakni melalui cerita karakter utama yang menghadapi tekanan emosional dalam menjalani peran sebagai ibu pengganti. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis resepsi dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara secara mendalam dengan audiens film dari berbagai latar belakang sosial dan usia. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teori resepsi Stuart Hall, yang memetakan respon audiens dalam tiga posisi utama yakni: dominan, negoisasi, dan oposisi. Hasil penelitian ini nantinya akan menunjukan bahwa audiens memiliki pandangan yang beragam terhadap isu surogasi dalam film, dimana beberapa melihatnya sebagai tindakan altruistik, sementara audiens lainnya mempertanyakan aspek moral dan dampaknya terhadap hubungan sebuah keluarga.
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA AKUN KOMUNITAS @DISCITE. INSTITUTE SEBAGAI MEDIA PENGEMBANGAN DIRI (Studi Etnografi Virtual Pada Akun Tiktok Komunitas @Discite.Institute) Salsabila, Azifa; Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3320-3329

Abstract

Platform media sosial kini telah menjadi kebutuhan masyarakat, terlebih masyarakat Indonesia yang berusia sekitar 18-24 tahun dapat menghabiskan waktunya hingga tiga jam 26 menit dalam sehari. Adanya berbagai macam media sosial menjadikan wadah bagi penggunanya untuk saling berinteraksi kepada pengguna lainnya. Tiktok menjadi salah satu platform media sosial yang paling banyak diunduh, sebanyak 1,4 miliar pengguna aktif yang berusia 18 tahun keatas secara global. Kemudahan yang diberikan TikTok membuat komunitas Discite Institute dapat memanfaatkan TikTok sebagai media pengembangan diri untuk pengikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan akun TikTok komunitas @discite.institute sebagai media pengembangan diri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan etnografi virtual sebagai metodologi penelitian. Penggalian data didapatkan dari penelusuran secara online, wawancara mendalam, serta dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah computer mediated communication. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa unggahan konten-konten yang berada di akun TikTok @discite.institute bertemakan konten edukasi dan fakta-fakta menarik yang berdampak positif pada pengembangan diri para informan. Konten dikemas dengan baik dan mudah dipahami sehingga membuat para informan mampu menyerap dan mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kesehariannya.
ETIKA BICARA REMAJA AWAL SURABAYA TERHADAP PENGGUNAAN DIKSI SARKASME Radista Akbar Gaeni, Novelia; Claretta, Dyva
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 4 (2023): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i4.2023.1811-1817

Abstract

Remaja awal di indonesia saat ini banyak sekali menggunakan diksi sarkasme sebagai alat komunikasi sehari-hari terutama terhadap teman sebayanya sebagai wujud kedekatan mereka. Hal tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor termasuk pengaruh media sosial dan faktor lingkungan maupun keluarga. Dibeberapa cafe di surabaya terdapat remaja dibawah umur 18 tahun yang berbicara dengan temannya menggunakan diksi sarkasme seperti “jancok, anjing, babi “. Hal ini membuat terjadi pergesaran cara berkomunikasi yang dipengaruhi oleh banyak faktor. hal ini akan menbentuk  “budaya populer” yaitu budaya yang diciptakan dari akibat media. Mayoritas pengguna media sosial adalah anak-anak dibawah umur dimana banyak sekali konten di media sosial menggunakan kata-kata umpatan, kata kasar yang semestinya tidak ber etika, karena jauh dari nilai-nilai kesopanan.  Penelitian ini bertujuan untuk memahami  identitas diri pada remaja awal dan mengantisipasi agar remaja awal tidak mewajarkan penggunaan diksi sarkasme dalam kehidupan sehari-hari yang akan merusak moral etika berbicara dan menggeser perubahan budaya.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian adalah Remaja Surabaya berumur dibawah 18 tahun yang mempunyai media sosial.Untuk mengkaji tentang pesan dan media maka akan dikaji melalui teori proses komunikasi Wilbur Schram dan teori new media. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa remaja awal di surabaya terbiasa menggunakan diksi sarkasme sebagai alat komunikasi sebagai simbol kedekatan dengan teman ataupun sebagai hinaan untuk orang yang tidak disuka dan media sosial juga faktor lingkungan memberikan kontribusi  berupa : penerimaan, kewajaran, peniruan, kurangnya etika berbicara, penghinaan yang dinyatakan oleh informan penelitian.
Kesetaraan Gender pada Film Serial Netflix Gadis Kretek Ramadhan Putranto; Dyva Claretta
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 2 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i2.5747

Abstract

The issue of gender gap and male dominance, which has historically affected the role of women in society, is a common problem. This study aims to examine the representation of gender equality in the Netflix series "Kretek Girl" using a qualitative-descriptive approach with John Fiske's semiotic method using three levels of analysis, namely the reality level, the representation level, and the ideological level. The type of data source was obtained using 2 types, namely primary data in the form of images of Scene clips in the Netflix series "Kretek Girl" and secondary data using literature and literature studies. At the reality level, the series depicts the division of gender roles through visuals and social interactions. At the level of representation, the storyline and cinematographic techniques highlight women's struggles against patriarchal norms. Meanwhile, at the ideological level, the series invites the audience to question the traditional values that limit the role of women. This study emphasizes the importance of understanding the influence of patriarchy in social and cultural contexts, and highlights the relevance of gender equality issues in Indonesia's industry and society
Co-Authors Achmad Reynaldi Komarullah Adillah Ratimaya Azzahro Adam Afifah Rachmania Agustian Galih Lisanto Ahimsa Adi Ahmad Zamzamy Alamiyah, Syifa Syarifah Alfian Affandi Anatia Simamora Anisa Febriani Anngelina Cindy Mega Pramita Audri, Renada Ayu Nur Syahbani Azaria Ainun Halila Berliana, Sandra Beta Hanan Carissa Emilyana Carlos Antonio Lopulalan Carlos Antonio Lopulalan Cindi Purnama Sari Dian Hutami Rahmawati Dian Hutami Rahmawati Dian Rahmawati Didiek Tranggono DR. CATUR MSI SURATNOAJI Ellen Mahendra Agatha Ester Permata Putri Fadhilah Samudra Arsy Febrianti Putri Noor Wahyuni Feizal Bagoes Kusuma Ferdyanto Tantyo Nugroho Fiddaroin, Muhammad Farih Firdaus Juliansyah Fransiska Nikola Haryo Guritno, Rahadyan Heidy Arviani Herlina Suksmawati Ika Rahmawati Irwan Dwi Arianto Juliana Nur Rachmah Khansa Maritza Khelsea, Yustika Okta Kusnarto Kusnarto Kusnarto Kusnarto Kusnarto Kusnarto Lina Yuniati M. Syahrul Munir Marisa Novita Angelin Dalima Marta Wijayanengtias Matthew Joan Bestari Methia Fani Monica Karenina Morelynte Dovena Remeng Morelynte Dovena Remeng Muhammad Budi Hariyono Muhammad Viqri Mukhammad Shobri Kamil Nada Fitra Nabila Nainggolan, Imelda Dwi Putri Najib, Fikrin Najwa, Argieta Nanda Rachma Dewi Nathania, Daniella Nella Linggar Adji Nisrina Delinda Nita Sari, Nita Novelia Radista Akbar Gaeni Nur Auwaliyah Amin Okta Annisa Kusumawardhani Pakerti, Wikan Arum Pedro Renardo Naibaho Permata, Permata Aulia Rosul Pramesti, Anisa Dwi Prameswari Oktaviaginta Wibowo Putriana Puspitasari Radista Akbar Gaeni, Novelia Rafi, Muhammad Wahyu Rafiq, Almira Felia Rahadyan Haryo Guritno Rahman, Arif Rayyan Rahul Paisal Siadari Ramadhan Putranto Razanah Mutiara Rysan Renada Audri Suhariono Renhart Christian Damaz Reydea Nur Istya Rhae Ayu Fardani Rosalinda Manullang Salsabila, Azifa Salshabilla Permata Sandy M., Bagus Kurnia Santoso, Patricia Dorin Savira Izzaanti Shabrina Rahmadita Budisusila Shafira Amelia Salsabila Shafira, Salsabila Shintiya Gebi Fitriya Silalahi, Theressia Sunday Silvia Ika Aristin Situmeang, Sherina Shadewi Sukmana, Dinastisya Suksmawati, Herlina - Sumardjijati Suratnoadji, Catur Syafira Aurell Irma Putri Syafiuddin, Muhammad Talitha Pandya Thania Putri Moeksim Tuffahati, Skha Titan Wahyu Krisnanto, Tito Winih Mega Handika Wulansari, Reza Fiolentina Zafira Yahezkiel Ivandro Yuli Candrasari Yulis Nila Sari Zainal Abidin Achmad Zuhri, Saifuddin