Claim Missing Document
Check
Articles

Citra Perempuan dalam Novel “Si Anak Pemberani” Karya Tere Liye: Kajian Kritik Sastra Feminisme Legi Aspriyanti; RM. Teguh Supriyanto; Yusro Edy Nugroho
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 02 (2022): Artikel Riset Periode November 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.842 KB) | DOI: 10.47709/jbsi.v2i02.1880

Abstract

Perempuan menjadi objek yang paling sering dijadikan sebagai tokoh utama dalam karya sastra, salah satunya adalah novel. Hal ini dilandasi oleh kepribadian perempuan yang sangat variatif dan berbeda dari laki-laki. Kepribadian perempuan terlihat dari citra yang ditampilkan dalam cerita. Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye untuk mengetahui citra perempuan di dalam novel tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah kritik sastra feminisme. Sumber data yang digunakan adalah novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye. Data penelitian yang digunakan adalah kutipan/paragraf yang menggambarkan citra perempuan dalam novel tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Selanjutnya teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Terdapat 15 data yang menunjukkan citra perempuan dalam novel “Si Anak Pemberani” karya Tere Liye. Citra perempuan tersebut dikategorikan menjadi tiga, yaitu citra perempuan dalam hubungannya dengan Tuhan, manusia, dan diri sendiri. Eliana sebagai tokoh utama memiliki citra perempuan bertaqwa kepada Tuhan, suka menolong, peduli lingkungan, tegas, pemberani, amanah, jujur, teladan, bertanggung jawab, pintar, dan sukses. Melalui citra perempuan yang ditampilkan, Tere Liye hendak menyampaikan bahwa perempuan adalah sosok yang kuat, cerdas, dan sukses sehingga bisa mendapatkan kesetaraan hidup yang sama dengan kaum laki-laki.
Implications of Marital Peace in Marriage Counseling: An Ethnographic Case Study Sai Handari; Achmad Juntika Nurihsan; Ilfiandra Ilfiandra; Yusro Edy Nugroho; Aziza Kavlu
Pamomong: Journal of Islamic Educational Counseling Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Program Studi BKPI IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/pamomong.v4i1.56-72

Abstract

Peace within the household is a critical issue,  as the complexities and dynamics of problems can lead to disharmony, which can have adverse physical and psychological effects.  To address the need for post-conflict domestic life development, an ethnographic approach is employed. The research focuses on two married couples who have been living together as a child-and-parent couple (father mother, child wife) for 7 and 32 years, respectively. These couples are of Javanese ethnicity. The decision to include couples married for more than 5 years is based on the assumption that they have passed the initial crisis period. The research adopts an ethnographic case study approach, gathering data through interviews and observations.  Data were collected through interviews and observations. The findings reveal several important points: (1) Peace is perceived as a blessing within the household, encompassing inner peace, peace with the spouse, in-laws, and the surrounding environment; (2) Factors influencing peace in the household include self-awareness, understanding, and external reflections from the spouse, in-laws, and surrounding environment; and (3) Marital peace has implications for the implementation of marriage counseling, particularly in developing values that prioritize self-optimization when facing marital problems, thereby enabling the realization of potential and independence within the household
The Transition of Women's Ideology in Modern Javanese Literature Yusro Edy Nugroho
Jurnal Javanologi Vol 6, No 2 (2023): Javanologi Volume 6 No. 2: Juni
Publisher : Pusat Unggulan Ipteks Javanologi Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/javanologi.v6i2.75120

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the struggle for women's idealism in modern Javanese literature. The approach used is ideological hegemony and content analysis methods to classify and analyze data from one classical Javanese literary work and two modern Javanese literary works, namely "Serat Wulang Putri" by Nyai Adisara, Novel "Larasati Modern" by Sri, "Katresnan" by Soeratman Sastradihardja, and "Nona Sekretaris" by Suparto Brata. The results of the study show that the development of women's idealistic thinking begins with an inner strength that is patient and accepts the rights of the husband, to become equal friends with men. In the classical period, a restriction only focused on the domestic realm. Even though the reality of the domestic realm still existed in later times, those who had education, independence, and personal wisdom became part of the renewal process. As for the older generation, there is friction over traditional customs in society. What used to be a fixed standard of action has been adapted by itself along with educational developments and foreign cultural influences.Keywords: Ideology, hegemony, women, Javanese Culture, Modern Javanese Literature.
Represi dan Representasi Perempuan Jawa dalam Serat Piwulang Yusro Edy Nugroho
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 2 No. 1 (2019)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teks Wulang Putri merupakan teks yang ditulis dalam bentuk tembang macapat yang berisi tuntunan hidup bagi wanita yang hidup di lingkungan keraton Jawa khususnya pada abad 19. Perempuan Jawa pada abad 19 mengalami banyak tekanan (represi) dan terpinggirkan (marginalisasi). Tetapi disisi lain perempuan Jawa memiliki perlawanan yang halus dalam melindungi haknya. Penelitian ini menjelaskan bagaimana eksistensi perempuan pada masa teksteks Serat Wulang Putri yang ditulis oleh seorang wanita Jawa pada kurun waktu kurang lebih satu abad yang lalu dan ajaran yang terdapat di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan makro sastra yang sejajar dengan pendekatan strukturalisme genetik. Kajian strukturalisme genetik difokuskan pada kajian intrinsik karya sastra, latar belakang kehidupan sosial pengarang, dan latar belakang sosial dan sejarah yang ikut mengondisikan terciptanya karya sastra. Hasil penelitian teks Wulang Putri menunjukkan bahwa ajaran yang disampaikan oleh pengarang lebih menekankan pada usaha pembentukkan kepribadian wanita secara ideal untuk menyikapi situasi dan zaman yang tidak memihak pada kepentingan wanita. Teks Wulang Putri dibuat oleh raja atau kerabat raja yang menempatkan perempuan sebagai komoditas kekuasaan. Representasi muncul pada teks Wulang Putri itu sendiri yang ditulis oleh Nyi Adisara yang juga merupakan seorang perempuan dengan menunjukkan bahwa perempuan dapat melakukan perlawanan dengan cara yang sopan dan halus.
KAJIAN STRUKTUR GENETIK DALAM CERPEN KEADILAN KARYA PUTU WIJAYA Wahyu Azam Nur; Teguh Supriyanto; Yusro Edy Nugroho
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.21674

Abstract

Cerpen “Keadilan” secara struktural dan tematis memuat pandangan dunia pengarang yang mewakili kelompok sosial dan kelas sosial tertentu. Metode yang akan digunakan dalam jenis penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai objek yang dianalisis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa kata-kata. Ditemukan hasil penelitian sebagai berikut: (1) Unsur intrinsik yang menyusun sebuah cerpen, (2) Latar pengarang adalah kehidupan sosial pengarang, (3) Budaya ketidakadilan sosial menjadi latar belakang sejarah sosial masyarakat sehingga cerpen “Keadilan” lahir, dan (4) Pandangan dunia dalam cerpen “Keadilan” mengandung humanisme dan nasionalisme.
Peran Konseling Keluarga Berbasis Pemecahan Masalah dalam Meningkatkan Kualitas Pernikahan dan Hubungan Emosional Handari, Sai; Nurihsan, Juntika; Ilfiandra, Ilfiandra; Nugroho, Yusro Edy
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 12, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v12i3.6378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling keluarga problem solving dalam meningkatkan kualitas pasangan suami istri dan hubungan emosionalnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pasangan muda yang berakhir dengan perceraian. Penelitian ini mengkaji tentang peran konseling keluarga dalam meningkatkan kualitas pernikahan dan hubungan emosional pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan konseling keluarga sebagai percontohan. Desain yang digunakan adalah pretest dan posttest. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 80 pasangan keluarga dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini masing-masing 40 pasang pada setiap kelompok. Peneliti menggunakan indeks kualitas dan kuesioner perkawinan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling keluarga berbasis problem solving berpengaruh signifikan terhadap kualitas pernikahan dan hubungan emosional pasangan. Peningkatan kedua variabel tersebut dapat dilihat dari hasil analisis yang menunjukkan bahwa komponen kedua variabel menunjukkan peningkatan yang signifikan. Kualitas perkawinan diperkuat dengan meningkatkan komponen kepuasan, kesepakatan, kekompakan, dan pengurangan atau penyelesaian masalah yang dihadapi. Peningkatan kualitas hubungan emosional (intimacy) ditunjukkan dengan komponen keintiman. Kualitas emosional adalah saling pengertian pasangan dari budaya yang berbeda, hubungan emosional yang baik. Konseling keluarga dapat digunakan untuk menjaga kualitas dan memecahkan masalah yang dialami oleh pasangan suami istri. Implikasi dari penelitian ini adalah konseling keluarga berbasis problem solving dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mempertahankan pernikahan.
Stereotipype Tokoh Ayah dalam Cerpen Guru Karya Putu Wijaya: Kajian Dekonstruksi Derrida Sonya Trikandi; Yusro Edy Nugroho; Agus Nuryatin
Pena : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2023): Pena: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/pena.v13i1.28654

Abstract

Abstract This research aims to describe stereotype The father figure in the short story Guru by Putu Wijaya is in accordance with Derrida's theory. The research method uses a deconstruction approach to Derrida's theoretical literary works. Deconstruction of literary works is able to analyze short stories from the language that has various meanings in a text. The data in this research is in the form of text documents containing fragments of characters, plot, caritas background in short stories. The data source comes from Jawa Pos, 05/08/2016 edition of teacher's short stories by Putu Wijaya. The data collection technique uses heuristic techniques, namely reading the initial stages by analyzing the elements contained in the story such as characters. The data analysis technique uses the hermeneutic technique of in-depth reading of literary works in the form of the social environment in the story and analyzing it in depth in accordance with deconstruction theory. Research result stereotype The character of the father can be shown based on dialogue or the character's speech, such as the environment, the character's reactions to other characters. It is known that the character of the father does not depict the attitude of a parent who is firm, wise and unemotional. And the meaning of opposition which shows my father's bad thoughts towards teachers is a form of criticism of the government.
Otoritas dan Kemandirian Perempuan dalam Karya Sastra Indonesia Modern Nugroho, Yusro Edy; Prabaningrum, Dyah; Sumartini, Sumartini
Jurnal Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter perempuan yang ditampilkan pada karya sastra Indonesia modern layak dikaji. Mereka memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji karakter perempuan yang memiliki hal tersebut sebagai sebuah cermin otoritas dan kemandirian perempuan dalam karya sastra Indonesia modern. Penelitian ini termasuk deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan hermeutik. Adapun kajian datanya bersumber dari novel-novel pengarang Indonesia yang memiliki pusat penceritaan pada tokoh perempuan. Novel-novel yang dimaksud sebagai berikut. Novel Partikel dan Aroma Karsa karya Dewi Lestari, Novel Isinga karya Dorothea, novel Geni Jora karya karya Abidah al Khaelaqy, Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, serta novel Namaku Teweraut karya Ani Sekarningsih. Hasil dari penelitian ini berupa deskripsi perempuan yang memiliki otoritas dan kemandirian. Peneliti berharap, tokoh-tokoh perempuan di dalam novel dapat menjadi inspirasi bagi pembaca untuk terus berjuang meraih hak-haknya dan mengatasi berbagai kesulitan dalam kehidupan.
The Local Batak Color in the Longa Novel by Nestor Rico Tambunan Pertiwi, Bela Hastya; Doyin, Mukh.; Edy Nugroho, Yusro
Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/seloka.v12i3.72918

Abstract

This research was conducted to describe the local Batak colors and their functions contained in the novel Longa by Nestor Rico Tambunan. There are two approaches used, namely a theoretical approach using the sociology of literature approach with the theory of culture studies. Then the methodological approach uses a qualitative descriptive approach. The data in this study are the forms of cultural color contained in the words, sentences, and expressions in Longa's novel which are suspected of containing story facts about the characters and traditional Batak cultural background. While the data source used in this study is the novel Longa by Nestor Rico Tambunan. The data collection method uses the heuristic method, and the analysis method uses the hermeneutic method. There are five cultural elements contained in the novel, namely 1) religious systems and religious ceremonies; 2) social systems and organizations; 3) knowledge system; 4) language; and 5) art.
MASALAH SOSIAL DALAM NOVEL HARI PELARIAN KARYA YULIA SUJARWO: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Choirina, Risma Choirina; Nugroho, Yusro Edy; Nuryatin, Agus
Basastra Vol 13, No 2 (2024): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/bss.v13i2.54960

Abstract

Kajian sosiologi sastra muncul sebagai suatu pendekatan studi sastra yang berfokus pada hubungan antara karya sastra dan masyarakat. Karya sastra dapat menjadi cerminan dari kehidupan masyarakat, karena sastra ditulis oleh seorang pengarang dan pengarang hidup dalam suatu masyarakat tertentu. Hubungan antara sastra dan masyarakat erat kaitannya karena setiap orang pasti melakukan interaksi sosial antar perseorangan maupun kelompok. Dari proses interaksi sosial akan muncul suatu masalah-masalah sosial yang dapat dikaji atau dikritik melalui kritik sosiologi sastra. Salah satu novel yang menarik untuk dikritik dengan pendekatan sosiologi sastra ialah novel berjudul Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo, karena novel ini mengandung banyak permasalahan yang muncul dari adanya perjodohan yang akan dilakukan kepada tokoh utama dan masalah sosial yang muncul akibat dari perjodohan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Soekanto Soerjono yang memfokuskan pada bentuk-bentuk masalah sosial dalam karya sastra. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan berbagai masalah sosial yang terdapat di dalam novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data yang digunakan untuk penelitian adalah dialog dan narasi yang muncul pada novel Hari Pelarian karya Yulia Sujarwo. Dalam penelitian ini, ada beberapa teknik pengambilan serta pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik baca, simak, dan catat. Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 27 data yang terdiri dari 7 masalah sosial berupa; kemiskinan 7 data, kejahatan 3 data, disorganisasi keluarga 5 data, masalah generasi muda dengan masyarakat modern 1 data, peperangan 2 data, pelanggaran terhadap norma masyarakat 7 data, dan 2 data masalah lingkungan hidup.