Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

AKSELERASI TRANSFORMASI DIGITAL PADA TATA KELOLA PEMILU DI KOTA BENGKULU Evsa Wulan Suri; Yuneva Yuneva
Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Vol 10 No 2 (2021): Mimbar : Jurnal Penelitian Sosial dan Politik (Desember)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof Dr Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/jpsp.v10i2.2257

Abstract

Lembaga penyelenggara pemilu dalam situasi darurat pandemi mengupayakan tata kelola pemilu yang baik me-lalui akselerasi transformasi digital ke dalam keseluruhan tahap operasional kepemiluan (pre election, election day and post election) . Diperlukan sebuah SOP dan Contingency berbasis IT yang ditunjang oleh kemampuan SDM dalam mengolah data, dukungan infrastruktur digital dan aturan hukum yang kuat. Tujuan penelitian un-tuk mengkaji sejauh mana trasnformasi digital mampu diterapkan pada keseluruhan tahapan pemilu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dengan teknik pengumpulan data primer dan sekunder kepada lembaga penyelenggara pemilu dan masyarakat pemilih. Hasil penelitian adalah lembaga penyelenggara pemilu sudah melakukan upaya penerapan digital pada seluruh tahapan pemilu namun belum secara menyeluruh dikarenakan beberapa kendala teknis dan non teknis. Akselerasi transformasi digital sebagai usaha meminimalisir risiko dengan cara mem-perkuat sistem IT dalam tata kelola pemilu yang akuntabel, metode pemungutan suara yang baru, perubahan hukum substansial dalam kerangka kerja/sistem pemilu dan perbaikan prosedur sekunder yang lebih cepat. melaui peraturan pemilu
THE EFFECT OF THINK PAIR SHARE STRATEGY AND STUDENTS’ READING MOTIVATION TOWARD STUDENTS’ READING COMPREHENSION AT SECOND SEMESTER STUDENTS OF LAW FACULTY UNIVERSITAS PROF. DR. HAZAIRIN, SH BENGKULU Elva Utami; Yuneva Yuneva
English Language Teaching and Research Vol 2, No 1 (2018): ENGLISH LANGUAGE TEACHING AND RESEARCH
Publisher : English Language Teaching and Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.847 KB)

Abstract

This study was conducted to find out the effect of Think Pair Share (TPS) strategy and reading motivation on students’reading comprehension. This research was an experimental research. The population of the research was the second semester students of law faculty Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH Bengkulu. There were six classes which consisted of 185 students. This research used cluster random sampling. This research data was obtained from reading comprehension tests and students’ reading motivation questionnaires. T-test analysis was used to analyze the data.  The findings of this study indicated that (1) Think Pair Share (TPS) strategy have a significant effect on students' reading comprehension  compared to conventional strategy commonly used by teacher in teaching reading, (2) Students with high reading motivation taught by Think Pair Share (TPS) Strategy has a better reading comprehension compared to what is taught with conventional strategy (3) Students with low reading motivation taught by Think Pair Share (TPS) Strategy were better than students taught with conventional strategy. Key words           : think pair share strategy, reading motivation, students’ reading  comprehension
Pelatihan Bahasa Inggris dan Pengelolaan Mangrove untuk Pemberdayaan Karang Taruna dalam Pengembangan Objek Wisata Mangrove Mirna Yunita; Yuneva Yuneva; Fevi Wira Citra; Elva Utami; Warsa Sugandi; Zairin Zairin; Muhammad Alfi
Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat Vol 3 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/abdihaz.v3i2.1890

Abstract

Training of English Language and Mangrove Management for Youth Empowerment in Mangrove Tourism Object Development Karang taruna is a youth organization in a village. This community service program was aimed to train Karang Taruna member in Sumber Jaya Village, Kota Bengkulu speaking English which can be used to guide foreign tourists and and to educate them about mangroves and its management for ecotourism activities. The activity was carried out in three stages: 1) the preparation; 2) the planning; 3) the implementation stage. In the third stage, an evaluation was carried out through the practice of speaking English and distributing questionnaires about English language skills and knowledge about mangroves. After the service activities were carried out, the results showed that the participants: 1) 100% understood how to greet and introduce in English; 2) 90% could explain the information about interest place in English; 3) 90% could ask and answer in English; 4) 100% could explain about tourism object in English; 5) 100% could explain about the rules of travel in English; 6) 100% could answer about tourism object; 7) 100% could convey likes and dislikes; 8) 100% could hosting; 9) 90% could explain how to make organic fertilizers; 10) 90% could explain the making of handicrafts; 11) 100% understood the function, potential and types of mangrove forests; 12) 90% knew the tourism management based on mangrove conservation; 13) 90% understood maintenance and improvement of mangrove quality; 14) 100% understood management through tourism diversification; 15) 90% understood mangrove tourism infrastructure; 16) 100% understood the potential of mangroves that can be processed into souvenirs. The results of the service can be concluded that the Karang Taruna members have understood about English language technique specifically to tour guide and had an understanding of mangroves.
PENELITIAN KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN Yuneva Yuneva; Esva Wulan Suri
Lateralisasi Vol. 10 No. 01 (2022): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v10i01.3491

Abstract

Abstrak Kebijakan modifikasi sistem pembelajaran yang aman, efesien dan efektif diperlukan untuk mengedepankan mutu pendidikan demi mencegah Learning loss paska pandemic. Hal ini dilakukan agar mencegah serangan psikologis, degradasi intelektual dan karakter perserta didik. Beberapa permasalahan yang muncul seperti kemampuan penguasaan teknologi tenaga pendidik dan peserta didik, literasi dan digital skills, kesenjangan ekonomi peserta didik, Efektiftas pembelajaran daring, hambatan komunikasi media digital, Culture Shock, dan Kebijakan pemerintah yang terus dinamis dan berubah. Tujuan umum dalam penelitian ini menemukan modifikasi sistem pembelajaran terbaik melalui analisa mendalam kualitatif agar menjadi sebuah dasar kebijakan dalam menyusun strategi dan inovasi secara akademis baik teknis dan non teknis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Dapat disimpulkan dalam mencegah learning loss perlu sebuah formulasi hasil dari evaluasi berupa Modifikasi Sistem Pembelajaran, Pemetaan berdasarkan zona wilayah, Pelatihan Bimtek Melek Literasi Digital kepada Pendidik dan Peserta Didik, Support insitutusi, Penerapan Metode pembelajaran idel, aturan yang tegas, jelas dan ketat serta Modifikasi dan improvisasi gaya pembelajaran
Bakery Sebagai Penguatan Ekonomi, Ketahanan Pangan Masyarakat Melalui Diversifikasi Produk Remunggai Di Kelurahan Lingkar Timur Elva Utami; Yuneva Syukur
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.444

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui kegiatan KUKERTA-PPM yang berjudul Bakery sebagai penguatan ekonomi, ketahanan pangan masyarakat melalui diversifikasi produk  remunggai di Kelurahan Lingkar Timur. Kegiatan  pengabdian  masyarakat ini bertujuan menghasilkan dan meningkatkan penghasilan dan memanfaatkan tanaman remunggai menjadi bahan pangan dan produk olahan remunggai dengan cara membantu mengembangkan dan memajukan usaha kecil menengah yang terdapat di kelurahan Lingkar Timur khususnya toko cake and bakery remunggai. Metode yang digunakan pada kegiatan ini terdiri atas 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan refleksi. Prosedur kegiatan ini membantu produksi pembuatan pizza remunggai, mendesain kemasan produk dan mencetaknya, membantu pemasaran dan mendesain merek dagang serta mendaftarkannya ke HKI. Hasil dari kegiatan ini adalah toko cake and bakery mempunyai kemasan yang lebih indah, menarik serta mempunyai logo, kemudian pemasaran sudah dilakukan secara online dan offline serta telah terdaftarnya mrek dagang tersebut pada hak kekayaan intelektual (HKI). Dengan adanya kegiatan KUKERTA-PPM berdampak besar bagi masyarakat kelurahan Lingkar Timur, masyaratkat menjadi tahu manfaat  yang terkandung dari daun remungga dan masyarakat dapat memproduksi berbagai macam bakery berbahan dasar remunggai sehingga dapat menambah pendapatan. Sedangkan bagi toko cake and bakery kegiatan ini berdampak dengan terciptanya logo sebagai jati diri dari produk toko cake and bakery remunggai serta terdaftarnya merek dagang pada HKI.
Implementasi Metode Blended Learning Dalam Pembelajaran Geografi di SMA Negeri 2 Kota Bengkulu Etika Sihaini; Mirna Yunita; Muhammad Alfi; Yuneva Yuneva; Warsa Sugandi Karman; Dedi Guntar
Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Hazairin, S.H

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/georaf.v7i2.3454

Abstract

At the beginning of 2020, the world was shocked by the Covid-19 pandemic which spread across the globe. In Indonesia, especially the education sector has been badly affected by this outbreak. As if having to adapt to a new learning routine, namely the distance learning system. However, distance learning has not been effectively implemented due to many limitations, especially in remote, underdeveloped, and remote areas. This study aimed to describe the implementation of blended learning as an alternative learning method at SMA Negeri 2 Bengkulu City during the Covid-19 pandemic, including inhibiting and supporting factors. The method used is a field research method with a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out by means of observation, interviews, and documentation. The technique for determining informants used purposive sampling with research informants from school principals, geography teachers, and students. Data analysis in qualitative research according to Miles & Huberman with data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results of the study show that there are three stages of implementing blended learning, namely: the planning stage by designing learning objectives, preparing infrastructure, preparing learning schedules and face-to-face and online schedules, and compiling evaluation and socialization tools. The steps in carrying out online learning in an independent asynchronous manner, face to face in all subjects, especially learning geography. The stages of evaluating the learning system include teacher meeting activities with the school principal which are held once a month, and teacher and parent associations which are held once a semester. In this study, there are also several inhibiting and supporting factors for blended learning.
Pelatihan Bahasa Inggris Bagi Siswa/Siswi SMA Di Kota Bengkulu Elva Utami; Yuneva Yuneva; Nila Kencana; Yosi Marita
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v3i1.548

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang sudah dilakukan adalah program Pelatihan bahasa Inggris bagi siswa/siswi SMA di Bengkulu. Program pengabdian  ini bertujuan membantu siswa/siswa SMA di Bengkulu  menguasai bahasa Inggris dengan baik. Berdasarkan hasil analisis situasi, pemahaman dan penguasaan bahasa Inggris tingkat SMA di Bengkulu masih rendah. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mereka untuk belajar bahasa inggris di luar jam pelajaran sekolah. dengan upaya ini diharapkan siswa mampu meningkatkan kemampuan dan minat mereka dalam bahasa inggris. Pelatihan belajar bahasa Inggris ini menyangkut penguasaan keempat keterampilan bahasa Inggris yaitu: mendengarkan (listening), membaca (reading), berbicara (speaking), dan tata bahasa (structure). Pelatihan bahasa inggris yang dilakukan sudah berhasil dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme siswa/siswi SMA untuk mengikuti program pengabdian  ini. Kehadiran mereka mencapai 100%. Dan dari hasil evaluasi belajar nampak bahwa mereka sudah menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris mereka pada keempat skill yaitu listening, reading, speaking structure. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini terdiri atas 4 tahapan yaitu pengenalan, persiapan, pelaksanaan dan evaluasi.  Prosedur kegiatan ini adalah pembukaan, melakukan pre-test,pemberian materi listening, pemberian materi reading, pemberian materi speaking, pemberian materi structure serta melakukan post-test. Hasil dari kegiatan ini adalah siswa/siswi SMA di Bengkulu meynadari akan pentingnya mempelajari  bahasa inggris untuk bersaing di era globalisasi ini serta meningkatnya kemampuan bahasa inggris siswa/siswa SMA di Bengkulu. 
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PAPAN NAMA DI KOTA BENGKULU Hary Atmaja; Yuneva Yuneva
Lateralisasi Vol. 11 No. 01 (2023): LATERALISASI
Publisher : Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas Muhammmadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/lateralisasi.v11i01.5438

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan kesalahan bahasa dalam penulisan pamflet dan papan nama pertokoan. Sampel di ambil di wilayah Kota Bengkulu. Tulisan ini merupakan studi deskriptif yang difokuskan pada penggalian data-data kualitatif, dengan harapan akan diperoleh gambaran lebih detail dan rinci terhadap objek penelitian. Dari hasil kajian ini, secara umum dapat dikatakan bahwa kesalahan berbahasa Indonesia pada penulisan pamflet dan papan nama pertokoan masih sering dijumpai karena tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesalahan penulisan pada pamflet dan papan nama pertokoan diakibatkan oleh pengaruh penggunaan bahasa sehari-hari atau tulisan yang ditulis berdasarkan ucapan lisan masyarakat serta keterbatasan pengetahuan mengenai aturan bahasa Indonesia. Selain itu, masyarakat cenderung masa bodoh dengan aturan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kata kunci: kesalahan bahasa,pamflet, dan papan nama pertokoan
PROBLEMS FACED BY THE INTERMEDIATE LEVEL STUDENTS DURING ENGLISH SPEECH Suparmi Suparmi; Yelliza Yelliza; Yuneva Yuneva
Jurnal Maneksi (Management Ekonomi Dan Akuntansi) Vol. 11 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Politeknik Negeri Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.385 KB) | DOI: 10.31959/jm.v11i1.1071

Abstract

Latarbelakang dari penelitian ini adalah rendahnya kemampuan berbicara dalam berbahasa Inggris sebagian besar mahasiswa semester VI di jurusan Bahasa Inggris UPI YPTK Padang tahun ajaran 2021/2022. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan faktor penyebab dan faktor dominan yang dihadapi oleh mahasiswa saat berpidato dalam bahasa Inggris. Populasi dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Bahasa Inggris UPI YPTK Padang tahun ajaran 2021/2022 yang berjumlah 69 mahasiswa dengan menggunakan total sampling. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif (mix-method) dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (64,6%) mahasiswa memberikan tanggapan negatif terhadap angket yang diberikan. Ini berarti bahwa rata-rata mahasiswa bahasa Inggris menghadapi masalah dalam pidato bahasa Inggris seperti yang disebutkan dalam kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang dihadapi mahasiswa semester VI adalah kecemasan (69,2%), harga diri (64,8%), dan motivasi (59,8%). Faktor dominan yang dihadapi mahasiswa dalam pidato bahasa Inggris adalah kecemasan (69,2%). Dapat disimpulkan bahwa masalah yang paling banyak dihadapi oleh mahasiswa selama pidato bahasa Inggris adalah kecemasan.
An Analysis of Students’ Politeness Strategies in Whatsapp Group Interaction Mariska Febrianti; Yuneva Yuneva
Edu-Ling: Journal of English Education and Linguistics Vol. 6 No. 2 (2023): July
Publisher : English Education Study Program Faculty of Teacher Training and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/edu-ling.v6i2.3508

Abstract

TOEFL and Abstract is the title of whatsapp group made by UPT Bahasa Inggris Unived to communicate between admin and students who wants to graduate. This is also as the alternative way during the pandemic of Covid-19. This study aimed to analyze students’ politeness strategies from all faculties are in UNIVED and admin of UPT Bahasa Inggris in whatsapp group. Type of this research is descriptive qualitative research. The data were collected through the the transcript during the conversation between admin and undergraduate students. The results of this research showed that there were 144 conversations used by students in whatsapp grup. The researchers found 34 were used bald on record, 48 used positive politeness, 53 used negative politeness, and 9 used off-record. Negative politeness was dominant types of politeness among the other types of politeness, that oriented by the speaker as undergraduate students with admin of UPT Bahasa Inggris UNIVED Bengkulu. Question Hedge with 100% were as a form of negative politeness used by undergaduate students. From the results aboves, it shows that the dominant type of Politeness Strategies used by teacher and students in Whatsapp Group are Positive Politeness and Negative Politeness. Keywords: Politeness Strategy, Students Interaction.