Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosidia Widya Saintek

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PESTISIDA ORGANIK DI OMAH KEBUN BUMIAJI Ririen Prihandarini; Yuni Agung Nugroho; Firman Hidayat
Prosidia Widya Saintek Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.009 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi pergeseran kebiasaan konsumen.  Banyak keluarga mulai memilih bahan pangan sehat, bahan-bahan pokok lainnya yang berlabel organik. Tujuannya, menyediakan bahan makanan sehat untuk keluarga.  Pengembangan pertanian Organik kian diminati banyak orang.  Salah satu komponen yang harus dipersiapkan dalam pengembangan Pertanian Organik adalah Pestisida Organik, tentu banyak orang ingin tahu bagaimana cara membuat dan mengaplikasikannya.Pendidikan dan pelatihan pembuatan Pestisida Organik bagi mahasiswa dan petani di Desa Bumiaji kota Batu diadakan di  Omah Kebun Bumiaji (OKBA) yang mempunyai fasilitas utnuk itu dan kami mempunyai teknologi dan cara pembuatan Pestisida Organik yang telah teruji. Metode yang digunakan adalah penjelasan tentang pentingnya penggunaan pestisida organik, bahan bahan dan manfaatnya , praktek pembuatan dilanjutkan dengan aplikasi pada berbagai tanaman. Mahasiswa dan petani di Bumiaji bisa praktek membuat dan mengaplikasikan pestisida organik pada berbagai tanaman di Omah Kebun Bumiaji untuk tanaman jeruk manis, lemon, strawberry dan bawang merah.
RENOVASI MCK UMUM DI DUSUN GONDANG SUKO DESA RANDUAGUNG KECAMATAN SINGOSARI PADA KULIAH PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS WIDYAGAMA Gigih Priyandoko; Frida Dwi Anggraeni; Wahju Wulandari; Yuni Agung Nugroho
Prosidia Widya Saintek Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.437 KB)

Abstract

Masyarakat harus tetap melakukan aktivitas sehari-hari sambil menjalankan pola hidup sehat dengan cara memakai masker, menjaga jarak dan senantiasa menjaga kesehatan. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih dan sehat dapat menciptakan lingkungan yang sehat bagi masyarakat sekitar. Dusun Gondang Suko memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang mampu mengundang para wisatawan. Saat ini, kondisi tempat mandi, cuci dan kakus (MCK) di Dusun Gondang Suko kurang terawat karena sedikitnya warga yang peduli dengan kebersihan MCK umum. Maka dari itu, kelompok 1 KPM berinisiatif untuk merenovasi sehingga layak digunakan oleh masyarakat umum dan warga Dusun Gondang Suko dapat kembali memiliki rasa peduli kebersihan di sekitar mereka.
PENDAMPINGAN KELOMPOK TANI SUKA MAJU DALAM PERSIAPAN MENDUKUNG SWASEMBADA BERAS Darmadji, Darmadji; Nugroho, Iwan; Hanafie, Rita; Julitasari, Evi Nurifah; Nugroho, Yuni Agung; Sudiyono, Sudiyono; Suharjanto, Toto; Ningsih, Elik Murni Nintyas; Sahro, Hanifatus; Kiyono, Kiyono; Angraeni, Frida Dwi; Silvy Novita A.P; Deris Trian R; Junaidi, Fahmi
Prosidia Widya Saintek Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Parabowo, memiliki komitmen besar dalam mewujudkan swasembada dan kesejahteraan petani. Salah satu motor pendukung adalah ketlibatan Kelompok tani (Poktan). Kegiatan pengbdian ini dilakukan di Kelompok Tani Suka Maju Kelurahan Wonokoyo kecamatan Kedungkandang kota Malang. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendampingan kepada kelompok tani dalam mendukung arah baru kebijakan perberasan nasional sekaligus meningkatkan potensi kelompok yang berdampak terhadap kesejahteran petani. Metode kegiatan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Partisipatory. Bentuk Kegiatan pendampingan dengan menggalai potensi dan kendala yang dihadapi kelompok baik dalam mendukung swasembada. Hasil Kegiatan adalah: 1) teridentifikasinya berbagai persoalan baik yang bersifat teknis maupun non teknis, diantaranya yaitu: belum semua petani yang berhak menerima pupuk bersubsidi, belum memiliki alsintan, mahalnya biaya tenaga kerja, pengadaan bibit padi yang tidak tepat waktu tanam, petani masih susah lepas dari penggunaan pupuk kimia, produksi padi belum masksimal (sekitar 6 ton dari potensi sekitar 7 ton, jaringan irigasi yang belum sempurna diperbaiki, 2) disepakatinya kegiatan validasi data penerima pupuk bersubsidi, mendata ulang nama petani, luas lahan dan komoditas yang diajukan, 3) penggalakan pemakaian pupuk organic, hal ini didasarkjan pada realita di lapang bahwa petani sangat sulit melepaskan penakaian pupuk kimia, namun demikian sudah muncul pengakuan bahwa mereka mengakui pentingnya penggunaan pupuk organic, baik terkait dengan kesehatan tanah maupun masa depan petani penerusnya. Hasil kegiatan merekomendasikan pentingnya untuk memberikan pendampingan terhadap kelompok tani menuju kelompok tani yang sukses baik dalam mendukung swasemda maupun kesejahteraan petani.