p-Index From 2021 - 2026
6.724
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bahasa dan Sastra Basastra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Indonesia BASASTRA Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA ANDHARUPA Caraka : Jurnal Ilmu Kebahasaan, Kesastraan, dan Pembelajarannya Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kamaya: Jurnal Ilmu Agama GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Jurnal Sastra Indonesia Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture Lingua Susastra Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Edusoshum: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Humaniora Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia International Journal of Multidisciplinary Sciences Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Javanologi: International Journal of Javanese Studies Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah Jurnal Sastra Indonesia TRANSFORMATIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Tambo: Journal of Manuscript and Oral Tradition Aksara Journal of Computer Science and Technology Application Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konflik Batin Tokoh Utama dalam Novel Mendhung Sumilak Karya JMV Sunarjo: Kajian Psikologi Sastra Sigmund Freud: The Main Character’s Inner Conflict in JMV Sunarjo’s Novel Mendhung Sumilak: A Study of Sigmund Freud's Literary Psychology Maghda Maelany; Dhoni Zustiyantoro; Yusro Edy Nugroho
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22355

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kepribadian tokoh Erni dalam novel Mendhung Sumilak karya JMV Sunarjo melalui pendekatan psikologi sastra. Rumusan masalah pada penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana kondisi psikologi dan pengaruhnya pada kehidupan tokoh utama tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripif yang fokus pada data tertulis berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dengan teori psikoanalisis Sigmund Freud mengenai id, ego, dan superego. Teknik pengumpulan  data dilakukan dengan studi pustaka  untuk memahami makna dan merekonstruksi fenomena, sehingga mendapatkan bahan yang berhubungan langsung dengan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek id dan ego berperan lebih besar dalam memengaruhi pembentukan sikap dan proses pengambilan keputusan yang dilakukan Erni. Meskipun demikian, superego  juga menjadi pengendali perilaku yang cukup membantu dalam pengendalian diri Erni. Adapun dampak dari konflik batin yang ditimbulkan yakni pada kondisi emosional  dan kondisi mental, dimana tekanan terus menerus yang diterima memicu kekhawatiran, perasaan tidak aman, dan kecemasan berlebih. Sehingga kondisi emosional dan mental tersebut memengaruhi keadaan Erni untuk mengatasi tekanan yang dialaminya
Kajian Sosiologi Sastra Ian Watt dalam Novel Pinatri ing Teleng Ati Karya Tiwiek SA: Social Class and Social Criticism in the Novel Pinatri ing Teleng Ati Cintya Aura Zahra Puspita; Dhoni Zustiyantoro; Yusro Edy Nugroho
CARAKA Vol 12 No 2 (2026): JUNE
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/caraka.v12i2.22356

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kelas sosial dan kritik sosial yang direpresentasikan dalam novel Pinatri ing Teleng Ati karya Tiwiek SA. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra dan teori refleksi sosial Ian Watt. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang menunjukkan representasi kelas sosial dan kritik sosial dalam novel. Sumber data berasal dari novel Pinatri ing Teleng Ati karya Tiwiek SA cetakan kedua tahun 2019. Data dikumpulkan melalui teknik baca, catat, dan pembacaan heuristik, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif berdasarkan konsep refleksi sosial Ian Watt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas sosial dalam novel direpresentasikan melalui perbedaan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan status sosial yang memengaruhi relasi antartokoh. Adapun kritik sosial yang ditemukan meliputi kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, diskriminasi sosial, penyalahgunaan kekuasaan, kekerasan seksual, serta stigma terhadap perempuan yang hamil di luar nikah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa novel Pinatri ing Teleng Ati tidak hanya merefleksikan realitas stratifikasi sosial dalam masyarakat Jawa, tetapi juga menghadirkan kritik terhadap berbagai bentuk ketidakadilan sosial yang masih terjadi. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai media refleksi sosial sekaligus sarana kritik terhadap problem kemanusiaan dalam masyarakat.
CERITA PENDEK PELAJARAN MENGARANG KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA: KAJIAN STRUKTURALISME TODOROV Agustina, Lusiana; Nugroho, Yusro Edy; Nuryatin, Agus
Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 10, No 2 (2022): Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/basastra.v10i2.60497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek sintaksis, aspek semantik, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek sintaksis, aspek semantik, dan aspek verbal berdasarkan teori strukturalisme Tzvetan Todorov dalam cerita pendek Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma. Namun, penelitian ini pada aspek sintaksis berfokus pada alur dan pengaluran (sekuen), aspek semantik berfokus pada tokoh dalam cerita, dan aspek verbal berfokus pada sudut pandang (point of view) yang berkaitan dengan kategori modus. Pendekatan teoretis yang digunakan yakni pendekatan strukturalisme Todorov. Metode penelitian yang digunakan yakni metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa wacana cerita pendek Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma. Sumber data penelitian berupa cerita pendek Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma yang dimuat dalam harian Kompas, pada 5 Januari 1992 dan terpilih sebagai cerpen Pilihan Kompas 1993. Instrumen penelitian berupa human instrument. Teknik pengumpulan data berupa teknik heuristik dan teknik catat. Teknik analisis data berupa teknik hermeneutik. Hasil penelitian memaparkan bahwa, cerpen Pelajaran Mengarang. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan peneliti selanjutnya untuk mengkaji karya sastra dengan pendekatan Strukturalisme Tzvetan Todorov. pada aspek sintaksis urutan peristiwa secara kronologi ditemukan 10 sekuen sebagai unit naratif, pada aspek semantik tokoh utama adalah Sandra dan tokoh tambahan terdiri atas banyak tokoh yang berguna untuk memperkuat karakter tokoh utama dalam cerita, dan pada aspek verba pengarang menggunakan pencerita luar dari segi kehadiran pemandangan dan menggunakan wicara yang dialihkan atau analitik (discours transpose) serta wicara yang dilaporkan (discours rapporte) dalam cerita.
Ecofeminism Interpretations of Women’s Transformation in Indonesian Folktales Citra Rizky Lestari; Agus Nuryatin; Mukh Doyin; Yusro Edy Nugroho
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8786

Abstract

This study examines how Indonesian folktales present female characters transforming in response to social or cultural expectations. From an ecofeminist perspective, these narratives reflect deeper critiques of the intertwined marginalization of women and nature. Specifically, the study examines recurring motifs of female transformation into natural elements in three folktales: Nini dan Puteri Ikan, Asal Usul Kota Banyuwangi, and Legenda Ikan Patin. These stories portray women who, due to betrayal, grief, or societal pressure, undergo symbolic metamorphosis, particularly through transformations into fish or through symbolic fusion with water. The research employs a descriptive qualitative approach, applying thematic analysis with NVivo-style coding to identify patterns across texts. The analysis highlights three key themes: bodily transformation as a form of resistance or consequence, the weight of patriarchal expectations that restrict female agency, and spiritual or mystical symbolism that elevates the transformation beyond mere punishment. The findings suggest that these transformations function as both acts of protest and modes of renewal, expressing loss, liberation, and transcendence. Through this lens, the tales reveal cultural perspectives on women, morality, and human-nature relationships. Ultimately, the study contributes to gender and folklore scholarship by showing how narratives of female transformation encode socio-cultural anxieties and aspirations, offering alternative understandings of identity, power, and ecological interconnectedness.
Anomali Konsep Pola Pengasuhan Anak dalam Naskah Luput ing Pamulang Yusro Edy Nugroho; Didik Supriyadi; Widodo Widodo; Ucik Fuadhiyah
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i2.91749

Abstract

Naskah Luput ing Pamulang merupakan salah satu karya sastra Jawa yang memuat nilai-nilai pedagogis tentang pengasuhan anak menurut kultur Jawa. Artikel ini menyajikan gambaran pola pengasuhan anak dalam budaya Jawa yang tidak selazimnya dipahami dan dimengerti oleh masyarakat saat itu. Pola pengajaran yang disajikan lebih menekankan pada hal-hal yang terlepas dari kelaziman pola pengasuhan anak pada masa itu. Beberapa hal penting yang ditemukan sebagai anomali adalah adanya pola pengasuhan yang selama ini diyakini sebagai: (1) pengabaian emosional, (2) eksploitasi anak, (3) kurangnya disiplin dalam pola pengasuhan, dan (4) peran gender yang kaku. Pola pengasuhan yang ditawarkan dalam naskah Luput ing Pamulang merupakan sebuah alternatif inovatif yang lebih cermat dalam interaksi hubungan orang tua dan anak.
Rekonstruksi Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Teks Piwulang pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa di SMP di Jawa Tengah Yusro Edy Nugroho; Rahma Ari Widihastuti; Prembayun Miji Lestari
Jurnal IKADBUDI Vol. 15 No. 1 (Special Issue) (2026): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Dae
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v15i1 (Special Issue).96949

Abstract

Model pendidikan karakter di sekolah, khususnya di SMP di Jawa Tengah selama ini belum memiliki pola implementasi yang kuat. Melalui pembelajaran teks piwulang pada mata pelajaran Bahasa Jawa ditawarkan konsep model implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini akan menyarikan butir-butir penting dalam materi pembelajaran teks piwulang mata pelajaran Bahasa Jawa di SMP di Jawa Tengah. Kajian difokuskan pada materi teks piwulang Serat Wulangreh yang diajarkan di SMP di Jawa Tengah pada mata pelajaran Bahasa Jawa dengan sub pokok bahasan puisi tradisional Jawa dari kelas VII sampai dengan kelas IX. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pembacaan heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan adanya lima elemen inti pada materi teks piwulang yang dapat dijadikan pokok pengajaran pendidikan karakter berbasis teks piwulang Jawa. Yang pertama yaitu rendah hati, kedua kepekaan rasa, ketiga Ala lan becik, adat, waton, tata krama (baik dan buruk seperti apa, aturan, unggah ungguh), keempat hati-hati, kelima bakti.
Selection of Literary Readings for Junior High School Students Based on the Horizon of Public Readers' Acceptance of Kompas Selected Short Stories 2024 Ira Susma Sari; Yusro Edy Nugroho
Edusoshum : Journal of Islamic Education and Social Humanities Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Ikatan Cendikiawan Ilmu Pendidikan Islam (ICIPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52366/edusoshum.v6i3.520

Abstract

Literary learning in junior high school still often chooses short stories based on the reputation of the work or the availability of materials, while the acceptance of students as lay readers has not been used as a basis for selecting texts. This research aims to describe the horizon of student acceptance for the twelve Kompas Selected Short Stories 2024 and formulate criteria for curating junior high school literature readings. This descriptive qualitative research involved 23 students of grade VII C of Sekolah Rakyat Menengah Junior 6 East Jakarta. Data were obtained through written responses about predictions, feelings, understanding, and further desires after reading, as well as learning observations. The data were analyzed heuristically and hermeneutically with the categories of expectation horizon, reception horizon, advanced response, and reception variation. The results showed that short stories with concrete conflicts, relatively clear language, easily recognizable characters, and themes related to students' experiences tended to receive positive responses. Ambivalent or resistive responses arise when the text contains cultural vocabulary, dense symbols, distant socio-political contexts, or sensitive themes. These findings resulted in five curation criteria, namely readability, experiential proximity, clarity of conflict, thematic sensitivity, and reflectivity. Practically, these criteria can be used to classify short stories as priority reading, supervised reading, or selective reading, while determining support such as context introduction, glossary, and directed discussion
The Transition of Women's Ideology in Modern Javanese Literature Yusro Edy Nugroho
Javanologi: International Journal of Javanese Studies Vol 6, No 2 (2023): Javanologi Volume 6 No. 2: June
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v6i2.75120

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the struggle for women's idealism in modern Javanese literature. The approach used is ideological hegemony and content analysis methods to classify and analyze data from one classical Javanese literary work and two modern Javanese literary works, namely "Serat Wulang Putri" by Nyai Adisara, Novel "Larasati Modern" by Sri, "Katresnan" by Soeratman Sastradihardja, and "Nona Sekretaris" by Suparto Brata. The results of the study show that the development of women's idealistic thinking begins with an inner strength that is patient and accepts the rights of the husband, to become equal friends with men. In the classical period, a restriction only focused on the domestic realm. Even though the reality of the domestic realm still existed in later times, those who had education, independence, and personal wisdom became part of the renewal process. As for the older generation, there is friction over traditional customs in society. What used to be a fixed standard of action has been adapted by itself along with educational developments and foreign cultural influences.Keywords: Ideology, hegemony, women, Javanese Culture, Modern Javanese Literature.
The Author's View of Child Parenting in the Nadham Nasihat Manuscript by Muhammad Rasyid Aldin Alif Pratama; Yusro Edy Nugroho
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 14 No. 1 (2026): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v14i1.31969

Abstract

The research was motivated by the importance of studying manuscripts as cultural heritage that convey moral educational values, especially regarding child-rearing patterns in the family. The object of the study was the Nadham Nasihat Manuscript by Muhammad Rasyid, which contains teachings or guidance on life, especially within the family sphere, written in the form of Nadham in Arabic Pegon script. An objective approach was used in this study, treating the text as a complete, autonomous work. Hermeneutic theory was used to interpret each author's intent and purpose according to Schleiermacher's hermeneutic concept, which was applied to analyze grammatical and psychological aspects and to interpret the advice in the verses of the Nadham Nasihat manuscript. The study found that the verses of advice in Nadham Nasihat reflect the author's views on child-rearing: parents must avoid being stingy and selfish, are obliged to teach manners to their children, and must marry off their children when they are old enough. This demonstrates that the verses in each piece of advice in the manuscript relate to the author's thoughts and express concern about the family's low moral order. The values in the manuscript are deemed relevant for parents in providing good parenting for their children in today's modern world.
Cultural Code in the Serat Pasindhen Bedhaya Mintaraga Yasan Dalem of Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10 Raihan Adib Ghifari; Rahma Ari Widihastuti; Yusro Edy Nugroho; Rajeev Kumar
Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa Vol. 14 No. 1 (2026): Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa
Publisher : Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/sjsj.v14i1.47430

Abstract

Bedhaya is a dance performed by female dancers within the royal palace environment. One of the Bedhaya dances preserved in the Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat is Bedhaya Mintaraga, the yasan dalem of Sri Sultan Hamengku Bawono Ka-10. Bedhaya Mintaraga conveys messages about the noble values a ksatria must possess, represented by Raden Arjuna during his ascetic period, titled Begawan Mintaraga. These messages are conveyed not only through dance movements but also through the Serat Pasindhen sung by the sindhen. In this context, A.Teeuw’s semiotic theory, particularly cultural codes, is used to examine how cultural codes in the Bedhaya Mintaraga represent and transmit life values through artistic symbols. The results of the study show that the cultural code in the Serat Pasindhen Bedhaya Mintaraga reflects the social practices in the Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat environment, when the Serat Pasindhen Bedhaya Mintaraga includes the concept of babahan hawa sanga, forms of symbolic legitimization, representations of prayer, and the figure of Raden Arjuna, as well as life teachings that emphasize the principle of memayu hayuning Buwono. This research shows that the performing arts of the Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat can be understood as a cultural text that serves to preserve philosophical teachings and strengthen cultural identities, both of which remain relevant to society.